sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

Jenis Ikan Hias Tanpa Pompa Oksigen

Berikut ikan-ikan yang tahan dengan kadar oksigen terlarut cukup rendah, tahan lama walaupun tidak menggunakan Pompa Oksigen, ikan hias yang termasuk dalam kategori ini adalah sebagai berikut:
  • Ikan Guppy
Ikan Guppy (Poecilia reticulata) Ikan ini tumbuh dan berkembang di perairan air tawar dan beberapa di antaranya juga ada yang hidup di perairan air payau.Guppy selain dikenal sebagai ikan yang gampang berkembang biak juga memiliki julukan ikan ‘pelangi’ karena pola warna yang beragam dan banyak corak baru yang muncul saat dikawinsilangkan.



  • Ikan Platy
Ikan Platy (Xiphophorus maculatus) Ikan platy yang banyak dikenal dikalangan penghobi ikan hias antara lain : platy koral, sunset, mickey mouse, pedang, cendrawasih, variatus, dan hawaii. Meskipun mempunyai varian yang banyak namun pada dasarnya mempunyai ciri yang sama. Ikan ini dapat mencapai ukuran tubuh sebesar 12 cm, atau bahkan lebih pada beberapa jenis tertentu. Ikan platy bersifat pendamai sehingga cocok jika dicampur dengan ikan hias lain.

  • Ikan Molly
Molly (Poecilia sphenops) Ikan ini bersifat omnivore. Ukuran tubuhnya relatif cukup besar, maksimal sekitar 12 cm. Hingga kini sudah banyak varietas yang beredar di pasaran dengan warna dan bentuk tubuh yang beragam akibat persilangan dan mutasi. Molly balon, misalnya, yang bertubuh seperti bola akan tampak sangat bagus seperti maskoki mini bila ukurannya sudah besar.Hanya saja jenis ikan ini kurang toleransinya terhadap perubahan atau goncangan suhu yang tinggi.


  • Ikan Cupang
Ikan cupang merupakan salah satu ikan hias yang mempunyai alat pernapasan tambahan berupa labirin. Ikan ini berkembang dengan cara bertelur dan telurnya menempel pada substrat seperti akar tanaman, daun-daun atau serabut rapia.Ikan cupang termasuk salah satu ikan yang paling mudah dipelihara. Tanpa lampu dan tanpa pompa oksigen, ikan ini mampu bertahan hidup di dalam aquarium. Ikan ini mudah stress jika dipasang lampu. Ikan cupang lebih suka yang remang-remang dan gelap. Jenis ikan cupang juga bermacam-macam, ada ikan culang hias dan cupang aduan. Ikan cupang hias memiliki warna dan ekor lebar yang cantik.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Budidaya Pembenihan Ikan Niasa


Ikan Niasa - Psedatropheus auratus Bonlenger atau nama Inggris Auratus. sedangkan Menurut Saanin (1984) ikan Niassa mempunyai nama latin  Melanochromis auratus. Jenis ikan ini mempunyai tubuh memanjang agak datar, warna dasar kuning keemasan cerah atau hitam pekat. Ikan Niasa sangat agresif gerakannya sehingga harus hati-hati kalau akan dicampur dengan jenis ikan lain.

Ikan Niassa mudah dipijahkan karena ikan ini bersifat menyimpan telur dan anaknya didalam mulut (mouthbreder) sehingga tanpa adanya sarang, pemijahan pun dapat berlangsung, ikan ini selalu memijah sepanjang tahun dan mudah dibudidayakan. Di wilayah beriklim panas, ikan Niassa dapat hidup di perairan sampai suhu 36 derahat C

Suhu (C)OksigenpHUmur IndukanJumlah Telur
25-30 derajat>36-7.>6 Bulan>20-100

Morfologi
Ikan Niassa memiliki postur tubuh memanjang agak datar. Sirip di punggungnya memanjang, dengan ekor yang berbentuk membulat. Ikan niassa ini memiliki warna dasar kuning cerah, tetapi ada pula yang berwarna hitam pekat. Ikan ini terlihat cantik karena adanya garis kuning yang melintang horizontal yang berpangkal dari kepala sampai sirip ekor. Ada garis yang berwarna hitam yang diikuti dengan garis putih itu persis di tengah tubuh, lalu di punggung tapi ada pula di sirip

Pemilihan Induk Ikan Niasa
  • Jumlah Induk betina dengan Induk Jantan adalah 135 : 15 ekor, atau 8:1
  • Dengan ukuran >4,5 cm
  • Jumlah betina yang mencolok ini dimaksudkan agar lebih banyak yang terlibat mengerami telur. Jadi lebih efektif dan efisien. Jantan yang sudah memijah dengan satu betina, bisa siap lagi memijah dengan betina lainnya, sementara betina yang pertama mengerami telurnya.
Pemilihan Kolam Ikan Niasa
  • Kolam Semen dengan ukuran 1,5 x 3 meter dengan kedalaman 0,4 meter
Pemijahan Ikan Niasa
  1. Setelah Ikan dikawinkan selama 1 minggu didalam kolam semen 
  2. Dipindahkan ke akuarium dengan 40x40x80 cm
  3. Jumlah ikan di akuarium 30 ikan betina yang sudah mengerami telur dalam mulutnya
  4. Setelah seminggu di dalam akuarium, induk ditangkap. Pipinya ditekan, untuk mengeluarkan benihnya yang sudah ber-ekor. Benih ini dimasukkan ke dalam bak plastik berisi air 3/4 bagian. Setiap bak mampu menampung 500 - 1.000 ekor benih. Bak diletakkan ditempat teduh dan diberi aerator secukupnya, jangan terlalu kencang.
  5. Seminggu setelah dimasukkan ke dalam bak plastik, benih yang sudah mulai bisa berenang dipindah ke dalam akuarium perawatan burayak. Burayak sudah bisa diberi makan, jika sudah bisa berenang. Sementara itu, induknya dikembalikan lagi ke kolam pemijahan massal.
  6. Benih ikan bisa diberi pakan infusoria
Kebiasaan Makan
Ikan Niassa adalah ikan carnivora yaitu ikan pemakan daging. Ikan Niassa diberi makan untuk pertumbuhan memelihara sistem kekebalan tubuhnya. Untuk pemeliharaan larva dapat diberi makan kutu air, artemia dan cacing sutera atau cacing rambut. Sementara induknya diberi pakan udang kecil atau rebon untuk memelihara kualitas telurnya.

epandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Budidaya Pembenihan Ikan Koi

Ikan koi merupakan jenis ikan mas atau karper, nama ilmiahnya Cyprinus caprio. Ikan ini dihasilkan dari perkawinan silang dari berbagai macam ikan mas. Ikan koi dipopulerkan oleh bangsa Jepang. Banyak versi yang menerangkan asal-usul ikan koi.

SuhuOksigenpHUmur IndukanJumlah Telur
27-30 derajat> 35-7.> 2 tahun100.000/kg

Memilih indukan untuk budidaya ikan koi
calon indukan ikan koi harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Umur ikan sudah cukup matang, lebih dari 2 tahun
  2. Memiliki jenis yang sama atau mendekati, misalnya kohaku dengan kohaku
  3. Bentuk tubuh ideal, dari atas tampak seperti torpedo
  4. Gaya berengang tenang dan seimbang
  5. Warna cemerlang dan kontras
  6. Sehat, gerakannya gesit tidak banyak diam di dasar kolam.
  7. Indukan jantan dan betina telah matang gonad
Pemeliharaan indukan ikan koi
  1. Kolam Khusus indukan (kedalaman 1,5 meter, berukuran 4x5 meter.
  2. Diisi 20 betina dan 40 jantan
  3. Indukan betina dan jantan dipelihara dikolam yang berbeda, manfaatnya agar saat dipijahkan indukan tidak perlu mengalami pemberokan lagi. Secara umum pemeliharaan kolam indukan sama saja dengan pemeliharaan kolam pembesaran.
  4. Pakan yang diberikan berupa pelet berukuran 8 mm, asumsinya ikan koi yang berumur lebih dari 2 tahun sudah berukuran minimal 60 cm. Jumlah pakan yang diberikan sekitar 3-5% dari bobot tubuhnya dalam satu hari. Frekuensi pemberian pakan 2-4 kali.
Pemijahan ikan koi
a. Tempat pemijahan
  1. Kolam terbuat dari semen dan permukaannya diplester
  2. ukuran kolam 3x6 m kedalaman 60cm dan ketinggian air 40 cm
  3. Kolam harus memiliki saluran masuk dan keluar.Pada kedua saluran tersebut harus dipasang saringan halus. Tujuannya agar tidak ada hama penganggu yang masuk ke kolam dan telur atau larva hasil pemijahan tidak hanyut ke luar kolam.
  4. Sebelum di isi air, kolam harus dijemur dan dikeringkan terlebih dahulu. Di endapkan 24 jam
  5. Ikan koi senang menempelkan telurnya pada media yang ada dalam kolam. sediakan kakaban yang terbuat dari ijuk atau bisa memanfaatkan tumbuhan air. Untuk memperkaya kadar oksigen pasang aerotor pada kolam pemijahan.
b. Proses pemijahan
  1. Setelah kolam pemijahan siap, masukkan indukan ikan koi betina terlebih dahulu. Pemijahan biasanya berlangsung malam hari, sehingga induk betina bisa dimasukkan pada sore hari. Biarkan indukan betina beradaptasi dengan kondisi kolam agar tidak stres.
  2. Setelah 2 hingga 3 jam, indukan jantan bisa dilepaskan di kolam pemijahan. Jumlah indukan jantan yang dimasukkan 3 hingga 5 ekor. 
  3. Setelah proses pemijahan selesai, segera angkat indukan-indukan tersebut dari kolam pemijahan. Apabila induka dibiarkan di kolam dikhawatirkan akan memakan telur-telur tersebut. Biarkan telur-telur yang ada di kolam untuk menetas.
c. Penetasan larva
  1. Telur-telur yang menempel pada kakaban atau tanaman air harus terendam dalam air. Oleh karena itu berikan pemberat pada kakaban. Pada keadaan normal, suhu sekitar 27-30 derajat celcius, telur akan menetas dalam waktu 48 jam. 
  2. Setelah telur menetas kakaban atau tanaman air bisa diangkat. Larva yang baru menetas masih menyimpan persedian makanan yang bisa bertahan hingga 3-5 hari. 
  3. Pakan yang bisa diberikan pada burayak umur 5 hari adalah kuning telur yang telah direbus. Bila ada sisa pakan segera dibersihkan.
  4. Beberapa penangkar tidak menganjurkan pemberian pakan kuning telur karena mudah membuat kolam kotor dan menyebabkan kematian massal sehingga dapat diganti kutu air (daphnia dan moina) yang telah disaring. Penyaringan kutu dilakukan hingga burayak berukuran 1 cm.
  5. Bila sudah lebih besar bisa diberikan kutu yang tidak disaring atau udang artemia. Cacing sutera bisa diberikan bila ukuran burayak sudah mencapai 1,5 cm. Pemberian pakan tersebut berlangsung hingga burayak berumur 3 minggu. Setelah itu, ikan dipindahkan ke kolam pendederan.
d. Pendederan
  1. Kolam pendederan adalah kolam untuk memelihara ikan koi hingga berumur 3 bulan. Pada umur ini biasanya ukuran ikan koi telah mencapai 15 cm. Ukuran kolam 3×4 dengan kedalaman 40 cm bisa menampung 250-300 ekor anak ikan koi.
  2. Pada fase ini, pelet sudah bisa diberikan sebagai pakan ikan. Berikan pelet berukuran kecil berukuran 250 mikron. Satu ons pelet cukup untuk 1000 ekor ikan koi. Pemeberian pakan dilakukan 2 kali sehari. Untuk membentuk warna berikan sesekali cacing sutera atau udang artemia.
  3. Setelah anak ikan berumur 3 bulan, bisa diberikan pelet kasar sesuai takaran. Berikan pelet hingga ikan kenyang. Bila dalam tempo 5 menit pakan tidak dimakan dan tersisa di kolam berarti ikan sudah kenyang. Pemberian pelet dilakukan 2-3 kali sehari.
Penyortiran ikan koi
  1.  ikan koi sudah bisa dilakukan sejak ikan berumur 1 bulan Atau kalau ingin lebih aman, lakukan setelah ikan berumur 3 bulan.
  2. Faktor-faktor penyortiran didasarkan pada ukuran badan, bentuk dan kualitas warna. Ikan koi digolongkan berdasarkan ukurannya, kecil dengan yang kecil dan ukuran besar dengan yang besar.
  3. Sedangkan bentuk badan dipilah dari bentuk yang tidak bagus. Bentuk badan yang bagus harus proporsional. Badannya membulat seperti peluru tidak terlalu panjang. Siripnya simetris dan gerakannya tenang tapi mantap.
  4. Pemilahan juga dilakuan terhadap ikan yang warnanya cerah dan memiliki garis batas yang tegas. Koi yang baik memiliki batas warna yang kontras. Tidak ada gradasi warna pada batas-batasnya. Untuk seleksi lebih lanjut terdapat standar internasional kualitas ikan koi berdasarkan jenisnya.
Sumber : 
Alam Ikan; alamtani.com/

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Manfish

Cara Pemijahan Budidaya Ikan Manfish (Pterophyllum scalare)
Manfish atau yang dikenal juga dengan istilah 'Angel fish' berasal dari perairan Amazon, Amerika Selatan. Manfish (Pterophyllum scalare) tergolong ke dalam famili Cichlidae, Beberapa jenis ikan Manfish yang dikenal dan telah berkembang di Indonesia antara lain adalah: Diamond (Berlian), Imperial, Marble dan Black-White. Diamond (Berlian) berwarna perak mengkilat sampai hijau keabuan.

Pada bagian kepala atas terdapat warna kuning hingga coklat kehitaman yang menyusur sampai bagian punggung.  Manfish Imperial mempunyai warna dasar perak, tetapi tubuhnya dihiasi empat buah garis vertikal berwarna hitam/coklat kehitaman.  Manfish Marble memiliki warna campuran hitam dan putih yang membentuk garis vertikal.  Sedangkan manfish Black-White mempunyai warna hitam menghiasi separuh tubuhnya bagian belakang, dan warna putih menghiasi separuh bagian depan termasuk bagian kepala.


Parameter Ikan Manfish

SuhupHOksigenJumlah TelurUmur Indukan
26-30 C6-8>4500-1000>7 Bulan

Ciri-ciri Morfologis dan Kebiasaan Ikan Manfish
  • Memiliki warna dan jenis yang bervariasi
  • Bentuk tubuh pipih, dengan tubuh seperti anak panah
  • Sirip perut dan sirip punggungnya membentang lebar ke arah ekor, sehingga tampak  sebagai busur yang berwarna gelap transparan
  • Pada bagian dadanya terdapat dua buah sirip yang panjangnya menjuntai sampai ke bagian ekor.
  • Menjaga dan melindungi keturunannya.
  • Bersifat omnivorus
  • Tergolong mudah menerima berbagai jenis makanan dalam berbagai bentuk dan sumber
Pengelolaan Induk Ikan Manfish
  • Ikan manfish dapat dijadikan induk setelah umurnya mencapai 7 bulan dengan ukuran panjang ± 7,5 cm. Untuk mencapai hasil yang optimal, induk harus dikelola dengan baik antara lain dengan pemberian pakan yang baik seperti jentik nyamuk, cacing Tubifex, atau Chironomous.  Selain itu karena induk ikan manfish sangat peka terhadap serangan penyakit, maka perlu diberikan perlakukan obat secara periodik  Obat yang biasa digunakan antara lain Oxytetracycline dan garam.
  • Sebelum dipijahkan, induk manfish dipelihara secara massal ( jantan dan betina ) terlebih dahulu dalam 1 akuarium besar (ukuran 100x60x60 cm3).  Setelah matang telur, induk manfish akan berpasangan dan memisahkan dari ikan lainnya.  Induk yang berpasangan tersebut sudah dapat diambil dan dipijahkan pada tempat pemijahan.
  •  Selain itu dapat dilakukan, yaitu dengan memasangkan induk manfish secara langsung setelah mengetahui induk jantan dan betina. 
Ciri Indukan Ikan Manfish
  • Induk jantan dicirikan dengan ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan induk betina.  
  • Kepala induk jantan terlihat agak besar dengan bagian antara mulut ke sirip punggung berbentuk cembung, serta bentuk badan lebih ramping dibandingkan dengan ikan betina. 
  • Sementara induk betina dicirikan oleh ukuran tubuh yang lebih kecil dan bentuk kepalanya yang lebih kecil dengan bagian perut yang lebih besar/gemuk serta terlihat agak menonjol.
Teknik Pemijahan Ikan Manfish
  • Pemijahan dilakukan di akuarium berukuran 60x50x40 cm3 dengan tinggi air ± 30 cm.  Ke dalam akuarium tersebut diberikan aerasi untuk menyuplai oksigen.
  • Ikan manfish akan menempelkan telurnya pada substrat yang halus, misalnya potongan pipa PVC yang telah disiapkan/ditempatkan dalam akuarium pemijahan.  Karena ikan manfish cenderung menyukai suasana yang gelap dan tenang, maka pada dinding akuarium dapat ditempelkan kertas atau plastik yang berwarna gelap.
  •  Induk manfish akan memijah pada malam hari.  
  • Induk betina menempelkan telurnya pada substrat dan diikuti ikan jantan yang menyemprotkan spermanya pada semua telur, sehingga telur-telur tersebut terbuahi.  
  • Jumlah telur yang dihasilkan setiap induk berkisar antara 500-1000 butir.  Selama masa pemijahan tersebut, induk tetap diberi pakan berupa cacing Tubifex, Chironomous atau Daphnia.
Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva Ikan Manfish
  • Telur yang menempel pada substrat selanjutnya dipindahkan ke akuarium penmetasan telur (berukuran 60x50x40 cm3) untuk ditetaskan.  
  • Pada air media penetasan sebaiknya ditambahkan obat anti jamur, antara lain Methyline Blue dengan dosis 1 ppm.  Untuk menjaga kestabilan suhu, maka ke dalam media penetasan telur tersebut digunakan pemanas air (water heater) yang dipasang pada suhu 27-28oC.
  • Telur manfish akan menetas setelah 2-3 hari, dengan derajat penetasan telur berkisar 70-90%.  Selanjutnya paralon tempat penempelan telur diangkat dan dilakukan perawatan larva hingga berumur ± 2 minggu.
Pakan yang diberikan selama pemeliharaan larva tersebut berupa pakan alami yang sesuai dengan bukaan mulut larva dan memiliki kandungan protein yang tinggi, antara lain nauplii Artemia sp.  Pakan tersebut diberikan 2 kali sehari ( pagi dan sore ) hingga larva berumur  ± 10 hari dan dilanjutkan dengan pemberian cacing Tubifex.

Pendederan dan Pembesaran
  • Setelah berumur ± 2 minggu, benih tersebut dapat dilakukan penjarangan untuk kemudian dilakukan pendederan sampai ikan berumur satu bulan.
  • Langkah berikutnya adalah memanen benih tersebut untuk dipindahkan ke dalam bak/wadah pembesaran.  Dalam hal ini dapat digunakan bak fiber atau bak semen, tergantung wadah yang tersedia.  
  • Selama masa pembesaran, diupayakan agar ada aliran air ke dalam wadah pembesaran walaupun sedikit.  Padat penebaran untuk pembesaran ikan manfish berkisar 100 ekor/m2.  
  • Pakan yang diberikan berupa cacing Tubifex atau pellet sampai benih berumur ± 2 bulan.  Ukuran yang dicapai biasanya berkisar 3 - 5 cm.  
  • Jika pakan dan kualitas air mendukung, sintasan pada masa pembesaran dapat mencapai 70-90%.  Selanjutnya benih manfish dapat dibesarkan lagi hingga mencapai ukuran calon induk atau induk dengan padat penebaran yang lebih kecil.
Penyakit dan Penanggulangannya
  • Ikan manfish dikenal cukup peka terhadap serangan penyakit, untuk itu diperlukan pengelolaan secara baik dengan menjaga kualitas air dan jumlah pakan yang diberikan.  
  • Beberapa jenis parasit yang biasa menyerang benih/induk Manfish antara lain adalah :Trichodina sp., Chillodonella sp. dan Epystilys sp.  
  • Sedangkan bakteri yang menginfeksi adalah Aeromonas hydrophilla.
  • Beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk menanggulangi serangan penyakit parasitek antara lain : Formalin 25%, NaCl 500 ppm.  
  • Sedangkan untuk penyakit bakterial dapat digunakan Oxytetrachycline 5 - 10 ppm dengan cara perendaman 24 jam.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Red Fin Shark

Cara Pemijahan Budidaya Ikan Red Fin Shark (Ephalzeorhynchus frenatus)
Red-finned Shark (Ephalzeorhynchus frenatus) merupakan ikan dasar yang berasal dari Sungai Mekong, Thailand. Ikan yang bersifat omnivora ini sangat cantik dengan warna tubuh cokelat hitam atau putih albino dan sirip-siripnya merah terang. Ukuran tubuh maksimalsekitar 12 cm.

Suhu pemeliharaan antara 26-28° C dengan pH 7 dan kekerasan 10° dH. Di alam aslinya, ikan dewasa senang, memakan lumut sehingga dinding akuarium biasanya bersih dari lumut. Sifatnya agak pemalu dan senang bersembunyi pada siang hari, sedangkan malam hari akan keluar mencari makanan.


Parameter Ikan Red Fin Shark

SuhupHoksigenUmur Indukan
26-286-7,5>3> 6 bulan

Perbedaan jantan dan Betina 
  • Induk jantan dan betina agak sulit dibedakan. Namun, bentuk tubuh yang agak gemuk dan sedikit panjang biasanya adalah betina, sedangkan jantan agak pendek dan langsing.
Pemijahan Buatan
  • Pemijahannya dilakukan dengan suntikan hormon gonadotropin buatan seperti Ovaprim pada induk yang sudah matang telur. Dosis hormon cukup 0,3 ml/kg, berat badan.
  • Suntikan hanya dilakukan sekali saja. Oleh karena ukuran ikan ini tidak besar maka penyuntikan dapat dilakukan hanya dengan memegang induknya menggunakan tangan kiri, sedangkan tangan kanan untuk menyuntik.
  • Pemijahan dapat dilakukan secara masal. Induk-induk yang sudah bertelur harus secepatnya diambil dan telurnya dibiarkan menetas sendiri tanpa induk. 
  • Ikan ini berenang di dasar sehingga telurnya akan berantakan bila terlalu lama bersama induknya. Oleh karena itu, penyuntikan akan lebih baik dilakukan siang hari agar ikan bisa bertelur malam hari. 
  • Ini disebabkan waktu terbaik mengangkat induknya adalah malam hari. Misalnya, penyuntikan yang dilakukan pukul 11.00 diperkirakan ikan akan bertelur pukul 20.00.
  • Telur akan mulai menetas dalam jangka waktu 24 jam dan larvanya mulai berenang 3-4 hari kemudian. 
Pakan Larva Ikan
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budiaya Ikan Mas Koki Mutara

Cara Pemijahan Budiaya Ikan Mas Koki Mutiara
Pada awalnya mas koki diberi nama ilmiah Cyprinus auratus, yang berarti ”ikan berwarna emas dengan tiga lapis ekor”. Tapi rupanya ilmu pengetahuan dalam taksonomi ikan berkembang pesat sehingga dihasilkan nama biologi baru untuk mas koki, yaitu Carrasius auratus. Namun begitu, lain lagi nama yang diberikan oleh kelompok ahli dari lembaga internasional yang mengatur tentang penamaan zoologi. Para ahli membedakan antara karper krusian (crucian carp) dengan mas koki turunannya. Nama baru Carrasius auratus digunakan untuk mas koki dan Carrasius carrasius untuk karper krusian.

Ikan koki mutiara merupakan jenis ikan mas yang mempunyai tubuh bulat dengan kepala kecil dan ekor lebar. Ikan ini berasal dari daratan cina, namun di Indonesia sudah lama dapat dibudidayakan. Pemasaran ikan ini selain di dalam negeri juga merupakan jenis ikan yang di eksport dan harganyapun cukup tinggi.

Parameter Ikan Mas Koki

SuhupHoksigenUmur Indukanjumlah telur
23-296-7,5>4> 8 bulan1000-3000


Pemilihan induk

  • Induk yang baik untuk dipijahkan sudah berumur+ 8 bulan, dengan ukuran minimum sebesar telur itik.
  • Pilih induk yang berkepala kecil dengan tubuh bulat, sisik utuh dan tersusun rapih. Jika ikan sedang bergerak, ekor dan sirip akan kelihatan tegak.
  • Untuk mendapatkan keturunan yang berwarna, maka calon induk yang akan dipijahkan berwarna polos. Gunakan induk jantan berwarna putih dan betina berwarna hitam atau hijau lumut atau sebaliknya.
Perbedaan jantan dan betina
  • Induk Jantan Pada sirip dada terdapat bintik-bintik bulat menonjol dan jika diraba terasa kasar. Induk Betina Pada sirip dada terdapat bintik-bintik dan terasa halus jika diraba.
  • Induk Jantan Induk yang telah matang jika diurut pelan kerarah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih Jika diurut, keluar cairan kuning bening. Induk Betina Pada induk yang telah matang, perut terasa lembek dan lubang genital kemerah-merahan.

Cara pemijahan

  • Bak/aquarium yang telah bersih diisi dengan air yang telah diendapkan + 24 jam, kemudian letakkan eceng gondok untuk melekatkan telurnya.
  • Pilihlah induk yang telah matang telur, masukkan kedalam bak pada sore hari. Bila pemilihan induk dilakukan dengan cermat, biasanya keesokan harinya telur sudah menempel pada akar eceng gondok.
  • Karena telur tidak perlu dierami, induk dapat segera dipindahkan ke kolam penampungan induk, untuk menunggu sampai saat pemijahan erikutnya. Jika perawatannya baik, maka 3 ~ 4 minggu kemudian induk sudah dapat dipijahkan kembali.

Pemeliharaan Benih

  • Setelah 2 ~ 3 hari telur akan menetas, sampai berumur 2 ~ 3 hari benih belum diberi makan, karena masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sac-nya (kuning telur).
  • Pada hari ke 3 ~ 4 benih sudah dapat diberi makanan kutu air yang telah disaring.
  • Setelah berumur + 15 hari benih mulai dicoba diberi cacing rambut disamping masih diberi kutu air, sampai benih keseluruhannya mampu memakan cacing rambut baru pemberian kutu air dihentikan.
  • Untuk telur yang ditetaskan di aquarium maka sebainya setelah benih berumur + 1 minggu dipindahkan ke bak/kolam yang lebih luas.
  • Ketinggian air dalam bak 10 ~ 15 cm dengan pergantian air 5 ~ 7 hari sekali. Setiap pergantian air gunakan air yang telah diendapkan lebih dahulu.
  • Untuk menghindari sinar matahari yang terlalu terik diperlukan beberapa tanaman pelindung berupa eceng gondok.

Pembesaran

  • Pembesaran ikan dilakukan setelah benih berumur lebih dari 1 bulan sampai induk.
  • Jenis koki mutiara ini memerlukan banyak sinar matahari, untuk itu tanaman eceng gondok dapat dikurangi atau dihilangi.
  • Untuk tahap pertama pembesaran dapat ditebar + 1.000 ekor ikan dalam bak berukuran 1,5 x 2 m. Kemudian penjarangan dapat dilakukan setiap 2 minggu dengan dibagi 2.
  • Pergantian air dapat dilakukan 3 ~ 5 hari sekali, juga dengan air yang telah diendapkan.
  • Makanan yang diberikan berupa cacing rambut. Makanan diberikan pada pagi hari secara adlibitum (secukupnya). Jika pada sore hari makanan masih tersisa, segera diangkat/dibersihkan.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Zebra Danio

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Zebra Danio (Brachidanio Rerio)
Zebra Danio (Brachidanio rerio) berasal dari Myanmar, India, dan Srilangka. Ukuran tubuh maksimal sekitar 5 cm. Ikan ini bersifat omnivora, tetapi senang pakan alami permukaan seperti kutu air karena hidupnya di kolam air. Ikan zebra lazimnya ditemukan tumbuh dan berkembang pada perairan yang mengalir. Oleh Karena itu kalau ia dipelihara dalam aquarium atau bak pemeliharaan air terlihat amat gesit dan lincah. Begitu lincahnya ada kesan si zebra ini amat liar padahal didalam aquarium ia hidup amat tentram dengan ikan jenis lain meski tidak seukuran dengan dia.

Parameter Ikan Zebra Danio

SuhupHOksigenJumlah TelurUmur Indukan
24-28 C6,5-7>4100-300>3 Bulan

Pemilihan Indukan Zebra Danio
Membedakan Jantan dan Betina
  • induk jantan memiliki bentuk badan lebih kuning, sirip panjang , harus memilih induk yang sehat dan bagus agar keturunannya pun bagus
  • sementara betina biasanya berwarna kusam dan badannya lebih besar dari pada jantan / tegap, jika matang gonad akan buncit.
Persiapan induk
  • Induk disesuaikan berdasarkan strain karena jika disilangkan hasilnya kurang memuaskan. pisahkan jantan dan betinadi bak tersendiri sebelum digabung di bak pemijahan.
  • Untuk pemijahan masal di kolam, sebelum dipijahkan sebaiknya jantan dan betina dipelihara terpisah. Nanti setelah induk betina tampak benar-benar sudah penuh telur (gendut) barulah dicampur dengan jantan.
Pemijahan Ikan Zebra  Danio
  • Perbandingan Jantan dan betina 2:1 
  • Isi wadah air minimal 10 cm dengan pemberian sekat atau tanaman air (hydrilla) yang yang rimbun agar telurnya tidak tampak. Tujuannya agar telur tidak dimakan 
  • Setelah telur keluar, segera pindahkan indukan ke wadah lain, 
  • Biarkan telur menetas, Telur tersebut akan menetas setelah 24 jam. Larvanya akan mulai berenang setelah dua hari menetas.
Pemeliharaan Larva
  • Penggantian air pada pemeliharaan larva dapat dilakukan setelah larva berenang atau setelah berumur sekitar tujuh hari. Penggantian air ini harus dikerjakan hati-hati dengan jumlah separonya atau sepertiganya saja. Bila diganti total, ikan akan cepat stres karena terjadi perubahan lingkungan yang tiba-tiba. Frekuensi penggantian air setiap tiga hari.
  • Pakan larva pertama dapat berupa artemia, rotifera, atau infusoria. Sementara kutu air dapat diberikan sesudah larva berumur 3-4 hari. Untuk ikan yang sudah besar atau dewasa, pakannya berupa cacing sutera atau cacing darah. Ukuran 2,2 cm sudah mulai dapat dijual setelah pemeliharaan sekitar 2,5 bulan.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Ikan Severum

Cara Pemijahan Ikan Severum  (Cichlasoma Severum)

Severum (Cichlasoma Severum) berasal dari Guyana, Rio Negro, Sungai Amazon. Ikan ini bersifat sedikit karnivora mengarah ke omnivora. Spesies ini cukup besar, dapat mencapai 15 cm. Tubuhnya berwarna kuning kehijauan dan sangat cerah. Ikan muda sangat cantik, mirip diskus, karena bentuk badan dan siripnya agak membulat. Sirip punggung dan sirip perut betina lebih panjang dan runcing dibanding jantan.

Ikan Severum merupakan ikan yang bersifat pendamai saat masih muda, saat ikan severum dewasa matang gonad memiliki sifat teritorialis / agresif menjelang kawin. Ikan severum dikhususkan untuk akuarium dengan kapasitas besar dengan jumlah kecil untuk menghindari sifat agresif dan teritorial, ikan tersebut tidak dapat dicampur dengan ikan hias lain. Cara pemijahannya ikan severum hampir sama dengan Ikan Oskar. Hanya saja ikan ini membutuhkan pakan hidup seperti anak ikan atau udang yang lebih banyak saat masih berupa calon induk. Bila kurang pakan maka induk akan mudah sakit dan kualitas telurnya akan jelek (tidak menetas).

Parameter Ikan Severum

SuhupHOksigenUmur Indukanjumlah Telur
22-27 C6-7> 3> 1 tahun>1000

Pemilihan Induk Ikan Severum
  • lnduk yang akan dipijahkan berumur antara 10-12 bulan dan ukuran tubuhnya 12-15 cm.
  • lnduk jantan bertubuh lebih besar dengan wama cerah clan berbintik-bintik lebih jelas.
  • lnduk betina bertubuh agak kecil, bulat dengan wama lebih pucatdan bintik-bintiknya kurang jelas.
  • Jika telah matang kelamin induk betina berwarna lebih cerah selama masa birahinya, sedangkan yang jantan berwarna lebih gelap dan bergaris-garis pada badannya lebih kelihatan.
Pemeliharaan Induk
  • 4 hari sebelum penetasan ikan diberi pakan dengan kadar protein tinggi
  • Berupa pakan alami antara lain: kutu air, cuk, cacing sutera dll.
  • Untuk menunjang keberhasilan telur menetas
  • Perbandingan jantan dan betina 1:1 untuk ukuran aquarium 70x30x30
Pemilihan Tempat
  • Pemijahan Severum bisa dilakukan didalam bak-bak semen atau akuarium, diisi air yang telah diendapkan selama 12 ~ 24 jam setinggi 30 ~ 40 cm.
  • Severum termasuk ikan yang meletakkan telurnya pada benda-benda yang terletak vertikal didalam air
  • Sehingga perlu dipasang  potongan pipa paralon didalam akuarium pemijahan Severum
  • Untuk menghindari telur dari serangan jamur, bisa ditreatment, caranya : teteskan Methylen blue 5% sebanyak 5 - 7 tetes kedalam akuarium yang berisi telur.
Pemijahan Ikan Severum
  • Sepasang induk Ikan Severum yang telah matang telur dimasukkan ke dalam bak.
  • Kolam Sudah diberi tempat pemijahan (paralon vertikal)
  • Setelah selesai memijah, induk jantannya dipindahkan saja ketempat lain. Sedangkan induk betina, dibiarkan saja tetap didalam akuarium supaya ia merawat telur dan anaknya bila telah menetas kelak.
  • Selama proses penetasan jumlah oksigen perlu ditingkatkan. Untuk itu, maka didalam akuarium penetasan perlu dipasang aerator
  •  Telur umumnya menetas setelah 2 - 3 hari. Setelah itu, larvanya sudah mulai bergerak-gerak.
  • Setelah menetas semua larva ikan bisa dipisahkan dengan indukan
Pemberian Pakan Larva
  • Umur seminggu, benih sudah bisa diberi makan artemia atau rotifera.
  •  Baru setelah berumur 2 minggu, anak-anak Severum diberi makan kutu air saring. Minggu berikutnya, bisa dicoba dengan cacing sutera ( tubifex ).
  • Pakan berupa udang kecil umum diberikan bila ukuran ikan sudah mencapai 3-4 cm. Pemberian udang agar warna merahnya cepat muncul. Ukuran mulai dijual sekitar 4 cm dengan lama pemeliharaan 3 bulan.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Corydoras

Cara Pemijahan Budidaya Ikan Corydoras (Corydoras Aenes)
Corydoras (Corydoras aenes) dengan nama dagang Bronze Catfish berasal dari Venezuela, Trinidad (Amerika Selatan). Ikan ini bersifat karnivora dan terkenal sebagai ikan "tukang bersih-bersih". Corydoras paling senang berada di tempat yang kurang bersih dan memiliki kebiasaan membersihkan dinding-dinding. Namun, kotoran yang sudah dibersihkan dibiarkan bertumpuk, tidak dimakan. Suhu untuk pemijahan ikan ini antara 26-28° C.

Di pasaran saat ini sudah berkembang banyak spesies yang harganya cukup mahal, di antaranya ialah Corydoras paleatus, Corydoras panda, maupun Corydoras sterbai. Jenis corydoras ini memerlukan suhu pemijahan yang relatif rendah dibanding corydoras aenes, yaitu antara 24-26° C.

Panjang tubuhnya dapat mencapai 7 cm. Tubuh tersebut diselimuti dua baris sisik dengan sisik yang lebih besar disebut Plate. Mulutnya dilengkapi sepasang sungut atau kumis yang berguna sebagai sensor atau radar untuk mencari makan di dalam gelap.

Agar corydoras ini tumbuh dengan baik, air untuk pemeliharaannya sebaiknya memiliki nilai pH 7-7,5 dengan kekerasan (hardness) 10° dH. Untuk membantu pertumbuhannya, sebaiknya ke dalam kolam pemeliharaan ditambahkan kapur.

Parameter Ikan Corydoras

SuhupHOksigenJumlah TelurUmur Indukan
24-28 C6,5-7,5>5200-400>8 Bulan

Pemilihan Indukan Ikan Corydoras
  • Antara jantan dan betina dapat dibedakan dari pina atau sirip dorsal yang lebih lancip pada betina, 
  • Sementara jantan lebih tumpul. Bila dilihat dari atas, tubuh betina tampak jauh lebih lebar dibanding jantan.
  • Agar berpijah dengan baik, sebaiknya induk jantan dan betina dipelihara terpisah dahulu sambil diberi pakan yang baik berupa cacing sutera dan cacing darah. 
  • Bila sudah tampak mengandung telur, induk betina dapat dicampur dengan jantan. Umumnya betina siap memijah sekitar umur lima bulan.
Pemijahan Ikan Corydoras
  • Pemijahan corydoras dapat berlangsung secara masal dengan perbandingan jantan betina 1 : 2-4. 
  • Dalam pemijahan ini biasanya induk betina akan membersihkan sarang sampai bersih dengan mulutnya. 
  • Sarang dapat berupa potongan paralon yang digantungkan atau keramik yang diberdirikan di tempat pemijahan.
  • Walaupun ikan ini tergolong ikan dasar, namun telurnya ditempatkan di tengah kolam air. Induk betina akan mengisap sperma jantan dengan mulutnya dan disimpannya di situ. Dengan kantong yang dibentuk oleh pasangan sirip perut yang dibengkokkan, induk betina akan membawa dan melekatkan telurnya ke tempat atau
  • sarang yang sudah dibersihkan sebelumnya oleh yang jantan dan akan dibuahi sperma dari mulutnya. Lekatan telur tersebut sangat kuat. Demikian seterusnya proses pemijahan tersebut berlangsung berulang-ulang hingga telur dalam perut induk betina habis.
  • Biasanya corycloras akan bertelur atau memijah pada pagi hari sekitar pukul 6.30-7.30. Bila sudah selesai memijah, telurnya dapat diambil bersama dengan sarangnya untuk ditetaskan dalam wadah tersendiri. 
  • Di dalam wadah penetasan, aerasi untuk suplai oksigen sangat diperlukan. Telur tersebut akan menetas dalam waktu tiga hari (72 jam) dan larvanya dapat berenang setelah berumur 5-6 hari.
Pemeliharaan Larva Ikan Corydoras
  • Pakan larva ikan dapat berupa kutu air yang diberikan selama beberapa hari (2-3 hari). 
  • Setelah itu, larva sudah bisa diberi pakan cacing sutera. Sementara penggantian air dilakukan setelah larva berumur seminggu. penggantian air ini dilakukan dengan cara menyifon setiap hari sebanyak separo atau sepertiga volume air. 
  • Bila memungkinkan, ke dalam wadah dipasangkan filter khusus larva untuk menjaga kualitas air tetap bagus
  • Setelah ikan berumur dua minggu, kegiatan penjarangan dan seleksi ukuran dapat dilakukan. Pakannya berupa cacing sutera.
  • Setelah dipelihara selama dua bulan biasanya ikan sudah mencapai ukuran 2-2,5 cm dan sudah siap dijual. Ini disebabkan ukuran terbesar untuk pasar ekspor adalah 2,5 cm. Ukuran yang lebih besar biasanya akan membawa risiko dalam pengangkutan. Ikan yang besar memiliki patil atau duri sangat keras di sirip kepala. Patil ini akan keluar kalau ikan mengalami stres sehingga dapat membocorkan kantong plastik saat pengangkutan.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Lou Han

Cara Pemijahan Budidaya Ikan Lou Han (Cichlasoma spp)
Ikan lou han belakangan ini menjadi tren di dunia ikan hias bail di Indonesia maupun Malaysia. Ikan silklid silangan ini dianggap bias membawa hoki bagi pemiliknya . Ikan ini akan menampakan keindahannya ketika berukuran diatas 10 cm. Tampilan mutiara dan marking yang hitam akan semakin bagus setelah ikan dewasa.Ikan Louhan pertama kali muncul di Malaysia pada tahun 1997. Asal usul Louhan hingg saat ini masih kurang jelas.

 Nama louhan diambil dari kata “hua louhan” yang artinya dewi pelindung. Louhan banyak disukai masyarkat karena keunikannya. Keunikan louhan tampak pada warna sisik dan dahi atau jenongnya yang menonjol (nongnong). Bahkan terakdang pada sisik louhan terdapat tanda atau marking yang berbentuk motif atau huruf mandarin, latin, atau angka. Marking yang terdapat pada louhan memunculkan mitos bahwa lu han dapat mendatangkan hoki bagi pemiliknya. Mitos ini semakin menambah daya tarik louhan.

Parameter Ikan Lou Han

SuhuJumlah TelurpHOksigen Umur Indukan
28-35500-20006,5-7,5> 48-1 tahun

Persiapan Kolam dan Indukan Berkualitas
1. Siapkan Akuarium Yang Sesuai
  • Volume akuarium tergantung ukuran, ikan lou han kecil 5-7,5 cm bisa menggunakan akuarium 20x30 cm², sebesar akuarium ikan cupang. 
  • Ikan besar, 10-15 cm memerlukan akuarium lebih besar,40x60 cm². 
  • Lou Han berukuran di atas 25 cm gunakan akuarium 60x120 cm². 
  • Agar Lou Han berukuran 40 cm dpt bergerak bebas, akuariumnya 80x166-180 cm². 
2. Memilih Lou Han
  • Pilihlah Lou Han berukuran 10 cm, saat itu tanda kcantikan mulai tampak. 
  • Pada ukuran ini, corak hitam, gemerlap bakal bintik mutiara, dan warna sudah mulai tampak. Itulah tanda pertama yang harus diperiksa.
  • Grade A (harga maks. 750rb per ekor) Sepanjang gurat sisi dari pangkal ekor sampai tutup insang dipenuhi corak hitam. Biasanya ada lebih dari 6 corak.
  • Grade B (harga ±150rb per ekor) Ada 3 corak hitam.
  • Grade C (harga ±30rb per ekor) Corak hitam kuran dari 3 dan badan cenderung panjang.  
3. Tanda Keindahan
  • pertama, badan ikan tidak pucat
  • kedua, pilihlah ikan yang mengkilap bila terkena cahaya
  • ketiga, hindari ikan bersemburat kuning karena itu kelainan genetik 
4. Mengisi Air
  • Kualitas air yang dibutuhkan Lou Han umumnya bersifat rendah kesadahan atau soft. Kesadahan tinggi dapat diatasi dengan cara tradisional, caranya, rendam 3 lembar daun ketapang kering dlm 1 liter air, setelah 2-3 hari, masukkan air rendaman tersebut ke dalam akuarium.
  • LouHan hidup baik pada suhu cuku hangat, 28-30 derajat Celcius. Air dingin dapat menyebabkan nafsu makan ikan kurang & pertumbuhannya lambat.  
Persiapan Pemijahan Ikan Lou Han
  • Adapun peralatan yang perlu Andapersiapkan untuk proses pemijahan antara lain: bak penampungan air, aerator, filter, alat penampung air, lampu UV, dan ornamen seperti bebatuan alami.
  • Proses Perjodohan Ikan Lou Han
  • ikan louhan betina yang berukuran kurang lebih 10 cm dan seekor benih ikan louhan jantan yang berukuran lebih besar. 
  • Sebelum pemijahan, letakan sekat yang memisahkan kedua benih ikan louhan tersebut agar keduanya terbiasa dan saling mengenal. 
  • Jika benih ikan louhan betina sudah menunjukan tanda akan bertelur (gelisah) , lepaskan sekat pemisah akuarium/ kolam. 
  • Amati tingkah laku kedua benih ikan louhan tersebut selama beberapa hari. Tetap biarkan keduanya bersama-sama jika keduanya menjaga telur-telur sang indukan. Sebaliknya jika keduanya berkelahi sebaiknya segera pisahkan dan gantikan pasangan indukan agar proses pemijahan tetap berlangsung.
  • Persiapan tempat telur, bagian dasar akuarium disediakan wadah tempat bertelur seperti ceramic incubator atau piring media bisa untuk perangsang
  • Juga bisa juga tidak perlu disediakan wadah tempat bertelur seperti ceramic incubator atau piring media untuk melekatkan telur karena lou han betina tetap mau bertelur pada media datar seperti dasar akuarium
Perawatan Larva Lou Han
  • Setelah bertelur pisahkan indukan jantan, dan biarkan indukan betina.
  • Telur akan menetas 48-50 jam setelah dipisahkan dari induknya. 
  • Benih yang telah menetas akan berkumpul di dasar akuarium sekitar telur. Untuk mencegah benih tersedot ke dalamnya, sebaiknya filter dimatikan. Selama 2-3 hari burayak tidak perlu diberi pakan karena masih mempunyai cadangan makanan di dalam kantung telur (yolk sack).
  • Pada hari ke-4 setelah menetas, Benih sudah bisa diberi pakan berupa kutu air putih, Rotifera (Branchionus plicatilis) atau kutu air merah (Moina sp) yang telah disaring. 
  • Jika Benih sudah diberi pakan, filter penyaring bisa dihidupkan kembali untuk menjaga kebersihan air, tetapi pralon penyedotnya di pasang sampai ke dasar  dan harus di tutup dengan kain basa agar Benih tidak tersedot.
Penyortiran Ikan Lou Han
  • Setelah benih berumur 20 hari dilakukan peyortiran ukuran ikan. 
  • Umur 2 bulan ia akan mulai di sortir berdasarkan grade-nya. 
  • Grade A bila corak hitam ikan dari pangkal ekor sampai ke operkulum atau lebih dengan badan pendek, 
  • Grade B apabila corak smpai setengah badan, sedangkan 
  • Grade C apabila corak hanya di pangkal ekor. Corak setengah badan juga bias masuk kategori C jika berbadan panjang. 
  • Kegiatan peyortiran dilakukan setiap 2 minggu. Setelah lebih dari 20 hari benih diberi  pakan berupa kutu air (Daphnia, Moina), nauplii Artemia, dan cacing rambut sebanyak 3 kali sehari. Setelah 2 bulan benih mencapai ukuran 1 inchi atau sekitar 2,5 cm maka benih siap jual.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budidaya Lobster Air Tawar

Cara Pemijahan Budidaya Lobster Air Tawar

Lobster Air Tawar memiliki banyak jenis spesies, tetapi jenis yang banyak dikembangkan adalah dari jenis Cherax quadricarinatus atau lebih dikenal dengan sebutan redclaw atau crayfish yang habitat aslinya berasal dari Australia.

Lobster jenis ini dapat hidup diperairan darat dengan suhu air berkisar antara 20-31 derajat celcius, pH air 7 dan kesadahan air 10-20 derajat dH. Pada umur 6-7 bulan, lobster ini sudah mulai kawin dan bertelur. Jumlah telur yang dihasilkan dapat mencapai 600-1000 butir/ekor dalam sekali kawin dan dalam jangka 1 tahun, induk betina mampu bertelur hingga 5 kali.

Klasifikasi Lobster Air Tawar
  • Kingdom    : Animalia
  • Filum          : Arthropoda/Crustacea
  • Subfilum     : Crustaceae
  • Kelas         : Malacostraca
  • Ordo          : Decapoda
  • Subordo     : Pleocyemata
  • Infraordo    : Astacidea
  • Superfamili : Parastacoidea
  • Famili         : Parastacidae
  • Genus        : Cherax, Procambarus dan Astacopis
  • Spesies      : Cherax quadricarinatus.
Keunggulan Lobster Air Tawar
  • Lobster Air Tawar dapat dibudidayakan dibandingkan dengan Lobster Laut.
  • Pertumbuhan Lobster Air Tawar relatif lebih cepat.
  • Kandungan lemak Lobster Air Tawar sangat rendah (<2%). Selain itu, Lobster Air Tawar juga mengandung selenium yang merupakan antioksidan untuk menghindari penyakit jantung dan koroner ; sumber yodium, zink, asam lemak omega 3, magnesium, kalsium dan fosfor.
  • Tekstur daging yang halus dengan cita rasa yang menggugah selera.
Parameter Lobster Air Tawar

SuhupHOksigenJumlah TelurUmur IndukanBerat
25-29 C7-9>4200 - 300> 8 bulan> 50 gr
25-29 C7-9>4600 - 900> 16 bulan> 100 gr
Dengan nilai DH 50 ppm, Amoniak 0,05 ppm atau kurang, Nitrit 0,03 atau kurang dan Turbiditas (kekeruhan air) 30 – 70 cm
Waktu pengujian kualitas air
  • Temperatur                     3 kali seminggu
  • pH (derajat keasaman)     3 kali seminggu
  • DO (kadar oksigen terlarut)  3 kali sehari
  • DH (kesadahan air)             1 kali seminggu
  • Amoniak                              1 kali seminggu
  • Nitrit                                     1 kali seminggu
  • Turbiditas (kekeruhan air)     1 kali seminggu
Pemilihan Indukan Lobster Air Tawar
  • Indukan yang dipilih memiliki umur minimal 6 bulan dengan panjang 10 cm
  • Dengan Perbandingan Jantan dan betina 3:2
  • Lobster Betina Selektif dalam memilih pejantan sehingga jumlah jantan lebih banyak
  • Ciri-ciri induk betina yang baik adalah ukuran kepala yang lebih kecil daripada ukuran badannya. Sebaliknya pejantan lebih bagus yang kepalanya lebih besar daripada badannya.
Perbedaan Jantan Dan Betina Lobster Air Tawar
  • Lobster jantan  dapat  di  lihat jika pada capik sebelah  luarnya terdapat bercak  berwarna merah. Namun, tanda merah itu baru muncul ketika lobster berumur 3-4 bulan atau setelah lobster berukuran 3 inc (7 cm). 
  • Tanda merah ini juga  merupakan  tanda lobster jantan telah siap kawin (matang gonad). 
  • Sedangkan pada lobster betina di bagian yang sama tidak tampak tonjolan (penis). 
  • Ciri lobster betina adalah terdapat lubang pada pangkal kaki ketiga dari bawah (ekor). Lubang tersebut adalah kelamin lobster betina dan tempat mengeluarkan telurnya.
Pemijahan Lobster Air Tawar
Menggunakan Aquarium
  • Pembenihan bisa dilakukan di dalam akuarium (ukuran 100x50x25cm) Untuk 6 jantan 4 betina
  • Tinggi air 25 cm
Menggunakan Kolam
  • Kolam semen (ukuran 2x1m) Untuk 30 Jantan 20 betina
  • Tinggi air 50 cm
Proses Perkawinan
  • Dalam wadah perkawinan tersebut diberi tempat persembunyian berupa pipa paralon yang berdiameter 3 inci dengan panjang sesuai tubuhnya dan jumlah paralon sesuai jumlah betina
  • Selama 2-3 minggu akan terjadi proses perkawinan indukan. 
  • Setelah terlihat tanda-tanda bertelur, pindahkan induk betina tersebut ke akuarium lainnya. 
  • Saat sedang mengerami telur, induk betina sangat malas dan berdiam diri di lubang persembunyian. Induk betina mengerami telurnya dengan cara melipat kakinya ke arah dalam. 
  • Usahakan 1 akuarium (ukuran 100x50x25cm) berisi 1 induk betina dengan ukuran air 20-25cm.
Pemindahan Induk Lobster Gendong Telur
  • Ciri – ciri induk yang sedang gendong telur adalah banyak berdiam diri dan ekornya yang terlipat erat dan rapat karena melindungi telur. Induk yang sedang dalam kondisi seperti ini harus segera dipindahkan ke dalam wadah pemeliharaan khusus pengeraman. 
  • Pemindahan harus dilakukan dengan sangat hati – hati untuk menghindari rontoknya telur yang diakibatkan oleh berontaknya induk. 
  • Pengecekan terhadap ada atau tidaknya induk yang sedang gendong telur dilakukan 2 minggu setelah proses pemijahan terjadi.
Pemeliharaan Telur Lobster
  • Proses pengeraman telur lobster membutuhkan waktu 30-35 hari. 
  • Pada minggu pertama, telur berbentuk bulat dan masih berwarna kuning. 
  • Selanjutnya telur akan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan mulai tampak bagian-bagian tubuhnya seperti mata dan kaki. 
  • Setelah satu bulan, semua bagian tubuh sudah terbentuk sempurna atau menetas. 
  • Dalam waktu 3-4 hari, seluruh benih akan terlepas dari tubuh induknya. 
  • Setelah Selesai menetas, induk dipindahkan ke dalam kolam perawatan induk.Perawatan dilakukan selama minimum 2 minggu untuk memberi waktu pada induk melakukan molting sebelum dikawinkan kembali.Untuk menjaga kualitas benih yang dihasilkan, selama hidupnya induk betina hanya bisa dikawinkan 6 kali.
Pemeliharaan Larva Lobster
  • Benih yang baru menetas dipelihara dalam kolam penetasan selama 10 hari.
  • Pemberian pakan berupa cacing,sayuran (misalnya tauge dan wortel) dan pelet khusus lobster bisa dilakukan secara bergantian. 
  • cacing sutera atau beku, biasanya 1 liter cacing bisa dihabiskan dalam waktu 1 minggu untuk 1000 benih lobster.
  • Selanjutnya benih dipindahkan ke kolam pembesaran benih untuk dipelihara selama 2 bulan.
  • Setelah berumur 8-15 hari, benih sudah mulai berbentuk seperti lobster dewasa yang memiliki cangkang kepala dan cangkang tubuh.
  • Selama pemeliharan benih, kualitas dan pasokan oksigen dalam wadah harus selalu diperhatikan dengan baik.
  • Benih tidak boleh terkena langsung panas matahari karena benih sangat sensitif terhadap perubahan suhu.
  • Untuk menjaga kebersihan wadah pemeliharaan 2 minggu sekali harus dikuras dan dibersihkan total untuk mengantisipasi munculnya bibit penyakit. Saat pengurasan dan pembersihan benih dipindahkan ke wadah lain.
Tempat Persembunyian Lobster
  • Pada Umur kurang dari 2 bulan tempat tempat persembunyian untuk lobster dapat dibuat dari batako berlubang, paralon, dan kayu-kayu tua yang berlubang, Batako berlubang lebih cocok digunakan untuk lobster yang masih kecil.  
  • Setelah berumur 3-4 bulan, lobster tersebut tidak dapat lagi masuk ke dalam lubang batako karena ukuran tubuhnya telah membesar. Pada umur tersebut, tempat persembunyian yang cocok adalah pipa paralon. paralon berdiameter 4 inci dipotong dengan panjang 15-20 cm dan paralon berukuran 2 inci dipotong menjadi 10-15 cm. Sementara itu, paralon-paralon berukuran kecil dipotong dengan panjang sekitar 5 cm. Saat pembersihan kolam, tempat –tempat persembunyian lobster tersebut juga harus dibersihkan dengan cara disikat.
  • Saat molting, kondisi lobster sangat lemah, selama 2-3 hari lobster hanya berdiam diri di tempat persembunyian hingga kulit yang baru tumbuh mengeras.
Pencegahan Penyakit Benih
  • Penyakit yang biasa menyerang benih lobster adalah parasit yang hidup di kepala dan badan lobster. Parasit tersebut berwarna putih susu dan bias berkembang biak di dalam tubuh dan kepala lobster.
  • Ciri lobster yang terkena parasit adalah nafsu makannya berkurang dan tidak lincah sehingga bias mengakibatkan kematian.
  • Untuk mengatasi penyakit ini rendam benih lobster pada air garam dengan kadar garam 30 ppt. Rendam benih lobster dalam air tersebut selama 10-14 hari dan setiap 3-4 hari sekali ganti air dengan air garam baru.

Proses akhir dari setiap siklus produksi budidaya lobster air tawar adalah tahap pasca panen.
Sorting
  • Adalah kegiatan pemilahan yang dilakukan terhadap lobster air tawar berdasarkan kepada parameter tertentu, seperti : kelengkapan organ tubuh, kebersihan tubuh, kesehatan, jenis kelamindan yang terakhir adalah ukuran (panjang dan berat). Alat bantu kerja yang umum digunakan pada tahap ini adalah grading bar, penggaris dan timbangan.
Salt dipping
  • Adalah kegiatan pembersihan lobster air tawar dari berbagai macam bakteri eksternal yang menempel di tubuh luar lobster air tawar. Yang dilakukan adalah mencelupkan lobster air tawar ke dalam air (liter) garam tanpa yodium dengan dosis tertentu (ppm) dan dalam jangka waktu tertentu (detik). Alat bantu kerja yang umum digunakan pada tahap ini adalah ember, jaring ikan, sendok teh,penghitung waktu (jam atau stopwatch) dan timbangan.
Purging
  • Adalah kegiatan pembersihan lobster air tawar dari berbagai macam kotoran eksternal (lumpur) maupun internal. Dalam waktu bersamaan, lobster dipuasakan selama beberapa (1 – 2) hari. Tindakan ini harus dilakukan terutama apabila wadah pemeliharaan yang digunakan berupa kolam tanah.
Pada umumnya, lobster air tawar yang diperjualbelikan di Indonesia adalah lobster air tawar yang masih dalam keadaan hidup (minimal ketika lobster air tawar diterima oleh pihak pembeli).

Nah, salah satu resiko dari tidak dilakukannya ketiga proses tersebut diatas adalah angka kematian yang tinggi dimana peristiwa itu terjadi selama dalam masa pengiriman dari pihak penjual ke pihak pembeli.

Akibatnya, pihak pembeli tidak akan mau membayar lobster yang sudah mati dan dengan demikian pihak penjual akan mengalami kerugian material sekaligus menanggung resiko ditinggalkan oleh pihak pembeli.

Produk Jual dari Alam Ikan
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Dwarf Guramy / Gurami Kerdil

Cara Pemijahan Dwarf Guramy / Gurami Kerdil
Ikan Gurame Mini alias Gurami Kerdil (Dwarf Gourami, Colisa lalia) Ikan gurame mini alias gurami kerdil (Dwarf Gourami, Colisa lalia) adalah spesies ikan air tawar bersifat bentik pelagis. Merupakan ikan asli dari daerah Bangladesh, India dan Pakistan. Bahkan ditemukan juga di Myanmar dan Nepal. Ikan gurame mini alias gurami kerdil (Dwarf Gourami) telah banyak diintroduksi ke beberapa negara lainnya seperti Singapura, Kolombia dan Amerika Serikat, termasuk juga Indonesia.

Habitat asli ikan gurame mini adalah danau atau sungai berarus tenang dan anak-anak sungai. Habitat ikan gurame kerdil umumnya padat ditumbuhi oleh tanaman air dan pada habitat tersebut dapat ditemui berbagai jenis ikan gurame mini dari genus Colisa hidup bersama-sama. Ikan gurame mini seringkali dipelihara bersama-sama dengan ikan-ikan jenis tetra, guppy, atau ikan platy pedang (Xiphophorus helleri) dan merupakan jenis ikan yang mirip dengan ikan sepat mutiara.

Parameter Ikan Draft Guramy

SuhupHOksigenJumlah TelurUmur indukan
25-28 C6-7,5> 3100-1000> 8 bulan

Media Pemeliharaan Ikan Gurame Mini / Gurami Kerdil (Dwarf Gourami)
Ikan gurame mini seringkali dipelihara di akuarium berukuran kecil, tetapi ukuran minimum akuarium yang disarankan adalah 60 cm (24 inci). Tempatkan akuarium di tempat yang cukup tenang di rumah, karena ikan gurame kerdil ini terkadang menjadi sangat gelisah bila mendapatkan situasi banyak suara. Di dalam akuarium, ikan gurame mini mendiami daerah tengah dan atas dari akuarium.

Pemilihan Indukan Ikan Gurami Kerdil
  • Jantannya berwarna biru menarik dengan garis merah indigo pada daerah bawah atau perutnya. 
  • Kalau akan memijah, di bagian perutnya terdapat garis-garis merah diagonal. 
  • Sirip punggungnya merah dan Sirip lainnya orange dengan titik-titik biru. 
  • Sementara betina berwarna kuning cerah dan siripnya lebih membulat.
Pemijahan Ikan Dwarf Guramy
  • Untuk tempat memijah, akuarium perlu dilengkapi dengan tanaman air yang mengapung. 
  • Induk jantan dan betina dapat dicampurkan dan dapat berpijah secara masal dengan perbandingan 1 : 1. Telurnya bersifat mengapung sehingga jantan tidak sulit memasukkannya ke sarang.
  • Di sini ikan jantan akan membuat sarang busa atau sarang gelembung dari air ludahnya, sebagai tempat memijah dan menyimpan telur hingga menetas nanti. 
  • Percumbuan dan pemijahan akan berlangsung di sarang ini, dan sesudah telur dikeluarkan dan dibuahi, sepat betina akan diusir keluar oleh si jantan. Sebagaimana jenis-jenis sepat lainnya, jantan sepat mutiara akan menjagai telur-telur ini hingga menetas. 
  • Betina sebaiknya diambil setelah selesai memijah, sedangkan jantan diambil bila larvanya sudah bisa berenang.
Telur akan menetas dalam waktu satu hari dan berenang bebas pada umur seminggu. Larvanya dapat diberi pakan infusoria setelah berenang atau keluar dari sarang. Dua atau tiga hari kemudian, larva dapat diberi kutu air saring dan selanjutnya kutu air besar. Untuk ikan dewasa dapat diberi cacing sutera atau pelet.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Sepat Mutiara

Cara Pemijahan Budidaya Sepat Mutiara (Tichogaster leeri)
Sepat mutiara (Tichogaster leeri) dengan nama dagang Pearl Gouramy atau Mosaic Gouramy berasal dari Sumatera, Kalimantan, Malaysia, dan Thailand. Ikan yang bersifat omnivora ini hidup pada suhu optimal 26-28° C; pH 6,5-7,0; dan kekerasan 6-8° dH. Panjang tubuh ikan ini dapat mencapai 12 cm. Warnanya biru muda dengan violet terang. Seluruh tubuhnya dipenuhi totol-totol putih seperti mutiara dengan poly mosaik. Pada saat birahi, warna bagian perut jantan menjadi orange. 

Untuk memelihara sepasang sepat mutiara sebaiknya digunakan kolam atau akuarium berukuran sekurang-kurangnya 60 liter; lebih besar ukurannya akan lebih baik, karena ikan ini akan menunjukkan gejala stres apabila merasa terbatasi ruangannya. Dapat dicampur jenis-jenis ikan lainnya, namun sebaiknya jangan digabungkan dengan ikan-ikan yang bersifat agresif atau terlalu aktif. Juga perlu dijaga agar akuarium tidak terlalu penuh agar sepat mutiara tidak gelisah. Tandanya, sepat jantan dapat tiba-tiba saja menyerang atau menggertak ikan lain yang terasa mengganggunya.

Parameter Ikan Sepat Mutiara

SuhupHOksigenUmur Indukan Jumlah Telur
24-286-7>4>7 bulan150-200

Pemilihan Indukan Ikan Sepat
  • Jika sirip pungungnya membulat dan pendek sehinga tidak  mencapai dasar pangkal sirip ekor  bisa di pastikan bahwa ikan tersebut  betina. 
  • Namun jika sirip pungugnya  panjang sehinga mencapai dasar  pangkal sirip ekor dan di tambah  lagi dengan bentuk tubuhnya yang  lancip seperti sirip pungung ikan gurami maka bahwa ikan itu memiliki  kelamin jantan. 
  • Induk jantan mempunyai sirip punggung yang panjang dan lancip serta dilengkapi dengan hiasan warna merah pada leher dan perut.  Warna merah ini akan semakin menyala pada saat ikan ini birahi.  Sedangkan ikan betina mempunyai sirip bulat dan pendek.
Pemijahan
Cara pemijahan dan pemeliharaan ikan ini hampir sama dengan Dwarf Gouramy. Perbedaannya hanya pada kedua induknya yang sangat setia merawat telurnya. Oleh karena itu, pemisahan induk jantan dan betina dengan anaknya dapat dilakukan setelah larva bisa berenang atau sekitar umur satu minggu. Ukuran jual sekitar 4 cm atau sudah berumur 3,5 bulan.
  • Untuk tempat memijah, akuarium perlu dilengkapi dengan tanaman air yang mengapung. 
  • Di sini ikan jantan akan membuat sarang busa atau sarang gelembung dari air ludahnya, sebagai tempat memijah dan menyimpan telur hingga menetas nanti. 
  • Percumbuan dan pemijahan akan berlangsung di sarang ini, dan sesudah telur dikeluarkan dan dibuahi, sepat betina akan diusir keluar oleh si jantan. Sebagaimana jenis-jenis sepat lainnya, jantan sepat mutiara akan menjagai telur-telur ini hingga menetas. 
Telur ikan akan menetas setelah 24 jam kemudian. Beberapa hari berikutnya burayak (anak-anak ikan) mulai aktif berenang. Pada saat itu hendaknya ikan jantan dipisahkan dari anak-anaknya, agar burayak-burayak itu tidak dimakannya. Anak-anak ikan mula-mula dapat diberi pakan udang renik, cacing tubifex, dan minggu-minggu berikutnya dapat diberi pakan kering yang dihaluskan.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pemijahan Budidaya Ikan Platy

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Platy (Xiphophorus maculatus)
Ikan platy adalah ikan ovovivipar artinya ikan tersebut beranak dan bertelur atau sering umum disebut beranak saja yang dalam bahasa Inggris disebut dengan livebearer. Ikan jantan akan membuahi telur betina yang masih berada dalam tubuhnya. Ikan platy yang banyak dikenal dikalangan penghobi ikan hias antara lain : platy koral, sunset, mickey mouse, pedang, cendrawasih, variatus, dan hawaii.

Meskipun mempunyai varian yang banyak namun pada dasarnya mempunyai ciri yang sama. Ikan ini dapat mencapai ukuran tubuh sebesar 12 cm, atau bahkan lebih pada beberapa jenis tertentu. Ikan platy bersifat pendamai sehingga cocok jika dicampur dengan ikan hias lain. Keistimewaan ikan ini adalah dapat beranak 4-5 kali hanya dalam sekali pemijahan. Hal ini karena induk betina mempunyai kemampuan untuk menyimpan sperma jantan dalam jangka waktu tertentu. Suhu yang baik untuk pemeliharaan platy adalah 25-28 0C dengan pH 7.0-7.5 serta dH atau hardness sebesar 10-15.

Parameter Ikan Platy

SuhupHOksigenUmur Indukan Jumlah Telur
24-306-8>5>3 bulan5-50

Cara perkembangbiakkan ikan hias ada beberapa macam:

  • Ikan-ikan hias yang bertelur berserakan.
  • Ikan-ikan hias yang meletakkan telurnya pada suatu subtrat.
  • Ikan-ikan hias yang menetaskan telurnya dalam sarang busa.
  • Ikan-ikan yang mengeramkan telurnya di dalam mulut.


Perbedaan Jantan dan Betina
Induk Jantan (Male)
  • Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang.
  • Tubuhnya rampaing.
  • Warnanya lebih cerah.
  • Sirip punggung lebih panjang.
  • Kepalanya besar.
Induk Betina (Female)
  • Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
  • Tubuhnya gemuk
  • Warnanya kurang cerah.
  • Sirip punggung biasa.
  • Kepalanya agak runcing.

Syarat Pemeliharaan
  • Air yang diperlukan adalah air yang cukup mengandung Oksigen (O2) dan jernih.
  • Suhu air berkisar antara 24 ~ 28°C.
  • pH yang disukai agak sedikit alkalis, yaitu berkisar 7 ~ 8.
  • Makanan yang diberikan dapat berupa makanan alami (cuk, cacing, kutu air) dan makanan buatan, diberikan secukupnya.
Teknik Pemijahan
  • Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang-sepasang.
  • Jantan 1 betina 3 ini biasanya lebih baik dan cepat banyaklah memelihara betina. Jantan akan membuahi 1 betina dan jika selesai maka akan berpisah dan memilih betina lain
  • Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. 
  • Usahakan segera pisahkan induk yang hamil ditempat yang telah ditetapkan biasanya akan hamil dalam waktu 3 Minggu.
  • Pergantian air dilakukan setiap hari sebanyak 20-50% atau tergantung tingkat kekotoran air. Penyifonan sisa pakan dan kotoran juga dilakukan setiap hari.
Perawatan Benih
  • Sebaiknya anda simpan ditempat yang aman setelah ibunya melahirkan dalam waktu 3 jam anda harus pisahkan dan biarkan anaknya berenang-renang dan mulai mencari makan berupa lumut-lumut. Anda bisa berikan makanan berupa kutu air, jentik, dan Pelet ikan yang diracik halus dan berikan sedik jangan berlebihan.
  • Pergantian air. Air dalam bak atau aquarium jangan sampai kotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapat dibersihkan setiap 2 ~ 3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuang pada waktu penyiphonan sebanyak 10 ~20% dapat diganti dengan air yang baru.
Beberapa ikan hias yang beranak (live bearer), misalnya:

Ada juga beberapa jenis ikan hias yang dapat hidup tanpa pompa air

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat