sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

» » » Konstruksi Alat Tangkap Bottom Gillnet


Gillnet adalah jenis jaring yang berbentuk empat persegi panjang dimana di dalam air kedudukannya menghadang pergerakan ikan dan akan menjerat insang ikan atau membelit badannya (Alam Ikan 1). Sedangkan menurut (Alam Ikan 2), jaring insang (gillnet) merupakan alat penangkapan ikan berbentuk empat persegi panjang yang ukuran mata jaringnya merata dan dilengkapi dengan pelampung, pemberat, tali ris atas dan tali ris bawah atau tanpa tali ris bawah untuk menghadang ikan sehingga ikan sasaran terjerat mata jaring atau terpuntal pada bagian tubuh jaring.


Klasifikasi Gillnet
Klasifikasi jaring insang menurut Internasional Standart Clasification of Fishing Gear menggunakan singkatan dan berkode ISCFG 07.1.0. (FAO,1971).
(Alam Ikan 3), menjelaskan bahwa klasifikasi jaring insang berdasarkan metode pengoperasian yaitu dengan cara dibiarkan hanyut di perairan. Jaring insang yang dihanyutkan di bagian permukaan disebut dengan jaring insang hanyut permukaan (surface drift gillnet), yang dihanyutkan di kolam perairan disebut jaring insang hanyut kolam perairan (mid water / Submerged drift gillnet) dan yang dihanyutkan di dasar perairan disebut dengan jaring insang hanyut dasar (bottom drift gillnet).
Menurut (Alam Ikan 4), mengelompokkan gillnet ke dalam empat kelompok besar, sebagai berikut :
1. Berdasarkan letak alat dalam perairan, gillnet dikelompokkan menjadi gillnet permukaan (surface gillnet), gill net pertengahan (midwater gillnet) dan gillnet dasar (bottom gillnet).
2. Berdasarkan kedudukan alat waktu dipasang, gillnet dikelompokkan menjadi gillnet hanyut dan gillnet tetap.
2. Berdasarkan bentuk alat waktu operasi, gillnet dikelompokkan menjadi gillnet melingkar (encircling gillnet) dan gillnet mendatar (drift gillnet).
3. Berdasarkan jumlah lembaran, gillnet dikelompokkan menjadi gillnet rangkap (trammelnet) dan gillnet tunggal.

Konstruksi Bottom Gillnet
Menurut (Alam Ikan 4), menyebutkan walau terdapat perbedaan pokok pada tiap-tiap jenis gillnet sesuai dengan klasifikasinya, namun  secara umum gillnet mempunyai persamaan bentuk yang umum yang terdapat pada tiap-tiap jenis, sehingga tiap-tiap jenis gillnet mempunyai persamaan bentuk pokok.
Menurut (Alam Ikan 4), alat tangkap jaring insang mempunyai bagian-bagian sebagai berikut :

1. Jaring Utama atau Badan Jaring
Jaring utama adalah merupakan sebuah lembaran jaring yang tergantung pada tali ris atas. Warna jaring yang umum dipakai untuk gillnet adalah warna bening atau biru laut, agar ikan sulit mendeteksi keberadaan jaring di dalam perairan. Warna jaring apabila pengoperasian pada waktu malam hari yaitu jenis jaring yang dipilih sebaiknya warna biru atau hijau, sedangkan untuk operasi siang hari dipilih warna putih.

2. Tali Ris Atas
Tali ris atas adalah tempat untuk menggantungkan jaring utama dan tali pelampung. Untuk menghindarkan agar gillnet tidak terbelit sewaktu dioperasikan (terutama pada bagian tali ris atasnya) biasanya tali ris atas  dibuat rangkap dua dengan arah pintalan yang berlawanan (S-Z).
 Fungsi dari tali ris atas terutama adalah untuk tempat melekatnya pelampung serta bersama dengan tali ris bawah memberi bentuk pada jaring tersebut. Lebih lanjut dikatakan bahwa bahan dari tali ris atas sebaiknya dipilih bahan yang memiliki berat jenis kurang dari satu serta tahan terhadap gesekan, baik itu gesekan dengan bahan diluar jaring (misalnya gesekan tali dengan bagian tertentu dari perahu). Tali ris yang biasanya digunakan untuk jaring insang biasanya  terbuat dari polyethylene (Alam Ikan 5).

3. Tali Ris Bawah
Pada gillnet permukaan jarang menggunakan tali ris bawah sedangkan pada gillnet pertengahan dan gillnet dasar kadang-kadang digunakan tali ris bawah. Tali ris bawah ini berfungsi untuk tempat melekatnya pemberat.

4. Tali Pelampung
Untuk gillnet pertengahan dan gillnet dasar disamping tali ris atas yang berfungsi melekatkan pelampung jaring, masih ada lagi pelampung tambahan  yang berada di permukaan perairan yang berfungsi sebagai tanda tempat gillnet  dioperasikan. Pelampung ini biasanya dipasang pada tiap-tiap piece (pada sambungan antara piece dengan piece). Tali  pelampung ini, terentang panjangnya dari tempat pemasangan alat itu, kedudukan alat dipasang sampai permukaan laut.

5. Pelampung
Pelampung yang melekat pada tali ris atas, pada gillnet pertengahan  dan gillnet dasar berfungsi untuk mengangkat tali ris agar jaring dapat berdiri tegak terhadap permukaan air, diperlukan pelampung tambahan yang berfungsi sebagai tanda di permukaan perairan. Bahan pelampung umumnya dari gabus/plastik/busa karet.

6. Pemberat
Ada dua macam pemberat yang biasanya digunakan untuk gillnet, yaitu pemberat dari saran dan pemberat dari logam atau batu. Pemberat dari saran adalah berbentuk jaring dengan ukuran mata yang sama dengan ukuran mata jaring yang dipergunakan dan umumnya memang sudah dipasang langsung dari pabrik pembuatannya. Pemberat dari logam biasanya bahannya dari timah atau logam lain yang tidak mudah berkarat dan dibentuk serta murah harganya. Kadang-kadang  pemberat juga dapat mempergunakan bahan dari batu atau benda-benda lain yang  berat jenisnya  lebih besar daripada  berat jenis air laut. Fungsi dari pemberat adalah memperbesar kekuatan jaring dan memberikan gaya rentangan pada jaring bersama dengan pelampung.

7. Tali Selambar
Pada ujung gillnet (yang pertama diturunkan sewaktu operasi) dipasang  tali selambar yang disebut tali selambar depan dan gunanya untuk mengikatkan  ujung gillnet yang lain diikatkan dengan tali selambar yang disebut tali selambar belakang. Fungsi  tali selambar belakang  disamping untuk  mengikatkan  ujung gillnet  dengan pelampung tanda kadang-kadang juga untuk mengikatkan gillnet dengan kapal.

8. Mata Jaring
(Alam Ikan 6), mengatakan bahwa satu mata jaring dibentuk oleh empat simpul. Mata jaring akan terbuka secara maksimum, jika keempat simpul ini bekerja gaya-gaya yang sama besarnya, dua gaya pada arah horizontal yang berlawanan arah dan dua gaya pada arah vertikal yang berlawanan arah pula. Baik arah maupun besar dari gaya-gaya ini haruslah selalu berada dalam keadaan seimbang sehingga biarpun keadaan perairan berubah-ubah, mata jaring tetap terbuka maksimum. Pada kenyataannya tidaklah mudah untuk mendapatkan hal yang demikian.


Prinsip Pengoperasian Gillnet
Pada prinsipnya dalam pengoperasian jaring insang (gillnet) tidak menggunakan keahlian yang khusus. Adapun cara tertangkapnya ikan pada gillnet, karena ikan-ikan menumbukkan dirinya pada dinding rajutan jaring, atau oleh karena terbelit-belit tubuhnya oleh mata jaring (Alam Ikan 3).

Cara operasi alat tangkap bottom gillnet pada prinsipnya yaitu membentangkan jaring di dasar perairan secara horisontal di mana bottom gillnet berdiri tegak lurus terhadap dasar perairan (Alam Ikan 9 ).

(Alam Ikan 4) mengemukakan, bahwa sebelum penebaran jaring harus diperhatikan beberapa hal supaya gillnet yang dioperasikan bisa bekerja optimal, yaitu :

  • Posisi perahu ditempatkan sedemikian rupa sehingga arah angin datangnya dari tempat penurunan alat.
  • Kedudukan jaring sebaiknya disesuaikan dengan arah arus agar jaring tersebut tidak menggulung. Kedudukan terbaik dari jaring gillnet pada waktu dioperasikan yaitu memotong arus.
  • Selanjutnya dijelaskan pula bahwa penebaran jaring dimulai dengan penurunan pelampung (tanda ujung jaring) kemudian tali selambar depan lalu jaring gillnet, disusul tali selambar belakang diikuti oleh pelampung tanda. Sedangkan urutan penarikan bottom gillnet adalah kebalikan dari penebarannya, yaitu mulai dari penarikan pelampung pada ujung jaring lalu tali selambar belakang, kemudian jaring bottom gillnet diikuti penarikan tali selambar muka dan terakhir yaitu pengangkatan pelampung tanda.
Daerah Penangkapan Gillnet
Syarat-syarat daerah penangkapan yang baik untuk penangkapan ikan dengan menggunakan gillnet menurut (Alam Ikan 4) adalah :
1. Bukan daerah pelayaran umum
2. Untuk gillnet dasar, dasar perairan  tidak berkarang
3. Arus arahnya beraturan  dan paling kuat  sekitar empat knot
4. Untuk gillnet permukaan dalam perairan sekitar 20 - 30 meter
5. Untuk gillnet pertengahan (midwater gillnet) dalam perairan dari 50 meter.

Menurut (Alam Ikan 8), menyatakan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan daerah penangkapan ikan antara lain sebagai berikut :
1. Daerah perairan dengan dasar yang karang berpasir.
2. Perairan dengan kecepatan arus dan gelombang yang tidak cukup kuat.
3. Arus pasang surut yang tidak terlalu kuat.
4. Daerah perairan yang kaya akan bahan makanan berupa sejenis plankton.

Menurut (Alam Ikan 6), daerah penangkapan yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Arus laut tidak terlalu kuat
2. Dasar peraiaran terdiri dari lumpur atau pasir, tidak terdapat benda yang dapat       menyangkut pada jaring  saat dilakukan operasi penagkapan
3. Dasar perairan datar, tidak terdapat perbedaan kedalaman perairan yang mencolok

Kegiatan usaha penangkapan ikan dengan menggunakan jaring insang pasif umumnya dilakukan pada malam hari, salah satu alasannya adalah supaya indera penglihatan dari ikan (hewan air lainya) sulit untuk mendeteksi keberadaan jaring  dalam perairan. Salah satu alasan tertangkap atau tidak tertangkapnya ikan pada jaring insang adalah karena adanya pengaruh internal dan eksternal, pengaruh internal adalah karena adanya pengaruh indera ikan, seperti indera penglihatan, penciuman, lateral line dan indera lainnya. Pengaruh eksternal dapat ditimbulkan  karena adanya  pengaruh dari konstruksi alat tangkap, kondisi perairan termasuk cuaca  dan pengaruh lainnya.

Warna jaring didalam air sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor kedalaman dari perairan, transparansi, sinar matahari, sinar bulan, sesuatu warna akan mempunyai perbedaan derajat terlihat oleh ikan-ikan yang berbeda-beda. Hal ini sehubungan dengan  keberadaan jaring yang terlentang di dalam air bagi ikan yang sedang berenang merupakan  penghalang / pengganggu. Pengaruh hari bulan (age of moon) juga dapat memberi pengaruh terhadap hasil tangkapan   (Alam Ikan 6).

Kapal yang Digunakan Gillnet
Menurut (Alam Ikan 7), jenis kapal yang digunakan untuk operasi gillnet dan trammel net sebaiknya di rancang sedemikian rupa dengan mempertimbangkan beberapa aspek sebagai berikut:

  • Keleluasan dalam olah gerak pada saat penebaran dan penarikan jaring, serta untuk menempatkan jaring diatas kapal, hal ini membutuhkan lebar yang cukup.
  • Stabilitas yang mantap dengan mengurangi frekuensi goncangan dan ayunan, akan memberikan kenyamanan bagi nelayan dalam melakukan operasi penangkapan, untuk keperluan ini dapat diperbesar.
Hasil Tangkapan Gillnet
Jaring ini direntang pada dasar laut, yang demikian berarti jenis-jenis ikan yang menjadi tujuan penangkapan ialah ikan-ikan dasar (bottom fish) ataupun ikan-ikan damersal. Jenis-jenis ikan seperti cucut, tuna, yang mempunyai tubuh sangat besar sehingga tak mungkin terjerat pada mata jaring ataupun ikan-ikan seperti flat fish yang mempunyai tubuh gepeng lebar, yang bentuk tubuhnya sukar terjerat pada mata jaring, ikan-ikan seperti ini akan tertangkap dengan cara terbelit-belit (entangled). Jenis ikan yang tertangkap berbagai jenis, misalnya herring, cod, halibut, mackerel, yellow tail, sea bream, tongkol, cakalang, kwe, layar, selar, dan lain sebagainya. Jenis-jenis udang, lobster juga menjadi tujuan penangkapan jaring ini.

Explanation :
Alam Ikan 1 : Direktorat Jendral Perikanan, 1991
Alam Ikan 2 : Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan 2006
Alam Ikan 3 : Mulyono 1986
Alam Ikan 4 : Sadhori 1985
Alam Ikan 5 : Yusuf, 1985
Alam Ikan 6 : Ayodhyoa 1981
Alam Ikan 7 : Direktorat Jenderal Perikanan 1991
Alam Ikan 8 : Balai Pengembangan Penangkapan Ikan 1985
Alam Ikan 9 : Balai Pengembangan Penangkapan Ikan, 1993

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply