sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

Cara Mendeteksi Fishing Ground (Daerah Penangkapan Ikan)

Cara Mendeteksi Fishing Ground (Daerah Penangkapan Ikan)
Daerah Penangkapan Ikan merupakan suatu perairan dimana ikan yang menjadi sasaran penangkapan diharapkan dapat tertangkapsecara maksimal, tetapi masih dalam batas kelestarian sumberdayanya.
Sedangkan fishing ground atau   daerah penangkapan ikan  adalah suatu daerah perairan yang cocok untuk penangkapan ikan dimana alat tangkap dapat kita operasikan secara maksimum, tetapi masih dalam batas kelestarian sumberdaya.
Berikut persyaratan daerah penangkapan ikan.

Terdapat ikan yang berlimpah jumlahnya;
    Alat tangkap dapat dioperasikan dengan mudah yaitu Memungkinkan melakukan operasi penangkapan secara aman dari benda-benda pengganggu (tonggak bagan, bangkai kapal tenggelam) tidak terlalu jauh dari operasi penangkapan sehingga dicapai penghematan atau efisiensi dalam penggunaan bahan bakar;
      Secara ekonomis daerah sangat berharga atau kondisi dan posisi daerah perlu diperhitungkan yaitu daerah cukup luas memungkinkan suatu kelompok ikan tinggal (menetap) secara utuh dalam waktu cukup lama; dan
        Faktor lingkungan (kadar garam/salinitas, suhu perairan) sesuai dengan yang disenangi ikan yang menjadi sasaran penangkapan, cukup tersedia makanan bagi semua anggota kelompok ikan, baik yang masih kecil maupun yang sudah dewasa.
          saat di lapangan untuk mendapatkan suatu daerah penangkapan dari suatu jenis ikan bukanlah hal yang mudah tanpa alat bantu, karena luas wilayah lautan kita cukup besar, mencakup kurang lebih ⅔ dari seluruh wilayah nusantara, belum tebiasanya nelayan kita menggunakan data oceanografi untuk mencari daerah penangkapan ikan, dan terbatasnya peralatan yang dimiliki oleh suatu unit kapal tangkap yang dipergunakan diperairan kita oleh nelayan.
            alat bantu yang dapat membantu nelayan kita dalam mencari daerah penangkapan ikan dikelompokkan menjadi dua, yaitu : 
              1. Alat bantu yang berasal dari alam
                Yang dimaksud dengan alat bantu yang berasal dari alam alat bantu untuk mencari daerah penangkapan suatu jenis ikan yang berasal dari alam. Alat bantu itu sendiri terbagi menjadi empat, yaitu :
                  • Adanya burung-burung laut yang menukik dan menyambar ke permukaan laut.
                  • Adanya gerakan beberapa ikan lumba-lumba.
                  • Adanya buih-buih atau riakkan air di permukaan perairan
                  • Adanya cahaya spesifik yang dikeluarkan oleh suatu jenis ikan.
                          2. Alat bantu buatan
                            Yang dimaksud dengan alat bantu bantuan adalah alat bantu untuk mencari daerah penangkapan suatu jenis ikan yang merupakan buatan dari manusia. Alat bantu itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu :
                              a. Rumpon
                                b. Lampu
                                Semoga Bermanfaat

                                Keuntungan kolam air deras, dan cara menghitung debit air

                                Keuntungan kolam air deras, dan cara menghitung debit air

                                Kolam air deras adalah kolam yang memiliki debit air yang cukup besar sehingga dalam hitungan menit seluruh volume air dapat tergantikan. Ketinggian air untuk kolam air deras yang digunakan untuk usaha perikanan sebaiknya kurang dari 800 meter di atas permukaan laut. Jika ketinggian tempat melebihi batas tersebut, suhu udaranya akan semakin dingin sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan budi daya perikanan.

                                Berikut Keuntungan Budidaya Kolam Deras

                                1. Pergantian air dalam waktu cepat sehingga kondisi ikan dapat terjaga dengan baik.
                                2. Ikan dapat bergerak aktif karena kolam air deras mengandung oksigen tinggi sehingga menyebabkan metabolisme ikan cukup baik.
                                3. Penanganan saat panen mudah karena kolam bisa dikeringkan dalam waktu yang singkat.
                                • Seraca umum ada beberapa bentuk kolam air deras yaitu kolam berbentuk segiempat,  segitiga, kapsul, dan bulat.
                                • Ukuran kolam air deras yang digunakan untuk budi daya ikan pada umumnya memiliki panjang 7 meter, lebar 3 meter.
                                • Salah satu hal pokok yang membedakan kolam biasa dengan kolam air deras adalah debit airnya.
                                • Debit air adalah jumlah air yang masuk ke dalam kolam melalui saluran inlet. Untuk pergantian air tersebut diperlukan debit air yang cukup. Salah satu cara menghasilkan debit air yang besar dilakukan dengan membuat bendungan. Cara menghitung debit air yang lewat sungai atau saluran pengairan, yang paling praktis adalah dengan menggunakan alat pengukur kecepatan air Current Meter  


                                Debit air atau arus air harus diperhitungkan dalam budidaya ikan di perairan umum. Debit air yang kecil (tenang), tetapi cukup untuk pergantian air, lebih baik dari pada arus air besar (air mengalir deras). Karena aliran /arus yang sangat deras dapat menghanyutkan sehingga kurang menguntungkan


                                Pengukuran debit air dilakukan dengan cara menampung air yang keluar dari inlet ataupun outlet dengan menggunakan ember 1 liter dan menghitung waktu ember terisi penuh dengan stopwatch. Kemudian masukan kedalam rumus:
                                Q = A : B
                                Dimana:
                                Q = Debit air
                                A = Volume air tertampung dalam ember
                                B = Waktu yang dicapai ketika ember terisi penuh       

                                Semoga Bermanfaat

                                Cara Mengetahui Tingkat Kematangan Gonad Ikan (TKG)

                                Cara Mengetahui Tingkat Kematangan Gonad Ikan (TKG)
                                Ikan mempunyai ukuran dan bentuk yang berbeda antara satu dengan lainnya. Hal tersebut juga terjadi pada gonad ikan yang berhubungan dengan tahap proses reproduksi. Penentuan kematangan gonad sangat diperlukan untuk mengetahui perbandingan ikan – ikan yang akan melakukan reproduksi atau tidak, untuk dihubungkan dengan pertumbuhan ikan serta faktor –faktor lingkungan yang mempengaruhi ikan tersebut.

