sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

7 Jenis Ikan Tuna di dunia

Ikan tuna adalah jenis ikan yang memiliki bentuk sperti torpedo termasuk ikan pelagis yang dapat berenang sangat cepat, kecepatan ikan ini dapat mencapai 77km/jam. Ikan tuna merupakan hewan yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.

Jenis ikan tuna yang biasa di tangkap antara lain adalah :
1. Thunnus alalunga , albakora


Thunnus alalunga adalah jenis ikan tuna yang memiliki nama lain sirip panjang, tuna sirip panjang, tuna albakora, albakor, tuna jabrig, madidiang albakoro, tombo ahi, binnaga, albakora pasifik, bonito jerman, suree, aji-aji, trakulu, kwandang, cucut jenggot, albi, 

2. Thunnus albacares

Jenis ikan tuna yang mengembara di lautan tropika dan ugahari di seluruh dunia memiliki nama lain tuna madidihang, tuna sirip kuning atau tuna jabrig

3. Thunnus atlanticus , tuna sirip hitam.

Jenis ikan tuna yang memiliki punggung berwarna hitam ikan ini biasa disebut tuna sirip hitam 

4. Thunnus maccoyii, tuna sirip biru selatan.

Jenis ikan tuna yang memiliki sirip biru di temukan di perairan selatan samudra dunia nama lainnya tuna sirip biru selatan

5. Thunnus obesus, tuna mata besar.

Ikan tuna thunnus obesus memiliki nama lain tuna mata besar, tuna mata belo, sisiak bonta, bungkulis, ikan tuna ini biasa ditemukan diperairan terbuka samudra tropis dan iklim sedang

6. Thunnus orientalis , tuna sirip biru Pasifik.

Ikan tuna thunnus orientalis memiliki nama tuna sirip biru pasifik ikan ini dapat mencapai ukuran 3 meter. 

7. Thunnus thynnus, tuna sirip biru Atlantik.

Ikan Tuna thunnus thynnus merupakan ikan tuna yang hidup di samudra atlantik ikan ini memiliki nama tuna sirip biru atlantik berat ikan tuna ini dapat mencapai 450 kg.

13 Manfaat Ikan Tuna untuk di Makan

Ikan tuna adalah ikan pelagis yang hidup di laut yang memiliki nama latih thunnus sp. Ikan tuna memiliki kandungan protein yang tinggi dan rendah lemak. Kelompok ikan tuna memiliki daging yang banyak untuk ikan normal bagan yang dapat dimakan berkisar 45-50% sedangkan ikan tuna dapat dimakan antara 50-60% dari total berat badannya.

Ikan tuna mengandung protein 22,6 - 26,2 g/100g daging. Lemak antara 0,2-2,7 g/100 g daging. Disamping itu ikan tuna mengandung mineral kalsium, fosfor, besi dan sodium, vitamin A9retinol) dan vitamin b (thiamin, riboflavin dan niasin).

Komposisi gizi ikan tuna per 100 gram daging jenis ikan tuna bluefin, tuna skipjack, tuna yellowfin adalah sebagai berikut :

tuna bluefintuna skipjacktuna yellowfinsatuan
Energi 121Energi 131Energi 105kal
Protein 22,6Protein 26,2Protein 24g
Lemak 2,7Lemak 2,1Lemak 0,1g
Abu 1,2Abu 1,3Abu 1,2g
Kalsium 8Kalsium 8Kalsium 9mg
Fosfor 190Fosfor 220Fosfor 220mg
Besi 2,7Besi 4Besi 1,1mg
Sodium 90Sodium 52Sodium 78mg
Retinol 10Retinol 10Retinol 5mg
Thiamin 0,1Thiamin 0,03Thiamin 0,1mg
Riboflavin 0.06Riboflavin 0.15Riboflavin 0.1mg
Niasin 10Niasin 18Niasin 12mg

Sumber : Departement of Health, Education and Walfare (1972 yang diacu
Maghfiroh, 2000)


Ikan Tuna yang hidup di laut dalam, merupakan sumber nutrisi yang baik bagi tubuh manusia. Daging ikan Tuna kaya akan protein dan nutrisi penting lain seperti mineral selenium, magnesium, dan potasium, vitamin B kompleks dan omega-3. Berikut ini sejumlah manfaat ikan tuna bagi kesehatan :
1. Kesehatan Jantung
Ikan tuna dengan omega-3nya yang tinggi sangat bermanfaat untuk menjaga fungsi jantung. Omega-3 meningkatkan rasio konsentrasi HDL atau kolesterol baik dalam tubuh, menekan terjadinya pembekuan darah pada pembuluh darah, dan menjaga ritme detak pada jantung.

2. Mencegah Kanker
Ikan tuna dapat juga berperan untuk mencegah kanker, antara lain kanker ovari, kanker pankreas, dan jenis kanker yang menyerang saluran pencernaan lain (kanker mulut, faring, esophagus, perut, dan usus). Kandungan omega-3 yang berlimpahpada tuna juga bermanfaat untuk mencegah kanker payudara dan menurunkan risiko terkena leukimia.
3. Meningkatkan Fungsi Kognitif Otak
Omega-3 yang terdapat pada ikan tuna dapat membantu meningkatkan fungsi mengingat atau fungsi kognitif otak, sehingga dapat terhindar dari penyakit degenarasi fungsi otak seperti Alzheimer karena membantu memperlancar suplai darah dari tubuh ke otak. Omega-3 juga menurunkan resiko inflamasi, memperantarai signal aga r dapat diterima oleh otak, pada orang yang menderita Alzhemeir akan mengalami gangguan dalam hal penyampaian signal atau impuls ke otak.

4. Meningkatkan Respon Hormon Insulin
Ikan tuna juga disarankan dikonsumsi bagi penderita diabetes tipe-2, karena kandungan lemak omega-3nya yang melimpah. Berbagai penelitian menyarankan, omega-3 pada ikan tuna dapat mencegah dari kegemukan dan meningkatkan respon hormon insulin pada tubuh. Asam lemak omega 3 yang terkenal dengan nama EPA inilah yang membantu meregulasi berat badan dan juga metabolisme tubuh dengan mensekresi hormon leptin.

5. Membantu proses Detoksifikasi
Selenium bersama dengan omega-3 yang terkandung dalam ikan tuna, merupakan bahan bakar penting untuk produksi gluthathione peroxidase jenis antioksidan. Antioksidan inilah yang berfungsi penting untuk kesehatan hati yang berperan untuk detoksifikasi. Selenium juga berperan untuk mencegah kanker dan penyakit jantung.

6. Ikan Tuna Rendah lemak
Sebagian besar ikan-ikanan (ikan berdaging putih) maupun sebagian ikan berdaging gelap seperti tuna sirip kuning ataupun sebagian jenis kerang serta makanan laut lainnya memiliki kandungan total lemak yang paling rendah dibandingkan sumber protein hewani lainnya

7. Mengurangi Kolesterol
Ikan memiliki kandungan lemak jenuh paling sedikit dibandingkan dengan protein hewani lainnnya seperti halnya ayam, daging atau bahkan udang dan lobster. Dimana lemak jenuh memiliki peran paling aktif menaikkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

8. Mengurangi Peradangan dan Sakit Sendi
Dari asam lemak omega-3 ikan tuna, salmon, makarel, sarden maupun tuna dapat juga mengurangi risiko peradangan dan sakit persendian. Terutama minyakikan, memiliki sifat anti-inflamasi. Oleh karena itu, ikan efektif dalam mengurangi peradangan dalam darah dan jaringan. Asam lemak omega-3, khususnya EPA, banyak ditemukan dalam minyak ikan dan memiliki efek yang sangat positif pada respons inflamasi sehingga sangat membantu dalam mengurangi radang sendi, prostatitis
(radang prostat), dan sistitis.

9. Minyak Ikan untuk Janin dan Bayi Menyusui

DHA juga sangat bermanfaat bagi perkembangan otak bayi. Ikan seperti tuna, makarel, dan sarden bisa menjadi pilihan yang bagus untuk hamil dan menyusui.

10. Untuk Nutrisi Otak
Kandungan asam lemak omega-3 di dalam ikan juga sangat penting untuk otak. Dimana asupan nutrisi tersebut sangat dibutuhkan bagi yang tinggal di perkotaan besar untuk stamina otak.

11. Menurunkan tekanan darah
Minyak ikan sangat berguna untuk menurunkan tekanan darah, tetapi peran mereka dalam pencegahan belum jelas. Namun, mengasup banyak minyak ikan tidak dianjurkan.

12. Kesehatan kardiovaskular
Asam lemak omega 3 yang ditemukan dalam ikan telah terbukti manfaatnya bagi jantung, arteri, dan vena yang membentuk sistem kardiovaskular Anda. Konsumsi ikan dapat membantu mencegah penyakit jantung dan gagal jantung dengan mencegah akumulasi trigliserida, mengurangi tingkat trigliserida berlebih, meningkatkan HDL (kolesterol baik), dan mencegah pembekuan darah. Studi para ahli dari Harvard School of Public Health menyimpulkan,makan sampai dua porsi ikan dalam seminggu dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung tiga kali lipat.

13. Mengatasi depresi
Asam lemak omega-3 dalam minyak ikan baik untuk mengurangi depresi dan kecemasan. Studi telah menemukan bahwa masyarakat yang mengonsumsi banyak ikan memiliki tingkat depresi yang lebih rendah.









Budidaya Penggemukan Ikan Tuna

Ikan Tuna adalah jenis ikan pelagis yang selalu bermigrasi untuk mencari tempat makan ataupun untuk kawin dan bereproduksi. Ikan ini memiliki bentuk torpedo dan merupakan ikan perenang cepat. Ikan tuna mempunyai wilayah migrasi yang cukup luas yakni tersebar hampir di 100 negara.

Salah satunya adalah Southern Bluefin Tuna yang memijah pada musim panas bulan September sampai Maret di perairan barat selatan Jawa dan kemudian bergerak dan ditemukan di daerah selatan antara 30 – 50 o Lintang Selatan.

Anak-anak ikan ini kemudian bergerak dan menyebar ke laut Selatan, laut Atlantik Selatan dan kembali ke laut Hindia untuk memijah.


Cara Budidaya Ikan Tuna 
1) Tentukan metode dan media budidaya ikan tuna yang akan digunakan.
Apakah akan menggunakan keramba jaring apung atau jaring tancap, kolam tanah, kolam sistem tertutup atau resirkulasi.

Ikan tuna biasanya dibudidayakan di jaring tancap, yaitu kolam dari jaring yang ditancapkan di dasar dengan jarak beberapa meter dari pantai. Tetapi budidaya ikan tuna dapat juga dilakukan di dalam kolam dengan sistem resirkulasi.

Pada kolam dengan sistem resirkulasi tertutup, memungkinkan ikan tuna tidak dapat meloloskan diri dan budidaya tidak akan mencemari lingkungan luar dengan sampah, parasit dan penyakit. Salah satu kendala dari budidaya sistem resirkulasi ini adalah kebutuhan akan listrik dan biayanya yang tinggi.
2) Kumpulkan Benih Tuna dari Alam.
Umumnya benih ikan tuna yang akan dipelihara diperoleh dari penangkapan di alam, yang kemudian dibesarkan di kolam budidaya dengan tujuan untuk meningkatkan kandungan “lemak”nya (di Jepang disebut "toro") untuk membuat ikan tuna menjadi lebih lezat.

Untuk sementara hanya jenis tuna sirip biru yang benihnya berasal dari induk yang dipelihara di kolam penangkaran. Sudah banyak kemajuan dalam pengembangan budidaya tuna sirip biru secara penuh, tetapi biaya produksi untuk budidaya ikan ini masih sangat tinggi.

3) Penggemukan anak tuna.
Metode ini umumnya dilakukan oleh Australia, tepatnya di Port Lincoln yang dimulai sekitar tahun 1991 dengan cara menangkap anak-anak tuna berukuran panjang 120 cm dengan berat sekitar 30-50 kg.

Anak-anak tuna ini ditangkap di perairan selatan Australia dan kemudian dibesarkan (digemukkan) dalam jaring apung laut (ponton laut) selama 3-5 bulan sampai mencapai ukuran konsumsi untuk dipasarkan sebagian besar ke Jepang.

Sebelum adanya kegiatan budidaya tuna di tahun 1996, nilai ekspor tuna Australia hanya sebesar 6 juta US $, namun semenjak digalakkaannya usaha budidaya, Australia berhasil mendongkrak nilai ekspor tunanya sebesar 202 juta US $ di tahun 1999/2000 dan meningkat lagi di tahun 2002/2003 menjadi 320 juta US $.
Anak-anak tuna ditangkap dengan mengunakan purse seine dan setelah terjaring ikannya tetap berada di air laut (dalam jarring) dan ditarik dengan kapal berkecepatan kecepatan 1 ・2 knot. Setelah tiba di lokasi budidaya langsung dipindah ke dalam pontoon (karamba jarring apung).

Bentuk pontoon (karamba jaring apung tuna) sebaiknya adalah lingkaran berdiameter 30 ・40 meter terbuat dan dari plastik polietilene hitam. Ring-ringnya terapung dipermukaan air dan ditopang dengan tiang penyangga. Tiap 2 jaring dihubungkan dengan pelampung. Adapun jaring bagian dalam yang berisi tuna, mempunyai ukuran mata jaring  60 mm ・90 mm dan kedalaman jaring 12 ・20 meter.

Dasar jaring diletakkan berada paling sedikit 5 meter dari permukaan dasar laut. Sementara jaring bagian luar dipakai untuk mencegahnya dari pemangsaan ikan hiu atau untuk mencegah adanya tuna yang terlepas. Ukuran mata jaring luar ini sebesar 150 mm ・200 mm. Namun studi terbaru menyimpulkan bahwa jaring luar tidak diperlukan untuk menghemat ongkos produksi.
Harga satu jaring sebesar 80.000 ・200.000 US$. Satu unit jaring apung standar mampu menampung 2000 ekor anak tuna dan itu tergantung berapa diameter jaring dan daya tampung maksimum yang diizinkan, idealnya 4 kg per meter kubik air.

Jaring apung dengan diameter 40 m menyediakan volume sebesar 80% lebih besar dari jaring dengan diameter 30 m, dan seterusnya bila jaring apung tersebut berdiameter 50 m maka akan mempunyai 60% volume lebih besar lagi dalam jumlah ikan yang bisa dipelihara.

Ikan tuna yang tertangkap diberi pakan 2 kali sehari dengan menu ikan sarden atau ikan mackerel. Namun saat ini sudah dikembangkan dengan pembuatan dan pemberian makanan buatan (pellet) yang lebih tinggi tingkat efisiensi konsumsi pakannya dan dapat menghemat biaya.

Namun perlu dicatat bahwa industri budidaya tuna bukanlah perkara yang mudah karena harus didukung dengan tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan mempunyai latar belakang dalam perikanan tuna. Kemudian setiap industri harus mengikuti quota aturan lembaga perlindungan tuna FAO yang harus melaporkan jumlah ikan tuna yang dijual ke pasar internasional.
Selain itu biaya pembuatan pontoon (jaring apung), penyediaan kapal penangkap benih ikan tuna, tersedianya tenaga ahli penangkapan ikan tuna dan pengetahuan yang mendalam tentang bagaimana mengoperasikan suatu kegiatan budidaya tuna di laut lepas.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat