sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

Kekurangan dan Kelebihan Kolam Bulat/Bundar dan Kolam Kotak

Kelebihan kolam Bundar/Bulat

Lebih bagus untuk penerapan tebar padat tinggi, karena apabila ditambah aerasi maka difusi oksigen lebih merata. Pada teknik Bioflok yg membutuhkan pengadukan pun bisa lebih merata
Apabila dasar kolam dibuat kerucut, kotoran ikan pun akan langsung terpusat di central drain, sehingga manajemen kualitas air pun lebih baik. Atau pada saat sortir ukuran kecil, menguras ikan juga lebih mudah melewati central drain.
Tren baru, sehingga penerapannya terkesan "sophisticated" (Alam Ikan 1)

Kekurangan kolam Bundar/Bulat
  • Volume air kolam bundar lebih sedikit dibanding kolam kotak. Contohnya area 3x3 m, tinggi  1 m maka kolam bundar hanya menampung 7 m kubik, lebih sedikit dibanding kolam kotak yg menampung 9 m kubik. artinya tinggi bisa lebih dari 1 meter
  • Membangun banyak kolam bundar dari terpal tidak bisa dgn cara dempet seperti pada kolam kotak.. Pada kolam bundar beton memang bisa, tapi kebutuhan materialnya sama saja dgn membangun kolam terpisah
Kelebihan kolam Kolam Kotak:
  • Harganya lebih murah, baik dari terpal ataupun beton
  • Volume air efektif pun maksimal. kolam 3x3x1 akan didapat volume air 9 m kubik
  • Membangun banyak kolam kolam bisa dilakukan dgn cara dempet sehingga menghemat satu sisi dinding.
  • Kolam kotak dari beton pun bisa dibuat sudut melengkung dan dasar membentuk limas sehingga efektifitas manajemen airnya mendekati kolam bundar beton
  • Terpal kolam kotak mudah diperoleh di toko2 bangunan di kota sampai di desa
Kekurangan kolam Kolam Kotak:

Untuk aplikasi tebar padat tinggi yg membutuhkan tambahan aerasi dgn difusi oksigen yg merata, harus dibuat aerasi beberapa titik (ini sebetulnya bukan kekurangan yg signifikan)

Explanation :
Alam Ikan 1 : komunitas-lelesangkuriang.blogspot.com/

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pemijahan Budidaya Ikan Mas

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Mas (Cyprinus carpio L)
Ikan mas (Cyprinus carpio L) dapat tumbuh cepat pada suhu lingkungan berkisar antara 20-28 °C dan akan mengalami penurunan pertumbuhan bila suhu lingkungan lebih rendah. Pertumbuhanakan menurun dengan cepat di bawah suhu 13°C dan akan berhenti makan apabila suhuberada di bawah 5 °C (Huet 1970 dalam Ariaty 1991). Ikan mas merupakan ikan air tawaryang memiliki sifat tenang, suka menempati perairan yang tidak terlalu bergolak dan senangbersembunyi di kedalaman. Ikan mas termasuk omnivora, biasanya memakan plankton.Larva ikan mas memakan invertebrata air seperti rotifer, copepoda dan kutu air.

Kebiasaanmakan ikan mas berubah-ubah dari hewan pemakan plankton menjadi pemakan dasar. Ikanmas yang sedang tumbuh memakan organisme bentik dan sedimen organik. Ikan mas jantanakan matang gonad pada umur dua tahun dan ikan mas betina pada umur tiga tahun. Ikan masakan memijah pada suhu lingkungan berkisar antara 18-20 °C ( Ikenoue 1982 dalam Ariaty1991).

Di Indonesia terdapat beberapa macam ikan mas. Masing-masing ikan mas mempunyai sifat dan karakter yang agak berbeda. Macam ikan mas tersebut adalah: Majalaya, Punten, Sinyonya, Mas Merah, Karper Kancra, Kancra Domas, Kumpay, Kaca.

Parameter Ikan Mas

SuhupHOksigenUmur IndukanJumlah Telur
20-28 C5,5-8,5>4>2 tahun80.000-110.000 / kg

Ciri-Ciri Indukan Ikan Mas
1.  Ikan Mas Betina
  • Tubuhnya gemuk,
  • Lubang genital terletak di belakang lubang anus,
  • Betina masak kelamin apabila perut telah membesar dan bila diraba terasa lunak
  • Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat-loncat.
  • Jika perut distriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.
2. Ikan Mas Jantan
  • Tubuhnya langsing,
  • Lubang genital terletak di depan lubang anus,
  • Jantan masak kelamin apabila perut diurut kearah lubang genital maka ikan akan mengeluarkan cairan kental berwarna putih susu.
Memilih Indukan Ikan Mas Matang Gonad
  • Betina: umur antara 1,5-2 tahun dengan berat berkisar 2 kg/ekor; Jantan: umur minimum 8 bulan dengan berat berkisar 0,5 kg/ekor.
  • Bentuk tubuh secar akeseluruhan mulai dari mulut sampai ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip tidak cacat.
  • Tutup insan normal tidak tebal dan bila dibuka tidak terdapat bercak putih; panjang kepala minimal 1/3 dari panjang badan; lensa mata tampak jernih.
  • Sisik tersusun rapih, cerah tidak kusam.
  • Pangkal ekor kuat dan normal dengan panjang pangkal ekor harus lebih panjang dibandingkan lebar/tebal ekor.
Sistem Pembenihan / Pemijahan Ikan Mas
Cara Sunda
  • Luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari;
  • Sediakan injuk untuk menepelkan telur;
  • Setelah proses pemijahan selesai, ijuk dipindah ke kolam penetasan.
Cara Cimindi
  • Luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • Sediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk dijepit bambu dan diletakkan dipojok kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • Tujuh hari setelah pemijahan ijuk ini dibuka kemudian sekitar 2-3 minggu setelah itu dapat dipanen benih-benih ikan.
Cara Rancapaku
  • Luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan, batas pematang antara terbuat dari batu;
  • Sediakan rumput kering untuk menepelkan telur, rumput disebar merata di seluruh permukaan air kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk tetap di kolam pemijahan.;
  • Setelah benih ikan kuat maka akan berpindah tempat melalui sela bebatuan, setelah 3 minggu maka benih dapat dipanen.
Cara Sumatera
  • Luas kolam pemijahan 5 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • Sediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • Setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.
Cara Dubish
  • luas kolam pemijahan 25-50 meter persegi, dibuat parit keliling dengan lebar 60 cm dalam 35 cm, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • Sebagai media penempel telur digunakan tanaman hidup seperti Cynodon dactylon setinggi 40 cm;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • Setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.
Cara Hofer
  • Sama seperti cara dubish hanya tidak ada parit dan tanaman Cynodon dactylon dipasang di depan pintu pemasukan air.
  • Sistim Kawin Suntik
  • Pada sisitem kawin suntik, induk baik jantan maupun betina yang matang bertelur dirangsang untuk memijah setelah penyuntikan ekstrak kelenjar hyphofise ke dalam tubuh ikan. Kelenjar hyphofise diperoleh dari kepala ikan donor (berada dilekukan tulang tengkorak di bawah otak besar). Setelah suntikan dilakukan dua kali, dalam tempo 6 jam induk akan terangsang melakukan pemijahan. Sistim ini memerlukan biaya yang tinggi, sarana yang lengkap dan perawatan yang intensif.

