Paus Sperma (Physeter Macrocephalus) adalah paus bergigi terbesar dan bisa tumbuh hingga 67 kaki atau setara 20 meter.



Ikan ini dinamakan Paus Sperma karena pada awalnya bahan putih susu yang berada dikepalanya dikira sebagai sperma ikan. 

Paus Sperma diketahui memiliki otak dengan ukuran terbesar dari semua hewan yang ada. Paus Sperma terkenal dengan ambergrisnya atau yang kita sebut dengan muntahan ikan paus.

Ambergris mengandung zat langka yang sangat berharga sejak ribuan tahun lalu. Ambergris bisa digunakan sebagai bahan obat obatan dan parfum. Ambergris ini diproduksi oleh Paus Sperma berkelamin jantan. Ambergris terbentuk setelah Paus Sperma jantan memakan cumi cumi dengan paruh keras dan runcing sehingga menyebabkan terkikisnya isi perut Paus Sperma.

Para ilmuwan percaya bahwa paus sperma melindungi diri dengan cara mengeluarkan zat lemak untuk mengelilingi paruh tersebut. Hasilnya paus sperma mengeluarkan gumpalan besar, hingga ratusan pon sekaligus.

Baca Juga : Tema Aquascape Ikan Discus 

Keistimewaan Muntahan Ikan Paus

Menurut sejarah, orang orang bagian Timur Tengah membuat muntahan ikan paus menjadi bubuk lalu mengonsumsinya. Diyakini ambergris itu memiliki zat yang dapat meningkatkan kekuatan, kejantanan, memerangi penyakit otak dan jantung, serta sebagai bumbu makanan dan minuman.
Sebuah risalah medis Inggris dari Abad Pertengahan mengatakan bahwa ambergris dapat menghilangkan penyakit pilek, sakit kepala, epilepsi, dan penyakit lainnya.

Ambergris juga digunakan sebagai bahan pembuatan parfum atau minyak wangi.
Ambergris memiliki aroma tersendiri sebagai komponen parfum dengan unsur hewani. Zat ini berasal dari komponen kimia ambrein.Salah satu brand parfum populer yang menggunakan ambergreis adalah “Chanel No 5”. Zat ini juga dapat meningkatkan aroma parfum. Potongan ambergris yang lapuk mengeluarkan aroma manis seperti pinus, tembakau, dan mulsa.

Menurut ahli perantara ambergris Bernard Perrin, Kualitas ambergris bergantung pada seberapa lama ambergris mengapung atau menua. Menurutnya “semakin lama umurnya semakin baik”.
Ambergris juga digunakan sebagai sanitasi udara. 

Pada abad ke 14 bangsa Eropa mengalami wabah yang mencermari udara. Ambergrislah yang digunakan untuk mensanitasi udara di Eropa pada saat wabah waktu itu.