sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

Ini Jenis Ikan Gurame Yang Paling Laris dan Diminati Pasar


Ikan gurame menjadi salah satu ikan air tawar yang memiliki banyak penikmat. Ikan ini mempunyai daging yang lembut, kesat, gurih dan tentu saja memiliki rasa yang lezat. 

Banyak restaurant yang menggunakan ikan gurame menjadi salah satu menu utamanya.
Permintaan pasar yang banyak dan jumlah ikan gurame yang masih belum bisa memenuhi kebutuhan pasar, menjadi peluang untuk Anda memulai usaha ikan gurame. Sebelum itu, 
Anda perlu mengetahui jenis ikan gurame apa yang paling diminati oleh Pasar.

Berikut adalah beberapa jenis ikan gurame yang perlu Anda ketahui dan banyak diminati oleh pasar.
1.    Jenis Ikan Gurame Yang Paling Banyak Dicari
Sebelum memulai usaha, Anda harus memahami trlebih dahulu apa saja jenis ikan gurame yang paling banyak dicari dipasaran. Berikut ini adalah jenis ikan gurame yang diminati pasar, dan bisa Anda coba untuk dibudidayakan:

a.    Gurame Soang/Gurame angsa
Ikan gurame soang atau biasa disebut gurame jenis angsa. Disebut demikian karena ikan jenis ini memiliki kepala yang sedikit menonjol seperti angsa.
Bentuk tubuh gurame angsa sedikit memanjang, pipih ke bagian samping. Memiliki dahi yang cukup menonjol, seperti angsa.

Perbedaan gurame soang tidak akan terlihat saat masih kecil namun akan jelas ketika ikan sudah dewasa. Jenis ikan ini banyak ditemui di daerah Jawa Barat dengan ukuran yang berbeda-beda.
Gurame angsa memiliki angka produktifitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan gurame jenis lainnya. Pada umur satu tahun, gurame ini dapat mencapai berat 700 gr/ ekor. Telur yang dapat dihasikan mencapai 5.000-7.000 butir tiap indukannya.
Salah satu keunggulan gurame soang adalah pertumbuhan bobotnya yang cukup cepat. Gurame jenis ini terkenal rakus dan memiliki pergerakan yang lincah saat diberi pakan. Untuk mencapai bobot panen 500 gram hanya butuh waktu sekitar 9 bulan. 

b.    Gurame Jepang/Jepun
Ikan gurame jepang berasal dari wilayah daerah Jawa Tengah. Ukuran tubuh gurame jepang ini lebih kecil dibandingkan ikan gurame angsa.

Panjang tubuh ikan gurame jepang ini hanya berkisar antara 45 cm dengan beratnya yang mencapai 4 kg. Ketika masih kecil, warna ikan ini kebiruan. Sedangkan ketika ikan sudah dewasa, warnanya akan berubah menjadi agak gelap atau menjadi hitam.
Produktivitas ikan gurame jepang ini juga cukup tinggi. Dalam satu kali masa bertelur, bisa berkisar antara 2000-3000 butir per periode bertelurnya.

c.    Gurame Bastar
Gurame bastar termasuk gurame yang paling cepat untuk berkembang dengan baik, serta mudah untuk dikembang-biakkan. Gurame bastar terkenal memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Jenis gurame bastar ini cocok untuk Anda yang mencari gurame pembesaran dengan produktivitas tinggi dan dapat berkembang biak dengan cepat. Meski begitu, Anda juga harus mempertimbangkan kembali jika ingin usaha pembibitan.
Untuk usaha pembibitan, Anda harus memahami bahwa telur yang dihasilkan tidak sebanyak Gurame Angsa. Sebab, gurame bastar hanya bisa menghasilkan 2.000 hingga 3.000 butir telur saja yang dalam sekali pemijahan.
Warna tubuh gurame ini kehitaman dengan kepala yang putih polos. Bentuk dahinya tidak nonong, namun ukuran sisiknya besar. Ikan ini memiliki tubuh yang besar, dengan berat yang bisa mencapai 3 kg, dalam waktu yang berkisar kurang lebih antara 1 tahun.

d.    Gurame Porselen
Pertumbuhan gurame porselen termasuk cukup cepat. Rata-rata gurame porselen bisa mencapai berat 1.5 kg-2kg/ekor.
Selain pertumbuhannya yang cepat, gurame porselen juga mampu bertelur dalam jumlah besar. Hanya salam sekali pemijahan gurame porselen mampu menghasilkan 8000 - 10.000 butir telur/ekor.

Jumlah telur ini termasuk lebih banyak dibandingkan dengan gurame jenis lainnya. Sehingga sangat potensial untuk usaha pembibitan ikan gurame.
Ciri Gurame Porselen memiliki warna merah muda dan keperakan, sedangkan bagian tubuh bawah berwarna putih, memiliki ukuran kepala relatif kecil dibandingkan ukuran tubuhnya. Ikan ini memiliki harga jual yang lebih tinggi dari jenis gurame lainnya.

e.    Gurame Kapas
Gurame kapas ini memiliki warna putih keperakan dan hampir mirip dengan warna kapas. Sisik gurami kapas Ukurannya lebih lebar dibanding jenis gurame lainnya atau sedikit lebih keras.

Pertumbuhan gurame kapas juga terbilang cukup cepat, namun diantara semua jenis gurame jenis lain, gurame kapas lah yang memiliki bobot paling ringan. Sebab, gurame kapas memiliki berat maksimal hanya 1.5 kg.
Selain cukup ringan, gurame kapas juga tidak menghasilkan telur dalam jumlah besar. Produktivitas gurame kapas sekali memijah adalah sekitar 3000 butir telur/ekor.

f.     Gurame Blue Safir
Jangan tertipu dengan warnanya, gurame blue safir tidaklah berwarna biru. Sebab, jenis gurame blue safir memiliki warna merah muda dan cerah, hampir sama dengan ikan gurame pada umumnya.

Produktivitas gurame blue safir juga tidak terlalu tinggi. Gurame blue safir hanya memiliki panjang 35 cm dengan berat maksimal 2 kg. Sedangkan dalam Sekali pemijahan, gurame blue safir mampu mencapai 4000-5000 butir telur/ekornya.
g.    Gurame Paris
Ikan gurame paris memiliki ciri-ciri warna dasar merah cerah serta bintik-bintik hitam 
pada sekujur tubuhnya. Ciri lainnya adalah memiliki variasi warna putih pada bagian 
kepala.
Gurame paris dapat menghasilkan 5.000-6.000 butir telur oleh seekor indukan dalam 
sekali pemijahan. Sedangkan berat tubuh gurame paris dapat mencapai berat maksimal 
1,5 kg.

Dari beberapa jenis ikan gurame yang dijelaskan di atas, jenis ikan gurame terbesar yang ada di Indonesia adalah Gurame Soang. Ikan gurame soang memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan jenis ikan gurame lainnya.
Pertumbuhan gurame soang juga yang paling cepat dibandingkan dengan jenis ikan gurame lainnya. Dalam waktu 6 bulan dari telur, gurame soang sudah mencapai bobot 500 gram dan sudah dapat dikonsumsi, karena permintaan konsumen biasanya ikan gurame berbobot sekitar 500 gram.
2.    Ciri-Ciri Ikan Gurame Yang Diminati Pasar
Selain mengetahui jenis ikan gurame yang diminati pasar, Anda juga perlu mengetahui ciri-ciri ikan gurame yang diminati oleh pasar. Berikut beberapa ciri-ciri ikan gurame yang baik :
a.    Memperhatikan mata ikan, mata ikan harus bersih dan tidak menonjol.
b.    Daging ikan gurame tidak keras, tidak lembek dan tidak mudah sobek.
c.    Sisik ikan masih cerah dan terang. Sisik juga masih menempel kuat dan tidak mudah lepas.
d.    Bagian insang ikan masih berwarna merah segar dan tidak pucat.
Itulah empat ciri ikan gurame yang diminati pasar.

3.     Ciri Bibit Ikan Gurame Yang Baik
Memilih bibit gurame yang baik juga menjadi kunci untuk mendapatkan hasil panen ikan gurame yang baik dan sesuai dengan harapan. Salah satunya memiliki kekebalan yang bagus dengan menggunakkan probiotik ikan gurame dan menghasilkan bibit ikan gurame yang sehat
Ciri-ciri bibit yang sehat adalah yang tampak gerakan renangnya lincah, sisik yang mengkilap bebas penyakit dan ukuran relatif seragam.

Anda juga perlu memilih bibit yang seragam. Pemilihan ukuran benih yang tidak seragam dapat menyebabkan terjadinya persaingan pakan dan ruang gerak ikan gurame dalam satu kolam. Benih ikan yang lebih besar ukurannya, akan tumbuh lebih cepat dibandingkan ikan yang berukuran kecil

4.    Klasifikasi Ikan Gurame Berdasarkan kebutuhan Pasar

Dalam menentukan pasar mana yang akan ditargetkan untuk hasil jualan Anda, maka Anda perlu memperhatikan kualitas panen ikan gurame itu sendiri. Anda dapat melakukan kerja sama dengan pengepul, namun perlu diperhatikan karena terkadang pengepul akan menawarkan harga yang leih rendah dibandingkan dengan harga di pasaran.
Anda juga dapat memasarkan ikan gurame hasil panen secara ecer di pasar yang biasanya diminati untuk konsumsi pribadi setiap keluarga.

Jika hasil panen ikan gurame memenuhi kualitas yang baik, maka Anda dapat mencoba melakukan kerja sama dengan supermarket. Biasanya supermarket akan memiliki banyak aturan untuk dapat masuk ke dalamnya.

Oleh sebab itulah, sebagai pembudidaya Anda harus memperhatikan kualitas dari ikan tersebut.

Demikian, beberapa informasi mengenai jenis ikan gurame yang paling diminati oleh pasar. Dengan memperhatikan jenis ikan gurame yang akan dibudidayakan, Anda dapat menentukan pasar mana yang akan Anda pilih dalam memasarkan ikan gurame hasil panen Anda.

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Gurame

Cara Pemijahan Budidaya Ikan Gurame  (Osphronemus gouramy). Gurame adalah jenis ikan konsumsi bergizi tinggi yang termasuk jenis ikan air tawar dengan daya tahan tubuh yang tinggi. Gurame atau Osphronemus gouramy memiliki bentuk badan pipih lebar, bagian punggung berwarna merahsawo dan bagian perut berwarnakekuningkuningan/ keperak-perakan. Ikan gurame merupakan keluarga Anabantidae, keturunan Helostoma dan bangsa Labyrinthici.

Guramme dapat tumbuh baik dengan ketinggian 20-400 m dpl. Gurame mudah dibudidayakan tetapi did dataran tinggi sekitar 800 m dpl ikan gurame cenderung lambat pertumbuhannya.

Parameter Ikan Gurame
SuhuOksigen pHJumlah Telur
25-30>46-82000-10.000

Pemilihan Induk Gurame
Induk mencapai umur > 3 - 7 tahun. Berbeda dengan induk ikan tambakan, Jumlah telur induk ikan gurame tergantung dari berat indukan betina semakin besar indukan betina semakin banyak jumlah telur yang tersimpan, perut akan membulat dan relatif penjang dengan warna badan terang. Sisik-sisiknya usahakan tidak cacat/hilang dan masih dalam keadaan tersusun rapi.

Induk betina yang cukup umur dan matang kelamin ditandai dengan perutnya akan membesar ke belakang atau di dekat lubang dubur. Pada lubang anus akan nampak putih kemerah-merahan. Dan apabila kita coba untuk meraba perutnya akan teras lembek.
Ciri-Ciri indukan Gurame
1) Induk betina
Ikan betina mempunyai dasar sirip dada yang gelap atau berwarna kehitaman, warna dagu ikan betina keputih-putihan atau sedikit coklat, jika diletakkan di lantai maka ikan betina tidak menunjukan reaksi apa-apa.

2) Induk jantan
Ikan jantan mempunyai dasar sirip berwarna terang atau keputih-putihan, mempunyai dagu yang berwarna kuning, lebih tebal daripada betina dan menjulur. Induk jantan apabila diletakkan pada lantai atau tanah akan menunjukan reaksinya dengan cara mengangkat pangkal sirip ekornya ke atas.
Klasifikasi ikan gurame adalah sebagai berikut:
Klas : Pisces
Sub Kelas : Teleostei
Ordo : Labyrinthici
Sub Ordo : Anabantoidae
Famili : Anabantidae
Genus : Osphronemus
Species : Osphronemus goramy (Lacepede)


Syarat Lokasi Budidaya Ikan Gurame
  • Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos dan cukup mengandung humus. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
  • Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
  • Ikan gurame dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian 50-400 m dpl.
  • Kualitas air untuk pemeliharaan ikan gurame harus bersih dan dasar kolam tidak berlumpur, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik.
  • Kolam dengan kedalaman 70-100 cm dan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan gurame. Untuk pemeliharaan secara tradisional pada kolam khusus, debit air yang diperkenankan adalah 3 liter/detik, sedangkan untuk pemeliharaan secara polikultur, debit air yang ideal adalah antara 6-12 liter/detik.
  • Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 6,5-8.
  • Suhu air yang baik berkisar antara 25-28 derajat C.



Penyiapan Sarana dan Peralatan Ikan Gurame
Jenis kolam yang umum dipergunakan dalam budidaya ikan gurame antara lain:
a) Kolam penyimpanan induk
Kolam ini berfungsi untuk menyimpan induk dalam mempersiapkan kematangan telur dan memelihara kesehatan induk, kolam berupa kolam tanah yang luasnya sekitar 10 meter persegi, kedalamam minimal 50 cm dan kepadatan kolam induk 20 ekor betina dan 10 ekor jantan.
b) Kolam pemijahan
Kolam berupa kolam tanah yang luasnya 200/300 meter persegi dan kepadatan kolam induk 1 ekor memerlukan 2-10 meter persegi (tergantung dari sistim pemijahan). Adapun syarat kolam pemijahan
adalah suhu air berkisar antara 24-28 derajat C; kedalaman air 75-100 cm; dasar kolam sebaiknya berpasir. Tempatkan sarana penempel telur berupa injuk atau ranting-ranting.
c) Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan
Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan di dalam kolam pendederan/ipukan antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.
d) Kolam pembesaran
Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Adakalanya dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam jaring 1,25–1,5 cm. Jumlah penebaran bibit sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/meter persegi.
e) Kolam/tempat pemberokan
Merupakan tempat pembersihan ikan sebelum dipasarkan

Adapun cara pembuatan kolam adalah sebagai berikut:
  • Ukurlah tanah 10 x 10 m (100 m2).
  • Buatlah pematangnya dengan ukuran; bagian atas lebarnya 0,5 m, bagian bawahnya 1 m dan tingginya 1 m.
  • Pasanglah pipa/bambu besar untuk pemasukan dan pengeluaran air. Aturlah tinggi rendahnya, agar mudah memasukkan dan mengeluarkan air.
  • Cangkullah tanah dasar kolam induk agar gembur, lalu diratakan lagi. Tanah akan jadi lembut setelah diairi, sehingga lobang-lobang tanah akan tertutup, dan air tidak keluar akibat bocor dari pori-pori itu. Dasar kolam dibuat miring ke arah pintu keluar air.
  • Buatlah saluran ditengah-tengah kolam induk, memanjang dari pintu masuk air ke pintu keluar. Lebar saluran itu 0,5 m dan dalamnya 15 cm.
  • Keringkanlah kolam induk dengan 2 karung pupuk kandang yang disebarkan merata, kemudian air dimasukkan. Biarkan selama 1 minggu, agar pupuk hancur dan meresap ke tanah dan membentuk lumut, serta menguji agar kolam tidask bocor. Tinggi air 0,75-1 m.



Peralatan Ikan Gurame
Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan gurame diantaranya adalah: 
  • jala, 
  • waring (anco),
  • hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), 
  • seser, 
  • ember-ember, 
  • baskom berbagai ukuran, 
  • timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg), 
  • cangkul, 
  • arit, 
  • pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan.
Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan gurame antara lain adalah 
  • warring/scoopnet yang halus, 
  • ayakan panglembangan diameter 100 cm, 
  • ayakan penandean diameter 5 cm, 
  • tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, 
  • keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), 
  • kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), 
  • hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih,
  •  ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, 
  • oblok/delok (untuk pengangkut benih), 
  • sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), 
  • anco/hanco (untuk menangkap ikan), 
  • lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), 
  • scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas),
  • seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar),
  • jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).



Pemeliharaan Induk Ikan Gurame
Induk-induk terpilih (20-30 ekor untuk kolam seluas 10 m2) disimpan dalam kolam penyimpanan induk. Beri makanan selama dalam penampungan. Untuk setiap induk dengan berat antara 2-3 kg diberi makanan daun-daunan sebanyak 1/3 kg setiap hari pada sore hari. Makanan tambahan berupa dedak halus yang diseduh air panas diberikan 2 kali seminggu dengan takaran 1/2 blekminyak tanah setiap kali pemberian.

Pembenihan Ikan Gurame
  • Induk yang sudah matang gonad siap untuk ditebarkan di kolam pemijahan. 
  • Kolam pemijahan merupakan kolam khusus yang ukurannya tergantung jumlah induk yang dimiliki, ukuran minimumya 20 m2 dan maksimum dapat mencapai 1000 m2 dengan kedalaman ideal 0,8 m - 1,5 m. 
  • Kolam induk sebaiknya dekat dengan kolam pemijahan sehingga memudahkan proses pemindahan induk ikan. 
  • Padat tebar induk ikan gurami diusahakan 1 ekor induk ikan yang bobotnya 3-5 kg per ekor sebaiknya memiliki areal untuk bergerak bebas seluas 5 m2. 
  • Penebaran induk dilakukan dengan perbandingan 1 ekor jantan yang bobotnya mencapai 3-5 kg dan 3 ekor betina yang bobotnya minimal 3 kg.
  • Proses pemijahan biasanya akan berlangsung yang diawali 1 minggu pertama induk jantan telah memulai membuat sarang, lamanya membuat sarang lebih kurang 6 hari kemudian induk betina yang sudah siap pijah memiliki naluri akan segera berpijah setelah sarangya siap, terjadinya proses pemijahan selama 2-3 hari, induk betina segera mengeluarkan telur-telurnya dan secara bersamaan pula induk jantan menyemprotkan sperma dan terjadi proses pembuahan telur oleh sperma jantan. 
  • Proses perkawinan akan diakhiri apabila jantan telah menutup sarang, dengan ijuk atau sejenisnya. Keberhasilan proses pemijahan dapat diamati pula dengan melihat pemukaan kolam yang ada sarang guraminya terlihat keluar banyak minyak dipermukaan air dan tecium bau amis.
Penetasan Telur Ikan Gurame
  • Pengambilan sarang yang berisi telur dilakukan secara berhati-hati dengan cara memegang sisi luar bagian paling bawah sarang dan sebaiknya sarang tidak diangkat begitu saja, tetapi menggunakan wadah berupa ember atau baskom yang berisi air dan diberi Metheline Blue dengan perbandingan 5 cc obat untuk 5 liter air.
  • Penetasan dapat dilakukan di dalam paso atau baskom maupun di dalam akuarium. Air di dalam baskom atau akuarium diberi aerasi atau supplay oksigen dan setiap hari dilakukan pengambilan telur-telur yang tidak menetas atau berjamur supaya tidak menular ke telur yang sehat. Biasanya telur gurami akan menetas setelah 36-41 jam.
Pemeliharaan Larva Ikan Gurame
  • Setelah telur menetas, larva dapat dipelihara dalam paso atau baskom selama 8-10 hari sampai kuning telur habis. 
  • Bila penetasan dilakukan di dalam akuarium, pemindahan larva tidak perlu dilakukan. Selama pemeliharaan di akuarium, penggantian air perlu dilakukan untuk membersihkan air dari minyak yang dihasilkan saat penetasan. Suhu dipertahankan pada kisaran 29-30 derajat celcius.
  • Pemindahan larva dari lokasi penetasan ke lokasi pembesaran / pendederan dapat dilakukan dengan menggunakan baskom atau ember. 
  • Larva dimasukkan ke dalam ember bersama air dari tempat penetasan sehingga larva tidak stres. Sebaiknya pemindahan ke kolam atau tempat pendederan dilakukan pada pagi atau sore hari dimana pebedaan suhu antara air media penetasan dan air media pendederan atau kolam tidak begitu mencolok.
Pemberian Pakan Ikan Gurame
  • Pakan mulai diberikan setelah larva berumur 8-10 hari atau setelah kuning telur habis. Pakan yang diberikan adalah pakan alami yang bisa berupa artemia, kutu air berupa daphina atau moina, cacing sutera. 
  • Jenis pakan yang diberikan ini disesuaikan dengan bukaan mulut larva. Frekuensi pemberian sebanyak 4-5 kali sehari.
  • Untuk larva yang dipelihara di akuarium, pemberian pakan dapat diberikan sebanyak 2 sendok makan untuk 1000 ekor larva setiap pemberian. Ketika sudah semakin besar, kepadatan larva dalam satu akuarium dapat dikurangi.
  •  Larva yang dipelihara dalam akuarium selanjutnya dipelihara hingga menjadi benih yang siap ditebarkan ke kolam pemeliharaan benih.



Permasalahan Pembenihan Ikan Gurame
Berikut ini beberapa permasalahan yang sering ditemui dalam usaha pembenihan ikan gurami :

1. Induk Malas Memijah
Induk gurami yang telah matang gonad kadang-kadang tidak mau memijah. Hal ini sebagian besar diakibatkan karena kondisi lingkungan kolan yang tidak nyaman bagi indukan atau indukan belum benar-benar matang gonad. Cara mengatasinya adalah dengan memijahkan induk yang benar-benar telah matang gonad dan kolam pemijahan jangan terlalu padat, cukup 40 ekor/1000 m2 atau bisa juga dengan perbandingan 3 betina : 1 jantan untuk kolam dengan ukuran 4m x 3m.

2. Jumlah Telur Sedikit
Hal ini bisa disebabkan oleh umur induk yang terlalu muda. Untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan induk jantan yang  telah berumur 4 tahun dan induk betina yang berumur 3 tahun.

3. Telur Tidak Menetas
Telur yang tidak menetas bisa disebabkan oleh kualitas induk yang kurang bagus dan penanganan sarang yang salah sehingga telur mati. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan induk yang kualitasnya benar-benar memenuhi syarat sehingga telur yang dihasilkan bagus mutunya dan tidak mengangkat baskom atau ember begitu saja akan tetapi sarang diangkat bersama dengan air kolam pemijahan agar telur tidak terkontaminasi dengan udara luar.

4. Tubuh Benih Berwarna Hitam
Kondisi ini disebabkan oleh gangguan velvet yang menyebabkan kulit benih menjadi berwarna gelap dan berlendir. Pemicunya adalah karena suhu air penetasan terlalu rendah. Hal ini dapat diatasi dengan pemasangan pemanas atau heater untuk menjaga suhu air media penetasan tetap pada kisaran yang sesuai.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat