sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

Analisis Ekonomi Budidaya Ikan Lele Kolam Bulat

Analisa Ekonomi Budidaya Ikan Lele Kolam Bundar / Lingkaran
Perhitungan biaya ternak ikan lele 2 kolam bundar

Berikut dibawah ini adalah perhitungan budidaya ikan lele di kolam bulat. Perhitungan analisis budidaya ikan lele kolam bulat dengan diameter kolam 3.4 meter, dalam waktu panen 3 bulan. Panen pertama 3 bulan dengan 1 kolam bundar. dan perhitungan analisa budidaya selanjutnya menggunakan 2 kolam bulat dengan waktu panen yang sama. maka akan terlihat keuntungan dari budidaya ikan lele di kolam bulat.
Perhitungan biaya ternak ikan lele 2 kolam bundar



123

Kolam 1Kolam 2Kolam 2
Bulan 3Bulan 6Bulan 9
Biaya Tetap :
Kolam diameter 3.4m fullset isinya
1. Wiremesh diameter 1,7m
2. Terpolin diameter 1,7m
3. Karpet/talang
4. Pipa kontrol
5. Pipa buangan tengah
6. Knee
7. Dop
8. Ring stainless
9. Selang aerasi
10. Ball aerasi
11. Kabel ties & kawat
12. Molase, Dolomit, Probiotik & Garam
Total Biaya Kolam
2,000,0004,000,000
Sewa tanah Pertahun(9 x 4 meter)isi sendiri
Tutup Kolam200,000400,000
Biaya Lain-Lain100,000200,000200,000
Biaya Variabel :
Tenaga kerja 900,0001,800,0001,800,000
Jumlah Pakan lele500
Harga Pakan Lele7,500
Total Pakan Lele3,750,0007,500,0007,500,000
Obat-Obatan100,000200,000200,000
Bibit Lele (Ekor)10,000
Harga Bibit Lele300
Total Bibit Lele3,000,0006,000,0006,000,000
Total Biaya 10,050,00020,100,00015,700,000
Penyusutanisi sendiri
Penjualan :
Total produksi (Kg)1,000
Harga Lele14,000
Jumlah Penjualan14,000,00028,000,00028,000,000
Keuntungan 3,950,0007,900,00012,300,000
Payback period0.720.720.56
Jumlah Bulan2.152.152.24
Jumlah Hari656567
Jumlah Pendapatan (Y)3,950,0007,900,00012,300,000
Kas -6,050,0001,850,00014,150,000
Bagi HasilX-YX2-Y2
Mengembalikan Modal (X) (hutang)10,000,00010,000,000
Hasil Setelah bayar hutang-6,050,0001,850,0002,300,000
Hasil Yang bisa diambil
Pemodal20%-1,210,000370,000460,000
Penggarap 140%-2,420,000740,000920,000
Penggarap 240%-2,420,000740,000920,000
Penghasilan per bulan (jumlah bulan)3
Pemodal-403,333123,333153,333
Penggarap 1-806,667246,667306,667
Penggarap 2-806,667246,667306,667

Ini hanya gambaran dan perkiraan
Harga dapat berubah sewaktu-waktu
Keterangan
  • Hutang kita adalah 10 juta dan dibayar saat panen pertama
  • Panen kedua hutang 10 juta lagi dan dibayar pada panen ketiga
  • Jika Panen keempat tanpa hutang pendapatan adalah 10 juta + 2.3juta (genap 1 tahun)
  • Penghasilan per bulan (jumlah bulan) terhitung 3 artinya hasil panen dibagi 3, jadi hasil perbulan pada ke bulan 9 adalah 306.667
  • Biaya dan Penjualan dapat berubah tergantung tempat anda
Ceks Cara Budidaya Lele Kolam Bundar

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Bagian - Bagian Kapal Perikanan dan Sebutan Ukuran Kapal

Indonesia negara kepualauan yang memiliki banyak laut menjadikan banyak dijumpai kapal perikanan penangkap ikan, kapal penangkap ikan memiliki karakteristik yang unik dibanding kapal biasa, dengan ukuran dan koefisien bentuk serta kecepatan kapal ditujukan agar cocok sebagai penangkap ikan. Kapal penangkap ikan ini bentuk nya disesuaikan untuk menampung hasil tangkapan ikan baik dari alat tangkap jaring, perangkap, atau pun memancing. Bahan utama dalam pembuatan kapal berupa kayu, fibre glass, besi atau baja. Untuk kapal-kapal perikanan tradisional umumnya kayu yang digunakan disesuaikan dengan daerah masing-masing pulau indonesia, sehingga jenis kayunya mengikuti jenis kayu setempat.


Kontruksi dan Bagian Kapal Perikanan

Untuk mengetahui lebih dalam tentang bentuk kapal perikanan kita perlu tahu bagian-bagian umum yang terdapat pada kapal perikanan atau kapal Ikan.
Berikut Bagian-bagian Kapal Ikan
1. Rumah kemudi
Kapal perikanan memiliki rumah kemudi yang dibagun atau didirikan diatas geladak kapal yang dibagun kuat agar menyerupai bangunan rumah. Ruang kemudi ini terletak pada geladak utama di bangunan atas, dengan kelengkapan pintu sorong dan jendela depan sorong, rinting kemudi (diameter 20 cm) dan pangsi kemudi, bangku meja kompas, papan pembagi instalansi listrik dan meja peta panjang yang fungsinya sebagai tempat tidur atau tempat duduk. Dinding depan ruang kemudi terdapat tiga jendela dimana dua jendela sorong dan satu jendela permanen yang terletak di tengah-tengah. Ketebalan kaca jendela ialah 5 mm

2. Geladak
Kapal ikan juga dilengkapi geladak, geladak fungsinya untuk mempertahankan bentuk melintang dari kapal, disamping itu dapat digunakan untuk mendirikan bangunan di atas geladak, serta untuk menutup badan bagian atas sehingga kedap air dan bagian utama kekuatan memanjang kapal. Geladak merupakan tempak kerja awak kapal jadi harus dibuat tidak licin, dan papan geladak dipasang secara memanjang.

Pembuatan geladak menggunakan papan potongan yang diambil sepanjang mungkin, dengan sambungan papan tumpul, hal ini dilakukan untuk mengagatasi perubahan mengembang dan menyusut. Papan geladak juga bertugas mencegah air masuk ke dalam badan kapal, makan sambungan harus dipakai, untuk melindungi dari cuaca. Kampuh yang dipakai harus disiram dengan ter atau didempul.
Kontruksi dan Bagian Kapal Perikanan

3. Ruang mesin

Kapal perikanan memiliki kamar mesin sendiri. Ruang mesin berguna untuk menyimpan perkakas dan spare part mesin maka ditempatkan lemari didalam ruang mesin. Ruang mesin juga di lengkapi cerobang asap yang disesuaikan agar dapat menembuh sampai geladak atas. Sehingga Ruang mesin perlu kuat dan kokoh, dengan atas dilindungi dengan bahan yang tidak menghantarkan panas (Bahan asbestos.

Ruang mesin adalah tempat keberadaan mesin dalam suatu kapal, yang mempunyai pondasi yang kuat sebagai penyangganya. Pondasi mesin berfungsi menyangga berat mesin utama dan manahan mesin utama pada waktu kapal oleng atau mengangguk. Pondasi mesin terdiri dari sepasang pemikul bujur kayu yang masing-masing terdiri dari satu pasang kayu. Pada umumnya, ruang mesin terletak dibelakang kapal, sehingga poros baling-baling akan lebih pendek dan ruang muat dapat lebih besar.

4. Palka ikan
Palkan ikan merupakan ambang palka setinggi 150-200 mm dari geladak utama. Palka mempunyai ukuran dan kapasitas yang sesuai dengan gambar rencana umum. Palka mempunyai lubang pengeluaran air (saluran bilga) dan disediakan tangga yang tidak permanen. Menurut (Alam Ikan 4), dinding palka terdiri dari beberapa lapisan antara lain:

  • Dinding kapal 
  • Lapisan poly urethane
  • Dinding papan
  • Lapisan seng / aluminium / fiberglass
Ruang palka adalah ruang yang digunakan untuk menyimpan hasil tangkapan. Dalam satu kapal ikan, mempunyai palka ikan sebanyak 4-5 ruang tergantung besarnya kapal. Tutup sisi geladak ruang ikan dibuat dari kayu keras, sistem konstruksi penutupan lubang palka adalah dengan menggunakan sistem penutup yang diangkat.

Sistem ini adalah yang paling sederhana bila dibanding dengan sistem lainnya. Sistem ini terdiri dari dari balok lubang palka, tutup lubang palka dan tutup dari kain terpal untuk kekedapan. Setiap ruang palka diberi lubang palka di atas yaitu tempat dimana barang atau muatan kapal dimasukkan dan dikeluarkan. Lubang palka ini dibuat sedemikian rupa sehingga lubang di satu pihak cukup luas untuk keluar masuknya barang dan di lain pihak dengan adanya lubang palka ini tidak mengurangi kekuatan kapal (Alam Ikan 4).
Kontruksi dan Bagian Kapal Perikanan

5. Ruang kerja
Ruang kerja adalah bangunan atas yang berada diatas geladak kapal yang tidak meliputi seluruh lebar kapal. Ruang kerja berfungsi sebagai tempat melakukan berbagai kegiatan diatas kapal seperti ruang makan, ruang tidur, ruang memasak, kamar mandi. Ruang kerja harus dilengkapi dengan fentilasi yang cukup dan memadai, memiliki penerangan yang cukup, dinding dan lantai yang bersih. Sehingga diharapkan dengan adanya ruang kerja dapat menampung seluruh aktifitas awak kapal (Alam Ikan 5).


Ukuran Utama Kapal
Ukuran utama kapal merupakan besaran scalar yang menentukan besar kecil sebuah kapal. Ukuran utama kapal adalah meliputi panjang kapal, lebar kapal, tinggi kapal serta sarat air kapal (Alam Ikan 2).
Bagian - Bagian dari Ukuran Utama Kapal

1. Panjang kapal
Menurut (Alam Ikan 1), dalam penentuan panjang kapal (L) ada 4 (empat) macam pengertian panjang kapal yang sering kali dipergunakan dalam perencanaan kapal, yaitu :

a. Panjang seluruh kapal (Length over all = Loa)
Loa Adalah jarak mendatar antara ujung depan linggimhaluan sampai dengan ujung belakang linggi buritan.
b. Panjang geladak kapal (Length deck line = Ldl)
Ldl Adalah jarak mendatar antara sisi depan linggi haluan sampai dengan sisi belakang linggi buritan yang diukur pada garis geladak utama atau geladak buritan.
c. Panjang garis air kapal (Length water line = Lwl)
Lwl Adalah jarak mendatar sisi belakang linggi haluan sampai dengan sisi depan linggi buritan yang diukur pada garis air muat tertinggi atau garis air muatan penuh (tidak termasuk tebal kulit lambung kapal).
d. Panjang garis tegak kapal (Length berween perpendicular = Lpp)
Lpp Adalah jarak mendatar antara garis tegak haluan sampai dengan garis tegak buritan yang diukur pada garis air muatan penuh.
Bagian - Bagian dari Ukuran Utama Kapal

2. Lebar kapal 
Menurut (Alam Ikan 3), lebar kapal selalu diukur pada ban terlebar dari badan kapal. Terdapat tiga ukuran lebar kapal untuk keperluan yang berbeda yaitu sebagai berikut :


1. Lebar maksimum (Breadth Maximum) adalah jarak mendatar antar sisi luar kulit lambung kapal yang diukur pada lebar kapal yang terbesar.
2. Lebar garis air kapal (Breadth Water Line) adalah jarak mendatar antara sisi luar kulit lambung kapal yang diukur pada garis muatan penuh.
3. Lebar geladak kapal (BDL), yaitu jarak horizontal yang diukur antara sisi sisi geladak utama. Informasi BDL diperlukan untuk pengukuran gross tonnage kapal.
Bagian - Bagian dari Ukuran Utama Kapal

3. Tinggi kapal
Menurut (Alam Ikan 3), tinggi kapal adalah jarak tegak yang diukur di bidang tengah kapal dari bidang dasar (lunas) sampai dengan garis atau sisi atas geladak bagian tepi geladak bagian dan tepi geladak utama .Ukuran tinggi kapal meliputi. tinggi sarat air (d), tinggi geladak (H), tinggi maksimal (H maks).   
Menurut (Alam Ikan 1), disebutkan bahwa ada 2 (dua) jenis garis tegak kapal :  
  1. Garis tegak haluan ( fore peak perpendicular = fp) adalah garis tegak yang ditarik melelui titik perpotongan antara linggi haluan dengan garis air muatan penuh dan tegak lurus dengan garis dasar (base line).
  2. Garis tegak buritan ( after peak perpendicular = AP) adalah garis tegak yang ditarik melalui titik perpotongan antara sisi belakang linggi kemudi (titik tengah tongkat atau poros kemudi, apabila tidak terdapat linggi kemudi) dan tegak lurus dengan garis dasar.
Menurut (Alam Ikan 4), sarat air kapal (Draft atau   Draught : d atau kadang-kadang menggunakan notasi T) adalah jarak vertikal antara garis dasar sampai dengan garis air muatan penuh atau tanda lambung timbul  untuk garis muat musim panas yang diukur pada pertengahan panjang garis tegak kapal.
  1. Sarat air maksimum (Dranght maximum atau draft max : d max) adalah tinggi  terbesar dari lambung kapal yang berada dibawah permukaan air yang diukur dari garis muatan penuh sampai dengan bagian kapal yang paling rendah.
  2. Sarat haluan kapal  adalah sarat air kapal yang diukur pada garis tegak haluan.
  3. Sarat buritan kapal  adalah sarat air kapal yang diukur pada garis tegak buritan.
  4. Apabila kapal dalam keadaan trim, maka sarat kapal rata-rata adalah selisih antara sarat haluan dengan sarat buritan kapal atau sebaliknya dibagi 2 (dua).
Tinggi maksimum ( Hmax) adalah tinggi kapal yang diukur dari dasar kapal sampai ke garis geladak tertinggi. Sedangkan tinggi kapal ( H ) adalah jarak vertikal antara garis dasar sampai garis geladak yang terendah dan diukur di tengah-tengah panjang kapal.
Bagian - Bagian dari Ukuran Utama Kapal

4. Perbandingan ukuran utama kapal
Menurut (Alam Ikan 4), pada umumnya bentuk kapal tergantung daripada ukuran utama kapal, perbandingan ukuran utama kapal dan koefisien bentuk kapal. Ukuran utama kapal terdiri dari panjang kapal = L, lebar kapal = B, tinggi kapal = H dan sarat air kapal = d. Perbandingan ukuran utama kapal meliputi harga-harga perbandingan L/B, L/H, B/d, H/d, sedang koeffisien bentuk kapal terdiri dari koefisien balok = Cb, koefisien gading besar = Cm, koefisien garis air = Cw dan koefisien prismatic = Cp.

Biro Klasifikasi Indonesia ( BKI ) 2004 mensyaratkan perbandingan ukuran kapal sebagai berikut :
1. L/H = 14 Untuk daerah pelayaran samudra
2. L/H = 15 Untuk daerah pelayaran pantai
3. L/H = 17 Untuk daerah pelayaran local
4. L/H = 18 untuk daerah pelayaran terbatas

Menurut (Alam Ikan 5), perbandingan ukuran utama kapal per alat tangkap tersaji pada tabel 1.

Tabel 1. Perbandingan ukuran utama kapal per alat tangkap

No.Alat TangkapL/BL/DB/D
1.Inspection of research boat (steel)5,43610,691,97
2.Whale catcher5,78810,561,85
3.Fish carrier boat (steel)5,8311,401,95
4.Fish ditto boat (wood)4,689,602,04
5.Tuna long liner (steel)5,56810,921,96
6.Tuna ditto boat (wood)4,569,162,01
7.Trawler (steel)5,9511,151,87
8.2- boat trawler (steel)5,1310,342,01
9.2- ditto trawler (wood)5,209,301,79
10.Stick held dip net boat (wood)4,669,902,12
11.Long liner (wood)4,689,702,07
12.Mackerel angling boat (wood)4,279,742,06
13.Squid angling boat (wood)4,949,992,02
14.Spearing boat (wood)4,679,802,10
Sumber: Nomura dan Yamuzaki, 1977.

Video Cara Membuat Aquascape Pemula Mudah Rendah Perawatan




Pembuatan Aquascape untuk pemula, step by step mudah, tanaman yang digunakan seperti, anubias barteri, crypto, moss, amazon dsb. Tanaman rekomendasi bagi yang pemula yang inggin punya akuarium cantik dirumah dengan perawatan rendah yang tidak memerlukan banyak perawatan.

Terima Kasih sudah menonton video ini, Kasih Like, Share jika kalian suka dan komentarnya.

Jangan lupa subcribe untuk video-video kami selanjutnya.

Facebook ► http://bit.ly/2AKKgJy
Twitter ► http://bit.ly/2E8AGo4
Instragram ► http://bit.ly/2Sn0xeX
Google+ ► http://bit.ly/2RufbB0
Website ► http://www.alamikan.com
Youtube ► http://bit.ly/2E9eYjE

Thanks Guys

#Aquascape #alamikan #Setting #BuatAkuarium

Bacground Music
Bensound - Perception

Pengukuran Kecepatan angin dan Alatnya

Pengertian Kecepatan Angin
Angin ada disekitar kita biasanya merupakan hembusan udara yang dapat dirasakan badan kita dan dapat menerbangkan debu, Angin memiliki suatu kecepatan Atau kecepetan angin. Kecepatan Angin dapat diukur dengan satuan kilomeer atau mil per kesatuan waktu. Kecepatan angin merupakan gejalan alam yang menyebabkan hembusan udara, untuk mengukur kecepatan angin dapat dilakukan dengan skala beaufort. Skala alat beaufort ini berada pada 0-12.

Pengertian angin adalah hembusan udara atau sebuah massa udara yang bergerak secara horizontal yang memiliki sebuah arah dan kecepatan tertentu dengan gerakan yang memiliki kecepatan vervariasi. Terjadinya gerakan massa udara yang memiliki kecepatan atau angin tersebut terjadi jika adanya pengaruh ketidakseimbangan pemasanasan sinar matahari pada suatu lokasi yang berbeda di bumi. pengukur kecepatan angin disebut skala beaufort dengan Arah angin diukur dengan alat yang disebut wind vane dan bias juga dengan slayer.


Arah angin diukur dengan alat yang disebut wind vane dan bias juga dengan slayer.  pengukur kecepatan angin disebut skala beaufort.
Gerakan angin pastinya memiliki arah, arah angin ini dipengaruhi gaya Coriolis (pengaruh perputaran bumi terhadap arah angin. Gaya coriolis merupakan gerakan arah angin yang menyebabkan berputar searah jarum jam. Gaya Coriolis tergantung pada kecepatan berputar bumi atas sumbunya lintang dimana angin yang bersangkutan bertiup dan kecepatan dari angin yang bersangkutan.

Kecepatan angin yang berada pada ketinggian 2 meter di atas tanah dengan gerakan horisontal merupakan angin permukaan yang pada dasarnya terjadi jika ada perbedaan tekanan udara dari tempat terjadinya angin sampai tujuan angin yang menjadi faktor pendorong gerakan kecepatan angin. 
Kecepatan angin yang berada pada ketinggian 2 meter di atas tanah dengan gerakan horisontal merupakan angin permukaan yang pada dasarnya terjadi jika ada perbedaan tekanan udara dari tempat terjadinya angin sampai tujuan angin yang menjadi faktor pendorong gerakan kecepatan angin.

Pada daerah tropis dan subtropis angin pada umumnya dapat bergerak dari arah tenggara bmi selatan dan dari arah timur laut ke belahan bumi utar atau Prevailing wind pada daerah tropis disebut trade wind.

Semakin iklimnya menjadi sedang, akan terjadi gerakan angin uang berhembuh dari arah barat laut pada belahan bumi selatan dan arah barat daya untuk belahan bumi utara. beriklim sedang disebut westerly wind

Pergerakan angin juga berbeda di daerah kutub yang umumnya angin akan bergerak dari daerah timur yakni searah dengan angin pada daerah tropis. daerah kutub disebut disebut polar wind

Pada dasaranya sebuah angin, kecepatannya dapat diukur dengan satuan KNOP (mm laut per jam) menggunakan alat anemometer. 
  1. Kisaran kecepatan angin (range of wind speed) yang dapat dideteksi. Beberapa anemometer mekanis hanya dapat bekerja jika kecepatan angin melampaui batas minimalnya (starting threshold wind speed).
  2. Kelinier tanggapan (linearity of response) pada kisaran kecepatan angin yang diukur.
  3. Kecepatan tanggapan (speed of respone). Kecepatan tanggapan ini biasanya diukur berdasarkan waktu yang dibutuhkan bagi anemometer untuk mulai melakukan pengukuran.
  4. Ukuran alat (size of the instrument). Ukuran ini penting diselaraskan dengan jenis angin yang akan diukur atau ruang tempat pengukuran. Misalnya untuk mengukur kecepatan angin dalam sistem tajuk tanaman dibutuhkan anemometer yang kecil.
  5. Kesesuaian alat dengan arah angin yang akan diukur kecepatannya.

Semoga Bermanfaat

Cara Pengukuran Morfometri Tubuh Ikan dan Alat Calliper

Morfometri adalah suatu pengamatan pada tubuh ikan, dengan cara identifikasi bentuk tubuh ikan menyeluruh, yang berfungsi untuk menentukan adaptasi dan cara hidup ikan di alam. Mengidentifikasi ikan bisa dilakukan dengan mengukur mulai dari kepala sampai ekor, identifikasi ini disebut morfometri. Identifikasi bentuk tubuh ikan dapat di klasifikasikan ke jenis dan tipe bentuk tubuh ikan



Pengukuran tubuh ikan agar hasilnya sesuai perlu menggunakan alat, alat morfometri disebut calipper.
alat morfometri disebut calipper.

Alat ini akan mengukur dari kepala sampai ekor. Dengan ukuran dasar mutlak (CM) sampai dengan (MM). Ada beberapa tahap pengukuran morfometri, mulai dari kepala, badan, sirip dan ekor.
Berikut bagian-bagian pengukuran morfometri : 

  1. Panjang baku atau biasa diujur dari bagian kepala atau ujung rahang sampai pelipatan pangkal sirip ekor
  2. Panjang cagak (fork length), dengan mengukur tubuh mulai dari ujung kepala terdepan sampai ujung bagian luar lekukan cabang sirip ekor.
  3. Panjang total, adalah diukur jarak garis lurus mulai ujung kepala yang terdepan dengan ujung sirip ekor yang paling belakang.
  4. Tinggi badan, diukur pada tempat yang tertinggi antara bagian dorsal dengan ventral, dimana bagian dari dasar sirip yang melewati garis punggung tidak ikut diukur.
  5. Tinggi batang ekor, pengukuran pada batang ekor dengan memilih pada tujuan yang tingginya paling terkecil. 
  6. Panjang batang ekor, dengan mengukur jarak miring antara ujung dasar sirip dubur dengan pangkal jari-jari tengah sirip ekor.
  7. Panjang dasar sirip punggung dan sirip dubur, dengan mengukur jarak antara pangkal jari-jari pertama dengan tempat selaput sirip di belakang jari-jari terakhir bertemu dengan badan. Jarak ini diukur melalui dasar sirip.
  8. Panjang di bagian depan sirip punggung, dengan mengkuru jarak antara ujung kepala terdepan sampai ke pangkal jari-jari pertama sirip punggung.
  9. Tinggi sirip punggung dan sirip dubur, dengan mengukur mulai dari pangkal keping pertama sirip sampai ke bagian puncaknya.
  10. Panjang sirip dada dan sirip perut, dengan mengukur panjang terbesar menurut arah jari-jari dan diukur dari bagian dasar sirip yang paling depan atau terjauh dari puncak sirip sampai ke puncak sirip ini. Sambungan sirip berupa rambut atau benang halus, oleh beberapa ahli juga ikut diukur, sehingga harus lebih waspada. Pengukuran panjang sirip dada hanya dilakukan jika bentuk sirip dada itu tidak simetris.
  11. Panjang jari-jari sirip dada yang terpanjang, pengukuran ini hanya dilakukan jika jari-jari yang terpanjang terletak di tengah-tengah atau di bagian tengah sirip. Pengukuran dilakukan mulai dari pertengahan dasar sirip sampai ke ujung jari-jari tersebut. Jika jari-jari lain yang dimaksudkan dan bukan jari-jari tengah maka hal ini harus dinyatakan.
  12. Panjang jari-jari keras dan jari-jari lemah. Panjang jari-jari keras adalah panjang pangkal yang sebenarnya sampai ke ujung bagian yang keras, walaupun ujung ini masih disambung oleh bagian yang lemah atau sambungan seperti rambut. Panjang jari-jari lemah diukur dari pangkal sampai ke ujungnya.
  13. Panjang kepala, adalah jarak antara ujung termuka dari kepala hingga ujung terbelakang dari keping tutup insang. Beberapa peneliti melakukan pengukuran sampai ke pinggiran terbelakang selaput yang melekat pada tutup insang (membrana branchiostega) sehingga diperoleh panjang kepala yang lebih besar.
  14. Tinggi kepala, merupkan panjang garis tegak antara pertengahan pangkal kepala dan pertengahan kepala di sebelah bawah.
  15. Lebar kepala, merupakan jarak lurus terbesar antara kedua keping tutup insang pada kedua sisi kepala.
  16. Lebar / tebal badan, adalah jarak lurus terbesar antara kedua sisi badan.
  17. Panjang hidung, merupakan jarak antara pinggiran terdepan dari hidung atau bibir dan pinggiran rongga mata sebelah ke depan.
  18. Panjang ruang antar mata, merupakan jarak antara pinggiran atas dari kedua rongga mata (orbita).
  19. Panjang bagian kepala di belakang mata, adalah jarak antara pinggiran belakang dari orbita sampai pinggir belakang selaput keping tutup insang (membrana branchiostega).
  20. Tinggi bawah mata, merupakan jarak kecil antara pinggiran bawah orbita dan rahang atas.
  21. Tinggi pipi, merupakan jarak tegak antara orbita dan pinggiran bagian depan keping tutup insang depan (os preoperculare).
Pada bagian atas merupakan cara mengukur morfometri dikeseluruhan tubuh ikan dari kepala sampai ekor, baik diukur panjang, lebar dan tingginya, pengukuran ini akan diperlukan biasanya dalam melakukan sebuah penelitian morfometri tubuh ikan. Jika ukuran morfometri yang ada 21 tipe pengukuran dilakukan akan dilanjutkan pada pengukuran khusus pada kepala ikan. Pengukuran kepala ikan dibagi menjadi 5 jenis tipe pengukuran yaitu sebagai beriku : 
  1. Panjang antara mata dan sudut keping tutup insang depan (os preoperculare), adalah panjang antara sisi rongga mata dengan sudut os preoperculare. Pada saat pengukuran, senantiasa juga turut diukur panjang duri yang mungkin ada pada sudut os preoperculare tersebut.
  2. Panjang atau lebar mata, adalah panjang garis menengah orbita (rongga mata).
  3. Panjang rahang atas, adalah panjang tulang rahang atas yang diukur mulai dari ujung terdepan sampai ujung terbelakang tulang rahang atas.
  4. Panjang rahang bawah, adalah panjang tulang rahang bawah yang diukur mulai dari ujung terdepan sampai pinggiran terbelakang pelipatan rahang.
  5. Lebar bukaan mulut, merupakan jarak antara kedua sudut mulut jika mulut dibuka selebar-lebarnya.
Pengukuran morfometri 26 tipe dalam artikel ini, pengukuran dilakukan dengan alat calliper, untuk memudahkan dalam menyesuaikan dan agar ukuran tepat. 

Jenis dan tipe bentuk tubuh ikan

Jenis dan tipe bentuk tubuh ikan
Berbagai macam ikan memiliki bentuk dan ukuran tertentu yang berbeda satu sama lain.  Bentuk tubuh ikan  beradaptasi dengan cara tingkah laku dan kebiasaan hidup di dalam habitat ikan tersebut. Ikan yang hidup di daerah dasar perairan mempunyai bentuk perut datar dan punggung mengelembung. Sedangkan untuk ikan-ikan pelagis mempunyai bentuk bagian tubuh yang mengelembung pada bagian perut maupun punggung
Sebutan nama bentuk ikan

Macam bentuk tubuh ikan secara umum adalah :
1. Bentuk Pipih, bentuk pipih dibagi menjadi dua tipe
- pertama Pipih Lateral, bentuk ikan pipih lateral menandakan ikan memiliki sifat bergerak lambat dan santai tetapi dapat bergerak cepat saat terdapat ancaman bahaya
- kedua pipih dorsaventral, bentuk ikan pipih dorsanventral memiliki sifat ikan yang suka hidup di dasar perairan.
2. Bentuk Torpedo, bentuk torpedo pada ikan terlihat pada badan yang terlihat ramping bentuk seperti senjata torpedo, ikan ini cenderung berenang cepat, dengan badan elips.
3. Bentuk Paruh
4. Bentuk Tubuh membulat
5. Bentuk Pita dan Kombinasi
6. Bentuk tubuh memanjang,

pipih lateral


tubuh ikan
Tubuh ikan dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, badan, dan ekor. Batas kepala adalah dari moncong sampai bagian belakang tutup insang, batas badan dari mulai bagian belakang tutup insang sampai dubur, sedangkan batas ekor mulai dari dubur sampai ujung sirip ekor.
bentuk tubuh ikan dikelompokkan menjadi delapan, yaitu:



  • Fusiform, dengan ciri bentuk tubuh ramping, potongan dan bentuk badan elips, bentuk ekor sempit, sering disebut dengan bentuk torpedo. Contohnya ikan tuna.
Fusiform, dengan ciri bentuk tubuh ramping, potongan dan bentuk badan elips, bentuk ekor sempit, sering disebut dengan bentuk torpedo. Contohnya ikan tuna.
  • Compressed, bentuk tubuhnya pipih dan kecepatan berenang konstan. Contohnya ikan mas.
Compressed, bentuk tubuhnya pipih dan kecepatan berenang konstan. Contohnya ikan mas
  • Depressed, badan berbentuk picak. Contohnya ikan pari.
Depressed, badan berbentuk picak. Contohnya ikan pari.

  • Angulliform, bentuk tubuh sangat panjang dan bundar. Contohnya ikan belut.
Angulliform, bentuk tubuh sangat panjang dan bundar. Contohnya ikan belut.

  • Filiform, bentuk tubuh panjang seperti benang dan sangat tipis. Contohnya ikan snipe cel.
Filiform, bentuk tubuh panjang seperti benang dan sangat tipis. Contohnya ikan snipe cel.

  • Taeniform, bentuk tubuh pipih melebar pada bagian badan sampai ekor. Contohnya, ikan gunmel.
Taeniform, bentuk tubuh pipih melebar pada bagian badan sampai ekor. Contohnya, ikan gunmel.

  • Sagitiform, contohnya ikan pike dari famili Esocidae.
Sagitiform, contohnya ikan pike dari famili Esocidae.

  • Globiform, contohnya ikan in sucher
Globiform, contohnya ikan in sucher


Semoga Bermanfaat

Video Nusatik 35 Aquascape Keren



 Nusatik 35 Aquascape Keren
Terima Kasih sudah menonton video ini, Kasih Like, Share jika kalian suka dan komentarnya.

Jangan lupa subcribe untuk video-video kami selanjutnya.

Facebook ► http://bit.ly/2AKKgJy
Twitter ► http://bit.ly/2E8AGo4
Instragram ► http://bit.ly/2Sn0xeX
Google+ ► http://bit.ly/2RufbB0
Website ► http://www.alamikan.com
Youtube ► http://bit.ly/2E9eYjE

Thanks Guys

Video 25 ikan koki keren bentuk unik menawan, cantik elegan dan imut



25 ikan koki keren bentuk unik menawan, cantik elegan dan imut
Terima Kasih sudah menonton video ini, Kasih Like, Share jika kalian suka dan komentarnya.

Jangan lupa subcribe untuk video-video kami selanjutnya.

Facebook ► http://bit.ly/2AKKgJy
Twitter ► http://bit.ly/2E8AGo4
Instragram ► http://bit.ly/2Sn0xeX
Google+ ► http://bit.ly/2RufbB0
Website ► http://www.alamikan.com
Youtube ► http://bit.ly/2E9eYjE

Thanks Guys

Video Lab Testing part 3, tanaman rotala tanpa filter, no co2



Video lab ini ada 3 bagian Silakan di lihat pada playlist eksperimen Lab Terima Kasih sudah menonton video ini, Kasih Like, Share jika kalian suka dan komentarnya.

Jangan lupa subcribe untuk video-video kami selanjutnya.

Facebook ► http://bit.ly/2AKKgJy
Twitter ► http://bit.ly/2E8AGo4
Instragram ► http://bit.ly/2Sn0xeX
Google+ ► http://bit.ly/2RufbB0
Website ► http://www.alamikan.com
Youtube ► http://bit.ly/2E9eYjE

Thanks Guys

Video Ikan Louhan SRD Thailand- Ciri Ciri Super Red Dragon Import


Ikan Louhan SRD Thailand- Ciri Ciri Super Red Dragon Import
Terima Kasih sudah menonton video ini, Kasih Like, Share jika kalian suka dan komentarnya.

Jangan lupa subcribe untuk video-video kami selanjutnya.

Facebook ► http://bit.ly/2AKKgJy
Twitter ► http://bit.ly/2E8AGo4
Instragram ► http://bit.ly/2Sn0xeX
Google+ ► http://bit.ly/2RufbB0
Website ► http://www.alamikan.com
Youtube ► http://bit.ly/2E9eYjE

Thanks Guys

Sirip Ikan dan Fungsinya

Sirip merupakan bagian dari rangka appendicular. Pada ikan terdapat lima macam sirip, yaitu sirip dada, sirip ekor, sirip perut, sirip dubur, dan sirip punggung. 

sirip ekor, punggung, dan anus termasuk sirip tunggal, sedangkan sirip perut dan dada termasuk sirip berpasangan. Sirip punggung yang terdapat pada ikan-ikan kelas condrichthyes disokong oleh keping-keping tulang rawan yang dinamakan rawan basal dan terletak di bagian bawah tertumpu pada cucuk neural dan rawan radial yang terletak diatas rawan basial, menunjang jari-jari sirip.




    Berikut Sirip ikan dilihat dari penempatan sirip  pada badan :
    a.   Pinna dorsalis (sirip punggung)
    Sirip punggung Ikan adalah sirip yang berada pada bagian dorsal tubuh ikan dan berfungsi dalam stabilitas ikan ketika berenang. Bersama sama dengan bagian pinna analis membantu ikan untuk bergerak memutar.
    b.   Pinna pectoralis (sirip dada)
    Sirip dada Ikan merupakan sirip yang terletak di posterior operculum atau pada pertengahan tinggi pada kedua sisi tubuh ikan. Fungsi sirip ini adalah untuk pergerakan ke samping, maju,  dan diam (mengerem).
    c.   Pinna ventralis (sirip perut)
    Sirip perut Ikan adalah sirip yang berada pada bagian perut ikan dan berfungsi  membantu menstabilkan ikan saat renang. Selain itu juga, sirip ini berfungsi dalam membantu untuk menetapkan posisi ikan pada suatu kedalaman.
    d.   Pinna analis (sirip dubur)
    Sirip dubur Ikan merupakan sirip yang berada dibagian ventral tubuh di daerah posterior anal. Fungsi sirip ini ialah membantu  stabilitas berenang ikan.
    e.   Pinna caudalis (sirip ekor)
    Sirip ekor Ikan adalah sirip  yang berada di bagian posterior tubuh dan biasanya disebut sebagai ekor. Pada kebanyakan ikan, sirip ini berfungsi sebagai pendorong utama ketika berenang (maju) dan juga sebagai kemudi ketika bermanuver.
    f.   Adipose fin
    Adipose fin Ikan adalah  sirip yang keberadaannya tidak pada semua jenis ikan yang terletak  pada dorsal tubuh, sedikit di depan pinna caudalis.

    Semoga Bermanfaat

    Syaraf dari Sistem Nervorum Ikan

    Syaraf dari Sistem Nervorum Ikan

    Sistem nervorum merupakan sistem syaraf pusat, yaitu otak. Otak ini berfungsi untuk menerima semua rangsangan dari luar sehingga otak merupakan organ yang  vital bagi ikan. Pada ikan elasmobranchii, otaknya memiliki chondrocranium dan pada seluruh bagian otaknya dibungkus oleh tulang rawan yang pasif  dan tanpa batas yang nyata.

    Pembuluh darah dan saraf  berhubungan dengan otak melalui lubang yang terdapat pada dinding chondrocranium. Pada ikan tolestei, keping-keping tulang yang mengelilingi otak berhubungan erat dengan osifikasi neorocranium dan foramen-foramen yang berfungsi untuk keluar masuknya saraf  otak.

    Otak ikan dibagi menjadi 5 bagian yaitu : 
    • Methencephalon terdiri dari cherebellum yang berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh ikan dalam air, tegangan otot, dan daya orientasi terhadap lingkungan. Pada ikan teleostei, cerebellum dibagi menjadi dua, yaitu chorpus cerebelli dan valvula cerebelli 
    • Myenchephalon merupakan otak ikan bagian posterior. Komponen utama bagian ini adalah medula oblongata yang berfungsi sebagai pusat saraf cranial. Pada bagian ini terdapat cristal cerebelli yang tidak diketahui fungsinya.
    • Telenchephalon adalah otak ikan bagian depan, dan saraf utama yang keluar dari daerah ini adalah saraf alfaktori yang berhubungan dengan hidung sebagai penerima rangsangan. 
    • Dienchephalon  terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu talamus, ephitalamus dan hipothalamus. Di bagian atas bagian ini terdapat kelenjar hypopisa.
    • Mesenchephalon (otak tengah) relatif berukuran besar, berfungsi sebagai pusat penglihatan. Terdapat lobus optikus yang terdiri dari tegmentum (pusat saraf motorik) dan tekstum opticum (organ koordinat yang melayani rangsang penglihatan). 

    Sistem saraf ikan dibagi menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf periferi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan medulla spinalis. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf spinal dan cranial beserta cabang-cabangnya. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera, mempengaruhi otot polos dan kelenjar

    Bagian-bagian otak ikan yaitu medulla spinalis (sumsum tulang belakang), epiphyse (kelenjar), cerebrum di depannya terdapat lobusol foktorices yang memberi syaraf ke hidung yaitu nevus olfaktorious, medula oblongata, cerebellum (otak kecil), mesecephalon ( lobus opticus) sebagai tonjolan yang bulat.

    Semoga Bermanfaat

    Jenis dan Bentuk Mulut Ikan

    Jenis dan Bentuk Mulut Ikan

    Ada berbagai macam bentuk mulut ikan. Bentuk mulut ikan antara jenis ikan satu dengan lainnya berbeda-beda tergantung pada jenis makanan yang dimakannya (Djuanda, T. 1981). Secara umum terdapat empat jenis mulut ikan, yaitu:
    1. Bentuk seperti tabung (tube like)
    2. Bentuk seperti paruh (beak like)
    3. Bentuk seperti gergaji (saw like)
    4. Bentuk seperti terompet


    Pada umumnya ikan memiliki tipe mulut yang berbeda. Letak dan ukuran mulut sangat bervariasi, tergantung dari lingkungan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Tipe mulut ikan yang dimaksud antara lain:
    1. Tipe Terminal (mulut  terletak di ujung depan kepala ikan).
    2. Tipe Subterminal (mulut  terletak di dekat ujung depan kepala ikan).
    3. Tipe Superior (mulut  terletak di ujung bagian atas ikan).
    4. Tipe Inferior (mulut  terletak di bawah kepala ikan).     


    Bentuk dan tipe mulut merupakan penyesuaian terhadap makanan yang menjadi kesukaannya. Ukuran dari mulut ikan juga memberikan petunjuk terhadap kebiasaan makanannya. Bibir yang kecil tanpa adanya modifikasi biasanya makanannya bentuknya kecil sedangkan mulut dengan tipe inferior dan bibir yang berdaging tebal memperoleh makanan dengan cara menghisap (Alam Ikan 2).

    Sungut ikan berfungsi sebagai alat peraba dalam mencari makanan yang umumnya terdapat pada ikan-ikan yang aktif mencari makan pada malam hari (nokturnal) atau n yang aktif mencari makan di dasar perairan.

    Ikan-ikan yang memiliki sungut di antaranya adalah ikan sembilang (Plotosus canius Hamilton, 1822), ikan lele (Clarias batrachus (Linnaeus, 1758)), dan ikan mas (Cyprinus carpio carpio Linnaeus, 1758).

    Letak dan jumlah sungut pada ikan berguna untuk identifikasi. Bentuk letak, dan jumlah sungut berbeda-beda. Ada yang terletak pada bibir,hidung,sudut mulut, dagu,  dan sebagainya. Bentuk sungut dapat berupa  pecut/cambuk, rambut, sembulan kulit, bulu, dan sebagainya. Ada ikan yang memiliki satu lembar sungut, satu pasang, dua pasang, bahkan beberapa pasang.

    Semoga Bermanfaat

    Kegunaan Alat Fish Finder

    Kegunaan Alat Fish Finder
    Menurut SOLAS 1974, walaupun sebuah kapal telah dilengkapi dengan peralatan navigasi yang canggih / modern, tetapi peralatan navigasi konvensional masih harus ada di kapal. Peralatan navigasi konvensional adalah peralatan navigasi yang tidak memerlukan kelistrikan kapal, sehingga apabila generator kapal padam alat masih dapat digunakan secara normal. Yang termasuk alat navigasi konvensional adalah:

    alat navigasi konvensional adalah:
    1. Perum (Klasik);
    2. Topdal;
    3. Sextant;
    4. Chronometer pegas;
    5. Pedoman magnet; dan
    6. Pesawat baring.

    Fish finder adalah alat elektronik yang terdapat di kapal yang digunakan untuk mengukur kedalaman air laut. Prinsip kerja “Fish finder” sama dengan “echo sounder” yaitu mengukur kedalaman laut berdasarkan pulsa getaran suara. Getaran pulsa tersebut dipancarkan “transducer” kapal secara vertikal ke dasar laut, selanjutnya permukaan dasar laut akan memantulkan kembali pulsa tersebut, kemudian diterima oleh “transducer” kapal

    selang waktu pulsa saat dipancarkan sampai kembali ke receiver dapat dihitung, sedangkan kecepatan suara di air dapat dikatakan tetap, maka setengah waktu tempuh dikalikan dengan kecepatan suara di air dapat dihitung kedalaman air.

    “Fish finder” merupakan alat akustik pendeteksi benda-benda di perairan seperti kelompok ikan, dimana beam yang dihasilkan mendeteksi secara vertikal. Prinsip menggunakan “fish finder” untuk mendeteksi kelompok ikan dan bentuk dari dasar perairan adalah pendeteksian yang dilakukan oleh “transducer”, hasilnya ditampilkan oleh display (layar)  (Alam Ikan 3).

    “fish finder” adalah alat bantu penangkapan yang menggunakan prinsip pantulan gelombang suara yang dipancarkan oleh kapal, kemdian setelah menyentuh dasar laut, pulsa gelombang itu dipantulkan kembali ke kapal, sehingga nelayan dapat membaca kedalaman laut di layar “fish finder”. Frekuensi yang digunakan lebih tinggi sehingga dapat mendeteksi keberadaan ikan di perairan, sehingga penggunaan alat bantu penangkapan ini akan mempercepat  nelayan untuk menangkap ikan.

    Cara interpretasi fish finder
    Beberapa cara interpretasi pada “fish finder” adalah sebagai berikut:

    • Frekuensi rendah (“Low frequency”)

    Digunakan untuk area yang lebih luas dan dalam, karena gelombang suara yang dipancarkan rendah maka sinyal yang diterima oleh “receiver” akan lebih baik daripada menggunakan frekuensi tinggi. Frekuensi ini sangat baik untuk pencarian ikan dan memilih kondisi dasar perairan (Alam Ikan 3).

    • Frekuensi tinggi (“High frequency”)

    Frekuensi ini digunakan pada kondisi perairan yang dangkal. Sangat baik untuk mendeteksi ikan yang berada dipermukaan perairan. Gelombang suara yang dihasilkan oleh transducer pada kedalaman yang dangkal akan lebih cepat dipantulkan kembali di dasar perairan. Sehingga frekuensi yang cocok untuk dasar perairan yang dangkal adalah frekuensi tinggi


    •  Pilihan Warna (“Color bar”)

    “Color bar” berfungsi sebagai pilihan warna pada “fish finder” serta menerangkan adanya hubungan antara intensitas yang digunakan pada “fish finder” dan warna gambar pada layar monitor. Warna gambar pada layar monitor terdiri atas warna merah, orange, kuning, hijau, biru, dan biru gelap. Sedangkan untuk intensitas warna, warna yang paling atas adalah warna merah tua, kemudian semakin ke bawah intensitas semakin redup dan dasar perairan berwarna biru tua. Untuk pemilihan warna latar belakang pada layar monitor, dapat dipilih dengan memilih pada tampilan menu utama


    • Kumpulan Ikan ( “Fish schools”)

    Jumlah ikan pada suatu kumpulan ikan dapat diduga dengan melihat pantulan atau gema ikan pada layar monitor, tetapi faktor pengalaman lebih berperan untuk menentukan jumlah ikan. Untuk menentukan jumlah ikan pada layar monitor biasanya sebanding dengan ukuran ikan yang sebenarnya. Tetapi bila ada ikan dengan ukuran yang sama namun berada pada kedalaman yang berbeda, ikan yang berada pada kedalaman yang lebih dangkal akan lebih kecil ukurannya dibanding dengan ikan yang berada pada kedalaman yang lebih dalam, karena pantulan gelombang ultrasonik yang dihasilkan akan melebar, hal ini menyebabkan ikan yang berada lebih dalam akan terlihat lebih besar


    • Plankton

    Lapisan plankton yang berada di permukaan perairan air mirip dengan kumpulan ikan, dengan tampilan warna pada layar monitor berwarna hijau atau biru. Plankton biasanya turun kebawah permukaan dasar perairan pada siang hari dan muncul ke permukaan pada malam hari. Untuk membedakan plankton dengan kumpulan ikan maka dibutuhkan kecermatan untuk mengamati tampilan pada monitor, dalam hal ini pengalaman sangat berperan untuk membedakannya


    •  Pertemuan arus laut (“Current rip”)

    Apabila ada dua arus laut yang bertemu dengan kecepatan yang berbeda arah dan temperatur air, akan menghasilkan arus pertemuan. Pada layar monitor akan terlihat seperti adanya garis kurva di antara permukaan dan dasar perairan


    • Gangguan permukaan (“Surface Noise”)

    Ketika kapal melewati gelombang, maka akan menimbulkan suara bising. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan pada layar monitor terutama pada bagian atas layar monitor yang menyebabkan adanya warna gelap. Hal ini dapat dihilangkan dengan memfungsikan clutter function


    • Aerated water

    Apabila kapal melewati perairan atau melakukan putaran maka akan menyebabkan perbedaan pada gema dasar laut di layar monitor. Hal ini disebabkan karena adanya gelembung udara yang menghambat pancaran gelombang suara yang dipancarkan oleh “transducer”. Untuk meminimalkan hal ini maka harus menggunakan gelombang yang berfrekuensi rendah (“low frekuensi”)

    •  Kepadatan Ikan ( “Fish schools density”)

    Jika ada dua ikan yang terlihat dengan warna yang sama namun pada kedalaman yang berbeda, maka ikan yang berada pada kedalaman yang lebih dalam akan terlihat lebih tebal, karena gelombang ultrasonik yang dipancarkan melemah dan menyebar. Tampilan pada layar monitor juga menampakan warna yang lebih lemah

    •  Pantulan Dasar Perairan (“Bottom echoes”)

    Pantulan dasar perairan biasanya lebih cerah, pada layar monitor berwarna merah kecoklatan atau merah, tetapi warna dan intensitas akan berubah-ubah sesuai dengan bahan dasar perairan, kedalaman, kondisi laut, frekuensi, panjang gelombang yang digunakan dan sensivitas perairan

    • Bottom lock

    NPada perairan yang menampilkan daerah diantara “zoom marker” dan dasar laut, “bottom lock” digunakan untuk memperjelas gambar ikan yang berada didekat dasar perairan. Pada layar monitor, gambar akan dibagi menjadi dua bagian, yang disebelah kanan adalah gambar normal, sedangkan gambar disebelah kiri adalah gambar yang telah diperjelas dimana kumpulan ikan akan tampak lebih jelas dan dasar laut akan terlihat seperti garis lurus

    • Zero line

    “Zero line” berfungsi untuk menerangkan posisi “transducer” pada saat terakhir. Apabila terjadi perubahan jarak (pergerakan kapal) maka tampilan pada layar juga akan berubah sesuai dengan kontur dasar perairan

    Semoga Bermanfaat

    Alat Navigasi Suar dan Pelampungan

    Alat Navigasi Suar dan Pelampungan
    Mercusuar merupakan sebuah bangunan menara dengan sumber cahaya di puncaknya untuk membantu navigasi kapal laut. Sumber cahaya yang digunakan beragam mulai dari lampu sampai lensa dan (pada jaman dahulu) api. Karena saat ini navigasi kapal laut telah berkembang pesat dengan bantuan GPS, jumlah mercusuar di dunia telah merosot menjadi kurang dari 1.500 buah. Mercusuar biasanya digunakan untuk menandai daerah-daerah yang berbahaya, misalnya karang dan daerah laut yang dangkal

    Pembangunan mercusuar pada umumnya  memiliki dua fungsi yaitu:
    1. Mengingatkan bahwa daerah itu dangkal dan mengamankan jalur laut.
    2.  Mengklaim bahwa suatu daerah termasuk kedauatan Indonesia. Negara Indonesia memiliki Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan tergabung dalam  “International Maritim Organiztion“ (IMO).

    Pembangunan mercusuar merupakan salah satu kewajiban Indonesia sebagai Negara kepulauan.Kewajiban kita sebagai Negara kepulauan untuk memberikan jaminan keamanan navigasi di alur laut kepulauan 

    Suar atau lampu suar atau penerangan suar adalah benda pembantu navigasi yang digunakan oleh para navigator untuk petunjuk di mana kapal berada dan kapal harus berlayar ke mana. Pada siang hari suar dapat dikenal dengan melihat bentukbangunan fisiknya, sedangkan pada malam hari dapat dikenal dari karakter pancaran suarnya. Suar terdiri dari berbagai macam, antara lain:
    1. Mercu Suar / Menara Suar (Light House)
    Alat bantu navigasi yang dibangun di dekat pantai atau di puncak bukit, sehingga jelas kelihatan dari arah laut saat kapal-kapal melintas berlayar. Pada umumnya terbuat dari beton yang dicat putih, atau hitam-putih, maupun merah-putih. Atau dari rangka baja yang dicat dengan warna mencolok, agar terlihat dari kejauhan.
    2. Kapal Suar (Light Vessel)
    Suar yang dibangun pada sebuah kapal khusus, ditempatkan di suatu perairan yang ramai dan di tambatkan menggunakan jangkar. Untuk masalah perawatan, tiap kapal suar dijaga oleh petugas dari distrik navigasi seperti pada mercu suar.
    3. Rambu-Rambu Berpenerangan (Light Beacon)
    Suar yang  pada umumnya di bangun di pantai sehingga sebagian bangunannya berada di bawah permukaan air (terendam air). Sebuah rambu terbuat dari rangka baja dengan cat warna merah-putih atau warna mencolok lainnya. Rambu berpenerangan baik untuk patokan penentuan posisi kapal karena posisinya tetap dan kemungkinan bergeser sangat kecil (fix).
    4. Pelampung Suar (Light Buoy)
    Alat bantu navigasi yang dipasang pada perairan-perairan tertentu, misalnya di perairan sempit, ramai dan memasuki wilayah pelabuhan atau sungai. Pelampung suar dipancangkan di laut dengan menggunakan rantai jangkar dan  jangkar, sehingga dapat membantu para navigator dalam memilih alur pelayaran yang aman.  Adanya bahaya navigasi seperti karang, gosong dan sejenisnya serta memandu kapal pada waktu memasuki dan keluar dari suatu wilayah  pelabuhan.

    Berikut penjelasan mengenai sifat penerangan suar.
    Menurut (Alam Ikan 1), sifat penerangan dan warna suar secara rinci dapat dilihat pada Daftar Suar, tetapi informasi singkat dapat diketahui pada peta laut. Sifat penerangan suar antara lain:
    1. Tetap (Fix = F)
    Suar yang memancarkan cahaya tidak terputus.
    2. Cerlang (Flashing = Fl.)
    Suar yang memancarkan sinarnya secara berkedip dengan selang waktu tetap, dimana nyalanya lebih pendek dari waktu padamnya.
    3. Okluting (Occulting = Occ.)
    Suar yang memancarkan sinarnya secara berkedip dengan selang waktu tetap, dimana waktu nyalanya lebih lama dari waktu padamnya.
    4. Iso-phase (Iso)
    Suar yang memancarkan sinarnya berkedip dengan selang waktu tetap, dengan waktu nyala sama dengan waktu padamnya.
    5. Huruf kode Morse (Morse Code = Mo)
    Suar yang nyalanya mengandung arti kode morse satu huruf dari huruf A sampai Z.
    6. Kelompok Cerlang (Group Flashing = Gp. Fl.)
    Suar yang nyalanya merupakan kelompok beberapa kali cerlang.
    7. Cerlang Cepat (Quick Flashing = Qk. Fl.) atau Cerlang Sangat Cepat (Very Quick Flashing = V.Qk.Fl.)
    Suar yang nyalanya merupakan cerlang dengan selang waktu cepat atau sangat cepat.

    Warna penerangan daru suatu suar dapat dilihat pada Daftar Suar dan pada peta laut yang digunakan. Warna penerangan yang digunakan adalah hijau, merah, putih dan kuning. Sedangkan warna fisik bangunannya adalah hijau, merah, merah-putih, hitam-putih dan kuning (Alam Ikan 1).

    Pelampung suar dan sistem pelampungan
    Pelampung suar adalah alat pembantu navigasi yang sangat penting bagi para navigator untuk memasuki wilayah perairan suatu pelabuhan. Selain tipe pelampung yang berbeda-beda, tiap-tiap Negara menggunakan sistem pelampungan yang berbeda pula. Sistem yang digunaklan Negara yang satu dengan Negara yang lain juga berbeda dan mungkin dalam beberapa hal berlawanan (Alam Ikan 1).

    Pelampung dikelompokkan menjadi dua yaitu:
    1. Pelampung Kardinal
    Pelampung yang menunjukkan arah pelayaran yang harus diikuti adalah sisi sesuai mata angin (Selatan, Utara, Timur dan Barat).
    2. Pelampung Lateral
    Pelampung yang menunjukkan arah sisi kanan dan kiri dari lambung kapal untuk menunjukkan sisi perairan yang aman dilayari oleh kapal-kapal.

    Dari tipe kelompok pelampung  di atas, Kardinal dan Lateral, IALA (International Association on Lighthouse Authorities) yaitu sebuah badan internasional yang berwenang mengatur tentang suar dan pelampungan, menetapkan bahwa di dalam dunia maritim tiap Negara dapat menggunakan salah satu dari dua system pelampungan yang disetujui yaitu:

    1. Sistem Pelampungan “A”
    Sistem pelampungan yang merupakan gabungan antara sistem Lateral dan sistem Kardinal. Sistem ini adalah yang digunakan kebanyakan Negara maritim, termasuk Indonesia.
    2. Sistem Pelampungan “B”
    Sistem pelampungan yang hanya menggunakan sistem Lateral saja, tidak banyak Negara yang menggunakan sistem ini. Contoh Negara yang menggunakannya adalah Jepang.

    Semoga Bermanfaat