                                Tahapan tingkat kematangan gonad  yaitu 

                                • Dara, organ sexual sangat kecil berdekatan di bawah tulang punggung testes dan ovarium transparan, dari tidak berwarna sampai berwarna abu-abu telur tidak terlihat dengan mata biasa.
                                • Dara berkembang, testes dan ovarium jernih, abu-abu merah panjang setengah atau lebih sedikit dari rongga bawah telur dapat dilihat dengan kaca pembesar. 
                                • Perkembangan I. Testes dan ovarium berbentuk bulat, warna merah dengan pembuluh kapiler, telur dapat terlihat seperti serbuk putih. 
                                • Perkembangan II, testes warna putih kemerahan, tidak ada sperma bila perut ditekan, ovarium warna orange kemerahan, telur sudah jelas. 
                                • Bunting, organ sexual mengisi ruang bawah, testes warna putih telur bulat, jernih dan masak.
                                • Mijah, telur dan sperma keluar dengan sedikit tekanan ke perut bentuk bulat telur terdapat di ovarium.
                                • Mijah atau salin, gonad belum kosong sama sekali, tidak ada telur yang bulat.
                                • Salin, testes dan ovarium kosong dan berwarna merah, beberapa telur sedang ada dalam keadaan dihisap kembali.
                                • Pulih salin, testes dan ovarium berwarna jernih, abu-abu menjadi merah.



                                Tahapan tingkat kematangan gonad   yaitu :
                                • ·         Tidak masak, ukuran gonad kecil, belum ingin reproduksi
                                • ·         Masa istirahat, gonad kecil, tidak dapat dibedakan dengan mata
                                • ·         Hampir masak, telur dapat dibedakan dengan mata, testes dari transparan ke warna rose
                                • ·         Masak, mencapai berat maksimum tetapi belum keluar bila perut diberi sedikit tekanan.
                                • ·         Reproduksi, bila diberi tekanan produk sexual akan menonjol keluar dari lubang pelepasan
                                • ·    Keadaan Salin, produk seks telah dikeluarkan, lubang genital berwarna kemerahan, gonad mengempis
                                • ·         Masa istirahat, produk seks telah dikeluarkan, lubang genital telah pulih, gonad kecil dan telur belum terlihat oleh mata.

                                Semoga Bermanfaat

                                Proses Pengolahan Pemindangan Ikan

                                Proses Pengolahan  Pemindangan Ikan

                                Pemindangan adalah cara membuat ikan segar yang telah diolah dengan cara penggaraman dan pengukusan ataupun perebusan dalam bentuk utuh atau disiangi atau berupa potongan. Pemindangan bertujuan menghambat aktivitas atau membunuh bakteri pembusuk maupun aktivitas enzim. Berikut penjelasan mengenai proses pengolahan pemindangan ikan.

                                Berikut proses pemindangan ikan
                                1. Pembersihan sisa darah dan lendir

                                • Ikan yang akan dipindang dicuci dengan air mengalir sampai bersih. 
                                • ikan direndam dalam larutan garam 3% selama 15 menit untuk membersihkan sisa-sisa darah, kotoran dan lendir. Kemudian, ikan disiram air kembali dan ditiriskan.

                                2. Penyusunan ikan dalam wadah
                                ikan yang disusun dalam suatu wadah mempunyai ukuran yang relatif seragam. Ukuran wadah harus disesuaikan dengan ukuran ikan.

                                3. Perebusan
                                proses perebusan dilakukan dengan api sedang  agar ikan benar-benar matang dan tidak rusak.
                                4. Pendinginan/ Penirisan
                                Setelah direbus Ikan disiram dengan air tawar untuk menghilangkan garam yang menempel.
                                Untuk mendapatkan daya awet yang tinggi, sebaiknya ikan  diletakkan di dalam ruangan yang kering dan tidak lembab.

                                5. Sortasi
                                Setelah dingin, ikan pindang disortasi. Ikan pindang yang rusak, misalnya retak, patah, atau berwarna kecoklatan, dipisahkan dari ikan pindang yang bermutu bagus untuk dipasarkan tersendiri sebagai pindang sortiran.

                                6. Pengepakan

                                • ikan pindang dikemas dengan disusun dalam keranjang atau kotak kardus yang dilapisi dan ditutup kertas minyak. 
                                • Dengan model kemasan ini, ikan pindang akan terlindung dari kerusakan fisik dan kontaminasi kotoran dari luar selama transportasi. 
                                • Pengemasan hendaknya dilakukan setelah ikan pindang dingin . Jika belum dingin, akan terjadi pengembunan dan ikan pindang cepat rusak dan mudah ditumbuhi jamur




                                Semoga Bermanfaat

                                Proses Produk Pengalengan Ikan

                                Proses Produk Pengalengan Ikan

                                Pengalengan adalah salah satu cara penyimpanan dan pengawetan bahan pangan yang dikemas secara hermetic dalam suatu wadah yang disebut can (kaleng) dan kemudian disterilkan, sehingga diperoleh produk pangan yang tahan lama dan tidak mengalami kerusakan baik fisik, kimia maupun biologis. Salah satu produk yang banyak melalui proses pengalengan adalah ikan. Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat potensial dan biasanya kandungan protein sekitar 15-24% tergantung dari jenis ikannya. Protein ikan mempunyai daya cerna yang sangat tinggi yaitu sekitar 95% 


                                Prinsip Pengalengan
                                Prinsip pengalengan yaitu mengemas bahan pangan dalam wadah yang tertutup rapat sehinggaudara dan zat-zat maupun organisme yang merusak atau membusukkan tidak dapat masuk, kemudianwadah dipanaskan sampai suhu tertentu untuk mematikan pertumbuhan mikroorganisme yang ada.

                                Pengalengan didefinisikan juga sebagai suatu cara pengawetan bahan pangan yang dipak secara hermetis (kedap terhadap udara, air, mikroba, dan benda asing lainnya) dalam suatu wadah,yang kemudian disterilkan secara komersial untuk membunuh semua mikroba patogen

                                Proses Pengalengan Ikan
                                1. Penyediaan dan pemilihan bahan mentah
                                Bahan baku yang dipergunakan harus dalam keadaan segar dan dijaga kesegarannya selama penyimpanan karena akan mempengaruhi produk akhir pengalengan.
                                2.   Cara pengawetan sementara bahan mentah
                                a.   Penambahan Garam
                                 Bila jarak waktu sejak ikan ditangkap sampai dikalengkan tidak terlalu lama.
                                b.   Chilling
                                Suhu ruang pendingin sebaiknya ditentukan sampai 0° C, sebab jika lebih rendah dikhawatirkan terjadi partial free cooking/slow- freezing pada permukaan badan ikan.
                                c. Pembekuan
                                Bila jarak waktu sejak ikan ditangkap sampai dikalengkan lebih dari beberapa hari.

                                3. Penyiangan dan pencucian
                                Bagian-bagian ikan yang tidak diperlukan untuk pengalengan (kepala, ekor,sirip,sisik,daging bagian perut, duri, tulang) disiangi dan dibuang kemudian dicuci dengan air bersih.

                                4.   Proses terhadap bahan mentah sebelum dikalengkan
                                a.   Penggaraman
                                Penggaraman dilakukan secara langsung atau direndam dalam brine sebelum pengalengan. Penggaraman bertujuan selain memperbaiki tekstur daging juga mempertahankan cita rasa asli ikan.
                                b. Preecooking
                                Ikan dikukus dan dibuang airnya sebelum dikalengkan
                                Lama pengukusan (steaming) dan tinggi suhu tidak boleh berlebihan. Bila suhu terlalu tinggi akan mempengaruhi rupa dan tekstur daging ikan, terlalu banyak air yang keluar akan menurunkan mutu
                                c. Pengeringan, pengasapan, penggorengan
                                Pengeringan untuk mengurangi kadar air dan memperbaiki tekstur daging ikan.
                                Pengasapan untuk mengurangi kadar air dan mendapatkan aroma asap   (seperti cumi-cumi dan sardine asap dalam kaleng).
                                Untuk ikan-ikan air tawar yang tekstur dagingnya sangat lembek bila dikukus, sering terlebih dahulu digoreng atau direbus dalam minyak (deep frying).

                                5. Pengisian  ikan dan saus ke dalam kaleng
                                Cara pengisian ikan ke dalam kaleng diusahakan agar tidak rusak karena guncangan pada waktu pemanasan atau pengangkutan.
                                Tujuan penambahan saus : menimbulkan rasa dan memperpendek proses sterilisasi (karena penghantar panas)

                                6.Pengeluaran udara (Exhausting) 
                                penghampaan udara dan gas dalam kaleng yang telah berisi ikan untuk mendapatkan ruang hampa sehingga tekanan udara di dalam kaleng
                                Tujuan : untuk mengurangi tekanan dari kaleng yang disebabkan karena pengembangan kaleng pada waktu pemanasan
                                Keuntungan : dapat mencegah korosi pada kaleng, mencegah pertumbuhan bakteri dan mencegah makanan menjadi bubur (lunak) karena tekanan yang berlebihan


                                7. Penutupan kaleng
                                Penutupan kaleng dilakukan dengan mesin penutup (sealing machine) dan sifatnya semiotomatis.

                                8. Pemanasan (sterilisasi)
                                Sterilisasi dilakukan dengan memasukkan ikan kaleng ke dalam retort  pada suhu 115-120 o C. Suhu dalam retort dinaikkan dengan memasukkan lebih banyak uap air. Sumber uap retort yang cukup besar adalah boiler.

                                9. Pendinginan (cooling)
                                Setelah pemrosesan selesai, segera didinginkan, jika tidak  kemungkinan besar akan terjadi over cooking.
                                Pendinginan dilakukan dengan memasukkan keranjang berisi kaleng panas ke dalam bak air atau memasukkan air dingin ke dalam retort setelah selesai pemrosesan.
                                Selain dengan air, pendinginan dapat juga dilakukan dengan udara (air cooling) yaitu membiarkan tumpukan kaleng dilantai, supaya kering sendiri.

                                10.  Pemasangan label (labelling)
                                Bentuk gambar, huruf-huruf dan kombinasi warna harus menarik dan jelas tetapi sederhana. Pada label harus dinyatakan keterangan-keterangan yang perlu seperti nama perusahaan, jenis ikan, jenis saus dan berat isinya.

                                Semoga Bermanfaat

                                Fungsi Anatomi Tubuh Ikan

                                Fungsi Anatomi Tubuh Ikan
                                Anatomi ikan adalah bagian dalam tubuh ikan yang pada umumnya meliputi  topografi ikan, yaitu bagian dalam dari tubuh ikan secara keseluruhan. Melihat dan mengamati alat-alat dalam (viscasra) meliputi :

                                a. Sistem digestoria (pencernaan).
                                Sistem meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran secara berurutan : mulut, rongga mulut, pharinx, oesophagus, lambung, pylorus, usus dan anus.
                                Bagian-bagian saluran pencernaan terdiri dari :
                                Rongga mulut yaitu bibir, langit-langit, dasar mulut, dan gigi.
                                Oesophagus pada ikan sangat pendek dan mempunyai kemampuan untuk menggelembung.
                                Lambung (ventriculus) berbentu memanjang, berbentuk seperti huruf j sampai u dengan ukuran relatif besar.
                                Usus (intestinum) pada ikan relatif besar. Terdapat lipatan-lipatan untuk memperluas penyerapan makanan kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan pankreas. Hati umumnya berjumlah dua buah berbentuk padat, terdapat kantung empedu yang mengeluarkan cairan empedu. Hati berfungsi sebagai gudang penyimpanan lemak dan glikogen, dalam perusakan sel darah merah dan kimiawi darah seperti pembentuk urea dan senyawa yang berhubungan dengan ekskresi nitrogen. Pankreas mensekresikan beberapa enzim yang berfungsi dalam pencernaan makanan  .

                                b. Pada umumnya ikan mempunyai otot utama yaitu otot jantung dan otot rangka serta otot polos, yang berfungsi sebagai berikut.
                                1. Otot rangka Ikan
                                Susunan otot rangka pada badan mempunyai sifat kokoh dan berfungsi    untuk membentuk tubuh dan berfungsi untuk bergerak.
                                2. Otot polos Ikan
                                Otot polos terdapat di beberapa bagian organ antara lain saluran pencernaan, gelembung renang, saluran reproduksi, dan ekskresi. Sifat dari otot ini adalah involuntari.
                                3. Otot jantung Ikan
                                Tersusun atas otot dan jaringan pengikat, otot jantung berwarna merah gelap. Sifat dari otot ini involuntary.  .


                                c. Sistem Sceleton Ikan
                                Sistem sceleton  adalah bagian punggung pada ikan teleostei terbagi menjadi 2 bagian, yaitu tulang punggung pada bagian badan dan pada bagian ekor. Pada bagian tulang punggung (truncus) ada atau dilengkapi dengan tulang rusuk, sedang pada bagian ekor tidak dilengkapi  .

                                Secar embrionik, tulang punggung berkembang dari sceletoteme yang terdapat disekeliling notchorda dan batang syaraf. Tiap-tiap pasang scerototome berkembang menjadi 4 pasang rawan yang dinamakan arcualia. Pada beberapa ikan pembentuk pusat tulang punggung (centrum) bukan semata-mata dari arcualia. Melainkan oleh sel mesenchyme yang terdapat merapatdan berkumpul disekitar notochorada, yang kemudian bersama-sama arcualia membentuk centrum (pusat)  .

                                d. Sistem circularis Ikan
                                Alat peredaran darah pada ikan terdiri dari jantung dan pembuluh darah.
                                1. Jantung
                                Jantung pada ikan terdiri dari dua ruas dan terletak pada bagian posterios lengkung insang. Kedua ruang tersebut adalah atrium (auricle) yang berdinding tebal. Pada jantung terdapat suatu ruang tambahan yang berdinding tipis yang disebut sinus venosus, yang berfungsi sebagai penampung darah dari ductus cuveri dan vena hepaticus, serta mengirimkannya ke atrium. Antara sinus venosus dengan atrium terdapat katup sinuatriul. Pada ikan teleostei conus arterious berkembang dengan baik, tetapi tidak mempunyai bulbus arterious. Pada ikan bertulang sejati struktur ikan lebih bervarasi  .


                                2. Pembuluh darah Ikan
                                Darah berfungsi untuk mensuplai makanan kepada sel-sel tubuh, membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh, membawa enzime dan hormon ke organ yang memerlukan. Pertukaran oksigen dari air dengan CO2 terjadi pada bagian semi permeabel yaitu pembuluh yang terdapat pada insang. Selain itu disekitar insang terjadi pengeluaran kotoran yang bernitrogen dan insang juga mengeliminir mineral yang berfungsi. Pada jantung mengeluarkan darah yang relatif kurang akan oksigen dan berkadar CO yang tinggi  .

                                Pembuluh darah pada embrio maupun dewasa berperan dalam bentuk darah. Pada cylostoma semua jenis sel darah dibentuk dalam limpa yang tersebar pada sub mucusa oesophagus chondricies terdapat suatu struktur yang disebut leydig yang bisa dibentuk leokosit, seandainya limpa dihilangkan maka organ inipun mampu untuk membentuk leukosit. Pada ikan berahang, limpa terdapat dengan jelas yang terbagi atas cortex yang berwarna merah dan medula (bagian dalam) berwarn aputih. Pada eritrisit dan trombosit akan dibentuk oleh cortex pada limposit dan granulosit dibentuk oleh medulanya. Pada actinopterygii, limpa juga berfungsi sebgai melebur crythocyte. Thrombokcycte dibentuk dalam ginjal mesonepros dan granuloyte berasal dari sub mucosa oesophagus, hati, gonade, dan ginjal mesonepros.  .
                                e. Sistem Respiratoria Ikan
                                Insang adalah organ utama untuk pernapasan dari dalam media air pada ikan. Selain insang yang dipergunakan ada pula ikan yang pernapasanya secara langsung dengan menggunakan udara sebagai sumberoksigen. Insang pada ikan elasmobranchia, belum terdapat insang, sehingga celah insang langsung berhubungan dengan lingkungan. Celah insang berjumlah lima pasang, pada jenis-jenis tertentu sering dijumpai enam sampai tujuh pasang pada celah insang. Pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi dalam lamela insang  .

                                f. Sistem Urogenitalia Ikan
                                1. Testis
                                Bersifat internal dan bentuk longitudinal berpasangan.
                                2. Ovarium
                                Ovarium berbentuk longitudinal, letaknya internal, letaknya internal dan biasanya berjumlah sepasang. Mereka bergantung pada atas rongga tubuh dengan perantara mesovaria, dibawah atau disamping gelembung gas, ukuran dan perkembangannya pada ronga tubuh bervariasi dengan tingkat kematangannya. Jika dalam keadaan matang ovarium bisa mencapai 70% dari berat tubuhnya  .

                                g. Sistem nervorum Ikan
                                Sistem ini terdapat pada otak, dimana otak ikan dibagi menjadi 5 bagian  yaitu :
                                1. Telenchephalon
                                Telenchephalon Adalah otak sebagai pusat hal-hal yang berhubungan.
                                2. Diencephalon
                                Telenchephalon Adalah bagian otak yang terdiri dari 3 bagian yaitu apithalamus, thalamus, dan hypothalamus.
                                3. Mesenchepalon
                                Telenchephalon Berfungsi sebagai penglihatan.
                                4. Metenchephalon
                                Telenchephalon Memiliki bagian yang menarik yaitu cerebellum yang berfungsi utamnya adalah mengatur keseimbangan tubuh dalam air, mengatur tegangan dari otot dan daya orientasi pada lingkungan.
                                5. Myelencephalon
                                Telenchephalon Merupakan bagian yang posterior dari otak. Medulla oblongata merupkan komponen utama dari oragan ini sebagai pusat kranial  . Dari otak terdapat sebelas saraf kranial yang menyebar ke organ-organ sensori tertentu. Sebgian besar syaraf kranial ada pada ikan termasuk syaraf terminal yang hanya didapatkan pada vertebrata tingkat rendah .

                                Semoga Bermanfaat

                                Jenis dan Tipe Sisik Ikan

                                Jenis dan Tipe Sisik Ikan
                                Sisik termasuk bagian dari sistem integument pada ikan. Selain ikan yang bersisik, juga banyak terdapat ikan-ikan yang sama sekali tidak bersisik, misalnya ikan-ikan yang termasuk subordo Siluroidae (misal : ikan lele, Clarias batrachus).

                                Berdasarkan bentuk dan bahan yang terkandung di dalamnya maka sisik ikan dibedakan menjadi lima jenis   yaitu :
                                1. Sisik Placoid, 
                                Sisik Placoid yaitu sisik yang berasal dari tonjolan kulit, berbentuk seperti duri bunga mawar (duri halus) dan dasarnya membulat atau bujur sangkar. Sisik tipe ini dijumpai pada ikan Chondrichthyes seperti ikan hiu dan pari. Sisik ini sering disebut “dermal denticle” meskipun secara harfiah artinya kurang sesuai dengan maksudnya. Hal ini dikarenakan pengertian tersebut lebih sesuai jika digunakan pada gigi mamalia. Sisik plakoid sendiri berbentuk segitiga yang bagian basalnya mendatar dan menempel pada lapisan dermis serta ujung yang menonjol menghadap ke arah posterior

                                2. Sisik Ganoid, 
                                Sisik Ganoid yaitu sisik yang terdiri dari beberapa lapisan, yaitu ganoine, cosmine dan isopedine. Sisik ini tumbuh dari atas dan bawah. Sisik ganoid banyak ditemukan pada fosil primitif dari  actinopterygian dan Chondrostei.

                                Kedua jenis fosil tersebut memiliki sisik yang merupakan modifikasi dari sisik cosmoid yang mana komponen cosmine diganti dengan dentin dan pada permukaan vitrodentine diganti dengan ganoine.


                                3. Sisik Cycloid (sisik lingkaran), 
                                Sisik Cycloid yaitu sisik yang mempunyai bentuk bulat, tipis transparan, mempunyai lingkaran pada bagian belakang dan bergerigi.

                                 Sisik tipe cycloid (cyclo=lingkaran) memiliki dua bagian, yakni bagian yang berupa tulang yang tersusun dari bahan organik berupa garam kalsium dan bagian berikutnya adalah lapisan fibrous (serat) yang tersusun dari kolagen.

                                Sisik sikloid maupun sisik ctenoid berasal dari sisik ganoid yang mana komposisi ganoine menghilang serta bentuk sisik mengalami penipisan. Ikan dengan sisik sikloid maupun ctenoid memiliki pola konsentri

                                4. Sisik Cosmoid, 
                                Sisik Cosmoid yaitu sisik yang terdiri dari beberapa lapisan yang berturut-turut dari luar yaitu vitrodentine, cosmine dan isopedine. Pertumbuhannya hanya pada bagian bawah.

                                Sedangkan pada bagian atas tidak terdapat sel-sel hidup. Sisik jenis ini hanya terdapat pada ikan-ikan primitif dan fosil. Sisik cosmoid banyak ditemukan pada fosil ikan coelacanth dan lung fish. Pada jenis ikan lung fish yang modern mengalami modifikasi dengan cara menghilangkan lapisan dentin.

                                Sisik tipe cosmoid memiliki kemiripan dengan sisik plakoid yang kemungkinan berasal dari fusi sisik plakoid. Sisik ini tersusun atas dua lapisan basal yang berupa tulang, yakni lapisan isopedine yang merupakan lapisan tulang lamellar yang kompak dan lapisan cancellous (spong) yang berfungsi sebagai saluran kanal pembuluh darah dengan tujuan penyuplai darah.

                                Pada lapisan berikutnya adalah cosmine yang merupakan komponen nonselular yang mirip seperti subtansi dentin. Di atas lapisan cosmoid terdapat lapisan tipis yang mengandung vitrodentine. Pertumbuhan dari tipe sisik ini dengan cara penambahan pada tulang lamellar pada bagian bawah


                                5. Sisik Ctenoid (sisik pasir), 
                                Sisik Ctenoid yaitu sisik yang mempunyai bentuk agak persegi. Ciri Sisik ini adalah bagian anterior pada umumnya saling tumpang tindih dengan bagian posterior sisik yang ada di depannya.

                                Terjadinya tumpang tindih atau yang disebut dengan imbricate pada sisik ikan ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar dibandingkan pada tipe sisik yang lain seperti sisik tipe cosmoid dan ganoid.

                                 Sisik ctenoid memiliki modifikasi berupa tepi pada bagian posterior yang berupa berduri yang berbentuk seperti sisir (cteno = sisir).

                                Sisik tipe ctenoid sendiri dibagi lagi menjadi tiga tipe yakni crenate, yang memiliki lekukan sederhana pada bagian tepinya; spinoid,  yakni hasil dari perkembangan duri yang berasal dari bagian tubuh; dan ctenoid, dimana sisik ini berkembang secara terpisah dengan bagian tubuh.


                                 Perbedaan Sisik Ikan berdasarkan Habitatnya
                                1. Perairan Arus Deras
                                Umumnya tipe ikan perenang cepat atau secara terus menerus bergerak pada perairan berarus deras mempunyai tipe sisik yang lembut,

                                2. Perairan Tenang
                                 ikan-ikan yang hidup di perairan yang tenang dan tidak berenang secara terus menerus pada kecepatan tinggi umumnya mempunyai tipe sisik yang kasar. Sisik cycloid berbentuk bulat, pinggiran sisik halus dan rata sementara sisik ctenoid mempunyai bentuk seperti sikloid tetapi mempunyai pinggiran yang kasar


                                Semoga Bermanfaat

                                Cara Pengoperasian Pakaja (Trap and Guiding Barriers)

                                Cara Pengoperasian Pakaja

                                Pakaja adalah alat penangkap ikan yang berbentuk silinder, dioperasikan dengan cara dihanyutkan dan dikhususkan untuk menangkap ikan terbang. Pakaja diklasifikasikan ke dalam kelompok perangkap dan penghadang . Dari pengertian tersebut, dapat dijelaskan lebih lanjut mengenai cara pengoperasian pakaja, sebagai berikut.


                                Cara Pengoperasian Alat Pakaja
                                Adapun tahapan dalam pengoperasian pakaja ada tiga tahap, yaitu sebagai berikut 

                                • Pada sekeliling mulut pakaja diikatkan rumput laut atau “gusung/gosek”. 
                                • Pakaja disususun dalam 3 kelompok yang satu dengan yang lainnya berhubungan melalui tali penonda (drift line) dan penyusunan kelompok (contoh: misalnya ada ±20 buah bubu): 
                                • 10 buah diikatkan pada ujung tali penonda terakhir, kelompok berikutnya terdiri dari 8 buah dan selanjutnya 4 buah lalu disambung dengan tali penonda yang langsung dihubungkan (diikat) dengan perahu penangkap dan diulur sampai antara 60-150 m. 
                                • Kemudian pakaja dibiarkan selama beberapa jam dan untuk proses haulingnya dilakukan dengan menarik tali pada pakaja lalu mengangkat pakaja ke atas perahu.


                                Hasil Tangkapan Pakaja dan Daerah Pengoperasian Pakaja
                                Hasil tangkapan alat tangkap pakaja adalah ikan terbang (flying fish) 

                                Daerah pengoperasian pakaja adalah di perairan yang tidak terlalu dalam. Daerah distribusi pakaja yaitu Makassar

                                Semoga Bermanfaat

                                Cara Pengoperasian Bubu Gurita

                                Bubu gurita adalah alat penangkap gurita yang terbuat dari karet ban . Bubu gurita diklasifikasikan ke dalam kelompok perangkap (traps)  . Berikut cara pengoperasian bubu gurita.

                                Cara Pengoperasian Bubu Gurita
                                Cara pengoperasian dari bubu gurita pada prinsipnya hampir sama dengan pengoperasian bubu lainnya. Hanya saja dalam pengoperasian bubu gurita tidak memakai umpan. Cara pengoperasiannya adalah dengan memasang bubu gurita di perairan yang diperkirakan banyak terdapat target tangkapan. Pemasangan dan pengangkatan bubu dilakukan setiap hari di pagi hari. Lama perendaman tergantung nelayan yang mengoperasikannya sesuai dengan pengalaman, tapi umumnya antara 2-3 hari.  


                                Kelengkapan dalam Unit Penangkapan Ikan Bubu Gurita

                                • Kapal : Perahu motor digunakan sebagai alat transportasi nelayan  .
                                • Nelayan : Untuk mengoperasikan bubu gurita dibutuhkan 1-2 orang nelayan yang bertugas memasang bubu gurita dan mengambil hasil tangkapan dari bubu gurita (Alam Ikan 7).
                                • Alat Bantu : Alat bantu pada pengoperasian bubu gurita yaitu gardan yang bisa dibuat dari bambu, kayu atau besi yang berfungsi untuk membantu dalam proses setting dan hauling bubu gurita .

                                Daerah Pengoperasian Bubu Gurita dan Hasil Tangkapan Bubu Gurita
                                Daerah pengoperasian bubu gurita yaitu dasar perairan yang berlumpur atau berpasir, berarus kecil dengan kedalaman antara 5-40 m  .

                                Hasil tangkapan bubu gurita adalah gurita jenis Ocellated actopus, yaitu: Octopus oceltus, Octopus vulgaris dan Octopus dofleins  .
                                Semoga Bermanfaat

                                Cara Pengoperasian Bubu Lipat (Trap and Guideing Barriers)

                                Cara Pengoperasian Bubu Lipat

                                Bubu lipat adalah alat tangkap yang dikhususkan untuk menangkap kepiting bakau (Scylla serrata), terbuat dari jaring berbentuk persegi atau kotak dengan besi sebagai rangka dan memiliki dua buah pintu sebagai tempat masuk kepiting, dapat dilipat apabila tidak sedang dioperasikan . Bubu lipat diklasifikasikan ke dalam kelompok perangkap dan penghadang  . Bubu lipat sangat bermanfaat dalam mendapatkan hasil tangkapan yang banyak, sehingga perlu dikerahui cara pengoperasiannya. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai cara pengoperasian bubu lipat.

                                Bubu lipat

                                Berikut cara pengoperasian Bubu Lipat
                                Adapun tahapan dalam pengoperasian bubu lipat ada empat tahap, yaitu sebagai berikut  .


                                • Pemasangan umpan. Posisi umpan harus didesain sedemikian rupa sehingga mampu menarik perhatian ikan baik dari bau maupun bentuknya. Umpan dipasang di bagian tengah bubu lipat;
                                • Pemasangan bubu (setting). Bubu yang telah siap diturunkan ke perairan. Sebagai penanda posisi pemasangan bubu udang dilengkapi dengan pelampung. Hal ini akan memudahkan nelayan menemukan kembali bubunya;
                                • Perendaman bubu (soaking). Lama perendaman bubu lipat adalah 2-3 hari, kadang bahkan sampai beberapa hari; dan
                                • Pengangkatan bubu (hauling). Proses hauling pada bubu dapat dilakukan dengan setelah perendaman selesai.


                                Hasil Tangkapan Bubu Lipat dan Daerah Pengoperasian Bubu Lipat
                                Hasil tangkapan alat tangkap bubu ini, antara lain kepiting bakau (Scylla serrata), udang galah (Macrobracium spp.), ikan kerapu (Epinephelus spp.), ikan sidat (Anguilla mauritiana), mumi bulan (Tachyleus spp.)  .

                                Daerah pengoperasian bubu lipat yaitu perairan bakau serta perairan karang. Distribusi bubu lipat yaitu di Perairan Sungai Radak, Kecamatan Kubu, Kabupaten Pontianak, Propinsi Kalimantan Barat  dan jawa.

                                Semoga Bermanfaat

                                Cara Pengoperasian Bubu Udang (Shrimp Traps)

                                Cara Pengoperasian Bubu Udang

                                Bubu udang adalah alat penangkap ikan yang didesain untuk menangkap udang dan kepiting atau rajungan, berbentuk silinder dengan diameter lingkaran atas lebih kecil daripada diameter lingkaran bawah dan dioperasikan di dasar perairan. Bubu udang diklasifikasikan ke dalam kelompok perangkap dan penghadang. Dari pengertiannya, Bubu Udang tentunya sangat bermanfaat. Berikut artikel mengenai cara pengoperasian Bubu Udang.

                                Bubu udang

                                Cara Pengoperasian Alat Bubu Udang (Shrimp Traps)
                                Beirkut cara  pengoperasian bubu udang dalam empat tahap, yaitu sebagai berikut :
                                1. Pemasangan umpan. Posisi umpan harus didesain sedemikian rupa sehingga mampu menarik perhatian ikan baik dari bau maupun bentuknya. Biasanya umpan dipasang di dalam tempat umpan dan diletakkan di atas mulut bubu udang bagian atas.
                                2. Pemasangan bubu (setting). Bubu yang telah siap diturunkan ke perairan baik dengan tangan maupun alat bantu mechanical line hauler. Sebagai penanda posisi pemasangan bubu udang dilengkapi dengan pelampung. Hal ini akan memudahkan nelayan menemukan kembali bubunya.
                                3. Perendaman bubu (soaking). Lama perendaman bubu udang adalah 2-3 hari.
                                4. Pengangkatan bubu (hauling). Proses hauling pada bubu dapat dilakukan dengan alat bantu. Penggunaan alat bantu akan mempercepat dan mengefisienkan tenaga nelayan selama proses hauling. Setelah bubu sampai di atas kapal, ikan dikeluarkan dan dilakukan penanganan.


                                Kelengkapan dalam Unit Penangkapan Ikan Bubu Udang (Shrimp Traps)
                                • Kapal : Kapal kecil atau perahu hanya digunakan sebagai alat transportasi nelayan
                                • Nelayan : Untuk mengoperasikan bubu udang dibutuhkan 1-2 orang nelayan yang bertugas untuk memasang dan mengangkat bubu, serta mengambil hasil tangkapan dari dalam bubu udang.
                                • Alat Bantu : Alat bantu pada pengoperasian bubu udang yaitu mechanical line hauler, berfungsi untuk membantu menurunkan bubu udang ke dasar perairan tempat bubu akan dioperasikan
                                • Umpan : Bubu udang bersifat pasif sehingga dibutuhkan pemikat atau umpan agar ikan yang akan dijadikan target tangkapan mau masuk ke dalam bubu udang. Jenis umpan yang dipakai sangat beraneka ragam, ada yang memakai umpan hidup atau ikan rucah 


                                Hasil Tangkapan Bubu Udang (Shrimp Traps) dan daerah pengoperasian 
                                Hasil tangkapan bubu udang adalah udang penaeid, kepiting (Scylla serrata) dan rajungan (Portunus spp.) 
                                Daerah pengoperasian bubu udang biasanya di perairan karang atau di antara karang-karang atau bebatuan

                                Semoga Bermanfaat

                                Jenis Salinitas Air

                                Salinitas adalah kadar seluruh ion-ion yang terlarut dalam air. Di perairan samudera, salinitas biasanya akan berkisar antara  34 - 35 derajat/oo . Di daerah pantai karena terjadi pengenceran oleh aliran sungai, salinitas biasanya lebih rendah. Sebaliknya di daerah yang penguapannya sangat kuat maka salinitasnya sangat tinggi. Salinitas pada air tawar 0 – 0,5 derajat/oo , air payau 0,5 – 7 derajat/oo ,  dan air laut 17 derajat/oo .
                                salinitas

                                Setiap daerah perairan di bumi  memiliki salinitas yang berbeda-beda. Faktor yang memengaruhi salinitas air laut diantaranya adalah:

                                • Penguapan : Makin besar tingkat penguapan air laut maka kadar salinitasnya akan semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya di daerah yang rendah tingkat penguapannya maka salinitasnya akan semakin rendah.
                                • Banyak sedikitnya sungai yang bermuara : Semakin banyak sungai yang bermuara  ke laut, maka salinitas semakin rendah. Sedangkan jika sedikit sungai yang bermuara maka kadar salinitasnya akan semakin tinggi.
                                • Curah hujan : Semakin besar curah hujan di suatu wilayah laut maka salinitasnya akan rendah.


                                Salinitas sungai sebesar 18 ‰  lebih rendah daripada ekosistem lainnya sebab kandungan garam yang terdapat di sungai rendah. Meskipun demikian, salinitas air sungai menyimpang dari yang seharusnya tawar (dibawah 5 ‰). Hal ini menunjukkan bahwa air di sungai memiliki kandungan garam yang cukup besar, yang disebabkan karena adanya percampura air tawar dan air laut di mana komposisi air tawar lebih banyak.

                                hampir semua organisme hidup pada daerah yang mempunyai perubahan salinitas yang sangat kecil. Daerah estuaria adalah suatu daerah dimana kadar salinitasnya berkurang karena adanya sejumlah air tawar yang masuk dan berasal dari sungai-sungai disebabkan oleh terjadinya pasang surut.

                                Klasifikasi Salinitas :

                                salinitas perairan diklasifikasikan sebagai berikut :
                                1. Hyperhaline, salinitas  40 derajat/oo
                                2. Euryhaline, salinitas 30 – 40 derajat/oo
                                3. Mixohaline, 30 – 0,5 derajat/oo
                                4. Mixo-euryhaline, salinitas > 30, tetapi lebih < dari laut yang  berbatasan dengan darat.
                                5. Polyhaline, salinitas 20 – 18 derajat/oo
                                6. Mesohaline, salinitas 18 – 5 derajat/oo
                                7. Oligohaline, salinitas 5 – 0,5 derajat/oo
                                8. Limneak, salinitas 0,5 derajat/oo

                                berdasarkan toleransinya terhadap salinitas organisme perairan pada umumnya digolongkan ke dalam:
                                a.    Stenohaline
                                Stenohaline yaitu organisme perairan yang kisaran toleransinya terhadap salinitas sempit.

                                • Stenohaline laut, hidup pada salinitas > 30 derajatoo  
                                • Stenohaline tawar, hidup pada salinitas < 0,5 derajat/oo

                                b.    Yunihaline

                                • Yunihaline laut, organisme  yang masih dapat hidup pada salinitas < 3 derajat/oo 
                                • Yunihaline tawar, organisme  yang masih dapat hidup pada salinitas < 6 derajat/oo 

                                c.    Estuaria asli
                                Yaitu organisme perairan yang mempunyai perairan  salinitas 2 - 2,5 derajat/oo

                                d.    Migran
                                Yaitu organisme perairan yang karena alasan biologisnya melakukan migrasi dari laut ke perairan tawar/sebaliknya.

                                1. Anadromous, yaitu organisme laut yang bermigrasi pada air tawar
                                2. Katadromous, yaitu organisme tawar yang bermigrasi ke air laut.

                                  
                                Semoga Bermanfaat

                                Fungsi Angka Dan Nilai Pada Derajat PH

                                Pengertian Derajat Keasaman (pH)
                                pH adalah derajat keasaman. Dalam air murni pada suhu 25ยบ C, harga  pH = 7. Jika keasamannya bertambah harga [H ] membesar dan harga pH pun turun dibawah 7. Sebaliknya jika basa, pH naik diatas 7. Harga pH dapat diketahui dengan menggunakan ph paper atau dengan kertas lakmus. Istilah dan konsep pH (Puissance de Hydrogen) dikemukakan oleh Sorensen


                                Dengan elektormetrik didasarkan pada pengukuran tegangan listrik antara 2 elektrode (elektrode acuan dan ukur) yang berada dalam larutan yang mengandung ion-ion hidrogen. Sedangkan dengan indikator warna, pH didapat dengan indikator yang dilarutkan atau disebarkan pada kertas indikatornya. Perubahan warna indikator tergantung konsentrasi ion hidrogen dalam larutan yang diukur. Nilai pH ditentukan dengan membandingakan warna tersebut dengan warna larutan-larutan standar atau skala warna. Cara ini tidak cocok untuk larutan warna yang sangat keruh.

                                Derajat keasamannya mendekati basa dengan nilai 8 terlarut di sungai. Hal ini membuktikan bahwa air sungai cukup bagus untuk kelangsungan hidup organisme.
                                Nilai pH air yang normal adalah sekitar netral, yaitu antara pH 6-8. Sedangkan pH air yang terpolusi berbeda-beda, tergantung dari jenis buangannya. Contohnya air buangan pabrik pengalengan memiliki pH 6,2 - 7,6 air buangan pabrik susu memiliki pH 5,5 - 7,4. Perubahan keasaman pada air buangan, baik kearah alkali (pH naik) maupun ke asam (pH turun). Air buangan dengan pH rendah bersifat sangat korosif, terhadap baja dan sering menyebabkan pengkaratan pada pipa-pipa besi .

                                Contoh pH air yang sering ada atau kita pakai dan temukan setiap hari, pH air minum mineral yang sesuai standar DEPKES (6,5 - 8,5), pH air minum demineral / murni / reverse Osmosis (6,0 - 7,5) sedangkan pH air yang ideal adalah (7 atau netral), pH air hujan tergantung lokasi (3 - 6) sedangkan air laut (>7,5)

                                Semoga Bermanfaat

                                Ciri Ikan Segar

                                Ciri-Ciri Ikan Segar

                                Ikan merupakan makanan pokok yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini didukung dengan kondisi wilayah Indonesia yang berupa kepulauan. Maka dari itu, ikan banyak dijual di pasar secara bebas. Namun, terkadang ikan yang dijual sudah tidak segar lagi. Maka dari itu, simak artikel berikut ini agar mengetahui ciri-ciri ikan segar.

                                Ciri- Ciri Ikan Segar
                                1. Daging Putih, padat/kenyal, bila ditekan tidak meninggalkan bekas
                                2. Sisik Menempel kuat pada kulit
                                3. Dinding perut Utuh, elastic
                                4. Keadaan Tenggelam di air
                                5.  Mata Cerah, bening, cembung, menonjol
                                6.  Insang Merah, berbau segar, tertutup lender bening
                                7.  Warna Terang , tertutup lender bening
                                8. Bau Segar, seperti bau laut (bau khas ikan)


                                Teknik Pengolahan ikan
                                • Pengawetan ikan secara tradisional dapat dilakukan dengan cara pengeringan, pengasapan, penggaraman dan fermentasi.
                                • Pengawetan ikan secara modern meliputi pendinginan, pembekuan, pengalengan.
                                • Pada umumnya pengolahan ikan di Indonesia masih relatif tradisional, artinya pengolahan yang dilakukan belum banyak menerapkan informasi dari luar yang lebih modern, masih mengikuti generasi yang mewarisinya.
                                Tujuan pengolahan Ikan
                                • Mempertahankan mutu dan kesegaran dari ikan 
                                • Menghambat atau menghentikan penyebab terjadinya proses kemunduran mutu, agar ikan tetap segar sampai pada konsumen. 

                                Pengolahan ikan, dilakukan dengan tujuan untuk menghambat atau menghentikan zat-zat (reaksi enzim) dan pertumbuhan mikroorganisme (mahluk hidup ) yang dapat menimbulkan proses pembusukan pada ikan.
                                Dasar pengawetan secara umum adalah : Untuk menghambat perkembangan organisme pembusuk dan Menghancurkan organisme pembusuk

                                Pengolahan tradisional memanfaatkan hasil tangkapan nelayan + 50 % , tetapi jarang menghasilkan produk dengan kualitas baik. sehingga perlu dilakukan evaluasi atau pemberian informasi tentang teknik pengolahan ikan yang lebih baik. berikut ciri - ciri usaha pengolahan tradisional di masyarakat pesisir :
                                a. Usahanya bersifat rumah tangga
                                b. Lokasi umumnya dekat dengan sumber bahan baku (daerah pesisir )
                                c. Skala usaha rata-rata kecil
                                d. Pengetahuan pengolahan rendah
                                e. Ketrampilan yang diperoleh secara turun temurun
                                f. Modal usaha kecil
                                g. Peralatan yang digunakan sederhana
                                h. Sanitasi dan higienis kurang diperhatikan.

                                \
                                Semoga Bermanfaat

                                Cara Pengoperasian Bubu belut

                                Cara Pengoperasian Bubu belut

                                Bubu belut atau bubu paralon adalah alat penangkap belut yang berbentuk silinder dan terbuat dari paralon . Bubu belut diklasifikasikan ke dalam kelompok perangkap (traps). Berikut artikel mengenai cara pengoperasia bubu belut.



                                Metode Pengoperasian Alat Bubu belut
                                Pemasangan bubu di perairan bisa dipasang satu demi satu kemudian diuntai atau dipasang dua atau tiga bubu dalam satu ikatan, kemudian dipasang dengan cara diuntai dengan jarak satu dengan yang lainnya antara 5-6 cm. Metode pengoperasiannya adalah dengan memasang bubu baik secara tunggal maupun dipasang secara beruntai di perairan yang diperkirakan banyak terdapat target tangkapan. Pemasangan bubu di perairan bisa dilakukan sebelum matahari terbenam dan diangkat keesokan harinya. Jumlah bubu yang akan dipasang sebaiknya disesuaikan dengan besar kecilnya perahu dan kemampuan orang yang akan mengoperasikannya.

                                Kelengkapan Penangkapan Ikan Bubu belut
                                1. Kapal : Perahu tanpa motor atau perahu motor tempel hanya digunakan sebagai alat transportasi nelayan .
                                2. Nelayan : Untuk mengoperasikan bubu belut dibutuhkan 1-2 orang nelayan yang bertugas untuk memasang dan mengangkat bubu, serta mengambil hasil tangkapan dari dalam bubu belut.
                                3. Umpan : Umpan yang dipakai selain berupa umpan hidup yaitu cacing, juga dapat berupa irisan daging ikan atau rucah.

                                Daerah Pengoperasian Bubu belut dqan Hasil Tangkapan Bubu belut

                                Daerah pengoperasian bubu belut yaitu perairan yang dasarnya berlumpur, bercampur pasir atau di muara sungai dan danau.

                                Hasil tangkapan bubu belut adalah belut (Monopterus albus) dan ikan-ikan yang ada di sungai yaitu ikan gabus (Channa striata), ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan nila (Oreochromis niloticus).

                                Berikut macam - macam Alat penangkap ikan

                                1. Alat Penangkap Bubu Udang (Shrimp Traps)
                                2. Alat Penangkap Bubu Belut
                                3. Alat Penangkap Bubu Gurita
                                4. Perangkap dan Penghadang Bubu lipat (Trap and Guideing Barriers)
                                5. Perangkap dan Penghadang Pakaja (Trap and Guiding Barriers)
                                6. Alat Tangkap Krendet Menggunakan Jaring Insang

                                Semoga Bermanfaat