sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

Penyuntikan Hormon Hypofisa Cara Pembenihan Lele Buatan

Kebutuhan benih ikan lele semakin hari semakin banyak permintaan untuk menanggulangi banyaknya jumlah permintaan kita perlu mencari solusi.

Salah satu solusi untuk mengatasi besarnya jumlah permintaan yaitu melakukan proses penyuntikan hormon HIPOFISA. Penyuntikan hormon HIPOFISA bertujuan untuk merangsang ikan agat telur cepat matang dan merata telur yang siap untuk menetas.

Ikan lele salah satu jenis ikan yang bisa dilakukan proses penyuntikan hormon HIPOFISA. Dengan penyuntikan atau rangsangan hormon ini jumlah telur ikan lele yang akan keluar saat proses perkawinan atau pemijahan akan lebih banyak. Dengan hormon ini kematangan telur ikan lele akan meningkat banyak.

apabila permintaan benih ikan lele mencapai ratusan ribu, satu ikan lele tidak mencukupi anaknya jika dilakukan dengan cara normal.

Maka perlu dilakukan penyuntikan hormon. hormin ini dapat disiapkan dari kelenjar hipofisa ikan lele atau dari ikan mas ataupun menggunakan hormon buatan sintesis buatan pabrik.
hormon hipofisa buatan


Beberapa jenis hormon sintesis tersebut misalnya Ovaprim, HCG, dan LHRH. Hormon Ovaprim relatif mudah diperoleh karena sudah dijual umum seperti di toko perikanan di beberapa kota besar. HCG sebenarnya merupakan hormon untuk manusia sehingga hanya dapat diperoleh bila disertai resep dokter, sedangkan LHRH tergolong agak sulit diperoleh.


Penyuntikan hormon alamiah (hipofisa)
Penyuntikan memerlukan kelenjar hipofisa. kelenjar hormon bisa didapatkan padapikan yg terletak di bawah otak kecil. Setiap ikan (juga makhluk bertulang belakang lainnya) mempunyai kelenjar hipofisa yang terletak di bawah otak kecil.

Ikan lele akan menjadi resipien. Resepien adalah penerima hormon dari donor kelenjar hipofisa. Pendonor Hipofisa antara lain dapat dipilihkan dari lele, ikan mas (tombro, karper, Cyprinus carpio), atau lele lokal (Clarias batrachus). 


Bagaimana cara melakukan proses penyuntikan hipofisa?


a. Jumlah Dosis hipofisa
Pertama perhatikan jumlah dosis yang akan dipakai untuk ikan lele
  • Jumlah dosis Hormon hipofisa untuk indukan lele adalah 3 dosis, Dengan ukuran berat 0,5 kg.
  • Dengan Ikan donor seberat 1,5 kg itu dapat terdiri dari 3 ekor yang masing-masing beratnya 0,5 kg atau 2 ekor yang beratnya 1 kg dan 0,5 kg atau dapat juga dipakai seekor yang beratnya 1,5 kg.
  • Ikan donor diharuskan sudah dewasa atau matang gonat, Ikan dewasa merupakan pilihan yang memiliki hormon hipofisa yang tinggi dibanding yang belum dewasa. Ikan donor dapat dipilihkan dari ikan jantan maupun dewasa.

b. kedua proses pengambilanhipofisa dan pembuatan ekstrak
Cara mengambil kelenjar hipofisa dari ikan donor adalah sebagai berikut :
  • Pertama siapkan ikan donor, Ikan lele atau ikan mas
  • Pegang menggunakan lap agar tidak licin. Pegang bagian kepala, badan dengan lap, 
  • Bagian badan diletakan diatas talenen. 
  • Kepala ikan dipotong dibagian belakang tutup insangnya hingga kepalanya putus.
  • Setelah terpotong, sisir tulang kepalanya di atas mata hingga tulang tengkoraknya terbuka dan otaknya kelihatan.
  • Singkap otaknya menggunakan pinset, tepat dibagian bawah otak akan terlihat kelenjar hipofisa berwarna putih sebesar butiran kacang hijau.
  • Dengan tetap menggunakan pinset, kelenjar hipofisa diangkat dan diletakan ke dalam cawan yang bersih untuk dicuci dengan aquades hingga darah yang melekat hilang. Cara membersihkannya dengan disemprot aquades menggunakan pipet.
  • Setelah butir kelenjar hipofisa bersih, lalu masukan ke dalam tabung penggerus (dapat menggunakan kantong plastik kecil atau gelas). Selanjutnya kelenjar hipofisa digerus atau dipencet hingga hancur.
  • Encerkan kelenjar hipofisa tersebut dengan 1-1,5 ml aquades atau larutan garam fisiologis. Larutan garam fisiologis atau sering pula disebut cairan infus yang dapat diperoleh di apotek (dijual bebas). Dengan demikian, hormon GSH yang terkandung didalam hipofisa akan terlarut dalam cairan.
  • Larutan tersebut diendapkan beberapa menit hingga kotoran tampak mengendap didasar. Cairan dibagian atas diambil dengan tabung injeksi (spuit) untuk disuntikan pada ikan.
c. ketiga Penyuntikan ekstrak hipofisa
    Induk sebagai resipien yang telah dipersiapkan sebelumnya, diambil dari dalam hapa. Induk tersebut dipegang dengan bantuan penyerok dari jaring supaya tidak licin. Hormon didalam spuit disuntikan didekat sirip punggung kedalam daging induk (intramuscular). Setelah disuntik, induk betina dimasukan kedalam kolam pemijahan yang telah dipersiapkan. Biarkan lele dalam keadaan tenang.

Proses diatas tersebut merupakan cara penyuntikan menggunakan tumbal ikan untuk mengambil kelenjar hormon dari ikan lain. bisa disebut PROSES PENYUNTIKAN HORMON ALAMI DENGAN IKAN TUMBAL.

Selanjutnya PENYUNTIKAN MENGGUNAKAN HORMON BUATAN
ovaprim hormon hipofisa

Penyuntikan hormon buatan
untuk melakukan penyuntikkan tahap tahap hormon buatan adalah sebagai berikut: 
  • Hormon sintesis (buatan) kini dapat dibeli di toko-toko obat perikanan, yaitu hormon yang disebut Ovaprim. Ovaprim berbentuk cairan yang disimpan dalam ampul. Satu ampul berisi 10 ml. Dosis pemakaiannya 0,3-0,5 ml untuk lele yang beratnya 1 kg. induk lele seberat 0,5 kg berarti memerlukan hormon ovaprim 0,15-0,25 ml.
  • Penyuntikan menggunakan hormon Ovaprim sangat praktis sebab sudah berupa larutan sehingga tinggal disuntikan saja, hormon sisa di dalam ampul dapat disimpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung (suhu kamar), dalam ruang ini, Ovaprim tahan hingga 3-4 bulan.

BERIKUT TAHAP PENYUNTIKAN HORMON HIPOFISA
Urutan pemijahan lele dengan hormon buatan adalah sebagai berikut :
a. Siapkan kolam pemijahan
  • Keringkan dan bersihkan kolam/bak yang hendak digunakan untuk pemijahan.
  • Cuci dan jemur kakaban atau tempat meletakan telur dengan jumlah cukup menutupi 75% dasar kolam.
  • Pasang kakaban di dasar kolam/bak, letakan kakaban itu 5-10 cm diatas dasar kolam.
  • Gunakan bata merah yang sudah dicuci bersih sebagai pengganjalnya. Diatasnya juga ditindih dengan bata agar kakaban tidak mudah bergeser.
  • Menjelang dilakukan penyuntikan, kolam tersebut diisi dengan air sampai kakaban terendam air 5 cm-10 cm.
b. Memilih Seleksi induk lele betina dan jantan yang siap memijah
  • Tangkap tangkap induk lele betina dan jantan sebaiknya pagi hari sebelum jam 9.00
  • Pilih induk betina yang matang telur, perutnya besar dan lunak, tetapi kalau diurut tidak dapat keluar telurnya.
  • Pilih induk jantan yang sehat, tidak cacat, tidak berpenyakit. Lele jantan terlihat dari alat kelaminnya (perut tetap langsing) kalau diurut juga tidak dapat mengeluarkan sperma. 
  • Lele yang tidak dapat mengeluarkan telur dan sperma merupakan lele yang perlu diberikan hormon hipofisasi
  • Pisahkan induk jantan dan betina didalam wadah atau hapa tersendiri sambil menunggu saat disuntik.
c. Siapkan alat dan hormon Ovaprim untuk disuntikan
Alat suntik harus steril bersihkan dengan air Aquades atau alat baru.

d. Tentukan dosis ovaprim dengan menimbang indukan betina
  • Hormon ovaprim 0,3-0,5 cc untuk 1 kg lele. dan jika berat lebih sedikit atau 0,5 kg tinggal dibagi saja. 
  • Ambil 0,5 ml hormon, lalu injeksi spuit, 
  • Setelah selesai, sedot lagi jarum yang sama dengan aquades atau larutan garam fisiologis 0.7% sebanyak 0,5 ml yang juga untuk mengencerkan hormon tadi.
e. Cara penyuntikan Hormon hipofisasi
  • Pegang ikan lele sebaiknya dilakukan dua orang
  • Suntik betina terlebih dahulu
  • Letakan diatas meja, 1 orang pegang ekor ikan atau badan, dan yang lain melakukan penyuntikan dan diberi alas handuk/lap bersih.
  • Penyuntikan dibagian punggung. Sebanyak setengah dosis disebelah kiri sirip punggung dan setengah dosis lagi disebelah kanan.
  • Lakukan penyuntikan secara hati-hati. Setelah hormon didorong masuk, jarum dicabut, lalu bekas suntikan tersebut ditekan/ditutup dengan jari beberapa saat agar hormon tidak keluar.
  • Setelah disuntik, ikan jantan dan betina dimasukan kedalam kolam pemijahan yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
f. Siapkan kolam penetasan telur
  • Kolam penetasan untuk sepasang indukan ukuran 25-100 meter2, 
  • Kolam harus sudah dilakukan penangan untuk pemijahan untuk mencegah penyakit

g. Tips air pembenihan lele

  • Air menggunakan sumur bor
  • Ukuran tandon besar 3-5 m3, ditaburi 100 gr setiap 1 m3 air.
  • Endapkan beberapa hari.
  • Setelah diendapkan air dapat digunakan untuk budidaya pembenihan
  • Perlakuan tersebut, penetasan dan pemeliharaan benih lancar akan dapat berjalan lancar.

Selesai sudah bagaimana cara untuk melakukan penyuntikan hormon hipofisa baik menggunakan hormon alami asli dan hormon buatan pabrik. 

Cara Mengukur PH Perairan Kertas Lakmus

Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital.
Bagi anda penghobi ikan hias yang sering bermasalah menghadapi kematian ikan, coba deh di tes pH air nya mungkin belum cocok dengan kondisi optimal ikan itu hidup. Sebaiknya kita dalam memelihara ikan, siapkan kondisi air yang optimal agar sesuai dengan kondisi umum ikan hias hidup, misalnya dalam optimalisasi nilai pH air.

pH merupakan cara untuk mengukur kandungan asam, basa dan netral pada suatu cairan dan benda padat. Dengan pengukuran tersebut diharapkan akan diketahui kualitas nilai pH dari benda tersebut.

Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital. dengan memasukkan alat pH kedalam air atau pasir akan terlihat nilai yang cocok pada pH, amati secara hati-hati nilai yang tertera pada alat pH.




Menentukkan kondisi nilai pH dapat ditunjukkan dengan angka dan warna. Misal :
  • Warna merah berarti menandakan asam kuat 1-6
  • Warna hijau berarti menandakan basa kuat >7
  • Warna kuning berarti menandakan  tingkat pH netral 5,5 – 6,5, ini berati asam dan basa berada dalam keadaan seimbang.

Perlu diperhatikan bahwa kandungan air akan asam cenderung akan meningkat akibat penggunaan bahan kimia untuk menjernihkan air atau karena adanya pencemaran
Jadi mengatur pH sangatlah perlu agar tanaman tumbuh sesuai dengan yang kita harapkan.

Dengan pengukuran pH diharapkan kondisi perairan sesuai dengan keadaan organisme budidaya ikan, sehingga ikan dapat hidup sehat dan tidak mengalami stres. Penyimpangan terlalu jauh dengan sifat ikan yang dibudidayakan dapat menyebabkan kematian pada ikan budidaya.

Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital.

Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital.


Penanganan pH
Seperti disebutkan sebelumnya, pengananan atau pengubahan nilai pH akan lebih efektif apabila alkalinitas ditanganai terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa cara pangananan pH, yang kalau diperhatikan lebih jauh, cenderung mengarah pada penanganan kesadahan atau alkalinitas

Penurunan pH
Untuk menurunkan pH, pertama kali harus dilakukan pengukuran KH. Apabila nilai KH terlalu tinggi (12 atau lebih) maka KH tersebut perlu diturunkan terleibh dahulu, yang biasanya secara otomatis akan diikuti oleh menurunnya nilai pH. Apabila nilia pH terlalu tinggi (lebih dari 8) sedangkan KH tergolong bagus ( antara 6 -12)maka hal ini merupakan petunjuk terjadinya proses keseimbangan yang buruk. 

Penurunan pH dapat dilakukan dengan melalukan air melewati gambut (peat), biasanya yang digunakan adalah peat moss (gambut yang berasal dari moss). bisa juga dilakukan dengan mengganti sebagaian air dengan air yang berkesadahan rendah, air hujan atau air yang direbus, air bebas ion, atau air suling (air destilata). Selain itu bisa juga dapat dilakukan dengan menambahkan bogwood kedalam akuairum. Bogwood adalah semacam kayu yang dapat memliki kemampuan menjerap kesadahan. Sama fungsinya seperti daun ketapang, kayu pohon asam dan sejenisnya. 



Peningkatan pH 
Menaikkan pH dapat dilakukan dengan memberikan aerasi yang intensif, melewatkan air melewati pecahan koral, pecahan kulit kerang atau potongan batu kapur. Atau dengan menambahkan dekorasi berbahan dasar kapur seperti tufa, atau pasir koral. Atau dengan melakukan penggantian air.

Alkalinitas secara umum menunjukkan konsentrasi basa atau bahan yang mampu menetralisir kemasamaan dalam air. Secara khusus, alkalinitas sering disebut sebagai besaran yang menunjukkan kapasitas pem-bufffer-an dari ion bikarbonat, dan sampai tahap tertentu ion karbonat dan hidroksida dalam air. Ketiga ion tersebut di dalam air akan bereaksi dengan ion hidrogen sehingga menurunkan kemasaman dan menaikan pH. Alkalinitas biasanya dinyatakan dalam satuan ppm (mg/l) kalsium karbonat (CaCO3). Air dengan kandungan kalsium karbonat lebih dari 100 ppm disebut sebagai alkalin, sedangkan air dengan kandungan kurang dari 100 ppm disebut sebagai lunak atau tingkat alkalinitas sedang.
Pada umumnya lingkungan yang baik bagi kehidupan ikan adalah dengan nilai alkalinitas diatas 20 ppm.

Garam merupakan senyawa yang terbentuk dari reaksi asam dan basa.  Kalian tahu garam dapur bukan? Garam dapur (NaCl) merupakan salah satu contoh garam yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari.  Selain itu ada juga Baking Soda (NaHCO3) yang digunakan untuk menetralkan sengatan lebah yang bersifat asam, serta tawas dengan rumus senyawa Al2(SO4)3 yang digunakan untuk proses penjernihan air.
   
 Adapun ciri-ciri dari garam antara lain:
  • Dalam bentuk leburan (cairan) atau lelehan dapat menghantarkan listrik
  • Sifat larutannya dapat berupa asam, basa, atau netral tergantung jenis asam (kuat atau lemah) dan basa (kuat atau lemah) pembentuknya.
  • asam kuat dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat netral
  • asam kuat dan basa lemah akan terbentuk garam yang bersifat asam
  •  asam lemah dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat basa
Contoh mengukur PH,
Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital.

Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital.


Pilih jenis ikan, saya akan menggunakan ikan neon tetra
Kondisi optimal neon tetra adalah kadar air dalam kondisi asam antara 
5,5-6,5 

Dengan Suhu dibawah 28 derajat, 20-26
pada waktu pemijahan kondisi air ikan neon adalah
Air harus steril dingin dan bersifat asam (pH lebih kecil dari 6,4, jika tidak memenuhi syarat ikan tidak mau bertelur. 

Cara melakukan tes

  • Sediakan kertas lakmus
  • Ambil air,
  • Masukkan kertas lakmus tunggu sampai berubah warna
  • Cek angka atau warna kertas lakmus, 
  • Hitung nilai pH nya
  • Cocokan kondisi dengan kondisi ikan neon tetra. 
  • Jika sudah cocok ikan bisa di masukkan ke dalam air.