sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

Syaraf dari Sistem Nervorum Ikan

Syaraf dari Sistem Nervorum Ikan

Sistem nervorum merupakan sistem syaraf pusat, yaitu otak. Otak ini berfungsi untuk menerima semua rangsangan dari luar sehingga otak merupakan organ yang  vital bagi ikan. Pada ikan elasmobranchii, otaknya memiliki chondrocranium dan pada seluruh bagian otaknya dibungkus oleh tulang rawan yang pasif  dan tanpa batas yang nyata.

Pembuluh darah dan saraf  berhubungan dengan otak melalui lubang yang terdapat pada dinding chondrocranium. Pada ikan tolestei, keping-keping tulang yang mengelilingi otak berhubungan erat dengan osifikasi neorocranium dan foramen-foramen yang berfungsi untuk keluar masuknya saraf  otak.

Otak ikan dibagi menjadi 5 bagian yaitu : 
  • Methencephalon terdiri dari cherebellum yang berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh ikan dalam air, tegangan otot, dan daya orientasi terhadap lingkungan. Pada ikan teleostei, cerebellum dibagi menjadi dua, yaitu chorpus cerebelli dan valvula cerebelli 
  • Myenchephalon merupakan otak ikan bagian posterior. Komponen utama bagian ini adalah medula oblongata yang berfungsi sebagai pusat saraf cranial. Pada bagian ini terdapat cristal cerebelli yang tidak diketahui fungsinya.
  • Telenchephalon adalah otak ikan bagian depan, dan saraf utama yang keluar dari daerah ini adalah saraf alfaktori yang berhubungan dengan hidung sebagai penerima rangsangan. 
  • Dienchephalon  terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu talamus, ephitalamus dan hipothalamus. Di bagian atas bagian ini terdapat kelenjar hypopisa.
  • Mesenchephalon (otak tengah) relatif berukuran besar, berfungsi sebagai pusat penglihatan. Terdapat lobus optikus yang terdiri dari tegmentum (pusat saraf motorik) dan tekstum opticum (organ koordinat yang melayani rangsang penglihatan). 

Sistem saraf ikan dibagi menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf periferi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan medulla spinalis. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf spinal dan cranial beserta cabang-cabangnya. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera, mempengaruhi otot polos dan kelenjar

Bagian-bagian otak ikan yaitu medulla spinalis (sumsum tulang belakang), epiphyse (kelenjar), cerebrum di depannya terdapat lobusol foktorices yang memberi syaraf ke hidung yaitu nevus olfaktorious, medula oblongata, cerebellum (otak kecil), mesecephalon ( lobus opticus) sebagai tonjolan yang bulat.

Semoga Bermanfaat

Jenis dan Bentuk Mulut Ikan

Jenis dan Bentuk Mulut Ikan

Ada berbagai macam bentuk mulut ikan. Bentuk mulut ikan antara jenis ikan satu dengan lainnya berbeda-beda tergantung pada jenis makanan yang dimakannya (Djuanda, T. 1981). Secara umum terdapat empat jenis mulut ikan, yaitu:
1. Bentuk seperti tabung (tube like)
2. Bentuk seperti paruh (beak like)
3. Bentuk seperti gergaji (saw like)
4. Bentuk seperti terompet


Pada umumnya ikan memiliki tipe mulut yang berbeda. Letak dan ukuran mulut sangat bervariasi, tergantung dari lingkungan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Tipe mulut ikan yang dimaksud antara lain:
1. Tipe Terminal (mulut  terletak di ujung depan kepala ikan).
2. Tipe Subterminal (mulut  terletak di dekat ujung depan kepala ikan).
3. Tipe Superior (mulut  terletak di ujung bagian atas ikan).
4. Tipe Inferior (mulut  terletak di bawah kepala ikan).     


Bentuk dan tipe mulut merupakan penyesuaian terhadap makanan yang menjadi kesukaannya. Ukuran dari mulut ikan juga memberikan petunjuk terhadap kebiasaan makanannya. Bibir yang kecil tanpa adanya modifikasi biasanya makanannya bentuknya kecil sedangkan mulut dengan tipe inferior dan bibir yang berdaging tebal memperoleh makanan dengan cara menghisap (Alam Ikan 2).

Sungut ikan berfungsi sebagai alat peraba dalam mencari makanan yang umumnya terdapat pada ikan-ikan yang aktif mencari makan pada malam hari (nokturnal) atau n yang aktif mencari makan di dasar perairan.

Ikan-ikan yang memiliki sungut di antaranya adalah ikan sembilang (Plotosus canius Hamilton, 1822), ikan lele (Clarias batrachus (Linnaeus, 1758)), dan ikan mas (Cyprinus carpio carpio Linnaeus, 1758).

Letak dan jumlah sungut pada ikan berguna untuk identifikasi. Bentuk letak, dan jumlah sungut berbeda-beda. Ada yang terletak pada bibir,hidung,sudut mulut, dagu,  dan sebagainya. Bentuk sungut dapat berupa  pecut/cambuk, rambut, sembulan kulit, bulu, dan sebagainya. Ada ikan yang memiliki satu lembar sungut, satu pasang, dua pasang, bahkan beberapa pasang.

Semoga Bermanfaat

Cara Mendeteksi Fishing Ground (Daerah Penangkapan Ikan)

Cara Mendeteksi Fishing Ground (Daerah Penangkapan Ikan)
Daerah Penangkapan Ikan merupakan suatu perairan dimana ikan yang menjadi sasaran penangkapan diharapkan dapat tertangkapsecara maksimal, tetapi masih dalam batas kelestarian sumberdayanya.
Sedangkan fishing ground atau   daerah penangkapan ikan  adalah suatu daerah perairan yang cocok untuk penangkapan ikan dimana alat tangkap dapat kita operasikan secara maksimum, tetapi masih dalam batas kelestarian sumberdaya.
Berikut persyaratan daerah penangkapan ikan.

Terdapat ikan yang berlimpah jumlahnya;
    Alat tangkap dapat dioperasikan dengan mudah yaitu Memungkinkan melakukan operasi penangkapan secara aman dari benda-benda pengganggu (tonggak bagan, bangkai kapal tenggelam) tidak terlalu jauh dari operasi penangkapan sehingga dicapai penghematan atau efisiensi dalam penggunaan bahan bakar;
      Secara ekonomis daerah sangat berharga atau kondisi dan posisi daerah perlu diperhitungkan yaitu daerah cukup luas memungkinkan suatu kelompok ikan tinggal (menetap) secara utuh dalam waktu cukup lama; dan
        Faktor lingkungan (kadar garam/salinitas, suhu perairan) sesuai dengan yang disenangi ikan yang menjadi sasaran penangkapan, cukup tersedia makanan bagi semua anggota kelompok ikan, baik yang masih kecil maupun yang sudah dewasa.
          saat di lapangan untuk mendapatkan suatu daerah penangkapan dari suatu jenis ikan bukanlah hal yang mudah tanpa alat bantu, karena luas wilayah lautan kita cukup besar, mencakup kurang lebih ⅔ dari seluruh wilayah nusantara, belum tebiasanya nelayan kita menggunakan data oceanografi untuk mencari daerah penangkapan ikan, dan terbatasnya peralatan yang dimiliki oleh suatu unit kapal tangkap yang dipergunakan diperairan kita oleh nelayan.
            alat bantu yang dapat membantu nelayan kita dalam mencari daerah penangkapan ikan dikelompokkan menjadi dua, yaitu : 
              1. Alat bantu yang berasal dari alam
                Yang dimaksud dengan alat bantu yang berasal dari alam alat bantu untuk mencari daerah penangkapan suatu jenis ikan yang berasal dari alam. Alat bantu itu sendiri terbagi menjadi empat, yaitu :
                  • Adanya burung-burung laut yang menukik dan menyambar ke permukaan laut.
                  • Adanya gerakan beberapa ikan lumba-lumba.
                  • Adanya buih-buih atau riakkan air di permukaan perairan
                  • Adanya cahaya spesifik yang dikeluarkan oleh suatu jenis ikan.
                          2. Alat bantu buatan
                            Yang dimaksud dengan alat bantu bantuan adalah alat bantu untuk mencari daerah penangkapan suatu jenis ikan yang merupakan buatan dari manusia. Alat bantu itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu :
                              a. Rumpon
                                b. Lampu
                                Semoga Bermanfaat

                                Keuntungan kolam air deras, dan cara menghitung debit air

                                Keuntungan kolam air deras, dan cara menghitung debit air

                                Kolam air deras adalah kolam yang memiliki debit air yang cukup besar sehingga dalam hitungan menit seluruh volume air dapat tergantikan. Ketinggian air untuk kolam air deras yang digunakan untuk usaha perikanan sebaiknya kurang dari 800 meter di atas permukaan laut. Jika ketinggian tempat melebihi batas tersebut, suhu udaranya akan semakin dingin sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan budi daya perikanan.

                                Berikut Keuntungan Budidaya Kolam Deras

                                1. Pergantian air dalam waktu cepat sehingga kondisi ikan dapat terjaga dengan baik.
                                2. Ikan dapat bergerak aktif karena kolam air deras mengandung oksigen tinggi sehingga menyebabkan metabolisme ikan cukup baik.
                                3. Penanganan saat panen mudah karena kolam bisa dikeringkan dalam waktu yang singkat.
                                • Seraca umum ada beberapa bentuk kolam air deras yaitu kolam berbentuk segiempat,  segitiga, kapsul, dan bulat.
                                • Ukuran kolam air deras yang digunakan untuk budi daya ikan pada umumnya memiliki panjang 7 meter, lebar 3 meter.
                                • Salah satu hal pokok yang membedakan kolam biasa dengan kolam air deras adalah debit airnya.
                                • Debit air adalah jumlah air yang masuk ke dalam kolam melalui saluran inlet. Untuk pergantian air tersebut diperlukan debit air yang cukup. Salah satu cara menghasilkan debit air yang besar dilakukan dengan membuat bendungan. Cara menghitung debit air yang lewat sungai atau saluran pengairan, yang paling praktis adalah dengan menggunakan alat pengukur kecepatan air Current Meter  


                                Debit air atau arus air harus diperhitungkan dalam budidaya ikan di perairan umum. Debit air yang kecil (tenang), tetapi cukup untuk pergantian air, lebih baik dari pada arus air besar (air mengalir deras). Karena aliran /arus yang sangat deras dapat menghanyutkan sehingga kurang menguntungkan


                                Pengukuran debit air dilakukan dengan cara menampung air yang keluar dari inlet ataupun outlet dengan menggunakan ember 1 liter dan menghitung waktu ember terisi penuh dengan stopwatch. Kemudian masukan kedalam rumus:
                                Q = A : B
                                Dimana:
                                Q = Debit air
                                A = Volume air tertampung dalam ember
                                B = Waktu yang dicapai ketika ember terisi penuh       

                                Semoga Bermanfaat

                                Cara Mengetahui Tingkat Kematangan Gonad Ikan (TKG)

                                Cara Mengetahui Tingkat Kematangan Gonad Ikan (TKG)
                                Ikan mempunyai ukuran dan bentuk yang berbeda antara satu dengan lainnya. Hal tersebut juga terjadi pada gonad ikan yang berhubungan dengan tahap proses reproduksi. Penentuan kematangan gonad sangat diperlukan untuk mengetahui perbandingan ikan – ikan yang akan melakukan reproduksi atau tidak, untuk dihubungkan dengan pertumbuhan ikan serta faktor –faktor lingkungan yang mempengaruhi ikan tersebut.

                                Tahapan tingkat kematangan gonad  yaitu 

                                • Dara, organ sexual sangat kecil berdekatan di bawah tulang punggung testes dan ovarium transparan, dari tidak berwarna sampai berwarna abu-abu telur tidak terlihat dengan mata biasa.
                                • Dara berkembang, testes dan ovarium jernih, abu-abu merah panjang setengah atau lebih sedikit dari rongga bawah telur dapat dilihat dengan kaca pembesar. 
                                • Perkembangan I. Testes dan ovarium berbentuk bulat, warna merah dengan pembuluh kapiler, telur dapat terlihat seperti serbuk putih. 
                                • Perkembangan II, testes warna putih kemerahan, tidak ada sperma bila perut ditekan, ovarium warna orange kemerahan, telur sudah jelas. 
                                • Bunting, organ sexual mengisi ruang bawah, testes warna putih telur bulat, jernih dan masak.
                                • Mijah, telur dan sperma keluar dengan sedikit tekanan ke perut bentuk bulat telur terdapat di ovarium.
                                • Mijah atau salin, gonad belum kosong sama sekali, tidak ada telur yang bulat.
                                • Salin, testes dan ovarium kosong dan berwarna merah, beberapa telur sedang ada dalam keadaan dihisap kembali.
                                • Pulih salin, testes dan ovarium berwarna jernih, abu-abu menjadi merah.



                                Tahapan tingkat kematangan gonad   yaitu :
                                • ·         Tidak masak, ukuran gonad kecil, belum ingin reproduksi
                                • ·         Masa istirahat, gonad kecil, tidak dapat dibedakan dengan mata
                                • ·         Hampir masak, telur dapat dibedakan dengan mata, testes dari transparan ke warna rose
                                • ·         Masak, mencapai berat maksimum tetapi belum keluar bila perut diberi sedikit tekanan.
                                • ·         Reproduksi, bila diberi tekanan produk sexual akan menonjol keluar dari lubang pelepasan
                                • ·    Keadaan Salin, produk seks telah dikeluarkan, lubang genital berwarna kemerahan, gonad mengempis
                                • ·         Masa istirahat, produk seks telah dikeluarkan, lubang genital telah pulih, gonad kecil dan telur belum terlihat oleh mata.

                                Semoga Bermanfaat

                                Proses Pengolahan Pemindangan Ikan

                                Proses Pengolahan  Pemindangan Ikan

                                Pemindangan adalah cara membuat ikan segar yang telah diolah dengan cara penggaraman dan pengukusan ataupun perebusan dalam bentuk utuh atau disiangi atau berupa potongan. Pemindangan bertujuan menghambat aktivitas atau membunuh bakteri pembusuk maupun aktivitas enzim. Berikut penjelasan mengenai proses pengolahan pemindangan ikan.

                                Berikut proses pemindangan ikan
                                1. Pembersihan sisa darah dan lendir

                                • Ikan yang akan dipindang dicuci dengan air mengalir sampai bersih. 
                                • ikan direndam dalam larutan garam 3% selama 15 menit untuk membersihkan sisa-sisa darah, kotoran dan lendir. Kemudian, ikan disiram air kembali dan ditiriskan.

                                2. Penyusunan ikan dalam wadah
                                ikan yang disusun dalam suatu wadah mempunyai ukuran yang relatif seragam. Ukuran wadah harus disesuaikan dengan ukuran ikan.

                                3. Perebusan
                                proses perebusan dilakukan dengan api sedang  agar ikan benar-benar matang dan tidak rusak.
                                4. Pendinginan/ Penirisan
                                Setelah direbus Ikan disiram dengan air tawar untuk menghilangkan garam yang menempel.
                                Untuk mendapatkan daya awet yang tinggi, sebaiknya ikan  diletakkan di dalam ruangan yang kering dan tidak lembab.

                                5. Sortasi
                                Setelah dingin, ikan pindang disortasi. Ikan pindang yang rusak, misalnya retak, patah, atau berwarna kecoklatan, dipisahkan dari ikan pindang yang bermutu bagus untuk dipasarkan tersendiri sebagai pindang sortiran.

                                6. Pengepakan

                                • ikan pindang dikemas dengan disusun dalam keranjang atau kotak kardus yang dilapisi dan ditutup kertas minyak. 
                                • Dengan model kemasan ini, ikan pindang akan terlindung dari kerusakan fisik dan kontaminasi kotoran dari luar selama transportasi. 
                                • Pengemasan hendaknya dilakukan setelah ikan pindang dingin . Jika belum dingin, akan terjadi pengembunan dan ikan pindang cepat rusak dan mudah ditumbuhi jamur




                                Semoga Bermanfaat

                                Proses Produk Pengalengan Ikan

                                Proses Produk Pengalengan Ikan

                                Pengalengan adalah salah satu cara penyimpanan dan pengawetan bahan pangan yang dikemas secara hermetic dalam suatu wadah yang disebut can (kaleng) dan kemudian disterilkan, sehingga diperoleh produk pangan yang tahan lama dan tidak mengalami kerusakan baik fisik, kimia maupun biologis. Salah satu produk yang banyak melalui proses pengalengan adalah ikan. Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat potensial dan biasanya kandungan protein sekitar 15-24% tergantung dari jenis ikannya. Protein ikan mempunyai daya cerna yang sangat tinggi yaitu sekitar 95% 


                                Prinsip Pengalengan
                                Prinsip pengalengan yaitu mengemas bahan pangan dalam wadah yang tertutup rapat sehinggaudara dan zat-zat maupun organisme yang merusak atau membusukkan tidak dapat masuk, kemudianwadah dipanaskan sampai suhu tertentu untuk mematikan pertumbuhan mikroorganisme yang ada.

                                Pengalengan didefinisikan juga sebagai suatu cara pengawetan bahan pangan yang dipak secara hermetis (kedap terhadap udara, air, mikroba, dan benda asing lainnya) dalam suatu wadah,yang kemudian disterilkan secara komersial untuk membunuh semua mikroba patogen

                                Proses Pengalengan Ikan
                                1. Penyediaan dan pemilihan bahan mentah
                                Bahan baku yang dipergunakan harus dalam keadaan segar dan dijaga kesegarannya selama penyimpanan karena akan mempengaruhi produk akhir pengalengan.
                                2.   Cara pengawetan sementara bahan mentah
                                a.   Penambahan Garam
                                 Bila jarak waktu sejak ikan ditangkap sampai dikalengkan tidak terlalu lama.
                                b.   Chilling
                                Suhu ruang pendingin sebaiknya ditentukan sampai 0° C, sebab jika lebih rendah dikhawatirkan terjadi partial free cooking/slow- freezing pada permukaan badan ikan.
                                c. Pembekuan
                                Bila jarak waktu sejak ikan ditangkap sampai dikalengkan lebih dari beberapa hari.

                                3. Penyiangan dan pencucian
                                Bagian-bagian ikan yang tidak diperlukan untuk pengalengan (kepala, ekor,sirip,sisik,daging bagian perut, duri, tulang) disiangi dan dibuang kemudian dicuci dengan air bersih.

                                4.   Proses terhadap bahan mentah sebelum dikalengkan
                                a.   Penggaraman
                                Penggaraman dilakukan secara langsung atau direndam dalam brine sebelum pengalengan. Penggaraman bertujuan selain memperbaiki tekstur daging juga mempertahankan cita rasa asli ikan.
                                b. Preecooking
                                Ikan dikukus dan dibuang airnya sebelum dikalengkan
                                Lama pengukusan (steaming) dan tinggi suhu tidak boleh berlebihan. Bila suhu terlalu tinggi akan mempengaruhi rupa dan tekstur daging ikan, terlalu banyak air yang keluar akan menurunkan mutu
                                c. Pengeringan, pengasapan, penggorengan
                                Pengeringan untuk mengurangi kadar air dan memperbaiki tekstur daging ikan.
                                Pengasapan untuk mengurangi kadar air dan mendapatkan aroma asap   (seperti cumi-cumi dan sardine asap dalam kaleng).
                                Untuk ikan-ikan air tawar yang tekstur dagingnya sangat lembek bila dikukus, sering terlebih dahulu digoreng atau direbus dalam minyak (deep frying).

                                5. Pengisian  ikan dan saus ke dalam kaleng
                                Cara pengisian ikan ke dalam kaleng diusahakan agar tidak rusak karena guncangan pada waktu pemanasan atau pengangkutan.
                                Tujuan penambahan saus : menimbulkan rasa dan memperpendek proses sterilisasi (karena penghantar panas)

                                6.Pengeluaran udara (Exhausting) 
                                penghampaan udara dan gas dalam kaleng yang telah berisi ikan untuk mendapatkan ruang hampa sehingga tekanan udara di dalam kaleng
                                Tujuan : untuk mengurangi tekanan dari kaleng yang disebabkan karena pengembangan kaleng pada waktu pemanasan
                                Keuntungan : dapat mencegah korosi pada kaleng, mencegah pertumbuhan bakteri dan mencegah makanan menjadi bubur (lunak) karena tekanan yang berlebihan


                                7. Penutupan kaleng
                                Penutupan kaleng dilakukan dengan mesin penutup (sealing machine) dan sifatnya semiotomatis.

                                8. Pemanasan (sterilisasi)
                                Sterilisasi dilakukan dengan memasukkan ikan kaleng ke dalam retort  pada suhu 115-120 o C. Suhu dalam retort dinaikkan dengan memasukkan lebih banyak uap air. Sumber uap retort yang cukup besar adalah boiler.

                                9. Pendinginan (cooling)
                                Setelah pemrosesan selesai, segera didinginkan, jika tidak  kemungkinan besar akan terjadi over cooking.
                                Pendinginan dilakukan dengan memasukkan keranjang berisi kaleng panas ke dalam bak air atau memasukkan air dingin ke dalam retort setelah selesai pemrosesan.
                                Selain dengan air, pendinginan dapat juga dilakukan dengan udara (air cooling) yaitu membiarkan tumpukan kaleng dilantai, supaya kering sendiri.

                                10.  Pemasangan label (labelling)
                                Bentuk gambar, huruf-huruf dan kombinasi warna harus menarik dan jelas tetapi sederhana. Pada label harus dinyatakan keterangan-keterangan yang perlu seperti nama perusahaan, jenis ikan, jenis saus dan berat isinya.

                                Semoga Bermanfaat

                                Fungsi Anatomi Tubuh Ikan

                                Fungsi Anatomi Tubuh Ikan
                                Anatomi ikan adalah bagian dalam tubuh ikan yang pada umumnya meliputi  topografi ikan, yaitu bagian dalam dari tubuh ikan secara keseluruhan. Melihat dan mengamati alat-alat dalam (viscasra) meliputi :

                                a. Sistem digestoria (pencernaan).
                                Sistem meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran secara berurutan : mulut, rongga mulut, pharinx, oesophagus, lambung, pylorus, usus dan anus.
                                Bagian-bagian saluran pencernaan terdiri dari :
                                Rongga mulut yaitu bibir, langit-langit, dasar mulut, dan gigi.
                                Oesophagus pada ikan sangat pendek dan mempunyai kemampuan untuk menggelembung.
                                Lambung (ventriculus) berbentu memanjang, berbentuk seperti huruf j sampai u dengan ukuran relatif besar.
                                Usus (intestinum) pada ikan relatif besar. Terdapat lipatan-lipatan untuk memperluas penyerapan makanan kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan pankreas. Hati umumnya berjumlah dua buah berbentuk padat, terdapat kantung empedu yang mengeluarkan cairan empedu. Hati berfungsi sebagai gudang penyimpanan lemak dan glikogen, dalam perusakan sel darah merah dan kimiawi darah seperti pembentuk urea dan senyawa yang berhubungan dengan ekskresi nitrogen. Pankreas mensekresikan beberapa enzim yang berfungsi dalam pencernaan makanan  .

                                b. Pada umumnya ikan mempunyai otot utama yaitu otot jantung dan otot rangka serta otot polos, yang berfungsi sebagai berikut.
                                1. Otot rangka Ikan
                                Susunan otot rangka pada badan mempunyai sifat kokoh dan berfungsi    untuk membentuk tubuh dan berfungsi untuk bergerak.
                                2. Otot polos Ikan
                                Otot polos terdapat di beberapa bagian organ antara lain saluran pencernaan, gelembung renang, saluran reproduksi, dan ekskresi. Sifat dari otot ini adalah involuntari.
                                3. Otot jantung Ikan
                                Tersusun atas otot dan jaringan pengikat, otot jantung berwarna merah gelap. Sifat dari otot ini involuntary.  .


                                c. Sistem Sceleton Ikan
                                Sistem sceleton  adalah bagian punggung pada ikan teleostei terbagi menjadi 2 bagian, yaitu tulang punggung pada bagian badan dan pada bagian ekor. Pada bagian tulang punggung (truncus) ada atau dilengkapi dengan tulang rusuk, sedang pada bagian ekor tidak dilengkapi  .

                                Secar embrionik, tulang punggung berkembang dari sceletoteme yang terdapat disekeliling notchorda dan batang syaraf. Tiap-tiap pasang scerototome berkembang menjadi 4 pasang rawan yang dinamakan arcualia. Pada beberapa ikan pembentuk pusat tulang punggung (centrum) bukan semata-mata dari arcualia. Melainkan oleh sel mesenchyme yang terdapat merapatdan berkumpul disekitar notochorada, yang kemudian bersama-sama arcualia membentuk centrum (pusat)  .

                                d. Sistem circularis Ikan
                                Alat peredaran darah pada ikan terdiri dari jantung dan pembuluh darah.
                                1. Jantung
                                Jantung pada ikan terdiri dari dua ruas dan terletak pada bagian posterios lengkung insang. Kedua ruang tersebut adalah atrium (auricle) yang berdinding tebal. Pada jantung terdapat suatu ruang tambahan yang berdinding tipis yang disebut sinus venosus, yang berfungsi sebagai penampung darah dari ductus cuveri dan vena hepaticus, serta mengirimkannya ke atrium. Antara sinus venosus dengan atrium terdapat katup sinuatriul. Pada ikan teleostei conus arterious berkembang dengan baik, tetapi tidak mempunyai bulbus arterious. Pada ikan bertulang sejati struktur ikan lebih bervarasi  .


                                2. Pembuluh darah Ikan
                                Darah berfungsi untuk mensuplai makanan kepada sel-sel tubuh, membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh, membawa enzime dan hormon ke organ yang memerlukan. Pertukaran oksigen dari air dengan CO2 terjadi pada bagian semi permeabel yaitu pembuluh yang terdapat pada insang. Selain itu disekitar insang terjadi pengeluaran kotoran yang bernitrogen dan insang juga mengeliminir mineral yang berfungsi. Pada jantung mengeluarkan darah yang relatif kurang akan oksigen dan berkadar CO yang tinggi  .

                                Pembuluh darah pada embrio maupun dewasa berperan dalam bentuk darah. Pada cylostoma semua jenis sel darah dibentuk dalam limpa yang tersebar pada sub mucusa oesophagus chondricies terdapat suatu struktur yang disebut leydig yang bisa dibentuk leokosit, seandainya limpa dihilangkan maka organ inipun mampu untuk membentuk leukosit. Pada ikan berahang, limpa terdapat dengan jelas yang terbagi atas cortex yang berwarna merah dan medula (bagian dalam) berwarn aputih. Pada eritrisit dan trombosit akan dibentuk oleh cortex pada limposit dan granulosit dibentuk oleh medulanya. Pada actinopterygii, limpa juga berfungsi sebgai melebur crythocyte. Thrombokcycte dibentuk dalam ginjal mesonepros dan granuloyte berasal dari sub mucosa oesophagus, hati, gonade, dan ginjal mesonepros.  .
                                e. Sistem Respiratoria Ikan
                                Insang adalah organ utama untuk pernapasan dari dalam media air pada ikan. Selain insang yang dipergunakan ada pula ikan yang pernapasanya secara langsung dengan menggunakan udara sebagai sumberoksigen. Insang pada ikan elasmobranchia, belum terdapat insang, sehingga celah insang langsung berhubungan dengan lingkungan. Celah insang berjumlah lima pasang, pada jenis-jenis tertentu sering dijumpai enam sampai tujuh pasang pada celah insang. Pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi dalam lamela insang  .

                                f. Sistem Urogenitalia Ikan
                                1. Testis
                                Bersifat internal dan bentuk longitudinal berpasangan.
                                2. Ovarium
                                Ovarium berbentuk longitudinal, letaknya internal, letaknya internal dan biasanya berjumlah sepasang. Mereka bergantung pada atas rongga tubuh dengan perantara mesovaria, dibawah atau disamping gelembung gas, ukuran dan perkembangannya pada ronga tubuh bervariasi dengan tingkat kematangannya. Jika dalam keadaan matang ovarium bisa mencapai 70% dari berat tubuhnya  .

                                g. Sistem nervorum Ikan
                                Sistem ini terdapat pada otak, dimana otak ikan dibagi menjadi 5 bagian  yaitu :
                                1. Telenchephalon
                                Telenchephalon Adalah otak sebagai pusat hal-hal yang berhubungan.
                                2. Diencephalon
                                Telenchephalon Adalah bagian otak yang terdiri dari 3 bagian yaitu apithalamus, thalamus, dan hypothalamus.
                                3. Mesenchepalon
                                Telenchephalon Berfungsi sebagai penglihatan.
                                4. Metenchephalon
                                Telenchephalon Memiliki bagian yang menarik yaitu cerebellum yang berfungsi utamnya adalah mengatur keseimbangan tubuh dalam air, mengatur tegangan dari otot dan daya orientasi pada lingkungan.
                                5. Myelencephalon
                                Telenchephalon Merupakan bagian yang posterior dari otak. Medulla oblongata merupkan komponen utama dari oragan ini sebagai pusat kranial  . Dari otak terdapat sebelas saraf kranial yang menyebar ke organ-organ sensori tertentu. Sebgian besar syaraf kranial ada pada ikan termasuk syaraf terminal yang hanya didapatkan pada vertebrata tingkat rendah .

                                Semoga Bermanfaat