sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

Cara Budidaya Kutu Air

Cara Ternak Kutu Air adalah  membudidayakan kutu air guna untuk mendapatkan jumlah masal sesuai dengan kehendak pemilik, untuk memenuhi kebutuhan gizi larva ikan. Kutu air pada dasarnya merupakan pemakan zat renik di air. Kutu air sendiri tidak bertelur melainkan melahirkan embrio kecil calon kutu air. Anda dapat memperoleh kutu air dengan membelinya di pedagang ikan hias. ubdate september 2016

kutu air menggunakan kol, ragi, kotoran ayam, green water
Kutu air merupakan jenis makanan yang hampir sama dengan budidaya artemia, walaupun berbeda cara budidayanya tetapi bentuk nya hampir sama, tetapi Kutu air lebih cenderung untuk ikan air tawar, sedangkan artemia untuk ikan laut atau payau, walaupun sebenarnya sama saja untuk pemberian pakan. Tergantung tempat anda dalam menemukan organisme tersebut apakah mudah atau sulit.


Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mengkultur kutu air. Jika diperhatikan semua metode hampir sama. Hanya saja media dan pengaplikasikannya yang berbeda.

Baca Juga : Habitat dan Nilai Gizi Kutu air
Kandungan Gizi Kutu Air sebagai Pakan Alami

Kutu air jenis Moina mulai menghasilkan anak setelah berumur empat hari dengan jumlah anak selama hidup sekitar 211 ekor. Setiap kali beranak rata-rata berselang 1,25 hari, dengan rata-rata jumlah anak sekali keluar 32 ekor/hari, sedangkan umur hidup Moina adalah sekitar 13 hari.


Jenis HewanProteinLemak
Moina37,38%13,29%
Daphnia 42,65%8%

Jenis kutu air cocok untuk pakan larva ikan umur 2-6 hari,Moina dikenal dengan nama "kutu air". Jenis kutu ini mempunyai bentuk tubuh agak bulat, bergaris tengah antara 0,9 - 1,8 mm. Moina biasa hidup pada perairan yang tercemar bahan organik, seperti pada kolam dan rawa. Pada perairan yang banyak terdapat kayu busuk dan kotoran hewan, Moina akan tumbuh dengan baik pada perairan yang mempunyai kisaran suhu antara 14-30 ° C dan pH antara 6,5 - 9.

Kutu air  Daphnia mempunyai bentuk tubuh lonjong, pipih dan beruas-ruas yang tidak terlihat. Pada kepala bagian bawah terdapat moncong yang bulat dan tumbuh lima pasang alat tambahan. Daphnia mulai berkembang biak pada umur lima hari, dan selanjutnya setiap selang waktu satu setengah hari akan beranak lagi. Jumlah setiap kali beranak rata-rata sebanyak 39 ekor. Umur hidup Daphnia 34 hari, sehingga selama hidupnya mampu menghasilkan anak kurang lebih 558 ekor.

Perkembangbiakan kutu air jenis Daphnia membutuhkan oksigen, kekurangan oksigen akan membentuk hemoglobin, kondisi ini daphnia akan berwarna merah yang akan menyebabkan kematian

Perbedaan moina dengan daphnia, Moina ukuran lebih kecil cocok untuk ikan hias seperti ikan tetra neon, cardina, zebra, amandae, cupang dan ikan ikan hias kecil. Moina umurnya lebih  pendek lebih kuat terhadap oksigen
sedangkan daphnia umur lebih lama, ukuran lebih besar cocok untuk anakan ikan konsumsi, ikan lele, nila, gabus, dan sebagainya.
Efektif untuk umur anakan ikan 2-10 hari. lebih lama bisa tapi kebutuhan makan lebih banyak. 

Cara budidaya kutu air adalah sebagai berikut :
Cara pertama (kotoran dan ampas kelapa)
Bahan yang diperlukan untuk pengkulturan. kita harus menyiapkan bahan serta alat yang akan kita gunakan dalam pengkulturan budidaya kutu air, meliputi:
  • Bak atau ember plastik yang berukuran lebar
  • Pupuk sebagai pakan kutu air (kotoran ayam/kambing dan ampas parutan kelapa)
  • Aerator untuk menjaga kandungan oksigen terlarut dalam air
  • Bibit kutu air sebanyak dua gelas

Cara Melakukan pengkulturan. 
kita siapkan:
  • Isi bak atau ember dengan air secukupnya. Patut diketahui bahwa agar diperoleh kutu air diperlukan media dengan penampang yang lebar bukan tinggi.
  • Lakukan pemupukan dasar dengan cara menebarkan kotoran ayam. Biarkan selama beberapa hari sampai warna air mulai menghijau pertanda alga mulai tumbuh.
  • Letakkan media di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung atau gunakan penutup seperti triplek atau seng.
  • Masukkan starter kutu air dan berikan aerasi dengan kekuatan udara yang kecil. Tunggu sampai satu pekan maka anda akan puas dengan hasilkerja keras anda.
Untuk menjaga kuantitas kutu air maka dilakukan pemupukan rutin setiap dua pekan dengan mencampurkan kotoran dengan ampas kelapa. Peras dengan kain hingga mengeluarkan air sebagai pakan kutu air.

Cara Budidaya Kutu air yang tipe kedua (susu)
Sebenarnya cara hampir mirip hanya menggunakan media yang berbeda.
Bahan serta alat yang akan kita gunakan dalam pengkulturan kutu air, meliputi:
  • Bak atau ember plastik yang berukuran lebar
  • Aerator untuk menjaga kandungan oksigen terlarut dalam air
  • Bibit kutu air sebanyak dua gelas
  • Susu bubuk dan teh sebagai pakan kutuair
Setelah bahan lengkap mulai dilakukan pengkulturan:
  • Isi bak atau ember dengan air secukupnya. Patut diketahui bahwa agar diperoleh kutu air diperlukan media dengan penampang yang lebar bukan tinggi.
  • Lakukan pemupukan dasar dengan cara menebarkan susu bubuk sebanyak satu sendok dan segelas seduahan teh untuk satu ember besar. Biarkan selama beberapa hari sampai warna air mulai berubah kecoklatan pertanda alga mulai tumbuh.
  • Letakkan media di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung atau gunakan penutup seperti triplek atau seng.
  • Masukkan starter kutu air dan berikan aerasi dengan kekuatan udara yang kecil. Tunggu sampai satu pekan maka anda akan puas dengan hasilkerja keras anda.
Untuk menjaga kuantitas kutu air maka dilakukan pemberian pakan secara rutin tiap minggu dengan menaburkan sesendok susu bubuk.
Cara Budidaya Kutu Air tipe ketiga (air comberan)
  • Cara yang terakhir yang saya tawarkan cukup mudah. Ambil air selokan alias comberan semau anda. Usahakan angkat bersama lumpurnya. Masukkan ke dalam bak dan tuang starter kutu air ke dalamnya. Diamkan beberapa hari dan lihat hasilnya.

Ubdate Cara Budidaya kutu Air ke empat menggunakan Air bekas kolam Ikan
  • Air bekas kotoran ikan mengandung banyak sekali senyawa yang dapat dijadikan makanan kutu air, seperti bakteri apalagi jika air berwarna hijau. Akan mempercepat pertumbuhan kutu air. 
 Cara Budidaya Kutu Air ke lima menggunakan Green water
  • cara ini sedikit sulit karena kita harus menyediakan green water sebagai pakan kutu air, green water tersebut dapat dilakukan dengan melakukan produksi masal menggunakan bahan tertentu.  Green water ini berisi Alga biru hijau sejatinya adalah bakteri (Cyanobacteria).
Cara Budidayaka Kutu air Ke enam  Menggunakan Ragi
  • masukan ragi roti (fermip*n) seperempat sendok teh ke dalam air,lalu aduk sampai larut
  • campurkan daun kol/kentang yang sudah di hancurkan (Jangan terlalu banyak)
  • biarkan selama 3 hari,agar mikroba/protozoa berkembang biak,gunakan aerator agar kadar oksigen dalam air tetap terjaga
  • setelah 3 hari dapat di masukan bibit kutu air
Keuntungan menggunakan ragi sebagai pakan yaitu mudah diperoleh dan tidak merepotkan saat mempersiapkannya untuk kultur. Terdapat sedikit kerugian karena daphnia harus mengkonsumsi lebih banyak (berat) ragi dibandingkan dengan alga untuk mendapatkan nilai makanan yang sama

Cara Budidaya Kutu air Ke tuju menggunakan soy flour
Syarat ini adalah jika makanan dalam kolam budidaya kutu air sudah menipis, ini hanya penambahan makanan pada kolam
  • pertama kolam sudah ada kutu air dimana air sudah berwarna hijau. 
  • tambahkan soy flour. Menggunakan soy flour adalah sejenis tepung kedelai, 
  • Soy flour lalu di blender dengan air. masukkan ke dalam kolam budidaya
  • Guna soy flour untuk pakan bakteri agar berkembang lebih cepat
  • Jadi soy flour -> dimakan bakteri, bakteri bertambah -> dimakan kutu air
  • Begitulah prosesnya.
Cara budidaya Super masal kutu air
cara ini cukup mudah jika anda mau ternak kutu air secara masal sediakan :
  • Kolam besar bisa semen atau terpal
  • Kondisi terkena cahaya matahari
  • Siapkan kotoran ayam yang sudah kering
  • Masukkan dalam jaring, (sebaiknya jangan karung mudah hancur)
  • Kotoran yang sudah dimasukkan dalam jaring tutup rapat
  • masukkan dalam kolam
  • Masukkan kutu air. biarkan berkembang biak
  • Pemupukan dapat dilakukan tiap bulan

Catatan : kotoran sebaiknya menggunakan kotoran yang kering, kotoran ayam lebih baik biasanya kalau pakai kotoran ayam bekas budidaya masal, tercampur dedak jadi lebih bagus. Fungsi kotoran di masukkan dalam wadah seperti jaring atau kain agar, kotoran tiap mencemari kolam, sehingga mudah dibersihkan. Air kolam dalam waktu seminggu biasanya berubah menjadi hijau.

Kandungan Gizi Kutu Air sebagai Pakan Alami

Kutu air merupakan jenis pakan ikan yang baik untuk larva ikan, dengan ukuran sesuai bukaan mulut ikan dan tentunya memiliki nilai protein yang cukup tinggi. Terdapat dua jenis kutu air yang dapat dijadikan sebagai pakan ikan antara lain: Daphnia dan Moina Sp.

Perbedaan Daphnia dan Moina Sp
Moina Sp
Jenis kutu air Moina Sp mempunyai bentuk tubuh agak bulat, bergaris tengah antara 0,9-1,8 mm dengan berwarna kemerahan. Perkembangbiakan moina dapat dilakuan melalui dua cara yaitu secara asexual atau parthenogenesis (melakukan penetasan telur tanpa dibuahi) dan secara sexual (Perkawinan/Pembuahan terlebih dahulu).
Daphnia
Jenis kutu air Daphnia mempunyai bentuk tubuh lonjong, pipih dan beruas-ruas yang tidak terlihat. pada kepala bagian bawah terdapat moncong yang bulat dan tubuh lima pasang alat tambahan. Alat tambahan pertama disebut Antennula sedangkan yang kedua disebut antenna yang mempunyai fungsi pokok sebagai alat gerak. Tiga lainnya merupakan alat tambahan pada bagian mulut. Perkembangbiakan daphnia yaitu secara asexual atau parthenogenesis dan secara sexual atau kawin. Perkembangbiakan secara parthenogenesis sering terjadi, dengan menghasilkan individe muda betina. Telur dierami dalam kantong pengeraman hingga menetas. Anak Daphnia dikeluarkan pada saat pergantian kulit.

JenisJumlah TelurUmur HidupPanen pertamaPanen kedua
Daphnia39 ekor34 hari5 hari0,5 hari
Moina Sp32 ekor13 hari4 hari1,25 hari

JenisSuhuPh O2ProteinLemak AbuKadar air
Daphnia22-30 c 6,5-8,5     > 4 PPM     Non Selektive Filter Feeder > 42%>89%
Moina Sp14-30 c 6,5-9     > 4 PPM                     >37,38%13,29%11%90,6%

Non Selektive Filter Feeder menjadikan nilai proteinnya dapat berubah-rubah  tergantung jenis cara budidaya daphnia sesuai media pembenihan. Seperti nilai gizi Daphnia dengan pakan sebagai berikut:

Komposisi ProksimatKotoran Ayam (1)Ragi (1 g/80.000 ekor)Kotoran Ayam (2)
 Protein  67,92 69,9053,00
 Lemak13,3320,1913,90
Kadar Air 89,5089,7089,48

Kandungan asam amino esensial tidak berubah jika media kulturnya berbeda. Dapnhnia sp. Yang dikultur dengan menggunakan kotoran ayam mengandung asam lemak esensial yang cukup baik, asam lemak linoleat 0,36 % dan asam lemak linolenat 1,31 %. Namun jika dikultur dengan ragi maka sama seperti rotifer kandungan asam lemak esensialnya rendah. Untuk memenuhi kebutuhan gizi larva maka kualitas gizi dapat diperoleh sesuai kebutuhan larva dengan metode pengkayaan.

Klasifikasi Daphnia sp  dan Moina
Menurut (Alam Ikan 1), klasifikasi Daphnia magna adalah sebagai berikut :
Filum           : Arthropoda
Subfilum     : Crustacea
Kelas           : Branchiopoda
Ordo           : Cladocera
Famili          : Daphnidae
Genus         : Daphnia
Spesies       : Daphnia sp.

Morfologi Daphnia sp.
Pembagian segmen tubuh Daphnia hampir tidak terlihat. Kepala menyatu, dengan bentuk membungkuk ke arah tubuh bagian bawah terlihat dengan jelas melalui lekukan yang jelas. Pada beberapa spesies sebagian besar anggota tubuh tertutup oleh carapace, dengan enam pasang kaki semu yang berada pada rongga perut. Bagian tubuh yang paling terlihat adalah mata, antenna dan sepasang seta. Pada beberapa jenis  Daphnia, bagian carapace nya tembus cahaya dan tampak dengan jelas melalui mikroskop bagian dalam tubuhnya.

Beberapa Daphnia memakan crustacean dan rotifer kecil, tapi sebagian besar adalah filter feeder, memakan algae uniselular dan berbagai macam detritus organik termasuk protista dan bakteri. Daphnia juga memakan beberapa jenis ragi, tetapi hanya di lingkungan terkontrol seperti laboratorium. Pertumbuhannya dapat dikontrol dengan mudah dengan pemberian ragi. Partikel makanan yang tersaring kemudian dibentuk menjadi bolus yang akan turun melalui rongga pencernaan sampai penuh dan melalui anus ditempatkan di bagian ujung rongga pencernaan. Sepasang kaki pertama dan kedua digunakan untuk membentuk arus kecil saat mengeluarkan partikel makanan yang tidak mampu terserap. Organ Daphnia untuk berenang didukung oleh antenna kedua yang ukurannya lebih besar. Gerakan antenna ini sangat berpengaruh untuk gerakan melawan arus (Alam Ikan 2).



Biologi Moina sp.

Moina sp adalah golongan udang renik Cladocera.Moina sp termasuk ke dalam filum Arthropoda, kelas Crustacea, subkelas Entamostraca, ordo Phylopoda, subordo Cladocera. Spesies dari genus moina terdiri dari Moina dubia, M. macropoda, M. weismani, M. reticulate (Alam Ikan 9).


Morfologi Moina sp
Adapun ciri khas Moina sp adalah bentuk tubuh yang pipih ke samping, dinding tubuh bagian punggung membentuk suatu lipatan sehingga menutupi bagian tubuh berserta anggota-anggota tubuh pada kedua sisinya.Bentuk tubuh ini tampak sepertisebuah cangkang kerang-kerangan.Cangkang di bagian belakang membentuk sebuah kantong yang berguna sebagai tempat penampungan dan perkembangan telur.Moina sp mempunyai ukuran bentuk tubuh 500-1.000 mikron (Alam Ikan 3) .

Moina sp merupakan organisme yang bersifat planktonik dan bergerak aktif dengan alat geraknya yaitu kaki renang (Alam Ikan 4). Selanjutnya di jelaskan bahwa bentuk tubuh moina membulat dengan garis tengah 0.9 – 1.8 mm dan berwarna kemerah-merahan, sedangkan bagian perut terdapat 10 silia dan di bagian punggungnya ditumbuhi rambut-rambut kasar.

(Alam Ikan 5). Moina sp mempunyai perbedaan dengan jenis kutu air lainnya, namun antara Moina sp dengan Daphnia sp mempunyai sedikit perbedaan pada ukurannya,Moina sp 500-1000 mikron sedangkan Daphnia sp 1000-5000 mikron dan bentuknya pada Moina sp mempunyai ekor yang lebih panjang. Selanjutnya (Alam Ikan 6) menjelaskan bahwa bentuk Moina sp pipih bening dan tembus pandang, sehingga terlihat bentuk anggota bagian dalam termasuk telurnya.

Ekologi Moina sp
Moina sp merupakan zooplankton air tawar yang dapat hidup di sungai, parit, rawa-rawa, dan air tergenang. Plankton ini tersebar luas yang di sebabkan oleh aliran air dan terbawa oleh binatang lainnya.Hal ini di mungkinkan karena telur Moina sp tersebut mampu bertahan pada kondisi perairan yang sangat buruk, bahkan perairan yang sedikit berair. Apabila kondisi perairan telah memenuhi persyaratan untuk kehidupannya, maka telur-telur tersebut akan menetas (Alam Ikan 7). Selanjutnya dijelaskan bahwa lingkungan yang mendukung pertumbuhan Moina sp adalah pada kisaran suhu 22 – 31 oC dan pH antara 6,6 – 7,4.

(Alam Ikan 8) mengatakan bahwa, perkembangan populasi Moina sp dapat terjadi pada kolam atau bak yang terbuat dari tanah, plastic, kaca, fiber glass, dan kombinasi bahan tersebut. Bahan-bahan logam seperti seng kurang baik bila di jadikan sebagai wadah kultur, karena akan mencemari air sebagai media hidupnya.

Selain media kultur, yang perlu di perhatikan adalah bibit yang akan di gunakan. Bibit Moinasp yang akan di budidayakan sebaiknya yang tidak terlalu tua atau terlalu muda. Menurut (Alam Ikan 3)  bahwa Moina yang baik di gunakan sebagai bibit berukuran lebih dari 500 mikron, sehat, tidak lemah, dan tidak sedang bertelur.

Reproduksi Moina sp
Moina sp berkembang biak secara partenogenetik (telur berkembang tanpa dibuahi). Pada umumnya perkembangbiakan yang demikian akan menghasilkan telur sebanyakn 10-20 butir, apabila lingkungan mendukung telur akan menetas menjadi hewan betina. Selain itu Moina sp dapat juga berkembang biak secara kawin. Dengan cara ini hewan betina akan menghasilkan telur sebanyak 1 – 2 butir. Perkembangan secara demikian terjadi apabila individu  jantan terdapat dalam jumlah yang banyak bila di banding dengan individu betina, atau juga bisa terjadi apabila kondisi perairan tidak mendukung hewan betina untuk menghasilkan dan menetaskan telurnya sendiri.

(Alam Ikan 3) menyatakan bahwa telur-telur yang di hasilkan oleh induk betina ditampung di dalam kantung telur yang terletak di atas punggung.Di dalam kantong telur, embrio berkembang terus sehingga ketika dikeluarkan sudah setengah dewasa. Selanjutnya dikatakan bahwaMoina sp akan menjadi dewasa dalam waktu 5 hari dari total umurnya yaitu  30 hari. Setiap dua hari sekali, Moina sp mampu menghasilkan anak sebanyak 33 ekor.Dengan demikian, keturunan yang di hasilkan selama hidupnya sebanyak 500 ekor.

Selanjutnya dikatakan bahwa di daerah beriklim dingin perkembang biakannya akan menghasilkan individu-individu jantan, sedangkan di daerah beriklim panas juga sering terjadi pergantian sistem perkembangbiakan dan dapat terjadi lebih dari satu kali perkembangbiakan secara kawin.

Explanation :
Alam Ikan 1 : Pennak (1989
Alam Ikan 2 : Waterman, 1960
Alam Ikan 3 : Mudjiman, 2008
Alam Ikan 4 : Priambodo, 2002
Alam Ikan 5 : Djarijah dalam Nurzaman, (2002
Alam Ikan 6 : Lingga dalam Nurzaman, (2002
Alam Ikan 7 : Mudjiman dalam Johan, (2002)
Alam Ikan 8 : Dahlan dalam Johan, (2002
Alam Ikan 9 : Sachlan, 1980

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat