sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

4 Jenis Penyakit pada Ikan

Alam Ikan ; Berikut adalah 4 jenis phylum penyebab penyakit ikan yang dapat menyebabkan kematian
ikan, berikut penjelasan singkat, penjelasan lebih lanjut dapat dilihat masing - masing , phylum.
A. PHYLUM SARCOMASTIGOPHORA Penyebab kematian massal pada ikan liar maupun ikan budidaya. 
Beberapa jenis parasit yang termasuk ke dalam phylum sarcomastogophora ordo dinoflagellida terlah menimbulkan masalah pada budidaya ikan, yaitu Amyloodinium ocellatum, Piscinoodinium, Crepidoodinium, Ichthyodinium dan Oodinioides. Umumnya parasit dinoflagellida ditemukan pada ekosistem akuatik dan banyak diantaranya merupakan endosymbiont pada pada invertebrata. Banyak dinoflagellata menghasilkan ichthyotoksin, yang dapat menyebabkan kematian massal pada ikan liar maupun ikan budidaya.

1. Amyloodinium ocellatum 
Parasit ini adalah golongan dinoflagellata yang paling umum dan paling penting sebagai parasit pada ikan. Dapat menyebabkan morbid atau mortality pada ikan air laut maupun ikan air payau yang dibudidayakan di seluruh dunia. Parasit ini telah dilaporkan menyebabkan kematian sekitar 70 – 80% stok juvenil ikan striped bass di Missisipi, USA, dalam waktu kurang dari satu minggu. Parasit ini juga dikenal sebagai momok pada ikan-ikan akuarium air laut. Parasit ini dapat menginfeksi ikan elasmobranch dan teleost. Saat ini telah dilaporkan lebih dari 100 spesies ikan telah terinfeksi. Ikan euryhaline seperti tilapia juga rentan terhadap parasit ini ketika dipelihara pada lingkungan payau. Parasit ini menyebabkan penyakit yang disebut Amyloodiniasis atau penyakit velvet. Agen penyebab penyakit adalah Amyloodinium ocellatum. Parasit ini melekat pada jaringan inang dengan menggunakan stalk atau peduncle yang pendek dan pada bagian ujungnya terdapat rhizoid dan stomopode mirip tentakel yang dapat bergerak. Tropon dewasa dapat mencapai ukuran diameter 120 um.

2. Piscinoodinium sp 
Parasit ini memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan Amyloodinium sp. Menimbulkan masalah pada ikan air tawar. Banyak ikan-ikan tropis sangat rentan terhadap parasit ini, dimana ikan anabantin, cyprinid dan cyprinodontid seringkali terinfeksi. Bentuk tropohont parasit ini mirip dengan trophont pada Amyloodinium, berwarna kuning kehijauan, pyriform dan berukuran 12 X 96 µm. Berbentuk bulat saat dewasa.  Siklus hidup parasit ini mirip dengan Amyloodinium, kecuali waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan siklus hidupnya lebih lama yaitu berkisar 10 – 14 hari pada kondisi optimal.

3. Ichthyobodoosis pada ikan air tawar 
Agen penyebab adalah ektoparasit Ichthyobodo necator (synonim Costia necatrix). Penyakit ini dulu dikenal dengan nama costiasis. Parasit ini menginfeksi sirip punggung dan ujung lamella sekunder insang.

4. Ichthyobodoosis pada ikan laut 
Ichthyobodo sp ditemukan pada smolt ikan salmon di laut dan pada ikan sebelah dari skotlandia, winter flounder dari Nefoundland dan Japanese flounder di Jepang. Ichthyobodo yang ditemukan pada ikan air tawar berukuran lebih besar dibanding dengan Ichthyobodo yang hidup di laut.

5. Cryptobiosis pada ikan air laut 
C. bullocki menyebabkan penyakit dan kematian pada ikan air laut. Parasit menyebar melalui lintah. Prosedur diagnosa untuk deteksi yang digunakan pada C. salmositica dapat digunakan untuk C. bullocki.

6. TRYPANOSOMOSIS 
Trypanosoma adalah haemoflagellata dan biasanya memiliki flagellum bebas pada ujung bagian anterior. Parasit ini selalu menyebar lewat perantaraan lintah. Parasit tidak bersifat inang spesifik.