Cara diatas terbilang sama-sama membutuhkan media penempatan telur agar ikan mas dapat memijah sedangkan.
Cara umum pemijahan ikan mas adalah sebagai berikut:

Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Pemijahan Ikan Mas
Berikut ini adalah hal-hal yang wajib diketahui dalam pembibitan ikan mas, poin-poin berikut berlaku untuk semua cara pemijahan.
  • Dasar kolam tidak berlumpur, tidak bercadas.
  • Air tidak terlalu keruh; kadar oksigen dalam air cukup; debit air cukup; dan suhu berkisar 25 derajat C.
  • Diperlukan bahan penempel telur seperti ijuk atau tanaman air.
  • Jumlah induk yang disebar tergantung dari luas kolam, sebagai patokan seekor induk berat 1 kg memerlukan kolam seluas 5 meter persegi.
  • Pemberian makanan dengan kandungan protein 25%. Untuk pellet diberikan secara teratur 2 kali sehari (pagi dan sore hari) dengan takaran 2-4% dari jumlah berat induk ikan.
1. Konstruksi kolam
  • kolam harus dibuat agar sirkulasi air dapat berjalan dengan lancar. Amara pintu air pemasukan dan pengeluaran terletak di sudut kolam berseberangan sehingga memungkinkan pergantian air pada seluruh bagian. 
  • Pintu pemasukan air harus selalu terletak di atas permukaan air tertinggi di kolam pemijahan itu sehingga pemasukan air mengocor. 
  • Hal ini bertujuan agar terjadi penambahan kandungan oksigen dalam air secara difusi. 
  • Sementara pintu pengeluaran air harus dibuat dengan sistem monik ataupun sifon yang memungkinkan air bagian bawah yang berkualitas kurang baik bersama kotoran-kotoran dapat terhanyut seluruhnya.
  • Fungsi kolam pemijahan ikan mas ini hanya sebagai tempat mempertemukan induk jantan betina sehingga dapat dibuat dengan ukuran yang kecil, misalnya 3 m x 10 m atau 6 m x 10 m. 
  • Kolam pemijahan ini harus dibuat pada tanah yang keras, tetapi bukan merupakan cadas hidup. Hal ini untuk menghindari pengikisan pematang oleh aliran air dan teraduknya Lumpur dasar bila kolam terisi air nantinya.
  • Dasar kolam yang terdiri dari tanah lunak yang cukup tebal akan menyebabkan pengeluaran air terganggu bila digali terlalu dalam karena dasar kolam lebih rendah dibandingkan pintu pengeluaran air.
  • Dasar kolam ini dapat dilapisi dengan kerikil yang agak tebal. 
  • Dengan kolam yang tidak berlumpur, diharapkan pengeringan kolam dapat berjalan dengan lancar sehingga kegiatan pemijahan ikan mas ini tidak terhambat. Manipulasi lingkungan seperti pengeringan biasanya dilakukan setiap akan melakukan pemijahan.
2. Persiapan kolam
  • Sebelum pemijahan, biasanya kolam dikeringkan dan dijemur selama 2-3 hari bila panasnya terik. Namun, bila matahari sering tertutup awan, lamanya penjemuran kolam ini harus ditambahkan hingga 5-7 hari
  • Penjemuran kolam untuk ikan mas mutlak dilakukan. Dengan cara ini, akan timbul bau ampo atau sangit sehingga begitu dialirkan air baru, ikan terangsang untuk memijah. 
Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pengeringan dan penjemuran kolam ini.
  1. Pertama dengan melakukan pembakaran merang padi atau daun pisang kering yang asapnya diusahakan masuk ke dasar kolam maupun pematang. 
  2. Semakin banyak daun pisang atau padi yang dibakar, akan semakin menjamin keberhasilan usaha penipuan terhadap ikan mas.
  3. Cara kedua dengan melapisi dasar kolam yang tidak kering ini dengan tanah yang berasal dari kolong rumah. 
  4. Cara ini tentunya dapat dilaksanakan pada daerah-daerah yang masyarakatnya mempunyai rumah panggung. 
  5. Tanah dari kolong rumah ini dipindahkan ke kolam pemijahan. 
  6. Dengan kedua cara tersebut dapatlah kiranya dijadikan jalan keluar bila akan memijahkan ikan pada saat matahari sukar terlihat
  • Setelah kolam dijemur, air dimasukkan ke dalam kolam dengan terlebih dahulu melewati saringan yang dipasang pada pintu pemasukan. 
  • Pintu pengeluaran (monik dan sifon) diatur sedemikian rupa sehingga tinggi air konstan, 75 cm di pintu pengeluaran air. 
  • Kemudian, kakaban dipasang di atas sebatang bambu yang utuh agar dapat terapung. Kakaban ini terbuat dari ijuk yang harus direntang sedemikian rupa sehingga lebarnya 40 cm. Panjang kakaban ini biasanya berkisar 1,5-2 m. 
  • Kakaban dijepit dan dipaku pada bilah bambu. Kakaban yang disusun di atas bambu utuh ini kemudian dijepit lagi dengan bambu belch agar tidak berantakan bila ikan mas memijah.
3. Pemijahan
  • Setelah kolam pemijahan siap, induk ikan yang sudah diseleksi dimasukkan ke dalam kolam pemijahan pada pukul 10.00. Beberapa petani memasukkan induk Setelah kolam dipasang kakaban. Namun, tidak jarang pemasangan kakaban ini dilakukan sesudah induk dimasukkan.
  • Induk jantan dapat siap setiap scat, sedangkan induk betina membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan sebelum siap dipakai lagi. Perbandingan antara induk jantan dan betina yang sering dilaksanakan biasanya perbandingan berat 1 : 1.
  • Sebagai standar, digunakan 5-8 kakaban yang masih bagus untuk setiap kg induk betina. Jumlah itu akan membengkak menjadi 10-15 kakaban bila kakabannya rusak. Oleh karena itu, untuk 5 kg induk betina yang dipijahkan, harus disediakan kakaban terpasang sebanyak 25-40 buah.
4. Penetasan Telur
  • Telur-telur kemudian ditetaskan dalam hapa, yaitu kantong berbentuk balok dengan ukuran 1 M X 1 M X 2 m yang terbuat dari kain trilin. Hapa ini direntangkan dalam kolam pemijahan atau kolam lain dengan patok bambu pada bagian tengah dan menempel pematang di bagian pinggirnya.
  • Banyaknya hapa disesuaikan dengan jumlah kakaban yang ada telurnya. Kakaban tersebut diatur di atas bambu batangan sepanjang 2 m. Di atas kakaban dipasang bambu belah yang berada di kiri-kanan bambu pertama yang dipasang di bawah kakaban. Kemudian, di atas bambu belah ini ditempatkan gedebok pisang untuk menenggelamkan kakaban lebih kurang 10 cm.
  • Pada saat penetasan telur, aliran air dijaga tetap stabil dan jangan sampai berhenti karena telur-telur tersebut membutuhkan air yang kaya oksigen dan stabil suhunya. Setelah 2 hari, telur akan mulai menetas. Penetasan biasanya tidak berlangsung sekaligus tetapi bertahap, sesuai dengan pengeluaran telurnya.
5. Pendederan
  • Setelah 5 hari atau paling lambat seminggu semenjak telur menetas, benih ikan ini harus dipindahkan ke kolam pendederan. 
  • Benih berumur 2 bulan kurang lebih berukuran 5-8 cm
  • Setelah 4-6 bulan, dari benih yang berukuran 5-8 cm akan dapat dipanen ikan mas yang berukuran 40-60, g/ekor. Ikan -ikan yang berukuran sebesar An biasanya cukup untuk dijadikan teman nasi yang nikmat, tanpa harus memotong-motongnya.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Jenis Ikan Mas Konsumsi dan Ikan Mas Hias

Jenis Ikan Mas Konsumsi
1. Ikan Mas Punten
  • Ras ini dikembangkan pertama kali pada tahun 1933 di Desa Punten, Malang, Jawa Timur. Tubuhnya relatif pendek, tetapi bagian punggungnya lebar dan tinggi. Karena itu, bentuk badan ikan mas punten terkesan membuntak atau bulat pendek (big belly). Perbandingan antara panjang total dan tinggi badan adalah 2,3-2,4:1. Warna sisik hijau gelap, mata agak menonjol, gerakan tubuhnya lambat, dan bersifat jinak.
2. Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya
  • Tidak diketahui pasti asal-usul nama ikan jenis ini. Beberapa orang menyebutkan, ikan mas ini mudah sekali bertelur sehingga disebut sinyonya. Bentuk tubuhnya memanjang (long bodied form) dan punggungnya lebih rendah dibandingkan dengan ikan mas punten. Perbandingan antara panjang dan tinggi badannya sekitar 3,66:1.
  • Sisiknya berwarna kuning muda seperti warna kulit jeruk sitrus. Mata ikan yang masih muda agak menonjol, kemudian berubah menjadi sipit ketika ikan sudah mulai tua. Sifat ikan mas sinyonya lebih jinak dibandingkan dengan ikan ras punten. Ikan mas sinyonya memiliki kebiasaan berkumpul di permukaan air.
  • Fekunditas atau jumlah telur ikan mas sinyonya 85.000—125.000 dan diameternya 0,3—1,5 mm. Induk ikan mas sinyonya jantan akan matang kelamin pertama pada umur 8 bulan, sedangkan yang betina pada umur 18 bulan. Ikan mas ini tahan terhadap parasit Myxosporea. Kisaran toleransi pH-nya 5,5—8,5.
3. Ikan Mas Taiwan
  • Ikan mas taiwan memiliki bentuk badan yang memanjang dan bentuk punggung seperti busur agak membulat. Sisiknya berwarna hijau kekuningan hingga kuning kemerahan di tepi sirip dubur dan di bawah sirip ekor. Ikan mas taiwan sangat responsif terhadap makanan sehingga akan saling berebut ketika diberi pakan. Diduga nenek moyang ikan mas ini berasal dari Taiwan, kemudian diintroduksi dan dikembangkan di Indonesia.
4. Ikan Mas Merah
  • Ciri khas dari ikan mas ini adalah sisiknya yang berwarna merah keemasan. Gerakannya aktif, tidak jinak, dan paling suka mengaduk-aduk dasar kolam. Bentuk badannya relatif memanjang. Dibandingkan dengan ras sinyonya, posisi punggungnya relatif lebih rendah dan tidak lancip. Matanya agak menonjol.
5. Ikan Mas Majalaya
  • Ikan mas hitam Sesuai dengan namanya, ikan mas ini berkembang pertama kali di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ukuran badannya relatif pendek dan punggungnya lebih membungkuk dan lancip dibandingkan dengan ras ikan mas lainnya. Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuhnya adalah 3,2:1.
  • Bentuk tubuhnya semakin lancip ke arah punggung dan bentuk moncongnya pipih. Sifat ikan mas ini relatif jinak dan biasa berenang di permukaan air. Sisiknya berwarna hijau keabuan dan bagian tepinya berwarna lebih gelap, kecuali di bagian bawah insang dan di bagian bawah sirip ekor berwarna kekuningan. Semakin ke arah punggung, warna sisik ikan ini semakin gelap.
  • Ikan mas majalaya memiliki keunggulan, di antaranya laju pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila, rasanya lezat dan gurih, dan tersebar luas di Indonesia. Fekunditas atau jumlah telur yang dihasilkan ikan mas majalaya tergolong tinggi, yakni 84.000—110.000 butir per kilogram induk.
6. Ikan Mas Yamato
  • Ikan mas ini kurang populer di kalangan petani ikan mas di Indonesia. Bentuk tubuhnya memanjang. Sisiknya berwarna hijau kecokelatan. Ikan mas ini banyak ditemukan dan dibudidayakan di Asia Timur, seperti Cina dan Jepang.
7. Ikan Mas Lokal
  • Ikan mas ini sebenarnya belum bisa digolongkan sebagai salah satu ras atau jenis ikan mas. Meskipun demikian, ikan ini justru paling banyak ditemukan di lapangan dan paling banyak dikenal oleh petani ikan dewasa ini.
  • Bentuk tubuh dan warnanya merupakan kombinasi dari beberapa jenis ikan mas yang sudah ada. Secara umum, bentuk tubuhnya memanjang dan matanya tidak sipit. Kemungkinan besar ikan ini muncul akibat perkawinan silang yang tidak terkontrol dengan jenis-jenis ikan mas lain yang ada di masyarakat.

Ikan Mas Hias
Jenis-jenis ikan mas yang digolongkan ke dalam kelompok ikan mas hias sebagai berikut.
1. Ikan Mas Kumpay
  • Ciri yang menonjol dari ikan mas kumpay adalah semua siripnya panjang dan berumbai sehingga tampak indah ketika sedang bergerak. Warna sisiknya sangat bervariasi, ada yang putih, kuning, merah, dan hijau gelap. Bentuk badannya memanjang seperti ikan mas sinyonya. Pertumbuhannya tergolong lambat. Kadang-kadang, ikan mas ini juga dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi.
2. Ikan Mas Kancra Domas
  • Bentuk tubuhnya memanjang. Gerakannya mirip ikan mas taiwan, yakni selalu aktif dan kurang jinak. Sisiknya berukuran kecil dan susunannya tidak beraturan. Warna sisiknya bervariasi, ada yang biru, cokelat, atau hijau. Sisik punggungnya berwarna gelap. Semakin ke arah perut, warnanya semakin terang keperakan atau keemasan.
3. Ikan Mas Kaca
  • Ciri khas ikan ini adalah sebagian tubuhnya tidak tertutup sisik. Bagian yang tidak tertutup sisik sepintas tampak bening, mirip kaca. Di sepanjang gurat sisi (linea lateralis) dan di sekitar pangkal siripnya terdapat sisik berwarna putih mengilap. Sisik tersebut berukuran besar dan tidak seragam.
4. Ikan Mas Fancy
  • Bentuk tubuh ikan mas ini memanjang. Sisiknya berwarna putih, kuning, dan merah. Pada tubuhnya terdapat totol-totol berwarna hitam. Karena warnanya yang bermacam-macam itulah ikan mas ini disebut fancy.
5. Ikan Mas Koi
  • Ikan mas koi atau yang lebih populer disebut koi (saja) ini berasal dari Jepang. Mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1980. Bentuk badannya bulat memanjang. Warna sisiknya beragam, ada putih, kuning, merah menyala, hitam, atau kombinasi dari warna-warna tersebut.
  • Hobiis ikan mas umumnya menyukai ikan koi jenis bastar karena warna dan pola totolnya yang indah dan menarik. Ikan koi disukai hobiis karena gerakannya lambat dan cukup jinak.
  • Ikan koi memiliki beragam nama yang disesuaikan dengan pola dan warna tubuhnya, misalnya platinum nishikigoi, shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku nishikigoi, dan taishusanshoku nishikigoi.

Referensi
Agus Rochdianto, 2005. Analisis Finansial Usaha Pembenihan Ikan Karper (Cyprinus carpio Linn) di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Skripsi S1 FE, Universitas Tabanan
Budi Daya Ikan Mas Secara Intensif. Khairuman, SP, Ir. Dodi Sudenda, MM, & Ir. Bambang Gunadi, M.Sc."AgroMedia Pustaka. Jakarta. 2008.".

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Budidaya Ikan Bawal (collossoma macropomum)

Cara Pembesaran  Budidaya Ikan Bawal (collossoma macropomum)
Ikan bawal air tawar adalah salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan jenis ini salah satu yang banyak dibudidayakan di Indonesia selain lele, nila, gurame, dan lain-lain. Selain relatif tidak terlalu sulit membudidayakannya, ikan bawal tawar termasuk ikan yang mudah beradaptasi.
Usaha pembesaran ikan bawal tawar dilakukan dengan tujuan utama untuk memperoleh ikan konsumsi dengan ukuran yang disukai oleh para penikmat ikan.

Budidaya pembesaran ikan bawal air tawar dapat dilakukan dengan sistem polikultur maupun monokultur.



A. Persyaratan Lokasi
Beberapa persyaratan lokasi budidaya yang harus dipenuhi sebelum digunakan untuk membudidayakan ikan bawal tawar adalah :
  • Tanah bertekstur liat lempung, tidak porous, subur serta mempunyai sudut kemiringan sebesar 3 – 5 %.
  • Lokasi pemeliharaan berada di pada ketinggian 50 – 400 m dpl.
  • Kualitas air harus baik, dalam artian bebas dari pencemaran bahan – bahan kimia, minyak maupun limbah pabrik. Memiliki kadar pH 7 – 8 dan bersuhu 26o – 28o C.
  • Dasar kolam berlumpur, tidak terlalu keruh.
  • Kedalaman kolam berkisar diantara 80 – 100 cm.
  • Sumber air mempunyai debit 3 liter / detik untuk sistem pemeliharaan tradisional serta 6 – 12 liter / detik untuk sistem pemeliharaan polikultur.
Parameter Ikan Bawal

SuhuOksigenpHjumlah telur
26-29> 45-7300.000-500.000

B. Teknik Budidaya
  • Persiapan Kolam 
  • Pengeringan tanah dasar kolam.
  • Pengapuran tanah dasar kolam dengan menggunakan kapur tohor atau dolomit, dengan dosis 25 kg / 100 m2.
  • Pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang dengan dosis 25 – 50 kg / 100 m2 dan TSP dengan dosis 3 kg / 100 m2.
  • Kolam diisi dengan air setinggi 3 cm lalu didiamkan selama 3 hari.
  • Proses penambahan air dilakukan sedikit demi sedkit hingga pada akhirnya ketinggian air kolam maksimal adalah 80 – 120 cm.
C. Pemilihan dan Penebaran Benih 
  • Penebaran benih dilakukan 7 – 10 hari setelah pemupukan.
  • Benih yang akan ditebar harus sudah melalui proses aklimatisasi. Caranya : Masukkan benih ikan yang masih berada di dalam kantong plastik ke dalam air kolam. Setelah dinding plastik berembun, buka kantong plastik benih ikan tersebut, lalu masukkan air kolam sedikit demi sedikit hingga benih terlihat sudah dapat beraktifitas normal. Benih ikan siap ditebar.
D. Pakan dan Cara Memberikan Pakan 

Sumber pakan yang dapat digunakan adalah dedaunan dan atau pelet ikan. Pakan dapat diberikan dengan dosis 3 – 5 % dari total berat ikan, dengan cara disebar merata.

E. Pemanenan 
Pemanenan dapat dilakukan setelah masa pemeliharaan sudah mencapai 4 – 6 bulan, dimana dalam usia tersebut, berat ikan bawal tawar sudah mencapai kurang lebih 500 gram / ekor. Alat yang biasa digunakan dalam operasional panen ini adalah jaring yang terbuat dari waring berdiameter lebar.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Ikan Graskap / Grass Carp (Ctenopharyngodon idella)

Cara Pemijahan Ikan Graskap / Grass Carp (Ctenopharyngodon idella)
Grass Carp (Ctenopharyngodon idella) berasal dari China bagian timur dan USSR. Ikan ini didatangkan ke Indonesia (Sumatera) pada tahun 1915. Pada tahun 1949 didatangkan ke Jawa dengan tujuan untuk dibudidayakan.
Ikan Grass Carp atau ikan Koan atau ikan karper rumput merupakan herbivora yang hidup di air tawar. Ikan jenis ini memakan tumbuhan air seperti Hydrilla sp., Salvinia, rumput-rumputan dan tumbuhan air lainnya, sehingga ikan jenis ini dapat dipakai sebagai ikan pengendali gulma air baik di kolam maupun diperairan umum. Ikan grass carp bisa memakan tanaman dengan jumlah hingga tiga kali total berat badannya. Ketika dewasa, panjang tubuh grass carpbisa mencapai 1,2 meter dengan berat 20 kilogram (kg).
panen budidaya ikan grass carp / graskap
Di alam aslinya, karper hanya mau berpijah di sungai dengan aliran air yang sangat deras. Di Sungai Amur, induk betina karper 60 – 90 cm. bobot antara 5 – 16 kg, dengan umur sekitar 7 – 15 tahun, akan menghasilkan telur antara 200 – 1.600.000 butir. Di kawasan tropis seperti Indonesia, tiap kg. bobot induk betina, akan menghasilkan telur antara 2.000 – 37.000 butir. Hingga semakin besar bobot ikan, akan semakin tinggi pula jumlah telur yang dihasilkan. Dengan diketemukannya teknologi pemijahan buatan menggunakan hormon dari kelenjar hipofisa ikan donor, serta hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin).

Parameter Ikan Grass Carp

SuhupHOksigenJumlah TelurUmur Indukan
26-29 C6-8>22000-37.000 / kg> 3 tahun

Biologi
  • Secara sistematis ikan grass carp termasuk dalam kelas Osteichthyes, ordo Cyprinipormes, famili Cyprinidae.
  • Ciri-ciri fisik ikan ini adalah warna abu-abu gelap kekuningan dengan campuran perak kemilau, badan memanjang, kepala lebar dengan moncong bulat pendek, gigi paringeal dalam deretan ganda dengan bentuk seperti sisir. Ikan grass carp dapat mencapai ukuran panjang maksimal 120cm dan bobot tubuh 20 kg.
  • Induk ikan grass carp sudah dapat memijah pada umur 3 s/d 4 tahun dengan berat betina mencapai 3 kg dan jantan 2 kg. Pemijahan biasanya terjadi pada musim penghujan.
Pemeliharaan Induk
  • Induk-induk dipelihara di kolam dengan kepadatan 0,2 s/d 0,3 kg/m2. Selain diberi pakan tumbuhan air atau rumput-rumputan juga diberi pakan buatan berupa pellet sebanyak 1% dari berat total populasi dengan berat frekuensi pemberian sebanyak 2 kali per hari.
  • Induk ikan grass carp dapat dipijahkan setelah berumur 1 tahun dengan berat 2 – 2,5 kg.
  • Tanda-tanda Induk matang gonad :
  • Betina : Perut mulai bagian dada sampai ke arah pengeluaran menbesar, bila ditekan terasa lembek, lubang kelamin agak kemerahan dan agak menyembul keluar serta gerakan relatif lamban.
  • Jantan : Dibandingkan dengan betina bentuk badan relatif lebih langsing, sirip dada bagian atas kasar dan bila perut diurut kearah lubang kelamin akan keluar cairan berwarna putih (sperma).
Pemijahan
Cara pemijahan ikan grass garp dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
Induced breeding
  • Pemijahan secara ”Induced breeding” yaitu dengan menyuntikan hormon perangsang yang berasal dari kelenjar hipofisa ikan donor atau menggunakan hormon LHRH-a atau ovaprim™.
  • Induk betina disuntik 2 kali dengan selang waktu 4 s/d 6 jam, apabila menggunakan kelenjar hipofisa 2 dosis tetapi apabila menggunakan ovaprim dengan dosis 0,5 ml/kg. Penyuntikan pertama 1/3 bagian dan penyuntikan kedua 2/3 bagian.
  • Induk jantan disuntik cukup sekali, menggunakan kelenjar hipofisa 1 dosis, bila menggunakan ovaprim 0,15 ml/kg dan dilakukan bersamaan dengan penyuntikan kedua pada induk betina.
  • Kedua induk ikan setelah disuntik dimasukan ke dalam bak pemijahan yang dilengkapi dengan hapa, setelah 6 jam dari penyuntikan pertama induki betina diperiksa kesiapan ovulasinya setiap 1 jam sekali, dengan cara diurut secara perlahan.
  • Ikan yang akan memijah biasanya ditandai dengan saling kejar, perut besar dan lunak, keluar cairan kuning dari lubang kelamin.
  • Setelah tanda-tanda tersebut, induk jantan dan betina diangkat untuk dilakukan stripping (pengurutan) yaitu dengan mengurut bagian perut ke arah lubang kelamin. Telurnya ditampung dalam wadah/baki plastik dan pada saat bersamaan induk jantan di-stripping dan spermanya ditampung dalam wadah yang lain kemudian diencerkan dengan cairan fisiologis (NaCl 0,9 %) atau cairan Sodium Klorida.
  • Sperma yang telah diencerkan dituangkan kedalam wadah telur secara perlahan-lahan serta diaduk dengan menggunakan bulu ayam. Tambahkan air bersih dan diaduk secara merata sehingga pembuahan berlangsung dengan baik. Untuk mencuci telur dari darah dan kotoran serta sisa sperma, tambahkan lagi air bersih kemudian airnya dibuang, lakukan beberapa kali sampai bersih, setelah bersih telur dipindahkan kedalam wadah yang lebih besar dan berisi air serta diberi aerasi, biarkan selama kurang lebih 1 jam sampai mengembang secara maksimal.
Induced spawning
  • Pemijahan secara Induced spawning perlakuannya sama seperti pemijahan Induced breeding, hanya setelah induk jantan dan betina disuntik, dimasukan ke dalam bak pemijahan dan dibiarkan sampai terjadi pemijahan secara alami.
  • Setelah memijah maka induk jantan dan betina dikeluarkan dari bak pemijahan dan telur yang sudah dibuahi ditampung dalam wadah yang berisi air serta diaerasi dan dibiarkan sampai mengembang secara maksimal.
Penetasan Telur
  • Penetasan dilakukan di dalam hapa corong berdiameter 40 cm dan tinggi 40 cm dengan mengalirkan air dari bawah untuk memutar air yang berisi telur agar tidak menumpuk. Padat penebaran telur 10.000 butir/corong. Telur akan menetas dalam waktu 20-24 jam pada suhu 26 s/d 29°C.
  • Selain di dalam hapa corong penetasan dapat juga dilakukan di dalam akuarium (40 x 60 x 40) cm yang dilengkapi dengan aerasi. Padat tebar telur 5.000 butir/akuarium pada suhu 26 s/d 29°C, telur akan menetas dalam waktu 20-24 jam.
Pemeliharaan Larva
  • Setelah menetas larva di pelihara dalam corong yang sama , namun sebelumnya telur-telur yang tidak menetas di buang dahulu. Lama pemeliharaan dalam corong 4 hari. Apabila telur ditetaskan dalam akuarium , setelah menetas larva bisa dipelihara di akuarium yang sama namun sebelumnya telur yang tidak menetas dan ¾ bagian air di buang dahulu dan diisi air yang baru. Larva yang sudah berumur 4 hari bisa langsung di tebar di kolam pendederan, atau di beri pakan alami berupa nauplii Artemia, Brachionus atau Moina. Pemeliharaan larva dalam akuarium selama 10 hari, air harus di ganti setiap hari sebanyak 2/3 bagian.
Pendederan Pertama
  • Persiapan kolam pendederan dilakukan seminggu sebelum penebaran larva yang meliputi : pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kelamir. Kolam yang digunakan luasnya 500 s/d 1.000 m2.
  • Kolam kemudian dikapur dengan kapur tohor. Dosis pengapuran 50 s/d 100 gr/m2, caranya kapur tohor dilarutkan terlebih dahulu kemudian disebarkan secara merata keseluruh dasar kolam.
  • Pemupukan dengan menggunakan kotoran ayam. Dosis pemupukan 500 gr/m2, kemudian diisi air setinggi 40 cm.Setelah 4 hari benih grass carp sudah dapat ditebarkan, sebaik waktu penebaran pada pagi hari atau sore hari. Padat penebaran 100 s/d 200 ekor/m2.
  • Pemeliharaan di kolam pendederan pertama selama 21 hari. Pakan tambahan di berikan setiap hari berupa pellet halus sebanyak 75 gr/1.000 ekor larva dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali per hari.
Pendederan Kedua
  • Persiapan kolam pada pendederan kedua dilakukan sama seperti pendederan pertama. Padat penebaran larva 50 s/d 100 ekor/m2. Larva setiap hari diberi pakan tambahan berupa pellet sebanyak 10 % dari biomassa dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali per hari. Lama pemeliharaan pada pendederan kedua selama 28 hari.
Penyakit
  • Penyakit yang sering menyerang benih Grass Carp adalah parasit yaitu : Trichodina, Gyrodactylus, Glosatella, Scypidia, Chillodonella, yang biasanya menyerang bagian permukaan tubuh dan insang. Cara mengatasinya dengan pemberian formalin 25 ppm.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Budidaya Ikan Sidat

Ikan sidat termasuk dalam genus Anguilla, famili Anguillidae, seluruhnya berjumlah 19 spesies Di wilayah Pasifik Barat (sekitar perairan Indonesia) dikenal ada tujuh spesies ikan sidat yaitu : Anguilla celebensis dan Anguilla borneensis, yang merupakan jenis endemik di perairan sekitar pulau Kalimantan dan Sulawesi, Anguilla interioris dan Anguilla obscura yang berada di perairan sebelah utara Pulau Papua, Anguillabicolor pasifica yang dijumpai di perairan Indonesia bagian utara (Samudra Pasifik), Anguilla bicolor pasifica yang berada di sekitar Samudra Hindia (di sebelah barat Pulau Sumatra dan selatan Pulau Jawa), sedangkan Anguilla marmorata merupakan jenis yang memiliki sebaran sangat luas di seluruh perairan tropis.

Ikan Sidat bentuknya mirip belut hanya saja berukuran lebih besar dan memiliki semacam telinga atau sirip di bagian kepalanya, ditambah sirip tipis diatas punggungnya. Sidat termasuk kedalam jenis ikan yang hidup di air tawar dan air laut. Siklus hidupnya yang luar biasa dimulai ketika telur-telur sidat yang terbawa arus ke sungai menetas menjadi larva dan tumbuh menjadi sidat dewasa dan tetap hidup di sungai sampai mencapai usia matang untuk melakukan pemijahan. Saat inilah sidat dewasa akan kembali ke laut dan melakukan pemijahan, dan luar biasanya pemijahan tersebut dilakukan di kedalaman laut hingga mencapai lebih dari 6000 m. Setelah memijah dan bertelur, sidat akan mati. Telur-telur yang jumlahnya bisa mencapai jutaan dalam sekali proses pemijahan itu akan naik ke permukaan laut dan terbawa arus ke sungai lalu menetas disana dan berulanglah siklus hidup ikan sidat tersebut.

Parameter Ikan Sidat

SuhupHSalinitasJumlah TelurUmur Indukan
Perkawinan18 -20 C7-86-7> 4 tahun
Telur23-25 C7-86-73jt-5jt/ kg
Pembesaran25-29 C7-86-7

Perbedaan Jantan dan Betina Ikan Sidat
  • Ikan ini toleran terhadap salinitas, temperatur dan tekanan yang berbeda-beda.”Jenis kelamin bayinya atau dinamakan impun semua berjenis laki-laki. Jadi kita tidak bisa mengetahui kapan ikan sidat berubah berjenis betina,” 
  • Perbedaan fisik antara jantan dan betina dapat terlihat setelah ikan sidat sudah mencapai ukuran dewasa dimana pejantan mempunyai mata lebih lebar dari betina pada ukuran panjang, berat dan usia yang sama.
  • Setelah matang gonad Jantan berumur 3-4 tahun dan betina berumur 4-5 tahun
    Cara Pembesaran Budidaya Ikan Sidat di Kolam
      Secara Umum, pembudidayaan ikan sidat ada 3 tahapan, yaitu :
        1. Tahap Pendederan I,
        2. Tahap Pendederan II
        3. Tahap Pembesaran.
        Adanya tahap budidaya ini dimaksudkan untuk mempercepat laju pertumbuhan ikan sidat. Sampai saat ini belum ada rekayasa teknologi pembenihan ikan sidat. Sehingga stok benih ikan sidat  masih harus mengandalkan hasil tangkapan dari alam.  Benih Ikan sidat ini warnanya masih transparan sehingga disebut glass eel.  Bentuknya sudah panjang mirip ikan sidat tapi dalam ukuran mini.

        Tahap Pendederan I. 
        • Tahap pendederan merupakan tahap pengenalan dan sekaligus adaptasi awal benih ikan sidat dari alam supaya dapat dipelihara dalam ekosistem buatan dan pakan yang homogen atau pakan buatan. Pemeliharan pada tahap ini bertujuan untuk memelihara glass ell sampai menjadi benih ikan sidat berukuran elver. 
        • Setelah tahap pendederan I dilakukan maka elver sudah bisa masuk ke tahap pendederan selanjunya yaitu tahap pendederan II.
        • Glass ell yang dipelihara umumny dari jenis A. bicolor dan A. marmorata. Glass ell untuk jenis A. bicolor berasal dari pantai selatan Jawa sedangkan A. marmorata berasal dari Poso Sulawesi Tengah dan Tatelu. Berat glass ell yang ditebar berukuran 0,17 gr/ekor dengan kepadatan untuk setiap tempat pemeliharaan 6 ekor / liter air. 
        • Penebaran glass ell dilakukan sesegera mungkin setelah glass ell diterima di tempat pemeliharaan. Dirsarankan untuk melakukan transportasi pada malam hari untuk mengurangi stress oleh tingginya suhu lingkungan selama transportasi apabila dilakukan pada siang hari. Sebelum ditebar ke dalam tempat pemeliharaan glass ell harus diaklimatisasi terlebih dahulu.. Perlakuan tersebut bisa dilakukan dengan cara menempatkan plastik packing sehingga mengapung di atas air media pemeliharaan. 
        Tahap Pendederan II 
        • merupakan tahap persiapan untuk menghasilkan sidat ukuran fingerling (10 gr/ekor) dan selanjutnya siap di pelihara pada tahapan pembesaran.
        Tahap Pembesaran
        • Tahapan terakhir dari kegiatan budidaya ini adalah pembesaran. Tahapan pembesaran bertujuan untuk memperoleh ikan sidat ukuran konsumsi (> 200 gr/ekor).
        • Tempat pemeliharaan yang digunakan adalah bak beton dengan dimensi 2 x 5 x 1,8 m3 dengan air media yang digunakan hanya 5 m3. Bak pemeliharaan dilengkapi dengan sistem aerasi sedang, sistem air mengalir. Air media pemeliharaan berasal dari tandon air sumur artesis yang dialirkan memalui paralon ke dalam bak pemeliharaan. Volume pergantiian air sebanyak 300 % per hari. Pada bagian atas bak ditutupi oleh terpal untuk menjaga suhu air pada kisaran 29 - 31 derajat Celcius .
        • Waktu yang diperlukan di dalam budidaya ikan sidat tergantung ukuran benih yang ditabur. Untuk benih ukuran 200 gram untuk menghasilkan panen ukuran > 500 gram memerlukan waktu maksimal lima bulan.
        • Tingkat produktivitasnya juga cukup bagus. Untuk satu ton benih, diperkirakan bisa menghasilkan 5 ton ikan sidat. Sekarang, semakin banyak investor yang berkeinginan membudidayakan ikan sidat, sebab, budidaya ikan sidat dipastikan menguntungkan.
        Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
        Semoga Bermanfaat

        Cara Pembenihan Ikan Patin

        Cara Pemijahan Ikan Patin (Pangasius  hypopthalmus)
        Ikan patin (Pangasius  hypopthalmus) merupakan salah satu dari 14 spesies pangasiid yang sudah cukup lama di Indonesia. Pangasius hypopthalmus merupakan introduksi dari Thailand dan menjadi salah satu ikan populer yang dibudidayakan di Indonesia (Slembrouck, J. et all., 2003).

        Budidaya ikan patin meliputi beberapa kegiatan. Secara garis besar kegiatan ini dibagi menjadi dua, yaitu : kegiatan pembenihan dan kegiatan pembesaran. Kegiatan pembenihan umumnya masih dilakukan di Balai benih ikan milik pemerintah dan jarang dilakukan oleh masyarakat.Kegiatan pembenihan merupakan upaya untuk menghasilkan benih pada ukuran tertentu, sedangkan kegiatan pembesaran merupakan kegiatan untuk menghasillkan ikan yang siap dikonsumsi. Media pembesaran ikan patin berbeda-beda sehingga kegiatan persiapan media pembesaran sangat tergantung pada jenis media yang hendak dimanfaatkan.

        Parameter Ikan Patin

        SuhupHOksigenUmur IndukanJumlah Telur
        26-31 C6-8>4>3 Tahun300.000-1.600.000

        Penanganan dan Pemilihan Indukan Ikan Patin

        Pemilihan Ikan Patin Sebaiknya berumur 3 tahun untuk betina dan 2 tahun untuk jantan dengan berat 1,2-2 kg.  Pemilihan induk betina yag telah siap kawin (telurnya sudah matang) dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara visual (tanpa alat bantu) dan dengan alat bantu
        Memilih induk dengan cara visual .
        • Induk ikan ditangkap pada bagian pangkal ekor kemudian diangkat dari dalam air.
        • Badan ikan dibalik, lalu perhatikan besar kecilnya perut. Perut yang buncit kearah dubur merupakan salah
        • satu ciri induk yang telah matang gonad.
        • Perhatikan pula warna kulit di sekitar genitalnya. Apabila warnanya kemerahan, berarti telur sudah     matang.
        • Yang terakhir, rabalah bagian perutnya. Apabila lembek, itu juga merupakan salah satu ciri telur sudah  matang gonad

        Memilih induk menggunakan alat bantu
        Alat bantu yang digunakan biasanya berupa selang kanulasi (kateter), cawan kaca bening, larutan transparan, kertas milimeter, blok, lampu senter dan lain-lain.
        • Induk ditangkap pada bagian pangkal ekor, kemudian diangkat dari dalam air.
        • Badan ikan dibalikkan, lalu masukkan selang kateter ke saluran telur dengan hati-hati sampai menyentuh telur.
        • Sedotlah selang tersebut untuk mendapatkan contoh telur. Contoh telur tersebut diukur diameternya, bila memungkan gunakan mikroskop. Jika tidak ada dapat menggunakan kertas milimeter. Induk yang dianjurkan dipilih adalah induk dengan diameter telurnya rata-rata 0,9 mm.
        • Cara lain adalah letakkan contoh telur tersebut di atas cawan kaca bening kemudian diberi larutan transparan. Setelah itu, letakkan cawa di atas lampu pijar atau senter 10 watt. Amati posisi inti telur. Induk yang dipilih bila telurnya sebagian besar (80%) mempunyai inti telur yang sudah berada atau mendekati dinding telur.
        • Adapun pemilihan induk jantan yang siap kawin lebih mudah dilakukan. Caranya dengan melakukan pengurutan dari arah perut kebagian anusnya secara perlahan. Apabila keluar cairan berwarna putih (sperma) berarti ikan tersebut telah siap dikawinkan.
        Perbedaan Indukan Jantan dan Betina Ikan Patin 

        Induk Betina :
        • Umur 3 tahun.
        • Ukuran 1,2 – 2 Kg.
        • Perut mmbesar kearah anus.
        • Perut terasa empuk han halus bila diraba.
        • Kloaka membengkak dan berwarna merah tua.
        • Kulit pada bagian perut lembek dan tipis.
        • Kalau disekitar kloaka ditekan, akan keluar beberapa butir telur yang bentuknya bundar dan besarnya  seragam.
        Induk Jantan :
        • Umur 2 tahun.
        • Ukuran 1,5 – 2 Kg.
        • Kulit perut lembek dan tipis.
        • Bila diurut akan keluar cairan sperma berwarna putih.
        • Kelamin membengkak dan berwarna merah tua.
        1. 6 hari pertama pemeliharaan indukan dengan pemberian makanan protein tinggi
        2. hari ke 7 induk diambil dan dilakukan penyuntikan (suntikan ekstrak kelenjar hipofise)
        3. Dalam pemijahan ikan patin. ikan patin yang sudah disuntik dilepaskan di kolam pembenihan
        4. Setelah 8-12 jam dari penyuntikan kedua induk ditangkap dengan menggunakan kain hapa
        5. Siapkan baskom / Wadah yang bersih untuk tempat telur
        6. Pemijahan denga suntik ini masih harus dibantu lagi dengan penguruta (stripping), yaitu perut diurut pelan-pelan dari bagian depan (dada) ke arah belakang denga menggunakan jari tengah atau jempol.
        7. Perut Induk betina diurut pelan-pelan ke arah belakang dan telur yang keluar ditampung dalam piring beremail tersebut. 
        8. Kemudian telur dan sperma diaduk sampai rata dengan menggunakan bulu ayam selama sekitar 0,5 menit. 
        9. Selanjutnya, ke dalam campuran telur dan sperma tersebut dituangkan air bersih sedikit demi sedikit sambil terus diaduk selama sekitar 2 menit. 
        10. Kemudian air dibuang dan diganti dengan air yang baru dan dibilas. 
        11. Pembilasan dilakukan 2 samapi 3 kali hingga sisa sperma dan sebagian gelembung minyak pada telur berkurang.
        Penetasan Telur Ikan Patin
        • Bak pemijahan dicuci bersih dan dikeringkan.
        • Hapa dipasang untuk menetaskan telur.
        • Kolam diisi dengan air bersih.
        • Untuk menghindari timbulnya jamur maka perlu ditambahkan larutan penghambat pertumbuhan jamur,  antara lain dengan emolin atau Blitz-ich dengan dosis 0,05 cc/l. Setelah itu, aerator ditempatkan pada bak penetasan agar keperluan oksigen larva dapat terpenuhi.
        • Pada daerah-daerah yang suhu airnya relatif rendah diperlukan heater (pemanas) untuk mencapai suhu optimal yang relatif stabil.
        • Dalam proses penetasan, telur disebarkan merata kedalam hapa yang telah disiapkan sebelumnya. Telur ini dijaga agar jangan sampai menumpuk karena akan mengakibatkan telur menjadi busuk.Untuk itu telur disebar dengan menggunakan bulu ayam. Di bak penetasan ini telur yang telah dibuahi akan berkembang sedikit demi sedikit menjadi larva.
        Pemeliharaan Larva
        • Benih yang berumur 1 hari dipindahkan ke dalam aquarium berukuran 80 cm x 45 cm x 45 cm. 
        • Setiap aquarium diisi dengan air sumur bor yang telah diaerasi. 
        • Kepadatan penebaran ikan adalah 500 ekor per aquarium. 
        • Sampai benih berumur satu hari belum diberi makanan tambahan dari luar karena masih mempunyai cadangan makanan berupa yolk sack atau kuning telur. 
        • Pada hari kedua dan ketiga baru benih itu diberi makanan berupa emulsi kuning telur ayam yang direbus. 
        • Selanjutnya benih ikan diberi makanan moina (Moina cyprinacea) atau yang populer dikenal sebagai kutu air dan jentik-jenti nyamuk.
        • Larva dipelihara di aquarium hingga berumur 15 hari. Setelah berumur sekitar 17 – 18 hari, benih dijarangkan di kolam pendederan yang lebih luas dengan menjaga kondisi lingkungan, makanan yang cukup, serta kualitas airnya.
        Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
        Semoga Bermanfaat

        Cara Pemijahan Ikan Patin Methode dry stripping atau methode kering

        Cara Pemijahan Ikan Patin <<< Klik sini
        Di habitat aslinya ikan patin dapat memijah secara alami namun kondisi ini belum bisa terjadi pada ikan patin yang dibudidayakan. Kondisi yang demikian menjadi kendala tersendiri dalam pembudidayaan ikan patin. Salah satu upaya yang sering dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan melakukan pembuahan di luar. Berikut ini merupakan proses pembuahan di luar pada ikan patin dengan fokus pembahasan pada Teknik Stripping.

        Stripping dilaksanakan setelah penyuntikan induk. Jumlah induk yang digunakan disesuaikan dengan keperluan target produksi namun sebaiknya dengan perbandingan 1:2 atau 1:3. Penyuntikan pertama dilakukan pada induk betina dengan memberikan HCG dosis 500 IU/Kg untuk mematangkan dan meratakan telur. Penyuntikan kedua dilakukan setelah 24 jam penyuntikan pertama berupa penyuntikan induk betina dengan ovaprim 0,6 ml/Kg dan induk jantan dengan ovaprim 0,3 ml/Kg yang dicampur aquabides. Kemudian lakukan pemerikasaan kondisi induk setelah 8-12 jam penyuntikan untuk mengetahui kematangan telur dan sperma induk. Jika perut ikan dipijit ke arah anus kemudian keluar telur atau sperma maka induk telah siap untuk distripping.

        Alat dan bahan
        • Baskom, untuk menampung telur
        • Bulu ayam, untuk mengaduk pembuahan
        • Kain, untuk memegang ikan
        • Tissu, untuk mengeringkan bagian anus ikan
        • Botol minuman air mineral, untuk menampung sperma
        • Skop net, untuk menyaring
        • NaCl, untuk mengencerkan dan mengawetkan sperma selama 8-12jam
        • Air mineral dan air sumur
        • Tanah liat, untuk menghilangkan lendir
        • Corong penetasan
        Langkah Kerja
        • Siapkan botol minuman air mineral yang telah diisi NaCl dengan perbandingan 1:4
        • Ambil induk jantan kemudian lakukan pijitan pada perut ke arah anus. Tampung sperma yang keluar kedalam botol air mineral
        • Siapkan baskom dan lakukan pijitan induk betina pada perut ke arah anus kemudian tampung telur yang keluar. Pada telur-telur tersebut kemudian dicampurkan sperma secukupnya

         Telur Hasil Stripping di Tampung Pada Baskom
         Pengadukan Telur dengan Sperma Menggunakan Bulu Ayam
         Pembasuhan dengan Air Mineral
        • Aduk secara perlahan dengan menggunakan bulu ayam selama 5-15 menit
        • Basuh dengan air mineral secukupnya kemudian aduk lagi selama 5-15 menit
        • Basuh dengan air sumur untuk membuang sperma yang lebih lalu endapkan selama 5 menit
         Pembasuhan dengan Air Sumur
         Sterilisasi Tanah Liat Dengan Air Panas
         Pengadukan Telur Dengan Larutan Tanah Liat
        • Telur yang telah dibuahi akan tenggelam ke dasar baskom
        • Buang air beserta sperma yang tidak digunakan untuk pembuahan
        • Sterilkan tanah liat dengan membasuhnya menggunakan air panas. Kemudian tanah liat tersebut dilarutkan dengan menggunakan air sumur yang dingin.
         Penyaringan Telur Menggunakan Skop Net
        Telur Siap Ditetaskan Didalam Corong Penetasan
        • Saring larutan tersebut dengan skop net lalu masukkan kedalam baskom yang berisi telur yang telah dibuahi. Aduk secara merata selama 5-15 menit sampai telur-telur tersebut saling terpisah satu sama lain
        • Masukkan telur ke dalam skop net kemudian cuci sampai bersih dengan menggunakan air sumur
        • Telur-telur yang telah bersih tersebut telah siap untuk ditetaskan pada corong penetasan. Jumlah telur untuk tiap corong penetasan adalah 300 gram butir telur.
        Explanation :
        Alam Ikan : supm-bone.net/

        Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
        Semoga Bermanfaat