sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

Penyuntikan Hormon Hypofisa Cara Pembenihan Lele Buatan

Kebutuhan benih ikan lele semakin hari semakin banyak permintaan untuk menanggulangi banyaknya jumlah permintaan kita perlu mencari solusi.

Salah satu solusi untuk mengatasi besarnya jumlah permintaan yaitu melakukan proses penyuntikan hormon HIPOFISA. Penyuntikan hormon HIPOFISA bertujuan untuk merangsang ikan agat telur cepat matang dan merata telur yang siap untuk menetas.

Ikan lele salah satu jenis ikan yang bisa dilakukan proses penyuntikan hormon HIPOFISA. Dengan penyuntikan atau rangsangan hormon ini jumlah telur ikan lele yang akan keluar saat proses perkawinan atau pemijahan akan lebih banyak. Dengan hormon ini kematangan telur ikan lele akan meningkat banyak.

apabila permintaan benih ikan lele mencapai ratusan ribu, satu ikan lele tidak mencukupi anaknya jika dilakukan dengan cara normal.

Maka perlu dilakukan penyuntikan hormon. hormin ini dapat disiapkan dari kelenjar hipofisa ikan lele atau dari ikan mas ataupun menggunakan hormon buatan sintesis buatan pabrik.
hormon hipofisa buatan


Beberapa jenis hormon sintesis tersebut misalnya Ovaprim, HCG, dan LHRH. Hormon Ovaprim relatif mudah diperoleh karena sudah dijual umum seperti di toko perikanan di beberapa kota besar. HCG sebenarnya merupakan hormon untuk manusia sehingga hanya dapat diperoleh bila disertai resep dokter, sedangkan LHRH tergolong agak sulit diperoleh.


Penyuntikan hormon alamiah (hipofisa)
Penyuntikan memerlukan kelenjar hipofisa. kelenjar hormon bisa didapatkan padapikan yg terletak di bawah otak kecil. Setiap ikan (juga makhluk bertulang belakang lainnya) mempunyai kelenjar hipofisa yang terletak di bawah otak kecil.

Ikan lele akan menjadi resipien. Resepien adalah penerima hormon dari donor kelenjar hipofisa. Pendonor Hipofisa antara lain dapat dipilihkan dari lele, ikan mas (tombro, karper, Cyprinus carpio), atau lele lokal (Clarias batrachus). 


Bagaimana cara melakukan proses penyuntikan hipofisa?


a. Jumlah Dosis hipofisa
Pertama perhatikan jumlah dosis yang akan dipakai untuk ikan lele
  • Jumlah dosis Hormon hipofisa untuk indukan lele adalah 3 dosis, Dengan ukuran berat 0,5 kg.
  • Dengan Ikan donor seberat 1,5 kg itu dapat terdiri dari 3 ekor yang masing-masing beratnya 0,5 kg atau 2 ekor yang beratnya 1 kg dan 0,5 kg atau dapat juga dipakai seekor yang beratnya 1,5 kg.
  • Ikan donor diharuskan sudah dewasa atau matang gonat, Ikan dewasa merupakan pilihan yang memiliki hormon hipofisa yang tinggi dibanding yang belum dewasa. Ikan donor dapat dipilihkan dari ikan jantan maupun dewasa.

b. kedua proses pengambilanhipofisa dan pembuatan ekstrak
Cara mengambil kelenjar hipofisa dari ikan donor adalah sebagai berikut :
  • Pertama siapkan ikan donor, Ikan lele atau ikan mas
  • Pegang menggunakan lap agar tidak licin. Pegang bagian kepala, badan dengan lap, 
  • Bagian badan diletakan diatas talenen. 
  • Kepala ikan dipotong dibagian belakang tutup insangnya hingga kepalanya putus.
  • Setelah terpotong, sisir tulang kepalanya di atas mata hingga tulang tengkoraknya terbuka dan otaknya kelihatan.
  • Singkap otaknya menggunakan pinset, tepat dibagian bawah otak akan terlihat kelenjar hipofisa berwarna putih sebesar butiran kacang hijau.
  • Dengan tetap menggunakan pinset, kelenjar hipofisa diangkat dan diletakan ke dalam cawan yang bersih untuk dicuci dengan aquades hingga darah yang melekat hilang. Cara membersihkannya dengan disemprot aquades menggunakan pipet.
  • Setelah butir kelenjar hipofisa bersih, lalu masukan ke dalam tabung penggerus (dapat menggunakan kantong plastik kecil atau gelas). Selanjutnya kelenjar hipofisa digerus atau dipencet hingga hancur.
  • Encerkan kelenjar hipofisa tersebut dengan 1-1,5 ml aquades atau larutan garam fisiologis. Larutan garam fisiologis atau sering pula disebut cairan infus yang dapat diperoleh di apotek (dijual bebas). Dengan demikian, hormon GSH yang terkandung didalam hipofisa akan terlarut dalam cairan.
  • Larutan tersebut diendapkan beberapa menit hingga kotoran tampak mengendap didasar. Cairan dibagian atas diambil dengan tabung injeksi (spuit) untuk disuntikan pada ikan.
c. ketiga Penyuntikan ekstrak hipofisa
    Induk sebagai resipien yang telah dipersiapkan sebelumnya, diambil dari dalam hapa. Induk tersebut dipegang dengan bantuan penyerok dari jaring supaya tidak licin. Hormon didalam spuit disuntikan didekat sirip punggung kedalam daging induk (intramuscular). Setelah disuntik, induk betina dimasukan kedalam kolam pemijahan yang telah dipersiapkan. Biarkan lele dalam keadaan tenang.

Proses diatas tersebut merupakan cara penyuntikan menggunakan tumbal ikan untuk mengambil kelenjar hormon dari ikan lain. bisa disebut PROSES PENYUNTIKAN HORMON ALAMI DENGAN IKAN TUMBAL.

Selanjutnya PENYUNTIKAN MENGGUNAKAN HORMON BUATAN
ovaprim hormon hipofisa

Penyuntikan hormon buatan
untuk melakukan penyuntikkan tahap tahap hormon buatan adalah sebagai berikut: 
  • Hormon sintesis (buatan) kini dapat dibeli di toko-toko obat perikanan, yaitu hormon yang disebut Ovaprim. Ovaprim berbentuk cairan yang disimpan dalam ampul. Satu ampul berisi 10 ml. Dosis pemakaiannya 0,3-0,5 ml untuk lele yang beratnya 1 kg. induk lele seberat 0,5 kg berarti memerlukan hormon ovaprim 0,15-0,25 ml.
  • Penyuntikan menggunakan hormon Ovaprim sangat praktis sebab sudah berupa larutan sehingga tinggal disuntikan saja, hormon sisa di dalam ampul dapat disimpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung (suhu kamar), dalam ruang ini, Ovaprim tahan hingga 3-4 bulan.

BERIKUT TAHAP PENYUNTIKAN HORMON HIPOFISA
Urutan pemijahan lele dengan hormon buatan adalah sebagai berikut :
a. Siapkan kolam pemijahan
  • Keringkan dan bersihkan kolam/bak yang hendak digunakan untuk pemijahan.
  • Cuci dan jemur kakaban atau tempat meletakan telur dengan jumlah cukup menutupi 75% dasar kolam.
  • Pasang kakaban di dasar kolam/bak, letakan kakaban itu 5-10 cm diatas dasar kolam.
  • Gunakan bata merah yang sudah dicuci bersih sebagai pengganjalnya. Diatasnya juga ditindih dengan bata agar kakaban tidak mudah bergeser.
  • Menjelang dilakukan penyuntikan, kolam tersebut diisi dengan air sampai kakaban terendam air 5 cm-10 cm.
b. Memilih Seleksi induk lele betina dan jantan yang siap memijah
  • Tangkap tangkap induk lele betina dan jantan sebaiknya pagi hari sebelum jam 9.00
  • Pilih induk betina yang matang telur, perutnya besar dan lunak, tetapi kalau diurut tidak dapat keluar telurnya.
  • Pilih induk jantan yang sehat, tidak cacat, tidak berpenyakit. Lele jantan terlihat dari alat kelaminnya (perut tetap langsing) kalau diurut juga tidak dapat mengeluarkan sperma. 
  • Lele yang tidak dapat mengeluarkan telur dan sperma merupakan lele yang perlu diberikan hormon hipofisasi
  • Pisahkan induk jantan dan betina didalam wadah atau hapa tersendiri sambil menunggu saat disuntik.
c. Siapkan alat dan hormon Ovaprim untuk disuntikan
Alat suntik harus steril bersihkan dengan air Aquades atau alat baru.

d. Tentukan dosis ovaprim dengan menimbang indukan betina
  • Hormon ovaprim 0,3-0,5 cc untuk 1 kg lele. dan jika berat lebih sedikit atau 0,5 kg tinggal dibagi saja. 
  • Ambil 0,5 ml hormon, lalu injeksi spuit, 
  • Setelah selesai, sedot lagi jarum yang sama dengan aquades atau larutan garam fisiologis 0.7% sebanyak 0,5 ml yang juga untuk mengencerkan hormon tadi.
e. Cara penyuntikan Hormon hipofisasi
  • Pegang ikan lele sebaiknya dilakukan dua orang
  • Suntik betina terlebih dahulu
  • Letakan diatas meja, 1 orang pegang ekor ikan atau badan, dan yang lain melakukan penyuntikan dan diberi alas handuk/lap bersih.
  • Penyuntikan dibagian punggung. Sebanyak setengah dosis disebelah kiri sirip punggung dan setengah dosis lagi disebelah kanan.
  • Lakukan penyuntikan secara hati-hati. Setelah hormon didorong masuk, jarum dicabut, lalu bekas suntikan tersebut ditekan/ditutup dengan jari beberapa saat agar hormon tidak keluar.
  • Setelah disuntik, ikan jantan dan betina dimasukan kedalam kolam pemijahan yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
f. Siapkan kolam penetasan telur
  • Kolam penetasan untuk sepasang indukan ukuran 25-100 meter2, 
  • Kolam harus sudah dilakukan penangan untuk pemijahan untuk mencegah penyakit

g. Tips air pembenihan lele

  • Air menggunakan sumur bor
  • Ukuran tandon besar 3-5 m3, ditaburi 100 gr setiap 1 m3 air.
  • Endapkan beberapa hari.
  • Setelah diendapkan air dapat digunakan untuk budidaya pembenihan
  • Perlakuan tersebut, penetasan dan pemeliharaan benih lancar akan dapat berjalan lancar.

Selesai sudah bagaimana cara untuk melakukan penyuntikan hormon hipofisa baik menggunakan hormon alami asli dan hormon buatan pabrik. 

Cara Mengukur PH Perairan Kertas Lakmus

Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital.
Bagi anda penghobi ikan hias yang sering bermasalah menghadapi kematian ikan, coba deh di tes pH air nya mungkin belum cocok dengan kondisi optimal ikan itu hidup. Sebaiknya kita dalam memelihara ikan, siapkan kondisi air yang optimal agar sesuai dengan kondisi umum ikan hias hidup, misalnya dalam optimalisasi nilai pH air.

pH merupakan cara untuk mengukur kandungan asam, basa dan netral pada suatu cairan dan benda padat. Dengan pengukuran tersebut diharapkan akan diketahui kualitas nilai pH dari benda tersebut.

Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital. dengan memasukkan alat pH kedalam air atau pasir akan terlihat nilai yang cocok pada pH, amati secara hati-hati nilai yang tertera pada alat pH.




Menentukkan kondisi nilai pH dapat ditunjukkan dengan angka dan warna. Misal :
  • Warna merah berarti menandakan asam kuat 1-6
  • Warna hijau berarti menandakan basa kuat >7
  • Warna kuning berarti menandakan  tingkat pH netral 5,5 – 6,5, ini berati asam dan basa berada dalam keadaan seimbang.

Perlu diperhatikan bahwa kandungan air akan asam cenderung akan meningkat akibat penggunaan bahan kimia untuk menjernihkan air atau karena adanya pencemaran
Jadi mengatur pH sangatlah perlu agar tanaman tumbuh sesuai dengan yang kita harapkan.

Dengan pengukuran pH diharapkan kondisi perairan sesuai dengan keadaan organisme budidaya ikan, sehingga ikan dapat hidup sehat dan tidak mengalami stres. Penyimpangan terlalu jauh dengan sifat ikan yang dibudidayakan dapat menyebabkan kematian pada ikan budidaya.

Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital.

Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital.


Penanganan pH
Seperti disebutkan sebelumnya, pengananan atau pengubahan nilai pH akan lebih efektif apabila alkalinitas ditanganai terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa cara pangananan pH, yang kalau diperhatikan lebih jauh, cenderung mengarah pada penanganan kesadahan atau alkalinitas

Penurunan pH
Untuk menurunkan pH, pertama kali harus dilakukan pengukuran KH. Apabila nilai KH terlalu tinggi (12 atau lebih) maka KH tersebut perlu diturunkan terleibh dahulu, yang biasanya secara otomatis akan diikuti oleh menurunnya nilai pH. Apabila nilia pH terlalu tinggi (lebih dari 8) sedangkan KH tergolong bagus ( antara 6 -12)maka hal ini merupakan petunjuk terjadinya proses keseimbangan yang buruk. 

Penurunan pH dapat dilakukan dengan melalukan air melewati gambut (peat), biasanya yang digunakan adalah peat moss (gambut yang berasal dari moss). bisa juga dilakukan dengan mengganti sebagaian air dengan air yang berkesadahan rendah, air hujan atau air yang direbus, air bebas ion, atau air suling (air destilata). Selain itu bisa juga dapat dilakukan dengan menambahkan bogwood kedalam akuairum. Bogwood adalah semacam kayu yang dapat memliki kemampuan menjerap kesadahan. Sama fungsinya seperti daun ketapang, kayu pohon asam dan sejenisnya. 



Peningkatan pH 
Menaikkan pH dapat dilakukan dengan memberikan aerasi yang intensif, melewatkan air melewati pecahan koral, pecahan kulit kerang atau potongan batu kapur. Atau dengan menambahkan dekorasi berbahan dasar kapur seperti tufa, atau pasir koral. Atau dengan melakukan penggantian air.

Alkalinitas secara umum menunjukkan konsentrasi basa atau bahan yang mampu menetralisir kemasamaan dalam air. Secara khusus, alkalinitas sering disebut sebagai besaran yang menunjukkan kapasitas pem-bufffer-an dari ion bikarbonat, dan sampai tahap tertentu ion karbonat dan hidroksida dalam air. Ketiga ion tersebut di dalam air akan bereaksi dengan ion hidrogen sehingga menurunkan kemasaman dan menaikan pH. Alkalinitas biasanya dinyatakan dalam satuan ppm (mg/l) kalsium karbonat (CaCO3). Air dengan kandungan kalsium karbonat lebih dari 100 ppm disebut sebagai alkalin, sedangkan air dengan kandungan kurang dari 100 ppm disebut sebagai lunak atau tingkat alkalinitas sedang.
Pada umumnya lingkungan yang baik bagi kehidupan ikan adalah dengan nilai alkalinitas diatas 20 ppm.

Garam merupakan senyawa yang terbentuk dari reaksi asam dan basa.  Kalian tahu garam dapur bukan? Garam dapur (NaCl) merupakan salah satu contoh garam yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari.  Selain itu ada juga Baking Soda (NaHCO3) yang digunakan untuk menetralkan sengatan lebah yang bersifat asam, serta tawas dengan rumus senyawa Al2(SO4)3 yang digunakan untuk proses penjernihan air.
   
 Adapun ciri-ciri dari garam antara lain:
  • Dalam bentuk leburan (cairan) atau lelehan dapat menghantarkan listrik
  • Sifat larutannya dapat berupa asam, basa, atau netral tergantung jenis asam (kuat atau lemah) dan basa (kuat atau lemah) pembentuknya.
  • asam kuat dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat netral
  • asam kuat dan basa lemah akan terbentuk garam yang bersifat asam
  •  asam lemah dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat basa
Contoh mengukur PH,
Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital.

Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital.


Pilih jenis ikan, saya akan menggunakan ikan neon tetra
Kondisi optimal neon tetra adalah kadar air dalam kondisi asam antara 
5,5-6,5 

Dengan Suhu dibawah 28 derajat, 20-26
pada waktu pemijahan kondisi air ikan neon adalah
Air harus steril dingin dan bersifat asam (pH lebih kecil dari 6,4, jika tidak memenuhi syarat ikan tidak mau bertelur. 

Cara melakukan tes

  • Sediakan kertas lakmus
  • Ambil air,
  • Masukkan kertas lakmus tunggu sampai berubah warna
  • Cek angka atau warna kertas lakmus, 
  • Hitung nilai pH nya
  • Cocokan kondisi dengan kondisi ikan neon tetra. 
  • Jika sudah cocok ikan bisa di masukkan ke dalam air. 

Cara Pengukuran DO atau Kadar oksigen terlarut

Perairan atau suatu kolam atau pun tambak pastinya mengandung oksigen didalam air tersebut. Oksigen menjadi kebutuhan ikan yang hidup didalam kolam atau tambak tersebut. Maka perlu diketahui kadar oksigen terlarut didalamnya apakah sudah sesuai dengan kebutuhan ikan. Kadar oksigen terlarut juga menjadi salah satu parameter dalam menentukan kualitas air.
kadar oksigen terlarut didalamnya apakah sudah sesuai dengan kebutuhan ikan. Kadar oksigen terlarut juga menjadi salah satu parameter dalam menentukan kualitas air.
kadar oksigen terlarut didalamnya apakah sudah sesuai dengan kebutuhan ikan. Kadar oksigen terlarut juga menjadi salah satu parameter dalam menentukan kualitas air.


Oksigen terlarut (dissolved oxygen, disingkat DO) ataupun disebut kebutuhan oksigen (Oxygen demand) merupakan suatu kadar oksigen di dalam air yang akan menentukan atau menjadi  parameter penting dalam analisis kualitas air.

Nilai DO yang biasanya diukur dalam bentuk konsentrasi ini menunjukan jumlah oksigen (O2) yang tersedia dalam suatu badan air.

Kadar DO atau oksigen terlarut yang ada didalam air dapat ditentukan apabila :

  • Semakin besar nilai DO pada air, mengindikasikan air tersebut memiliki kualitas yang bagus. 
  • Sebaliknya jika nilai DO rendah, dapat diketahui bahwa air tersebut telah tercemar. 

Dengan dilakukan suatu Pengukuran DO diharapkan akan mendapatkan kadar yang baik, karena Kadar DO bertujuan untuk mengetahui sejauh mana badan air mampu menampung biota air seperti ikan dan mikroorganisme.

Selain itu dengan banyaknya kadar terlarut DO akan menentukan kemampuan air untuk membersihkan pencemaran air tersebut.  Oleh sebab pengukuran parameter ini sangat dianjurkan disamping parameter lain seperti kob dan kod.
Oksigen terlarut (dissolved oxygen, disingkat DO) a

Bagaimana cara mengukur DO? siapkan Bahan-bahan pengukuran DO sebagai berikut :

Tabel Bahan Yang digunakan

BahanUkuranKeterangan
Botol BOD125 ml
MnSO41 mlMengikat oksigen dalam air sampel
NaOH dalam KI1 mlMengikat oksigen dalam air sampel
H2SO4 pekat1 mlMengurai oksigen dalam air sampel
Na2S2O3 0,025 N ?Sebagai titran titrasi uji kelarutan oksigen
Indikator amilum 2 tetesSebagai indikator dalam uji kelarutan oksigen.

Metode yang digunakan dalam pengukuran kadar oksigen terlarut adalah
  • Mengambil sampel air dengan menggunakan botol BOD 125 ml (tidak boleh ada udara yang masuk), 
  • Kemudian menambahkan 1 ml MnSO4 dan 1 ml NaOH dalam KI, 
  • Tutup botol tersebut dan kocok hingga larutan homogen dan terjadi endapan. 
  • Langkah selanjutnya menambahkan 1 ml H2SO4 pekat kemudian menutup botol BOD, 
  • kocok sampai endapan hilang dan larutan berwarna kuning, 
  • setelah itu memasukkan 50 ml sampel ke dalam erlenmeyer 250 ml.
  • Melakukan titrasi dengan 0,025 N  Na2S2O3 hingga larutan berwarna kuning muda. 
  • Menambahkan 2 tetes amilum, apabila timbul warna biru kemudian 
  • Melanjutkannya dengan titrasi Na2S2O3  0,025 N hingga bening. 

Untuk mengetahui berapa jumlah volume titran dengan membaca skala penurunan titran dan memasukkan dalam rumus :
Titrasi oksigen

Oksigen terlarut (dissolved oxygen, disingkat DO) a
Titrasi merupakan salah satu teknik analisis kimia kuantitatif yang dipergunakan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan tertentu, dimana penentuannya menggunakan suatu larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya secara tepat. Pengukuran volume dalam titrasi memegang peranan yang amat penting sehingga ada kalanya sampai saat ini banyak orang yang menyebut titrasi dengan nama analisis volumetri.

Larutan yang dipergunakan untuk penentuan larutan yang tidak diketahui konsentrasinya diletakkan di dalam buret dan larutan ini disebut sebagai larutan standar atau titran atau titrator, sedangkan larutan yang tidak diketahui konsentrasinya diletakkan di Erlenmeyer dan larutan ini disebut sebagai analit.

Titran ditambahkan sedikit demi sedikit pada analit sampai diperoleh keadaan dimana titran bereaksi secara equivalen dengan analit, artinya semua titran habis bereaksi dengan analit keadaan ini disebut sebagai titik equivalen.

Mungkin kamu bertanya apabila kita menggunakan dua buah larutan yang tidak bewarna seperti H2SO4 dan NaOH dalam titrasi, bagaimana kita bisa menentukan titik equivalent?

Titik equivalent dapat ditentukan dengan berbagai macam cara, cara yang umum adalah dengan menggunakan indicator. Indikator akan berubah warna dengan adanya penambahan sedikit mungkin titran, dengan cara ini maka kita dapat langsung menghentikan proses titrasi.

Sebagai contoh titrasi H2SO4 dengan NaOH digunakan indicator fenolpthalein (pp). Bila semua larutan H2SO4 telah habis bereaksi dengan NaOH maka adanya penambahan sedikit mungkin NaOH larutan akan berubah warna menjadi merah mudah. Bila telah terjadi hal yang demikian maka titrasi pun kita hentikan.

Keadaan dimana titrasi dihentikan dengan adanya berubahan warna indicator disebut sebagai titik akhit titrasi. Titrasi yang bagus memiliki titik equivalent yang berdekatan dengan titik akhir titrasi dan kalau bisa sama.

Perhitungan titrasi didasarkan pada rumus:

V.N titran = V.N analit

Dimana V adalah volume dan N adalah normalitas. Kita tidak menggunakan molaritas (M) disebabkan dalam keadaan reaksi yang telah berjalan sempurna (reagen sama-sama habis bereaksi) yang sama adalah mol-equivalen bukan mol. Mol-equivalen dihasilkan dari perkalian normalitas dengan volume.

Analisis Produksi Benih Lele 4x6 cm

Analisa Produksi Benih Lele 4x6 cm
Perhitungan keuntungan jual anak ikan lele 4cm

Ukuran lele 4x6 merupakan ukuran yang sudah cukup kebal dari penyakit dan jumlah kematian.  dari pada ukuran yang lebih kecil. sehingga pasar lele ukuran 4x6 lebih luas dari pada ukuran dibawahnya. Jika anda dapat membesarkan lele ukuran 2x3 cm sampai menjadi ukuran 4x6 cm dapat menjadi bisnis yang menjanjikan. Berikut analisis perhitungannya di tabel dibawah ini. perhitungan analisis budidaya produksi benih lele menggunakan kolam 3x5 meter dengan waktu panen 20 hari. Panen pertama menggunakan 1 kolam dan panen kedua menggunakan kolam 2 buah dengan waktu panen sama 20 hari. Dengan menghitung analisa budidaya pembenihan lele akan terlihat keuntungan yang didapatkan dari budidaya pembenihan produksi lele.

Perhitungan keuntungan jual anak ikan lele 4cm
CARA MENGHITUNG ANALISIS BUDIDAYA LELE DENGAN JUAL BENIH LELE
123
Kolam 1Kolam 2Kolam 2
Hari 20Hari 40Hari 60
Biaya Tetap :
Kolam 3x5 meter
Jumlah terpal1
Harga terpal200,000
Total Terpal200,000400,000
Bambu / kayu untuk50,000100,000
Sewa tanah Pertahun(4x4 meter)isi sendiri
Biaya Lain-Lain100,000200,000200,000
Biaya Variabel :
Tenaga kerja 50,000100,000100,000
Jumlah Pakan lele10
Harga Pakan Lele15,000
Total Pakan Lele150,000300,000300,000
Probiotik 1/2 botol12,50025,00025,000
Bibit Lele (Ekor) 2x3 cm10,000
Harga Bibit Lele (Rp)65
Total Bibit Lele650,0001,300,0001,300,000
Total Biaya 1,212,5002,425,0001,925,000
Penyusutanisi sendiri
Penjualan :
Total produksi (Kg) 4x6 cm8,500
Harga Lele (Rp)160
Jumlah Penjualan1,360,0002,720,0002,720,000
Keuntungan 147,500295,000795,000
Jumlah Pendapatan147,500295,000795,000

Ini hanya gambaran dan perkiraan
Harga dapat berubah sewaktu-waktu
Keterangan
  • Pembelian benih ukuran 2x3 cm kemudian dijual kembali di ukuran 4x6 cm
  • Harga Benih lele tergantung tempat anda budidaya
Ada kemauan pasti ada jalan

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Analisis Ekonomi Budidaya Ikan Lele Kolam Bulat

Analisa Ekonomi Budidaya Ikan Lele Kolam Bundar / Lingkaran
Perhitungan biaya ternak ikan lele 2 kolam bundar

Berikut dibawah ini adalah perhitungan budidaya ikan lele di kolam bulat. Perhitungan analisis budidaya ikan lele kolam bulat dengan diameter kolam 3.4 meter, dalam waktu panen 3 bulan. Panen pertama 3 bulan dengan 1 kolam bundar. dan perhitungan analisa budidaya selanjutnya menggunakan 2 kolam bulat dengan waktu panen yang sama. maka akan terlihat keuntungan dari budidaya ikan lele di kolam bulat.
Perhitungan biaya ternak ikan lele 2 kolam bundar



123

Kolam 1Kolam 2Kolam 2
Bulan 3Bulan 6Bulan 9
Biaya Tetap :
Kolam diameter 3.4m fullset isinya
1. Wiremesh diameter 1,7m
2. Terpolin diameter 1,7m
3. Karpet/talang
4. Pipa kontrol
5. Pipa buangan tengah
6. Knee
7. Dop
8. Ring stainless
9. Selang aerasi
10. Ball aerasi
11. Kabel ties & kawat
12. Molase, Dolomit, Probiotik & Garam
Total Biaya Kolam
2,000,0004,000,000
Sewa tanah Pertahun(9 x 4 meter)isi sendiri
Tutup Kolam200,000400,000
Biaya Lain-Lain100,000200,000200,000
Biaya Variabel :
Tenaga kerja 900,0001,800,0001,800,000
Jumlah Pakan lele500
Harga Pakan Lele7,500
Total Pakan Lele3,750,0007,500,0007,500,000
Obat-Obatan100,000200,000200,000
Bibit Lele (Ekor)10,000
Harga Bibit Lele300
Total Bibit Lele3,000,0006,000,0006,000,000
Total Biaya 10,050,00020,100,00015,700,000
Penyusutanisi sendiri
Penjualan :
Total produksi (Kg)1,000
Harga Lele14,000
Jumlah Penjualan14,000,00028,000,00028,000,000
Keuntungan 3,950,0007,900,00012,300,000
Payback period0.720.720.56
Jumlah Bulan2.152.152.24
Jumlah Hari656567
Jumlah Pendapatan (Y)3,950,0007,900,00012,300,000
Kas -6,050,0001,850,00014,150,000
Bagi HasilX-YX2-Y2
Mengembalikan Modal (X) (hutang)10,000,00010,000,000
Hasil Setelah bayar hutang-6,050,0001,850,0002,300,000
Hasil Yang bisa diambil
Pemodal20%-1,210,000370,000460,000
Penggarap 140%-2,420,000740,000920,000
Penggarap 240%-2,420,000740,000920,000
Penghasilan per bulan (jumlah bulan)3
Pemodal-403,333123,333153,333
Penggarap 1-806,667246,667306,667
Penggarap 2-806,667246,667306,667

Ini hanya gambaran dan perkiraan
Harga dapat berubah sewaktu-waktu
Keterangan
  • Hutang kita adalah 10 juta dan dibayar saat panen pertama
  • Panen kedua hutang 10 juta lagi dan dibayar pada panen ketiga
  • Jika Panen keempat tanpa hutang pendapatan adalah 10 juta + 2.3juta (genap 1 tahun)
  • Penghasilan per bulan (jumlah bulan) terhitung 3 artinya hasil panen dibagi 3, jadi hasil perbulan pada ke bulan 9 adalah 306.667
  • Biaya dan Penjualan dapat berubah tergantung tempat anda
Ceks Cara Budidaya Lele Kolam Bundar

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pengukuran Morfometri Tubuh Ikan dan Alat Calliper

Morfometri adalah suatu pengamatan pada tubuh ikan, dengan cara identifikasi bentuk tubuh ikan menyeluruh, yang berfungsi untuk menentukan adaptasi dan cara hidup ikan di alam. Mengidentifikasi ikan bisa dilakukan dengan mengukur mulai dari kepala sampai ekor, identifikasi ini disebut morfometri. Identifikasi bentuk tubuh ikan dapat di klasifikasikan ke jenis dan tipe bentuk tubuh ikan



Pengukuran tubuh ikan agar hasilnya sesuai perlu menggunakan alat, alat morfometri disebut calipper.
alat morfometri disebut calipper.

Alat ini akan mengukur dari kepala sampai ekor. Dengan ukuran dasar mutlak (CM) sampai dengan (MM). Ada beberapa tahap pengukuran morfometri, mulai dari kepala, badan, sirip dan ekor.
Berikut bagian-bagian pengukuran morfometri : 

  1. Panjang baku atau biasa diujur dari bagian kepala atau ujung rahang sampai pelipatan pangkal sirip ekor
  2. Panjang cagak (fork length), dengan mengukur tubuh mulai dari ujung kepala terdepan sampai ujung bagian luar lekukan cabang sirip ekor.
  3. Panjang total, adalah diukur jarak garis lurus mulai ujung kepala yang terdepan dengan ujung sirip ekor yang paling belakang.
  4. Tinggi badan, diukur pada tempat yang tertinggi antara bagian dorsal dengan ventral, dimana bagian dari dasar sirip yang melewati garis punggung tidak ikut diukur.
  5. Tinggi batang ekor, pengukuran pada batang ekor dengan memilih pada tujuan yang tingginya paling terkecil. 
  6. Panjang batang ekor, dengan mengukur jarak miring antara ujung dasar sirip dubur dengan pangkal jari-jari tengah sirip ekor.
  7. Panjang dasar sirip punggung dan sirip dubur, dengan mengukur jarak antara pangkal jari-jari pertama dengan tempat selaput sirip di belakang jari-jari terakhir bertemu dengan badan. Jarak ini diukur melalui dasar sirip.
  8. Panjang di bagian depan sirip punggung, dengan mengkuru jarak antara ujung kepala terdepan sampai ke pangkal jari-jari pertama sirip punggung.
  9. Tinggi sirip punggung dan sirip dubur, dengan mengukur mulai dari pangkal keping pertama sirip sampai ke bagian puncaknya.
  10. Panjang sirip dada dan sirip perut, dengan mengukur panjang terbesar menurut arah jari-jari dan diukur dari bagian dasar sirip yang paling depan atau terjauh dari puncak sirip sampai ke puncak sirip ini. Sambungan sirip berupa rambut atau benang halus, oleh beberapa ahli juga ikut diukur, sehingga harus lebih waspada. Pengukuran panjang sirip dada hanya dilakukan jika bentuk sirip dada itu tidak simetris.
  11. Panjang jari-jari sirip dada yang terpanjang, pengukuran ini hanya dilakukan jika jari-jari yang terpanjang terletak di tengah-tengah atau di bagian tengah sirip. Pengukuran dilakukan mulai dari pertengahan dasar sirip sampai ke ujung jari-jari tersebut. Jika jari-jari lain yang dimaksudkan dan bukan jari-jari tengah maka hal ini harus dinyatakan.
  12. Panjang jari-jari keras dan jari-jari lemah. Panjang jari-jari keras adalah panjang pangkal yang sebenarnya sampai ke ujung bagian yang keras, walaupun ujung ini masih disambung oleh bagian yang lemah atau sambungan seperti rambut. Panjang jari-jari lemah diukur dari pangkal sampai ke ujungnya.
  13. Panjang kepala, adalah jarak antara ujung termuka dari kepala hingga ujung terbelakang dari keping tutup insang. Beberapa peneliti melakukan pengukuran sampai ke pinggiran terbelakang selaput yang melekat pada tutup insang (membrana branchiostega) sehingga diperoleh panjang kepala yang lebih besar.
  14. Tinggi kepala, merupkan panjang garis tegak antara pertengahan pangkal kepala dan pertengahan kepala di sebelah bawah.
  15. Lebar kepala, merupakan jarak lurus terbesar antara kedua keping tutup insang pada kedua sisi kepala.
  16. Lebar / tebal badan, adalah jarak lurus terbesar antara kedua sisi badan.
  17. Panjang hidung, merupakan jarak antara pinggiran terdepan dari hidung atau bibir dan pinggiran rongga mata sebelah ke depan.
  18. Panjang ruang antar mata, merupakan jarak antara pinggiran atas dari kedua rongga mata (orbita).
  19. Panjang bagian kepala di belakang mata, adalah jarak antara pinggiran belakang dari orbita sampai pinggir belakang selaput keping tutup insang (membrana branchiostega).
  20. Tinggi bawah mata, merupakan jarak kecil antara pinggiran bawah orbita dan rahang atas.
  21. Tinggi pipi, merupakan jarak tegak antara orbita dan pinggiran bagian depan keping tutup insang depan (os preoperculare).
Pada bagian atas merupakan cara mengukur morfometri dikeseluruhan tubuh ikan dari kepala sampai ekor, baik diukur panjang, lebar dan tingginya, pengukuran ini akan diperlukan biasanya dalam melakukan sebuah penelitian morfometri tubuh ikan. Jika ukuran morfometri yang ada 21 tipe pengukuran dilakukan akan dilanjutkan pada pengukuran khusus pada kepala ikan. Pengukuran kepala ikan dibagi menjadi 5 jenis tipe pengukuran yaitu sebagai beriku : 
  1. Panjang antara mata dan sudut keping tutup insang depan (os preoperculare), adalah panjang antara sisi rongga mata dengan sudut os preoperculare. Pada saat pengukuran, senantiasa juga turut diukur panjang duri yang mungkin ada pada sudut os preoperculare tersebut.
  2. Panjang atau lebar mata, adalah panjang garis menengah orbita (rongga mata).
  3. Panjang rahang atas, adalah panjang tulang rahang atas yang diukur mulai dari ujung terdepan sampai ujung terbelakang tulang rahang atas.
  4. Panjang rahang bawah, adalah panjang tulang rahang bawah yang diukur mulai dari ujung terdepan sampai pinggiran terbelakang pelipatan rahang.
  5. Lebar bukaan mulut, merupakan jarak antara kedua sudut mulut jika mulut dibuka selebar-lebarnya.
Pengukuran morfometri 26 tipe dalam artikel ini, pengukuran dilakukan dengan alat calliper, untuk memudahkan dalam menyesuaikan dan agar ukuran tepat. 

Jenis dan tipe bentuk tubuh ikan

Jenis dan tipe bentuk tubuh ikan
Berbagai macam ikan memiliki bentuk dan ukuran tertentu yang berbeda satu sama lain.  Bentuk tubuh ikan  beradaptasi dengan cara tingkah laku dan kebiasaan hidup di dalam habitat ikan tersebut. Ikan yang hidup di daerah dasar perairan mempunyai bentuk perut datar dan punggung mengelembung. Sedangkan untuk ikan-ikan pelagis mempunyai bentuk bagian tubuh yang mengelembung pada bagian perut maupun punggung
Sebutan nama bentuk ikan

Macam bentuk tubuh ikan secara umum adalah :
1. Bentuk Pipih, bentuk pipih dibagi menjadi dua tipe
- pertama Pipih Lateral, bentuk ikan pipih lateral menandakan ikan memiliki sifat bergerak lambat dan santai tetapi dapat bergerak cepat saat terdapat ancaman bahaya
- kedua pipih dorsaventral, bentuk ikan pipih dorsanventral memiliki sifat ikan yang suka hidup di dasar perairan.
2. Bentuk Torpedo, bentuk torpedo pada ikan terlihat pada badan yang terlihat ramping bentuk seperti senjata torpedo, ikan ini cenderung berenang cepat, dengan badan elips.
3. Bentuk Paruh
4. Bentuk Tubuh membulat
5. Bentuk Pita dan Kombinasi
6. Bentuk tubuh memanjang,

pipih lateral


tubuh ikan
Tubuh ikan dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, badan, dan ekor. Batas kepala adalah dari moncong sampai bagian belakang tutup insang, batas badan dari mulai bagian belakang tutup insang sampai dubur, sedangkan batas ekor mulai dari dubur sampai ujung sirip ekor.
bentuk tubuh ikan dikelompokkan menjadi delapan, yaitu:



  • Fusiform, dengan ciri bentuk tubuh ramping, potongan dan bentuk badan elips, bentuk ekor sempit, sering disebut dengan bentuk torpedo. Contohnya ikan tuna.
Fusiform, dengan ciri bentuk tubuh ramping, potongan dan bentuk badan elips, bentuk ekor sempit, sering disebut dengan bentuk torpedo. Contohnya ikan tuna.
  • Compressed, bentuk tubuhnya pipih dan kecepatan berenang konstan. Contohnya ikan mas.
Compressed, bentuk tubuhnya pipih dan kecepatan berenang konstan. Contohnya ikan mas
  • Depressed, badan berbentuk picak. Contohnya ikan pari.
Depressed, badan berbentuk picak. Contohnya ikan pari.

  • Angulliform, bentuk tubuh sangat panjang dan bundar. Contohnya ikan belut.
Angulliform, bentuk tubuh sangat panjang dan bundar. Contohnya ikan belut.

  • Filiform, bentuk tubuh panjang seperti benang dan sangat tipis. Contohnya ikan snipe cel.
Filiform, bentuk tubuh panjang seperti benang dan sangat tipis. Contohnya ikan snipe cel.

  • Taeniform, bentuk tubuh pipih melebar pada bagian badan sampai ekor. Contohnya, ikan gunmel.
Taeniform, bentuk tubuh pipih melebar pada bagian badan sampai ekor. Contohnya, ikan gunmel.

  • Sagitiform, contohnya ikan pike dari famili Esocidae.
Sagitiform, contohnya ikan pike dari famili Esocidae.

  • Globiform, contohnya ikan in sucher
Globiform, contohnya ikan in sucher


Semoga Bermanfaat

Sirip Ikan dan Fungsinya

Sirip merupakan bagian dari rangka appendicular. Pada ikan terdapat lima macam sirip, yaitu sirip dada, sirip ekor, sirip perut, sirip dubur, dan sirip punggung. 

sirip ekor, punggung, dan anus termasuk sirip tunggal, sedangkan sirip perut dan dada termasuk sirip berpasangan. Sirip punggung yang terdapat pada ikan-ikan kelas condrichthyes disokong oleh keping-keping tulang rawan yang dinamakan rawan basal dan terletak di bagian bawah tertumpu pada cucuk neural dan rawan radial yang terletak diatas rawan basial, menunjang jari-jari sirip.




    Berikut Sirip ikan dilihat dari penempatan sirip  pada badan :
    a.   Pinna dorsalis (sirip punggung)
    Sirip punggung Ikan adalah sirip yang berada pada bagian dorsal tubuh ikan dan berfungsi dalam stabilitas ikan ketika berenang. Bersama sama dengan bagian pinna analis membantu ikan untuk bergerak memutar.
    b.   Pinna pectoralis (sirip dada)
    Sirip dada Ikan merupakan sirip yang terletak di posterior operculum atau pada pertengahan tinggi pada kedua sisi tubuh ikan. Fungsi sirip ini adalah untuk pergerakan ke samping, maju,  dan diam (mengerem).
    c.   Pinna ventralis (sirip perut)
    Sirip perut Ikan adalah sirip yang berada pada bagian perut ikan dan berfungsi  membantu menstabilkan ikan saat renang. Selain itu juga, sirip ini berfungsi dalam membantu untuk menetapkan posisi ikan pada suatu kedalaman.
    d.   Pinna analis (sirip dubur)
    Sirip dubur Ikan merupakan sirip yang berada dibagian ventral tubuh di daerah posterior anal. Fungsi sirip ini ialah membantu  stabilitas berenang ikan.
    e.   Pinna caudalis (sirip ekor)
    Sirip ekor Ikan adalah sirip  yang berada di bagian posterior tubuh dan biasanya disebut sebagai ekor. Pada kebanyakan ikan, sirip ini berfungsi sebagai pendorong utama ketika berenang (maju) dan juga sebagai kemudi ketika bermanuver.
    f.   Adipose fin
    Adipose fin Ikan adalah  sirip yang keberadaannya tidak pada semua jenis ikan yang terletak  pada dorsal tubuh, sedikit di depan pinna caudalis.

    Semoga Bermanfaat

    Syaraf dari Sistem Nervorum Ikan

    Syaraf dari Sistem Nervorum Ikan

    Sistem nervorum merupakan sistem syaraf pusat, yaitu otak. Otak ini berfungsi untuk menerima semua rangsangan dari luar sehingga otak merupakan organ yang  vital bagi ikan. Pada ikan elasmobranchii, otaknya memiliki chondrocranium dan pada seluruh bagian otaknya dibungkus oleh tulang rawan yang pasif  dan tanpa batas yang nyata.

    Pembuluh darah dan saraf  berhubungan dengan otak melalui lubang yang terdapat pada dinding chondrocranium. Pada ikan tolestei, keping-keping tulang yang mengelilingi otak berhubungan erat dengan osifikasi neorocranium dan foramen-foramen yang berfungsi untuk keluar masuknya saraf  otak.

    Otak ikan dibagi menjadi 5 bagian yaitu : 
    • Methencephalon terdiri dari cherebellum yang berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh ikan dalam air, tegangan otot, dan daya orientasi terhadap lingkungan. Pada ikan teleostei, cerebellum dibagi menjadi dua, yaitu chorpus cerebelli dan valvula cerebelli 
    • Myenchephalon merupakan otak ikan bagian posterior. Komponen utama bagian ini adalah medula oblongata yang berfungsi sebagai pusat saraf cranial. Pada bagian ini terdapat cristal cerebelli yang tidak diketahui fungsinya.
    • Telenchephalon adalah otak ikan bagian depan, dan saraf utama yang keluar dari daerah ini adalah saraf alfaktori yang berhubungan dengan hidung sebagai penerima rangsangan. 
    • Dienchephalon  terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu talamus, ephitalamus dan hipothalamus. Di bagian atas bagian ini terdapat kelenjar hypopisa.
    • Mesenchephalon (otak tengah) relatif berukuran besar, berfungsi sebagai pusat penglihatan. Terdapat lobus optikus yang terdiri dari tegmentum (pusat saraf motorik) dan tekstum opticum (organ koordinat yang melayani rangsang penglihatan). 

    Sistem saraf ikan dibagi menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf periferi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan medulla spinalis. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf spinal dan cranial beserta cabang-cabangnya. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera, mempengaruhi otot polos dan kelenjar

    Bagian-bagian otak ikan yaitu medulla spinalis (sumsum tulang belakang), epiphyse (kelenjar), cerebrum di depannya terdapat lobusol foktorices yang memberi syaraf ke hidung yaitu nevus olfaktorious, medula oblongata, cerebellum (otak kecil), mesecephalon ( lobus opticus) sebagai tonjolan yang bulat.

    Semoga Bermanfaat

    Jenis dan Bentuk Mulut Ikan

    Jenis dan Bentuk Mulut Ikan

    Ada berbagai macam bentuk mulut ikan. Bentuk mulut ikan antara jenis ikan satu dengan lainnya berbeda-beda tergantung pada jenis makanan yang dimakannya (Djuanda, T. 1981). Secara umum terdapat empat jenis mulut ikan, yaitu:
    1. Bentuk seperti tabung (tube like)
    2. Bentuk seperti paruh (beak like)
    3. Bentuk seperti gergaji (saw like)
    4. Bentuk seperti terompet


    Pada umumnya ikan memiliki tipe mulut yang berbeda. Letak dan ukuran mulut sangat bervariasi, tergantung dari lingkungan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Tipe mulut ikan yang dimaksud antara lain:
    1. Tipe Terminal (mulut  terletak di ujung depan kepala ikan).
    2. Tipe Subterminal (mulut  terletak di dekat ujung depan kepala ikan).
    3. Tipe Superior (mulut  terletak di ujung bagian atas ikan).
    4. Tipe Inferior (mulut  terletak di bawah kepala ikan).     


    Bentuk dan tipe mulut merupakan penyesuaian terhadap makanan yang menjadi kesukaannya. Ukuran dari mulut ikan juga memberikan petunjuk terhadap kebiasaan makanannya. Bibir yang kecil tanpa adanya modifikasi biasanya makanannya bentuknya kecil sedangkan mulut dengan tipe inferior dan bibir yang berdaging tebal memperoleh makanan dengan cara menghisap (Alam Ikan 2).

    Sungut ikan berfungsi sebagai alat peraba dalam mencari makanan yang umumnya terdapat pada ikan-ikan yang aktif mencari makan pada malam hari (nokturnal) atau n yang aktif mencari makan di dasar perairan.

    Ikan-ikan yang memiliki sungut di antaranya adalah ikan sembilang (Plotosus canius Hamilton, 1822), ikan lele (Clarias batrachus (Linnaeus, 1758)), dan ikan mas (Cyprinus carpio carpio Linnaeus, 1758).

    Letak dan jumlah sungut pada ikan berguna untuk identifikasi. Bentuk letak, dan jumlah sungut berbeda-beda. Ada yang terletak pada bibir,hidung,sudut mulut, dagu,  dan sebagainya. Bentuk sungut dapat berupa  pecut/cambuk, rambut, sembulan kulit, bulu, dan sebagainya. Ada ikan yang memiliki satu lembar sungut, satu pasang, dua pasang, bahkan beberapa pasang.

    Semoga Bermanfaat

    Cara Mendeteksi Fishing Ground (Daerah Penangkapan Ikan)

    Cara Mendeteksi Fishing Ground (Daerah Penangkapan Ikan)
    Daerah Penangkapan Ikan merupakan suatu perairan dimana ikan yang menjadi sasaran penangkapan diharapkan dapat tertangkapsecara maksimal, tetapi masih dalam batas kelestarian sumberdayanya.
    Sedangkan fishing ground atau   daerah penangkapan ikan  adalah suatu daerah perairan yang cocok untuk penangkapan ikan dimana alat tangkap dapat kita operasikan secara maksimum, tetapi masih dalam batas kelestarian sumberdaya.
    Berikut persyaratan daerah penangkapan ikan.

    Terdapat ikan yang berlimpah jumlahnya;
      Alat tangkap dapat dioperasikan dengan mudah yaitu Memungkinkan melakukan operasi penangkapan secara aman dari benda-benda pengganggu (tonggak bagan, bangkai kapal tenggelam) tidak terlalu jauh dari operasi penangkapan sehingga dicapai penghematan atau efisiensi dalam penggunaan bahan bakar;
        Secara ekonomis daerah sangat berharga atau kondisi dan posisi daerah perlu diperhitungkan yaitu daerah cukup luas memungkinkan suatu kelompok ikan tinggal (menetap) secara utuh dalam waktu cukup lama; dan
          Faktor lingkungan (kadar garam/salinitas, suhu perairan) sesuai dengan yang disenangi ikan yang menjadi sasaran penangkapan, cukup tersedia makanan bagi semua anggota kelompok ikan, baik yang masih kecil maupun yang sudah dewasa.
            saat di lapangan untuk mendapatkan suatu daerah penangkapan dari suatu jenis ikan bukanlah hal yang mudah tanpa alat bantu, karena luas wilayah lautan kita cukup besar, mencakup kurang lebih ⅔ dari seluruh wilayah nusantara, belum tebiasanya nelayan kita menggunakan data oceanografi untuk mencari daerah penangkapan ikan, dan terbatasnya peralatan yang dimiliki oleh suatu unit kapal tangkap yang dipergunakan diperairan kita oleh nelayan.
              alat bantu yang dapat membantu nelayan kita dalam mencari daerah penangkapan ikan dikelompokkan menjadi dua, yaitu : 
                1. Alat bantu yang berasal dari alam
                  Yang dimaksud dengan alat bantu yang berasal dari alam alat bantu untuk mencari daerah penangkapan suatu jenis ikan yang berasal dari alam. Alat bantu itu sendiri terbagi menjadi empat, yaitu :
                    • Adanya burung-burung laut yang menukik dan menyambar ke permukaan laut.
                    • Adanya gerakan beberapa ikan lumba-lumba.
                    • Adanya buih-buih atau riakkan air di permukaan perairan
                    • Adanya cahaya spesifik yang dikeluarkan oleh suatu jenis ikan.
                            2. Alat bantu buatan
                              Yang dimaksud dengan alat bantu bantuan adalah alat bantu untuk mencari daerah penangkapan suatu jenis ikan yang merupakan buatan dari manusia. Alat bantu itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu :
                                a. Rumpon
                                  b. Lampu
                                  Semoga Bermanfaat

                                  Keuntungan kolam air deras, dan cara menghitung debit air

                                  Keuntungan kolam air deras, dan cara menghitung debit air

                                  Kolam air deras adalah kolam yang memiliki debit air yang cukup besar sehingga dalam hitungan menit seluruh volume air dapat tergantikan. Ketinggian air untuk kolam air deras yang digunakan untuk usaha perikanan sebaiknya kurang dari 800 meter di atas permukaan laut. Jika ketinggian tempat melebihi batas tersebut, suhu udaranya akan semakin dingin sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan budi daya perikanan.

                                  Berikut Keuntungan Budidaya Kolam Deras

                                  1. Pergantian air dalam waktu cepat sehingga kondisi ikan dapat terjaga dengan baik.
                                  2. Ikan dapat bergerak aktif karena kolam air deras mengandung oksigen tinggi sehingga menyebabkan metabolisme ikan cukup baik.
                                  3. Penanganan saat panen mudah karena kolam bisa dikeringkan dalam waktu yang singkat.
                                  • Seraca umum ada beberapa bentuk kolam air deras yaitu kolam berbentuk segiempat,  segitiga, kapsul, dan bulat.
                                  • Ukuran kolam air deras yang digunakan untuk budi daya ikan pada umumnya memiliki panjang 7 meter, lebar 3 meter.
                                  • Salah satu hal pokok yang membedakan kolam biasa dengan kolam air deras adalah debit airnya.
                                  • Debit air adalah jumlah air yang masuk ke dalam kolam melalui saluran inlet. Untuk pergantian air tersebut diperlukan debit air yang cukup. Salah satu cara menghasilkan debit air yang besar dilakukan dengan membuat bendungan. Cara menghitung debit air yang lewat sungai atau saluran pengairan, yang paling praktis adalah dengan menggunakan alat pengukur kecepatan air Current Meter  


                                  Debit air atau arus air harus diperhitungkan dalam budidaya ikan di perairan umum. Debit air yang kecil (tenang), tetapi cukup untuk pergantian air, lebih baik dari pada arus air besar (air mengalir deras). Karena aliran /arus yang sangat deras dapat menghanyutkan sehingga kurang menguntungkan


                                  Pengukuran debit air dilakukan dengan cara menampung air yang keluar dari inlet ataupun outlet dengan menggunakan ember 1 liter dan menghitung waktu ember terisi penuh dengan stopwatch. Kemudian masukan kedalam rumus:
                                  Q = A : B
                                  Dimana:
                                  Q = Debit air
                                  A = Volume air tertampung dalam ember
                                  B = Waktu yang dicapai ketika ember terisi penuh       

                                  Semoga Bermanfaat

                                  Cara Mengetahui Tingkat Kematangan Gonad Ikan (TKG)

                                  Cara Mengetahui Tingkat Kematangan Gonad Ikan (TKG)
                                  Ikan mempunyai ukuran dan bentuk yang berbeda antara satu dengan lainnya. Hal tersebut juga terjadi pada gonad ikan yang berhubungan dengan tahap proses reproduksi. Penentuan kematangan gonad sangat diperlukan untuk mengetahui perbandingan ikan – ikan yang akan melakukan reproduksi atau tidak, untuk dihubungkan dengan pertumbuhan ikan serta faktor –faktor lingkungan yang mempengaruhi ikan tersebut.

                                  Tahapan tingkat kematangan gonad  yaitu 

                                  • Dara, organ sexual sangat kecil berdekatan di bawah tulang punggung testes dan ovarium transparan, dari tidak berwarna sampai berwarna abu-abu telur tidak terlihat dengan mata biasa.
                                  • Dara berkembang, testes dan ovarium jernih, abu-abu merah panjang setengah atau lebih sedikit dari rongga bawah telur dapat dilihat dengan kaca pembesar. 
                                  • Perkembangan I. Testes dan ovarium berbentuk bulat, warna merah dengan pembuluh kapiler, telur dapat terlihat seperti serbuk putih. 
                                  • Perkembangan II, testes warna putih kemerahan, tidak ada sperma bila perut ditekan, ovarium warna orange kemerahan, telur sudah jelas. 
                                  • Bunting, organ sexual mengisi ruang bawah, testes warna putih telur bulat, jernih dan masak.
                                  • Mijah, telur dan sperma keluar dengan sedikit tekanan ke perut bentuk bulat telur terdapat di ovarium.
                                  • Mijah atau salin, gonad belum kosong sama sekali, tidak ada telur yang bulat.
                                  • Salin, testes dan ovarium kosong dan berwarna merah, beberapa telur sedang ada dalam keadaan dihisap kembali.
                                  • Pulih salin, testes dan ovarium berwarna jernih, abu-abu menjadi merah.



                                  Tahapan tingkat kematangan gonad   yaitu :
                                  • ·         Tidak masak, ukuran gonad kecil, belum ingin reproduksi
                                  • ·         Masa istirahat, gonad kecil, tidak dapat dibedakan dengan mata
                                  • ·         Hampir masak, telur dapat dibedakan dengan mata, testes dari transparan ke warna rose
                                  • ·         Masak, mencapai berat maksimum tetapi belum keluar bila perut diberi sedikit tekanan.
                                  • ·         Reproduksi, bila diberi tekanan produk sexual akan menonjol keluar dari lubang pelepasan
                                  • ·    Keadaan Salin, produk seks telah dikeluarkan, lubang genital berwarna kemerahan, gonad mengempis
                                  • ·         Masa istirahat, produk seks telah dikeluarkan, lubang genital telah pulih, gonad kecil dan telur belum terlihat oleh mata.

                                  Semoga Bermanfaat

                                  Proses Pengolahan Pemindangan Ikan

                                  Proses Pengolahan  Pemindangan Ikan

                                  Pemindangan adalah cara membuat ikan segar yang telah diolah dengan cara penggaraman dan pengukusan ataupun perebusan dalam bentuk utuh atau disiangi atau berupa potongan. Pemindangan bertujuan menghambat aktivitas atau membunuh bakteri pembusuk maupun aktivitas enzim. Berikut penjelasan mengenai proses pengolahan pemindangan ikan.

                                  Berikut proses pemindangan ikan
                                  1. Pembersihan sisa darah dan lendir

                                  • Ikan yang akan dipindang dicuci dengan air mengalir sampai bersih. 
                                  • ikan direndam dalam larutan garam 3% selama 15 menit untuk membersihkan sisa-sisa darah, kotoran dan lendir. Kemudian, ikan disiram air kembali dan ditiriskan.

                                  2. Penyusunan ikan dalam wadah
                                  ikan yang disusun dalam suatu wadah mempunyai ukuran yang relatif seragam. Ukuran wadah harus disesuaikan dengan ukuran ikan.

                                  3. Perebusan
                                  proses perebusan dilakukan dengan api sedang  agar ikan benar-benar matang dan tidak rusak.
                                  4. Pendinginan/ Penirisan
                                  Setelah direbus Ikan disiram dengan air tawar untuk menghilangkan garam yang menempel.
                                  Untuk mendapatkan daya awet yang tinggi, sebaiknya ikan  diletakkan di dalam ruangan yang kering dan tidak lembab.

                                  5. Sortasi
                                  Setelah dingin, ikan pindang disortasi. Ikan pindang yang rusak, misalnya retak, patah, atau berwarna kecoklatan, dipisahkan dari ikan pindang yang bermutu bagus untuk dipasarkan tersendiri sebagai pindang sortiran.

                                  6. Pengepakan

                                  • ikan pindang dikemas dengan disusun dalam keranjang atau kotak kardus yang dilapisi dan ditutup kertas minyak. 
                                  • Dengan model kemasan ini, ikan pindang akan terlindung dari kerusakan fisik dan kontaminasi kotoran dari luar selama transportasi. 
                                  • Pengemasan hendaknya dilakukan setelah ikan pindang dingin . Jika belum dingin, akan terjadi pengembunan dan ikan pindang cepat rusak dan mudah ditumbuhi jamur




                                  Semoga Bermanfaat

                                  Proses Produk Pengalengan Ikan

                                  Proses Produk Pengalengan Ikan

                                  Pengalengan adalah salah satu cara penyimpanan dan pengawetan bahan pangan yang dikemas secara hermetic dalam suatu wadah yang disebut can (kaleng) dan kemudian disterilkan, sehingga diperoleh produk pangan yang tahan lama dan tidak mengalami kerusakan baik fisik, kimia maupun biologis. Salah satu produk yang banyak melalui proses pengalengan adalah ikan. Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat potensial dan biasanya kandungan protein sekitar 15-24% tergantung dari jenis ikannya. Protein ikan mempunyai daya cerna yang sangat tinggi yaitu sekitar 95% 


                                  Prinsip Pengalengan
                                  Prinsip pengalengan yaitu mengemas bahan pangan dalam wadah yang tertutup rapat sehinggaudara dan zat-zat maupun organisme yang merusak atau membusukkan tidak dapat masuk, kemudianwadah dipanaskan sampai suhu tertentu untuk mematikan pertumbuhan mikroorganisme yang ada.

                                  Pengalengan didefinisikan juga sebagai suatu cara pengawetan bahan pangan yang dipak secara hermetis (kedap terhadap udara, air, mikroba, dan benda asing lainnya) dalam suatu wadah,yang kemudian disterilkan secara komersial untuk membunuh semua mikroba patogen

                                  Proses Pengalengan Ikan
                                  1. Penyediaan dan pemilihan bahan mentah
                                  Bahan baku yang dipergunakan harus dalam keadaan segar dan dijaga kesegarannya selama penyimpanan karena akan mempengaruhi produk akhir pengalengan.
                                  2.   Cara pengawetan sementara bahan mentah
                                  a.   Penambahan Garam
                                   Bila jarak waktu sejak ikan ditangkap sampai dikalengkan tidak terlalu lama.
                                  b.   Chilling
                                  Suhu ruang pendingin sebaiknya ditentukan sampai 0° C, sebab jika lebih rendah dikhawatirkan terjadi partial free cooking/slow- freezing pada permukaan badan ikan.
                                  c. Pembekuan
                                  Bila jarak waktu sejak ikan ditangkap sampai dikalengkan lebih dari beberapa hari.

                                  3. Penyiangan dan pencucian
                                  Bagian-bagian ikan yang tidak diperlukan untuk pengalengan (kepala, ekor,sirip,sisik,daging bagian perut, duri, tulang) disiangi dan dibuang kemudian dicuci dengan air bersih.

                                  4.   Proses terhadap bahan mentah sebelum dikalengkan
                                  a.   Penggaraman
                                  Penggaraman dilakukan secara langsung atau direndam dalam brine sebelum pengalengan. Penggaraman bertujuan selain memperbaiki tekstur daging juga mempertahankan cita rasa asli ikan.
                                  b. Preecooking
                                  Ikan dikukus dan dibuang airnya sebelum dikalengkan
                                  Lama pengukusan (steaming) dan tinggi suhu tidak boleh berlebihan. Bila suhu terlalu tinggi akan mempengaruhi rupa dan tekstur daging ikan, terlalu banyak air yang keluar akan menurunkan mutu
                                  c. Pengeringan, pengasapan, penggorengan
                                  Pengeringan untuk mengurangi kadar air dan memperbaiki tekstur daging ikan.
                                  Pengasapan untuk mengurangi kadar air dan mendapatkan aroma asap   (seperti cumi-cumi dan sardine asap dalam kaleng).
                                  Untuk ikan-ikan air tawar yang tekstur dagingnya sangat lembek bila dikukus, sering terlebih dahulu digoreng atau direbus dalam minyak (deep frying).

                                  5. Pengisian  ikan dan saus ke dalam kaleng
                                  Cara pengisian ikan ke dalam kaleng diusahakan agar tidak rusak karena guncangan pada waktu pemanasan atau pengangkutan.
                                  Tujuan penambahan saus : menimbulkan rasa dan memperpendek proses sterilisasi (karena penghantar panas)

                                  6.Pengeluaran udara (Exhausting) 
                                  penghampaan udara dan gas dalam kaleng yang telah berisi ikan untuk mendapatkan ruang hampa sehingga tekanan udara di dalam kaleng
                                  Tujuan : untuk mengurangi tekanan dari kaleng yang disebabkan karena pengembangan kaleng pada waktu pemanasan
                                  Keuntungan : dapat mencegah korosi pada kaleng, mencegah pertumbuhan bakteri dan mencegah makanan menjadi bubur (lunak) karena tekanan yang berlebihan


                                  7. Penutupan kaleng
                                  Penutupan kaleng dilakukan dengan mesin penutup (sealing machine) dan sifatnya semiotomatis.

                                  8. Pemanasan (sterilisasi)
                                  Sterilisasi dilakukan dengan memasukkan ikan kaleng ke dalam retort  pada suhu 115-120 o C. Suhu dalam retort dinaikkan dengan memasukkan lebih banyak uap air. Sumber uap retort yang cukup besar adalah boiler.

                                  9. Pendinginan (cooling)
                                  Setelah pemrosesan selesai, segera didinginkan, jika tidak  kemungkinan besar akan terjadi over cooking.
                                  Pendinginan dilakukan dengan memasukkan keranjang berisi kaleng panas ke dalam bak air atau memasukkan air dingin ke dalam retort setelah selesai pemrosesan.
                                  Selain dengan air, pendinginan dapat juga dilakukan dengan udara (air cooling) yaitu membiarkan tumpukan kaleng dilantai, supaya kering sendiri.

                                  10.  Pemasangan label (labelling)
                                  Bentuk gambar, huruf-huruf dan kombinasi warna harus menarik dan jelas tetapi sederhana. Pada label harus dinyatakan keterangan-keterangan yang perlu seperti nama perusahaan, jenis ikan, jenis saus dan berat isinya.

                                  Semoga Bermanfaat

                                  Fungsi Anatomi Tubuh Ikan

                                  Fungsi Anatomi Tubuh Ikan
                                  Anatomi ikan adalah bagian dalam tubuh ikan yang pada umumnya meliputi  topografi ikan, yaitu bagian dalam dari tubuh ikan secara keseluruhan. Melihat dan mengamati alat-alat dalam (viscasra) meliputi :

                                  a. Sistem digestoria (pencernaan).
                                  Sistem meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran secara berurutan : mulut, rongga mulut, pharinx, oesophagus, lambung, pylorus, usus dan anus.
                                  Bagian-bagian saluran pencernaan terdiri dari :
                                  Rongga mulut yaitu bibir, langit-langit, dasar mulut, dan gigi.
                                  Oesophagus pada ikan sangat pendek dan mempunyai kemampuan untuk menggelembung.
                                  Lambung (ventriculus) berbentu memanjang, berbentuk seperti huruf j sampai u dengan ukuran relatif besar.
                                  Usus (intestinum) pada ikan relatif besar. Terdapat lipatan-lipatan untuk memperluas penyerapan makanan kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan pankreas. Hati umumnya berjumlah dua buah berbentuk padat, terdapat kantung empedu yang mengeluarkan cairan empedu. Hati berfungsi sebagai gudang penyimpanan lemak dan glikogen, dalam perusakan sel darah merah dan kimiawi darah seperti pembentuk urea dan senyawa yang berhubungan dengan ekskresi nitrogen. Pankreas mensekresikan beberapa enzim yang berfungsi dalam pencernaan makanan  .

                                  b. Pada umumnya ikan mempunyai otot utama yaitu otot jantung dan otot rangka serta otot polos, yang berfungsi sebagai berikut.
                                  1. Otot rangka Ikan
                                  Susunan otot rangka pada badan mempunyai sifat kokoh dan berfungsi    untuk membentuk tubuh dan berfungsi untuk bergerak.
                                  2. Otot polos Ikan
                                  Otot polos terdapat di beberapa bagian organ antara lain saluran pencernaan, gelembung renang, saluran reproduksi, dan ekskresi. Sifat dari otot ini adalah involuntari.
                                  3. Otot jantung Ikan
                                  Tersusun atas otot dan jaringan pengikat, otot jantung berwarna merah gelap. Sifat dari otot ini involuntary.  .


                                  c. Sistem Sceleton Ikan
                                  Sistem sceleton  adalah bagian punggung pada ikan teleostei terbagi menjadi 2 bagian, yaitu tulang punggung pada bagian badan dan pada bagian ekor. Pada bagian tulang punggung (truncus) ada atau dilengkapi dengan tulang rusuk, sedang pada bagian ekor tidak dilengkapi  .

                                  Secar embrionik, tulang punggung berkembang dari sceletoteme yang terdapat disekeliling notchorda dan batang syaraf. Tiap-tiap pasang scerototome berkembang menjadi 4 pasang rawan yang dinamakan arcualia. Pada beberapa ikan pembentuk pusat tulang punggung (centrum) bukan semata-mata dari arcualia. Melainkan oleh sel mesenchyme yang terdapat merapatdan berkumpul disekitar notochorada, yang kemudian bersama-sama arcualia membentuk centrum (pusat)  .

                                  d. Sistem circularis Ikan
                                  Alat peredaran darah pada ikan terdiri dari jantung dan pembuluh darah.
                                  1. Jantung
                                  Jantung pada ikan terdiri dari dua ruas dan terletak pada bagian posterios lengkung insang. Kedua ruang tersebut adalah atrium (auricle) yang berdinding tebal. Pada jantung terdapat suatu ruang tambahan yang berdinding tipis yang disebut sinus venosus, yang berfungsi sebagai penampung darah dari ductus cuveri dan vena hepaticus, serta mengirimkannya ke atrium. Antara sinus venosus dengan atrium terdapat katup sinuatriul. Pada ikan teleostei conus arterious berkembang dengan baik, tetapi tidak mempunyai bulbus arterious. Pada ikan bertulang sejati struktur ikan lebih bervarasi  .


                                  2. Pembuluh darah Ikan
                                  Darah berfungsi untuk mensuplai makanan kepada sel-sel tubuh, membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh, membawa enzime dan hormon ke organ yang memerlukan. Pertukaran oksigen dari air dengan CO2 terjadi pada bagian semi permeabel yaitu pembuluh yang terdapat pada insang. Selain itu disekitar insang terjadi pengeluaran kotoran yang bernitrogen dan insang juga mengeliminir mineral yang berfungsi. Pada jantung mengeluarkan darah yang relatif kurang akan oksigen dan berkadar CO yang tinggi  .

                                  Pembuluh darah pada embrio maupun dewasa berperan dalam bentuk darah. Pada cylostoma semua jenis sel darah dibentuk dalam limpa yang tersebar pada sub mucusa oesophagus chondricies terdapat suatu struktur yang disebut leydig yang bisa dibentuk leokosit, seandainya limpa dihilangkan maka organ inipun mampu untuk membentuk leukosit. Pada ikan berahang, limpa terdapat dengan jelas yang terbagi atas cortex yang berwarna merah dan medula (bagian dalam) berwarn aputih. Pada eritrisit dan trombosit akan dibentuk oleh cortex pada limposit dan granulosit dibentuk oleh medulanya. Pada actinopterygii, limpa juga berfungsi sebgai melebur crythocyte. Thrombokcycte dibentuk dalam ginjal mesonepros dan granuloyte berasal dari sub mucosa oesophagus, hati, gonade, dan ginjal mesonepros.  .
                                  e. Sistem Respiratoria Ikan
                                  Insang adalah organ utama untuk pernapasan dari dalam media air pada ikan. Selain insang yang dipergunakan ada pula ikan yang pernapasanya secara langsung dengan menggunakan udara sebagai sumberoksigen. Insang pada ikan elasmobranchia, belum terdapat insang, sehingga celah insang langsung berhubungan dengan lingkungan. Celah insang berjumlah lima pasang, pada jenis-jenis tertentu sering dijumpai enam sampai tujuh pasang pada celah insang. Pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi dalam lamela insang  .

                                  f. Sistem Urogenitalia Ikan
                                  1. Testis
                                  Bersifat internal dan bentuk longitudinal berpasangan.
                                  2. Ovarium
                                  Ovarium berbentuk longitudinal, letaknya internal, letaknya internal dan biasanya berjumlah sepasang. Mereka bergantung pada atas rongga tubuh dengan perantara mesovaria, dibawah atau disamping gelembung gas, ukuran dan perkembangannya pada ronga tubuh bervariasi dengan tingkat kematangannya. Jika dalam keadaan matang ovarium bisa mencapai 70% dari berat tubuhnya  .

                                  g. Sistem nervorum Ikan
                                  Sistem ini terdapat pada otak, dimana otak ikan dibagi menjadi 5 bagian  yaitu :
                                  1. Telenchephalon
                                  Telenchephalon Adalah otak sebagai pusat hal-hal yang berhubungan.
                                  2. Diencephalon
                                  Telenchephalon Adalah bagian otak yang terdiri dari 3 bagian yaitu apithalamus, thalamus, dan hypothalamus.
                                  3. Mesenchepalon
                                  Telenchephalon Berfungsi sebagai penglihatan.
                                  4. Metenchephalon
                                  Telenchephalon Memiliki bagian yang menarik yaitu cerebellum yang berfungsi utamnya adalah mengatur keseimbangan tubuh dalam air, mengatur tegangan dari otot dan daya orientasi pada lingkungan.
                                  5. Myelencephalon
                                  Telenchephalon Merupakan bagian yang posterior dari otak. Medulla oblongata merupkan komponen utama dari oragan ini sebagai pusat kranial  . Dari otak terdapat sebelas saraf kranial yang menyebar ke organ-organ sensori tertentu. Sebgian besar syaraf kranial ada pada ikan termasuk syaraf terminal yang hanya didapatkan pada vertebrata tingkat rendah .

                                  Semoga Bermanfaat