B. Phylum Myxosoa Penyebab Penyakit Ikan Luka serius dan Kematian 
Klasifikasi berdasarkan struktur dari spora. Myxosporea dibagi dalam 2 ordo, Bivalvulida dan Multivalvulida. Ordo Bivalvulida memiliki spora dengan 2 shell valve dan satu sampai 4 polar kapsul, sedangkan multivalvulida memiliki spora dengan 3 sampai 7 shell valve dan satu sampai 7 polar kapsul. Bivalvulida dapat ditemukan pada bermacam organ seperti insang (Myxobolus, Sphaerospora, Thelohanellus, Henneguya), gall bladder (Sphaeromyxa, Chloromyxum), urinary bladder (Myxidium), cartilage kepala (Myxosoma), dan otot (Myxobolus, Henneguya, Unicapsula, Kudoa), pada kulit dan
jaringan subcutaneous (Myxobolus, Henneguya, Thelohanellus), pada cartilage (Myxobolus cerebralis), system syaraf pusat (Myxobolus), pada usus (Ceratomyxa, Kudoa), pada ginjal dan urinary tract (Myxidium, Sphaerospora), gall bladder dan hati (Myxidium), swimbladder (Sphaerospora, Myxobolus), gonad (Sphaerospora). Multivalvulida yang umum adalah Kudoa (4 polar kapsul) dan Hexacapsula (6 polar kapsul).

Pathogenisitas
 Tingkat kerusakan pada jaringan dan organ yang diakibatkan akibat infeksi oleh myxosporea tergantung pada banyak faktor termasuk jenis myxosporea dan siklus hidupnya, intensitas infeksi dan reaksi inang. Palsmodia histozoic tidak hanya menyebabkan atrophy pada jaringan terinfeksi tetapi juga perubahan pada jaringan sekelilingnya.

C. Phylum Microspora Penyakit Ikan Infeksi Organ Dalam
Microsporidia adalah parasit protozoa intracellular yang dicirikan oleh adanya produksi spora. Umumnya menginfeksi invertebrata, tetapi juga menginfeksi secara luas golongan teleost pada air tawar, estuari dan laut. Banyak jenis microsporidia menyebabkan penyakit pada ikan budidaya di laut (contoh Glugea stephani atau Pleistophora priacanthusis), dan air tawar (contoh Glugea plecoglossi, Microsporidium takedai atau Pleistophora anguillarum).


D. Phylum Ciliophora Penyakit Ikan dan Parasit Insang dan Kulit
Beberapa ciliata bersifat commensal pada insang dan kulit ikan dan lainnya hidup sebagai parasit opportunis. Mereka memiliki cilia berukuran pendek sebagai alat pergerakan. Parasit dapat melekat atau bergerak dan umumnya hidup sebagai ektoparasit. Ada dua jenis parasit yang telah menimbulkan masalah pada ikan yaitu Ichthyopthirius multifilis pada ikan air tawar dan Cryptocaryon iritans pada ikan air laut.

Cryptocaryon irritans (Cryptocaryonosis)
 Menyebabkan penyakit pada ikan-ikan air laut. Pertama kali ditemukan di Jepang dan saat ini penyakit dapat ditemukan di seluruh dunia.

Ektoparasit Ciliata
Protozoa ektoparasit merupakan parasit penting pada ikan budidaya dan ikan akuarium. Umumnya parasit ini berkembang bila kondisi inang menjadi stres. Pada ikan yang hidup di perairan alami mungkin terinfeksi dalam jumlah kecil oleh parasit ciliata. Ikan tersebut bila ditransfer pada tanki dan mengalami stress, parasit akan berkembang dengan sangat cepat. Dapat menginfeksi berbagai jenis ikan dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang berfluktuasi.

Brooklynella sp
 Brooklynella hostilis menyebabkan brooklynellosis, penyakit serius pada ikan air laut baik pada ikan yang dibudidayakan di laut maupun ikan laut akuarium. Parasit ini dapat menyebakan kematian massal dan epizootic. Memiliki penyebaran yang kosmopolit dan umumnya menyerang ikan-ikan tropis. Tidak sama halnya dengan Chilodonella sp., Brooklynella sp., belum pernah ditemukan pada ikan yang hidup di perairan bebas.

Trichodinid
 Parasit yang termasuk dalam kelompok parasit ini adalah ektoparasit yang paling umum ditemukan pada ikan air tawar dan ikan air laut, dan dapat menyebabkan kerusakan pada organ yang terinfeksi sehingga menyebabkan kematian.  Parasit berbentuk seperti flat disc atau bulat, dan saat berenang nampak seperti piring terbang. Pada bagian disk terdapat organel yang dsebut dentikel ring. Parasit yang masuk ke dalam kelompok ini adalah Trichodina, Trichodinella, dan Tripartiella. Trichodina ditemukan pada bagian insang dan permukaan tubuh, Trichodinella dan Tripartiella hanya ditemukan pada bagian insang, meskipun pada larva ikan yang baru menetas kedua parasit ini juga dapat ditemukan pada bagian kulit.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaa

Manfaat Daun Ketapang untuk Budidaya Ikan

Ketapang adalah sebuah daun yang dapat mengatasi permasalah kualitas air. Ketapang disebutkan sebagai resep asia untuk mengatasi persoalan air. Ketapang berfungsi untuk menurunkan pH air. Kebanyakan ikan tropis yang hidup di sungai dan danau memiliki air yang berwarna gelap kecoklat-coklatan yang disebabkan daun ketapang. 

Kegunaan Daun ketapang untuk ikan
  1. Ditemukan fakta bahwa ikan cupang yang tinggal di sekitar air gelap akibat ketapang, jauh lebih sehat dan indah.
  2. Ketapang yang mengering dapat melepaskan asam organik seperti humic dan tannin, yang dapat menurunkan pH air, dan menyerap bahan-kimia berbahaya dan memberikan kondisi air yang nyaman bagi ikan.
  3. Terlalu banyak pemberian daun ketapang kering kedalam air dapat membuat pH semakin rendah. Maka sesuaikanlah pemakaian ketapang kering agar memberikan efek yang optimal kepada ikan. Inilah sebuah resep Asia yang sekarang mulai diinstankan dalam botol kemasan bermerek, salah satunya adalah Atison Betta Spa produk dari Ocean Nutrion
  4. Tanaman ini digunakan sebagai obat penyakit kulit. Riset terakhir membuktikan bisa menyembuhkan penyakit hipertensi. 
  5. Ketapang, Pohon ini dikenal menghasilkan suatu racun pada daun-daunnya untuk mempertahankan dirinya terhadap serangga parasit. Daun-daun yang mengeringkan jatuh masuk ke sungai akan menimbulkan warna coklat kuat. Larutan ini penuh dengan asam organik seperti humic dan tannin.

Asam humic, adalah suatu campuran yang komplek pembusukan sebagian bahan-bahan organik. Asam humic dari air tawar berasal dari beberapa sumber, terbanyak datang dari tanah hasil pembusukan tanaman. Zat ini terbawa air masuk ke sungai dan danau dan berubah sepanjang perjalanannya hingga ke laut. Asam Humic mengandung belerang, fosfor dan nitrogen serta bermacam-macam zat lain seperti Ca, Mg, Cu, Zn dan lain lain. Asam humic dapat dipecah ke dalam dua kelompok berdasar pada ukuran dan polaritas masing-masing komponennya.

Pecahan yang lebih kecil yang lebih polar dinamakan asam fulvic dan yang lebih besar yang bukan polar biasanya disebut asam humic. Asam humic adalah hasil akhir pembusukan bangkai binatang maupun tumbuh-tumbuhan yang sangat berperan penting dalam kesuburan tanah.


Asam tannin, lignin dan fulvic adalah sub kelas dari asam humic. Mereka semua mewarnai air sehingga menguning. Asam humic dan tannin mungkin sangat bermanfaat untuk banyak orang karena dapat menghambat berbagai jenis bakteri yang membahayakan kesehatan ikan peliharaan. Asam humic dan tannin juga dapat menyerap dan menetralkan racun dari bahan kimia logam berat seperti seng, almunium dan tembaga.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Mengatasi Penyakit Ichthyophonus sp Pada ikan

Penyakit Ichthyophonus sp merupakan jenis penyakit pada ikan, dimana ikan akan terkena serangan jamur di tubuhnya. Penyakit tersebut hampir sama dengan penyakit ikan Amyloodinium Ocellatum. sedangkan Amyloodinium Ocellatum penyakitnya menyerang pada bagian ingsang dan kulit. Penyakit Ichthyophonus sp biasanya menyerang ikan -ikan pada laut. 

Tanda Ikan terkena Penyakit Ichthyophonus sp

    Penyakit Jamur pada ikanyang disebabkan oleh Penyakit Ichthyophonus sp
  1. Jamur yang sering menyerang ikan laut adalah Ichthyophonus sp. 
  2. Tanda adanya infeksi jamur, yaitu pada setiap ikan berbeda. Beberapa ikan terinfeksi tidak menunjukkan gejala sakit. Namun, ada juga yang ditandai dengan pembengkakan organ dalam, seperti limpa, hati, dan ginjal disertai benjolan putill berdiameter hingga lebih dari 2 mm, kadang disertai pembengkakan perut dan bergerak tak menentu.
Ciri ikan terkena Penyakit jamur adalah dapat terjadi efek ikan kehilangan nafsu makan sehingga menjadi kurus dan menderita anemia. Pengobatannya belum diketahui.


Cara menghindari serangan penyakit jamur adalah sebaiknya sejauh mungkin dihindari pemberian pakan yang terkontaminasi jamur.

Untuk mempertahankan ikan air tawar tetap sehat dapat memakai tambahan Biocatfish 
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Mengatasi Penyakit Amyloodinium Ocellatum Pada ikan

Protozoa adalah organisme eukaryot uniselular berukuran mikroskopis yang umumnya memiliki inti yang jelas. Parasit ini memiliki bebarapa kelompok yang parasit pada ikan. Pada kondisi budidaya, spesies protozoa tertentu dapat menyebabkan penyakit yang menghasilkan mortalitas tinggi yang bedampak pada kerugian ekonomi yang cukup besar pada ikan air tawar maupun ikan air laut.

Diantara golongan parasit pada ikan air tawar, Ichthopthirius multifilis telah menyebabkan banyak masalah dalam budidaya ikan air tawar. Pada ikan air laut parasit Cryptocaryon irritans dan Amyloodinium ocellatum adalah parasit protozoa yang telah menimbulkan masalah masing-masing pada ikan kerapu dan ikan-ikan konsumsi maupun ikan akuarium air laut.

Alam Ikan ; Cara Mengatasi Penyakit Amyloodinium ocellatum. 
  • Organ yang diserang adalah insang dan kulit. Ikan yang terinfeksi oleh parasit ini menunjukkan gejala berenang megap-megap di permukaan, muncul warna merah di sekeliling mulut, dan gejala anemia. Bahkan, jika terinfeksi berat, dapat berakibat kematian pada ikan.
  • Pencegahan dan pengobatan, yaitu dilakukan perendaman dengan formalin 200 ppm selama satu jam disertai aerasi kuat. 
  • Hal ini disebabkan penggunaan formalin dengan dosis tinggi dapat menurunkan kadar oksigen terlarut dalam air, selain ikan sangat sensitif terhadap formalin.

Untuk lebih jelasnya bisa lihat penjelasan jenis penyakit yang tergolong dalam phylum parasit yang salah satunya penyakit Amyloodinium Ocellatum

Phylum parasit protozoa, mekanisme infeksi dan pengendalian parasit pada ikan dan udang 
PHYLUM SARCOMASTIGOPHORA 
Penyakit kulit dan insang ikanBeberapa jenis parasit yang termasuk ke dalam phylum sarcomastogophora ordo dinoflagellida terlah menimbulkan masalah pada budidaya ikan, yaitu Amyloodinium ocellatum, Piscinoodinium, Crepidoodinium, Ichthyodinium dan Oodinioides. Umumnya parasit dinoflagellida ditemukan pada ekosistem akuatik dan banyak diantaranya merupakan endosymbiont pada pada invertebrata. Banyak dinoflagellata menghasilkan ichthyotoksin, yang dapat menyebabkan kematian massal pada ikan liar maupun ikan budidaya. 


1. Amyloodinium ocellatum 

Parasit ini adalah golongan dinoflagellata yang paling umum dan paling penting sebagai parasit pada ikan. Dapat menyebabkan morbid atau mortality pada ikan air laut maupun ikan air payau yang dibudidayakan di seluruh dunia. Parasit ini telah dilaporkan menyebabkan kematian sekitar 70 – 80% stok juvenil ikan striped bass di Missisipi, USA, dalam waktu kurang dari satu minggu. Parasit ini juga dikenal sebagai momok pada ikan-ikan akuarium air laut.

Parasit ini dapat menginfeksi ikan elasmobranch dan teleost. Saat ini telah dilaporkan lebih dari 100 spesies ikan telah terinfeksi. Ikan euryhaline seperti tilapia juga rentan terhadap parasit ini ketika dipelihara pada lingkungan payau. Parasit ini menyebabkan penyakit yang disebut Amyloodiniasis atau penyakit velvet.

Agen penyebab penyakit adalah Amyloodinium ocellatum. Parasit ini melekat pada jaringan inang dengan menggunakan stalk atau peduncle yang pendek dan pada bagian ujungnya terdapat rhizoid dan stomopode mirip tentakel yang dapat bergerak. Tropon dewasa dapat mencapai ukuran diameter 120 um.

Tanda-tanda klinis Amyloodinium ocellatum 
 Ikan yang terinfeksi berat tampak keruh bagian sisiknya (velvet) yang ditandai dengan adanya produksi mukus berlebihan.

Parasit juga ditemukan pada bagian insang. Ikan terinfeksi kadang-kadang menggosokkan badannya pada benda yang ada dalam wadah. Selain itu ikan juga berenang pada permukaan air dan tingkah laku berenang yang tidak normal serta malas bergerak meskipun dikagetkan.

Efek pada Inang Amyloodinium ocellatum 
 Parasit dapat menyebabkan morbidity dan mortality pada inang ikan air laut maupun ikan air payau. Infeksi berat dapat menyebabkan kematian dalam waktu setengah hari.

Perubahan histopathology yang tampak pada insang terinfeksi adalah terjadinya disintegrasi pada insang, hyperlasia epithel insang yang berat dan sel mukus berkurang atau tidak ada sama sekali. Efek pada inang kemungkinan diperparah oleh adanya toksin yang dapat dikeluarkan oleh golongan parasit ini

Morphology parasit dan siklus hidup Amyloodinium ocellatum 
Bentuk dewasa parasit ini adalah trophont pada kulit atau epithelium insang. Trophont memiliki stalk yang menonjol yang dilengkapi dengan holdfast yang membuat parasit dapat melekat pada jaringan inang dan menyerap nutrient dari inangnya. Trophont berbentuk seperti buah pear atau lonjong dan panjangnya bisa mencapai 350 µm, dindingnya terdiri atas selulosa yang mengandung theca.

Pada ujung bagian bawah mengandung alat melekat yang mengandung banyak rhizoid berbentuk fili, serta stomopode yang berfungsi untuk menyerap makanan. Setelah makan, trophont terlepas dari jaringan inang, melepaskan stomopode dan rhizoidnya membentuk tomon.

Pembelahan yang terjadi pada cysta tomon menghasilkan dinospore yang jumlahnya bisa mencapai 256. Dinospore memiliki panjang 8-13.5 µm dan lebar 10 – 12.5 µm. Dinospore memiliki flagella dan merupakan fase berenang aktif dari Amyloodnium. Setelah mencapai inang akan berubah menjadi fase trophont.

Parasit Nutrisi dan physiology Amyloodinium ocellatum 
Parasit memiliki rhizoid sebagai alat untuk melekat pada inang tetapi tidak berfungsi untuk menyerap makanan.

Stomopode mungkin sebagai sumber enzim pencernaan yang diinjeksikan pada sel inang atau dapat berfungsi sebagai tentake makanan yang mengumpulkan fragmen-fragmen sel yang menjadi rusak akibat aktivitas pergerakan dari rhizoid.

Parasit juga dapat menyerap nutrien dari lingkungannya. Untuk 
mempertahankan kehidupannya pada inang, parasit melakukan regulasi terhadap pertukaran ion dengan lingkungan, terutama ion K+ dan Na+

Diagnosis Amyloodinium ocellatum 
Pemeriksaan dengan mikroskop terhadap insang dan kulit ikan akan nampak adanya parasit yang berbentuk seperti buah pear.

Pencegahan dan kontrol Amyloodinium ocellatum 
Siklus hidup parasit ini memerlukan waktu satu minggu, dengan kapasitas reproduksi yang sangat tinggi, sehingga control terhadap parasit ini harus sesegera mungkin. Trophont dan tomon merupakan fase yang sangat resistant terhadap berbagai jenis obat-obatan dan bahan kimia.

Berikut cara pencegahan yang dapat dilakukan; gunakan saringan pasir dan radiasi ultraviolet sebelum air digunakan, lakukan disinfeksi terhadap fasilitas budidaya dengan pengapuran, lakukan karantina terhadap ikan baru, memandikan ikan terinfeksi pada air tawar, memberikan CuSO4 0.75 ppm selama 5 – 6 hari, formalin 25 ppm ditambah 0.1 ppm malachit green selam 1 hari, formalin 100 – 300 ppm selama 10 menit.

Baca Juga : Penyakit Ikan Hias

2. Piscinoodinium sp 
Morphology dan siklus hidup Piscinoodinium sp 
Parasit ini memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan Amyloodinium sp. Menimbulkan masalah pada ikan air tawar. Banyak ikan-ikan tropis sangat rentan terhadap parasit ini, dimana ikan anabantin, cyprinid dan cyprinodontid seringkali terinfeksi. Bentuk tropohont parasit ini mirip dengan trophont pada Amyloodinium, berwarna kuning kehijauan, pyriform dan berukuran 12 X 96 µm. Berbentuk bulat saat dewasa.  Siklus hidup parasit ini mirip dengan Amyloodinium, kecuali waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan siklus hidupnya lebih lama yaitu berkisar 10 – 14 hari pada kondisi optimal. 
Tanda-tanda klinis Piscinoodinium sp 
Menyebabkan penyakit yang disebut velvet air tawar, rust disease, gold dust disease, pillularis disease dan penyakit Oodinium air tawar. Menginfeksi bagian kulit dan insang, tanda-tanda klinis sama dengan Amyloodiniosis, kecuali bahwa ikan dapat menahan infeksi yang lebih berat. Parasit lebih pathogen pada ikan kecil, dan dapat masti dalam waktu 1 – 2 minggu, sedangkan ikan besar dapat menahan infeksi selama berbulan-bulan. Infeksi berat menyebabkan produksi mukus berlebihan, warna kulit menjadi gelap, dyspnoea, anorexia dan depresi. Secara histopathology tampak adanya kerusakan pada epithelium dan hyperplasia berat pada filamen insang. Degenerasi dan nekrosis mungkin terjadi. 
Nutrisi dan physiology Piscinoodinium sp 
Adanya chloproplast dan tidak adanya vakuola makanan pada parasit menunjukkan bahwa nutrisi parasit ini diperoleh dari proses photosyntesis. Namun demikian adanya organel pelekatan pada inang juga menunjukkan bahwa parasit ini dapat memperoleh nutrisi dari inangnya, dengan cara osmotrophy melalui rhizocyst. 
Diagnosis Piscinoodinium sp 
Parasit pada kulit ikan dapat dilihat secara visual dengan memberikan pencahayaan tidak langsung yaitu cara menyalakan lampu pada bagian atas ikan dalam ruang gelap, atau mengamati ikan dengan latar belakang yang berwarna gelap.

Pengamatan secara klinis dapat dilihat dengan adanya velvet, pengamatan mikroskopis untuk melihat adanya trophont atau tomont. 

Pencegahan Piscinoodinium sp 
 Menaikkan suhu mencapai 33 – 34 oC dapat mengatasi perkembangan parasit, merendam dalam larutan methylene blue 3 ppm selama 10 hari. 


3. Ichthyobodoosis
Ichthyobodoosis pada ikan air tawar 

Agen penyebab Ichthyobodoosis pada ikan air tawar 
Agen penyebab adalah ektoparasit Ichthyobodo necator (synonim Costia necatrix). Penyakit ini dulu dikenal dengan nama costiasis. Parasit ini menginfeksi sirip punggung dan ujung lamella sekunder insang. 
Distribusi geografis dan kisaran inang Ichthyobodoosis pada ikan air tawar 
Parasit menyebar di seluruh dunia dan tidak memiliki inang spesifik. Parasit ini merupakan parasit penting pada ikan salmon dan ikan mas (cyprinid) di pembenihan ketika ikan dipelihara dalam jumlah yang besar. 
Morphology dan siklus hidup Ichthyobodoosis pada ikan air tawar 
Tahap berenang bebas parasit berbentuk lonjong atau bulat dan berukuran 5 – 18 µm X 3 – 8 µm. Berkembang dengan cara pembelahan biner dan memiliki 4 buah flagella. Melekat pada sel inang dengan bagian tubuhnya yang runcing dan memakan seldebris dan mukus inang. Infeksi terjadi ketika parasit yang berenang bebas mencapai inang.

Flagella berfungsi untuk seleksi lokasi infeksi dan ventral flat disc untuk melekat. Parasit berkembang dengan cara pembelahan biner longitudinal. Fase berenang bebas parasit umum ditemukan pada perairan dan jumlahnya dapat menjadi banyak jika kondisi lingkungan memungkinkan dan ikan bisa terinfeksi berat 1 – 2 minggu setelah infeksi. Bentuk berenang bebas dan parasit diduga membentuk cysta pada kondisi lingkungan yang jelek dan cysta pada air dapat menjadi sumber infeksi. 
Efek pada inang Ichthyobodoosis pada ikan air tawar 
Parasit tidak memiliki inang spesifik, ikan yang kurang mendapatkan makanan dan ikan kecil lebih rentan dibanding ikan dewasa yang sehat.

Kematian dapat mencapai 73% akibat infeksi. Outbreak dan infeksi pada cyprinid menjadi jauh lebih buruk ketika ikan terinfeksi dari tanki outdoor dipindahkan ke tanki indoor, akibat stress dan suhu tinggi pada indoor yang memudahkan parasit berkembang dengan cepat. 
Tanda-tanda klinis Ichthyobodoosis pada ikan air tawar 
Ikan yang terinfeksi ringan kemungkinan akan berguling di dala air dan menggosokkan badannya pada benda atau dinding kolam, akibat adanya iritasi pada organ terinfeksi. Ikan terinfeksi berat biasanya mengalami anorexic, dan malas.

Tampakadanya bintik pada bagian tubuh dan bintik ini bergabung membentuk lapisan tipis berwarna abu-abu pada sirip dan permukaan tubuh. Biasanya insang membengkak dan terjadinya produksi mukus berlebihan dan sirip rusak. Sel goblet pada epidermis insang seringkali tidak nampak pada inang yang terinfeksi berat. 
Diagnosis Ichthyobodoosis pada ikan air tawar 
Infeksi oleh parasit ini dikonfirmasi dengan memeriksa mukus dari insang dan permukaan tubuh untuk mengetahui ada tidaknya flagellata pada mikroskop. Parasit agak mudah rusak dan seringkali hancur saat pewarnaan. debris dan mukus inang. Infeksi terjadi ketika parasit yang berenang bebas mencapai inang.

Flagella berfungsi untuk seleksi lokasi infeksi dan ventral flat disc untuk melekat. Parasit berkembang dengan cara pembelahan biner longitudinal. Fase berenang bebas parasit umum ditemukan pada perairan dan jumlahnya dapat menjadi banyak jika kondisi lingkungan memungkinkan dan ikan bisa terinfeksi berat 1 – 2 minggu setelah infeksi.

Bentuk berenang bebas dan parasit diduga membentuk cysta pada kondisi lingkungan yang jelek dan cysta pada air dapat menjadi sumber infeksi. 
Efek pada inang Ichthyobodoosis pada ikan air tawar 
Parasit tidak memiliki inang spesifik, ikan yang kurang mendapatkan makanan dan ikan kecil lebih rentan dibanding ikan dewasa yang sehat. Kematian dapat mencapai 73% akibat infeksi.

Outbreak dan infeksi pada cyprinid menjadi jauh lebih buruk ketika ikan terinfeksi dari tanki outdoor dipindahkan ke tanki indoor, akibat stress dan suhu tinggi pada indoor yang memudahkan parasit berkembang dengan cepat. 
Tanda-tanda klinis Ichthyobodoosis pada ikan air tawar 
Ikan yang terinfeksi ringan kemungkinan akan berguling di dala air dan menggosokkan badannya pada benda atau dinding kolam, akibat adanya iritasi pada organ terinfeksi. Ikan terinfeksi berat biasanya mengalami anorexic, dan malas.

Tampak adanya bintik pada bagian tubuh dan bintik ini bergabung membentuk lapisan tipis berwarna abu-abu pada sirip dan permukaan tubuh. Biasanya insang membengkak dan terjadinya produksi mukus berlebihan dan sirip rusak. Sel goblet pada epidermis insang seringkali tidak nampak pada inang yang terinfeksi berat. 
Diagnosis Ichthyobodoosis pada ikan air tawar 
Infeksi oleh parasit ini dikonfirmasi dengan memeriksa mukus dari insang dan permukaan tubuh untuk mengetahui ada tidaknya flagellata pada mikroskop. Parasit agak mudah rusak dan seringkali hancur saat pewarnaan.

Kontrol parasit Ichthyobodoosis pada ikan air tawar 
Parasit dapat dikontrol dengan menggunakan formalin dengan cara pembilasan 166 ppm selama 1 jam. Treatmen pada formalin (1 : 6000) selama 1 jam sangat efektif. Malachete green (1 : 300.000 sampai 1 : 400.000) selama 40 – 60 menit juga dapat diterapkan. 


Ichthyobodoosis pada ikan laut 

Distribusi geografis dan kisaran inang Ichthyobodoosis pada ikan laut 
Ichthyobodo sp ditemukan pada smolt ikan salmon di laut dan pada ikan sebelah dari skotlandia, winter flounder dari Nefoundland dan Japanese flounder di Jepang. Ichthyobodo yang ditemukan pada ikan air tawar berukuran lebih besar dibanding dengan Ichthyobodo yang hidup di laut. 

Tanda klinis dan pathology Ichthyobodoosis pada ikan laut 
Parasit menyebabkan kematian tinggi pada jevenik ikan flounder di pembenihan di Jepang.Parasit terutama menginfeksi adanya lapisan berwarna keabuabuan pada permukan tubuh dan erosi pada sirip. Terjadi hyperplasia pada epidermis dimana sel goblet sama sekali hilang.


4. Cryptobiosis 
Cryptobia menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada banyak spesies ikan air tawar dan ikan air laut. Parasit ini memiliki distribusi geografis yang cukup luas. Ektoparasit (terdiri dari 5 spesies) hidup pada permukaan tubuh atau melekat pada insang dan permukaan tubuh, sedangkan endoparasit (7 spesies) hidup pada darah atau pada saluran pencernaan inang. 


Cryptobiosis pada ikan air tawar 
C. branchialis, C. Iubilans, C. salmositica dan C. borreli adalah pathogen pada ikan air tawar. C. branchialis adalah ektoparasit, sedangkan C. iubilans hidup pada rongga pencernaan.

Kedua patogen in menyebar secara langsung antara ikan. C. salmositica tidak hanya dapat menyebar secara tidak langsung melalui lintah, tetapi juga dapat menyebar tanpa perantaraan lintah. C. borreli memerlukan lintah untuk 
penyebaran secara tidak langsung.

Morphology parasit Cryptobiosis pada ikan air tawar 
C. branchialis berukuran panjang 14 – 23 µm dan lebar 3.5 – 6.0 µm, flagellum anterior 7.7 – 11 µm, flagellum posterior 10 – 15 µm. Tahap extracelular C. iubilans berbentuk oval sampai memanjang, panjang 5.5 – 12.5 µm, lebar 3.5 – 5.5 µm. C. salmositica memanjang, panjang 14.9 (6.0 – 25.0) µm, lebar 2.5 (1.3 – 4.0) µm. 

Penyebaran parasit Cryptobiosis pada ikan air tawar 
Secara langsung 
Ektoparasit C. branchialis terlepas dari insang ikan dan menjadi bebas dalam kolom air, kemudian terbawa air melalui mulut dan parasit ini melengket pada filamen insang.  C. salmositica tidak hanya menyebar melalui lintah tetapi juga dapat menyebar tanpa perantaraan lintah.

Penyebaran dapat terjadi secara langsung melalui kontak antar ikan, atau mukus yang mengandung parasit dan terlepas ke dalam kolom air dapat menyebar ke ikan lainnnya bila bersentuhan dengan mukus tersebut. Parasit masuk ke dalam tubuh inang melalui lukan atau secara aktif melakukan penetrasi terhadap epithel insang. 
Secara tidak langsung 
Parasit berkembang biak dalam tubuh lintah dan parasit pada lintah bersifat infektif pada ikan. Sejumlah besar parasit terakumulasi dalam tubuh lintah dan disebarkan pada inang ketika lintah makan/mengisap darah inang.

Diagnosis Cryptobiosis pada ikan air tawar 
Tanda-tanda klinis seperti anorexia, exopthalmia, pembengkakan perut dapat digunakan sebagai diagnosa awal. Parasit dapat dideteksi dengan mudah dengan teknik siapan basah (wet mount) pada infeksi akut.

Sampel segar diambil dari insang, mukus, organ dalam, darah diambil dari ikan hidup atau baru mati dan diperiksa dibawah mikroskop medan terang atau phase kontras. Untuk konfirmasi identifikasi, smear kering udara parasit difiksasi pada ethanol 100% dan pada buffered formalin, diwarnai dengan pewarnaan giemsa dan diperiksa di bawah mikroskop menggunakan oil immersi. 
Cryptobiosis pada ikan air laut 
C. bullocki menyebabkan penyakit dan kematian pada ikan air laut. Parasit menyebar melalui lintah. Prosedur diagnosa untuk deteksi yang digunakan pada C. salmositica dapat digunakan untuk C. bullocki. 
Morphology parasit Cryptobiosis pada ikan air laut 
Spesimen kering udara C. bullocki memiliki panjang 17.6 (12.5 – 23.1) µm, lebar 2.7 (1.2 – 4.5) µm. Flagellum anterior 13.1 (8.3 – 19.1) µm, flagellum posterior 8.5 (4.4 – 15.7) µm. 
Tanda klinis dan pathology Cryptobiosis pada ikan air laut 
Tanda klinis seperti anaemia, exopthalmia, pembesaran perut, lambat bergerak. Terjadi nekrosis pada hati dan limpa ikan. Terjadi luka-luka ulcer dan hemarhage pada rongga perut, oedema, haemorhage dan nekrosis pada usus dan juga oedema pada lambung. Terjadi kerusakan pada glomeruli dan ada luka pada ginjal ikan.

TRYPANOSOMOSIS 
Trypanosoma adalah haemoflagellata dan biasanya memiliki flagellum bebas pada ujung bagian anterior. Parasit ini selalu menyebar lewat perantaraan lintah. Parasit tidak bersifat inang spesifik.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Metil Biru (Methylene Blue)

Metil Biru (Methylene Blue)
Alam Ikan ; Metil biru adalah pewarna thiazine yang kerap digunakan sebagai bakterisida dan fungsida pada akuarium.  Di beberapa tempat penggunaan bahan ini sudah semakin tidak populer karena diketahui mempunyai pengaruh buruk terhadap filtrasi biologi dan kemampuan warnanya untuk melekat pada kulit, pakaian, dekorasi akuarium dan peralatan lainnya  termasuk lem akuarium.  Diduga bahan inipun dapat berakibat buruk pada tanaman.

Metil biru diketahui efektif untuk pengobatan ichthyopthirius (white spot) dan jamur.  Selain itu,  juga sering digunakan untuk mencegah serangan jamur pada telur ikan.

Metil biru biasanya tersedia sebagai larutan jadi di toko-toko akuarium, dengan konsenrasi 1 - 2 persen. Selain itu tersedia pula dalam bentuk serbuk.


Dosis dan Cara Pemberian

Untuk infeksi bakteri, jamur dan protozoa dosis yang dianjurkan adalah 2 ml larutan dengan konsentrasi 1 persen per 10 liter air akuarium.  Perlakuann dilakukan malalui  perendaman jangka panjang.  Hal ini hendaknya dilakukan pada akuarium terpisah, atau akuarium karantina untuk menghindari terjadinya efek buruk pada sistem filtrasi biologi dan menempelnya warna pada dekorasi akuarium.
  • Sebagai profilaktik untuk mencegah  serangan jamur pada telur, dosis yang dianjurkan adalah 2 mg/liter. 
  •  Cara yang lebih mudah adalah dengan menambahkan metil biru pada bak pemijahan setetes demi setetes.  Pada setiap tetesan biarkan larutan metil biru tersebut tersebar secara merata.  
  • Tetesan dihentikan apabila air akuarium telah berwarna  kebiruan atau biru jernih (tembus pandang).  Artinya isi di dalam akuarium tersebut masih dapat dilihat dengan jelas.  Perlakuan ini cukup dilakukan sekali kemudian  dibiarkan hingga warna terdegradasi secara alami.  
  • Dengan demikian,  apabila telur menetas nanti dan burayak makan untuk pertama kali diharapkan sudah tidak akan terpengaruh oleh kehadiaran  metil biru tersebut.   
  • Setelah  telur menetas,  penggantian air sebanyak 5 % setiap hari dapat dilakukan untuk membantu mengurangi kadar metil biru dalam air tersebut, dan juga membantu mengurangi akumulasi bahan organik dan amonium yang mungkin terbentuk dalam bak pemijahan.
Pada spesies ikan yang memiliki waktu inkubasi telur lebih dari 4 hari maka pemberian larutan metil biru dapat diberikan setiap dua hari atau tiga hari sekali.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat