sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Manfish

Cara Pemijahan Budidaya Ikan Manfish (Pterophyllum scalare)
Manfish atau yang dikenal juga dengan istilah 'Angel fish' berasal dari perairan Amazon, Amerika Selatan. Manfish (Pterophyllum scalare) tergolong ke dalam famili Cichlidae, Beberapa jenis ikan Manfish yang dikenal dan telah berkembang di Indonesia antara lain adalah: Diamond (Berlian), Imperial, Marble dan Black-White. Diamond (Berlian) berwarna perak mengkilat sampai hijau keabuan.

Pada bagian kepala atas terdapat warna kuning hingga coklat kehitaman yang menyusur sampai bagian punggung.  Manfish Imperial mempunyai warna dasar perak, tetapi tubuhnya dihiasi empat buah garis vertikal berwarna hitam/coklat kehitaman.  Manfish Marble memiliki warna campuran hitam dan putih yang membentuk garis vertikal.  Sedangkan manfish Black-White mempunyai warna hitam menghiasi separuh tubuhnya bagian belakang, dan warna putih menghiasi separuh bagian depan termasuk bagian kepala.


Parameter Ikan Manfish

SuhupHOksigenJumlah TelurUmur Indukan
26-30 C6-8>4500-1000>7 Bulan

Ciri-ciri Morfologis dan Kebiasaan Ikan Manfish
  • Memiliki warna dan jenis yang bervariasi
  • Bentuk tubuh pipih, dengan tubuh seperti anak panah
  • Sirip perut dan sirip punggungnya membentang lebar ke arah ekor, sehingga tampak  sebagai busur yang berwarna gelap transparan
  • Pada bagian dadanya terdapat dua buah sirip yang panjangnya menjuntai sampai ke bagian ekor.
  • Menjaga dan melindungi keturunannya.
  • Bersifat omnivorus
  • Tergolong mudah menerima berbagai jenis makanan dalam berbagai bentuk dan sumber
Pengelolaan Induk Ikan Manfish
  • Ikan manfish dapat dijadikan induk setelah umurnya mencapai 7 bulan dengan ukuran panjang ± 7,5 cm. Untuk mencapai hasil yang optimal, induk harus dikelola dengan baik antara lain dengan pemberian pakan yang baik seperti jentik nyamuk, cacing Tubifex, atau Chironomous.  Selain itu karena induk ikan manfish sangat peka terhadap serangan penyakit, maka perlu diberikan perlakukan obat secara periodik  Obat yang biasa digunakan antara lain Oxytetracycline dan garam.
  • Sebelum dipijahkan, induk manfish dipelihara secara massal ( jantan dan betina ) terlebih dahulu dalam 1 akuarium besar (ukuran 100x60x60 cm3).  Setelah matang telur, induk manfish akan berpasangan dan memisahkan dari ikan lainnya.  Induk yang berpasangan tersebut sudah dapat diambil dan dipijahkan pada tempat pemijahan.
  •  Selain itu dapat dilakukan, yaitu dengan memasangkan induk manfish secara langsung setelah mengetahui induk jantan dan betina. 
Ciri Indukan Ikan Manfish
  • Induk jantan dicirikan dengan ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan induk betina.  
  • Kepala induk jantan terlihat agak besar dengan bagian antara mulut ke sirip punggung berbentuk cembung, serta bentuk badan lebih ramping dibandingkan dengan ikan betina. 
  • Sementara induk betina dicirikan oleh ukuran tubuh yang lebih kecil dan bentuk kepalanya yang lebih kecil dengan bagian perut yang lebih besar/gemuk serta terlihat agak menonjol.
Teknik Pemijahan Ikan Manfish
  • Pemijahan dilakukan di akuarium berukuran 60x50x40 cm3 dengan tinggi air ± 30 cm.  Ke dalam akuarium tersebut diberikan aerasi untuk menyuplai oksigen.
  • Ikan manfish akan menempelkan telurnya pada substrat yang halus, misalnya potongan pipa PVC yang telah disiapkan/ditempatkan dalam akuarium pemijahan.  Karena ikan manfish cenderung menyukai suasana yang gelap dan tenang, maka pada dinding akuarium dapat ditempelkan kertas atau plastik yang berwarna gelap.
  •  Induk manfish akan memijah pada malam hari.  
  • Induk betina menempelkan telurnya pada substrat dan diikuti ikan jantan yang menyemprotkan spermanya pada semua telur, sehingga telur-telur tersebut terbuahi.  
  • Jumlah telur yang dihasilkan setiap induk berkisar antara 500-1000 butir.  Selama masa pemijahan tersebut, induk tetap diberi pakan berupa cacing Tubifex, Chironomous atau Daphnia.
Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva Ikan Manfish
  • Telur yang menempel pada substrat selanjutnya dipindahkan ke akuarium penmetasan telur (berukuran 60x50x40 cm3) untuk ditetaskan.  
  • Pada air media penetasan sebaiknya ditambahkan obat anti jamur, antara lain Methyline Blue dengan dosis 1 ppm.  Untuk menjaga kestabilan suhu, maka ke dalam media penetasan telur tersebut digunakan pemanas air (water heater) yang dipasang pada suhu 27-28oC.
  • Telur manfish akan menetas setelah 2-3 hari, dengan derajat penetasan telur berkisar 70-90%.  Selanjutnya paralon tempat penempelan telur diangkat dan dilakukan perawatan larva hingga berumur ± 2 minggu.
Pakan yang diberikan selama pemeliharaan larva tersebut berupa pakan alami yang sesuai dengan bukaan mulut larva dan memiliki kandungan protein yang tinggi, antara lain nauplii Artemia sp.  Pakan tersebut diberikan 2 kali sehari ( pagi dan sore ) hingga larva berumur  ± 10 hari dan dilanjutkan dengan pemberian cacing Tubifex.

Pendederan dan Pembesaran
  • Setelah berumur ± 2 minggu, benih tersebut dapat dilakukan penjarangan untuk kemudian dilakukan pendederan sampai ikan berumur satu bulan.
  • Langkah berikutnya adalah memanen benih tersebut untuk dipindahkan ke dalam bak/wadah pembesaran.  Dalam hal ini dapat digunakan bak fiber atau bak semen, tergantung wadah yang tersedia.  
  • Selama masa pembesaran, diupayakan agar ada aliran air ke dalam wadah pembesaran walaupun sedikit.  Padat penebaran untuk pembesaran ikan manfish berkisar 100 ekor/m2.  
  • Pakan yang diberikan berupa cacing Tubifex atau pellet sampai benih berumur ± 2 bulan.  Ukuran yang dicapai biasanya berkisar 3 - 5 cm.  
  • Jika pakan dan kualitas air mendukung, sintasan pada masa pembesaran dapat mencapai 70-90%.  Selanjutnya benih manfish dapat dibesarkan lagi hingga mencapai ukuran calon induk atau induk dengan padat penebaran yang lebih kecil.
Penyakit dan Penanggulangannya
  • Ikan manfish dikenal cukup peka terhadap serangan penyakit, untuk itu diperlukan pengelolaan secara baik dengan menjaga kualitas air dan jumlah pakan yang diberikan.  
  • Beberapa jenis parasit yang biasa menyerang benih/induk Manfish antara lain adalah :Trichodina sp., Chillodonella sp. dan Epystilys sp.  
  • Sedangkan bakteri yang menginfeksi adalah Aeromonas hydrophilla.
  • Beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk menanggulangi serangan penyakit parasitek antara lain : Formalin 25%, NaCl 500 ppm.  
  • Sedangkan untuk penyakit bakterial dapat digunakan Oxytetrachycline 5 - 10 ppm dengan cara perendaman 24 jam.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Bawal

Cara Pemijahan Budidaya Ikan Bawal
Ikan bawal air tawar (Colosoma macropomum), merupakan ikan yang cukup banyak diminati oleh masyarakat sebagai ikan konsumsi karena rasa dagingnya yang enak.  Sedangkan para petani menyenangi membudidayakan ikan ini adalah karena cara membudidayakannya yang relatif mudah, biaya produksi relatif murah, serta pertumbuhannya yang cepat.

Pada ikan bawal air tawar (Colosoma macropomum), teknik pembenihan yang umum diterapkan oleh para pembenih adalah secara semi -buatan, dimana induk jantan dan betina sebelum memijah terlebih dahulu dirangsang dengan menggunakan hormon hipofisa atau hormon buatan (ovaprim), sedangkan pemijahannya terjadi secara alami (memijah sendiri).

Induk ikan bawal tawar (Colosoma macropomum) yang siap dipijahkan adalah induk jantan dan betina yang mempunyai berat lebih minimal 2,0 kg, dimana induk-induk tersebut masing-masing telah matang gonad (kelamin).
Parameter Ikan Bawal

SuhuOksigenpHjumlah telur
26-29> 45-7300.000-500.000

Ciri Indukan Bawal
  • Pada induk ikan bawal jantan yang matang gonad dicirikan dengan warna bagian dada yang merah cerah, serta kalau distripping ke arah bagian perut akan keluar sperma (cairan putih susu).  
  • Sedangkan pada induk betina ciri yang matang gonad dapat dilihat dari bagian perutnya yang mengembang (besar).  
  • Adapun untuk memastikan bahwa telur induk betina sudah matang gonad sebaiknya contoh telurnya diambil menggunakan kateter (canulator), yaitu dengan memasukkan kateter ke dalam bagian urogenital (lubang kelamin betina) yang terdapat saluran kantung telurnya (oviduct) sedalam ± 2,5 cm, lalu diisap secara perlahan sehingga telur sebagian masuk ke dalam selang kateter.  
  • Apabila telur sudah berbentuk bulat, warnanya kehijauan, serta mempunyai ukuran yang seragam, menandakan induk sudah matang kelamin dan siap dipijahkan.
Memijahkan induk bawal air tawar (Colosoma macropomum)
  • Wadah untuk memijahkan ikan bawal air tawar ini bisa berupa bak semen atau bak fiberglass, dimana wadah sebelum digunakan harus dibersihkan dari kotoran yang terdapat, diisi dengan air bersih dan diberi aerasi yang keras agar nanti telur-telur bawal tetap melayang-layang di air dan di beri blower.
  • Selanjutnya induk-induk betina dan jantan yang sudah selesai disuntik disatukan pada wadah pemijahan yang sudah disiapkan. 
  • Biasanya induk-induk akan memijah pada tengah malam sampai subuh, dimana induk betina mengeluarkan telurnya yang diiringi dengan induk jantan membuahi telur-telur tersebut dengan mengeluarkan spermanya.  Pembuahan secara ovipar ini akan menghasilkan telur-telur yang sangat banyak yang dapat dilihat dari telur-telur terdapat berwarna putih jernih melayang-layang di air.  
  • Telur yang biasanya berukuran kecil ketika dilepaskan ke air dan dibuahi akan mengembang sehingga mencapai ukuran beberapa kali lipat ukuran asalnya.
Peralatan Pemijahan
  • Blower/Aerator
  • Selang aerasi
  • Seser induk
  • Hapa
  • Spuit
  • Hormon ovaprim
  • Aquadest
  • Induk jantan dan betina matang kelamin
 Langkah Kerja:
  • Siapkanlah wadah pemijahan sesuai kebutuhan.
  • Hitunglah kebutuhan hormon untuk penyuntikan pertama dan kedua ,lalu ambil hormon pada botolnya menggunakan spuit sesuai kebutuhan, untuk menjamin hormon masuk dan bereaksi dengan baik didalam tubuh induk, encerkan hormon tersebut dengan aquabidest dengan perbandingan 2 – 4 kali lipat.
  • Tangkaplah induk betina lalu suntiklah pada bagian punggung sebelah kanan  untuk penyuntikan pertama, selanjutnya pada punggung sebelah kiri untuk yang kedua (agar induk tidak stress).
  • Pada saat penyuntikan ke dua induk betina lakukanlah penyuntikan induk jantan dengan jumlah hormon yang sudah ditentukan.
  • Masukkanlah induk-induk yang sudah disuntik ke dalam wadah pemijahan.
  • Tutuplah wadah pemijahan dengan menggunakan bahan yang dapat menjaga induk-induk tidak loncat dari dalam wadah ke luar.
  • Amatilah proses pemijahannya, apabila proses pemijahan sudah selesai segera tangkap induk-induknya untuk dipindahkan ke kolam pemeliharaan induk.
Menetaskan Telur Bawal
  • Untuk penetasan telur hembusan blower (udara) harus selalu besar agar telur selalu teraduk (melayang-layang) dalam air, sebab apabila ada telur yang mengendap (tidak teraduk) akan menyebabkan tidak mau menetas.  
  • Penetasan bisa dilakukan langsung di wadah seperti bak fiberglass, bak semen, akuarium, atau pada corong tetas asal dengan syarat kualitas airnya baik serta kondisi airnya selalu mengeluarkan gelembung udara agar telur terus teraduk .
  • Ketika saat penetasan telur, agar kandungan amoniak tidak terlalu tinggi sebaiknya setiap 2 -3 jam sekali selalu dilakukan penggantian air.  Karena apabila kandungan amoniak tinggi akan menyebabkan telur gagal menetas atau larva yang baru menetas akan mati.
  • Setelah ± 14 jam sejak telur dipindahkan dari bak pemijahan telur sudah mulai menetas.  
  • Pada saat pemeliharaan larva hal yang harus dilakukan adalah menjaga kondisi kualitas air agar tetap baik.  Diantaranya yang penting dilakukan ialah menyifon kotoran organik yang terdapat pada air, serta melakukan penggatian air secara parsial (0,5 – 0,7 bagian air).
  • Larva bawal mempunyai cadangan makanan berupa kuning telur (Yolk) yang besar.  Biasanya cadangan makanan tersebut akan habis setelah berumur 3 – 4 hari setelah menetas.  Oleh sebab itu penyiapan makanan alami berupa artemia, kutu air baru diberikan pada hari ke 4 atau ke 5.  
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Kekurangan dan Kelebihan Kolam Bulat/Bundar dan Kolam Kotak

Kelebihan kolam Bundar/Bulat

Lebih bagus untuk penerapan tebar padat tinggi, karena apabila ditambah aerasi maka difusi oksigen lebih merata. Pada teknik Bioflok yg membutuhkan pengadukan pun bisa lebih merata
Apabila dasar kolam dibuat kerucut, kotoran ikan pun akan langsung terpusat di central drain, sehingga manajemen kualitas air pun lebih baik. Atau pada saat sortir ukuran kecil, menguras ikan juga lebih mudah melewati central drain.
Tren baru, sehingga penerapannya terkesan "sophisticated" (Alam Ikan 1)

Kekurangan kolam Bundar/Bulat
  • Volume air kolam bundar lebih sedikit dibanding kolam kotak. Contohnya area 3x3 m, tinggi  1 m maka kolam bundar hanya menampung 7 m kubik, lebih sedikit dibanding kolam kotak yg menampung 9 m kubik. artinya tinggi bisa lebih dari 1 meter
  • Membangun banyak kolam bundar dari terpal tidak bisa dgn cara dempet seperti pada kolam kotak.. Pada kolam bundar beton memang bisa, tapi kebutuhan materialnya sama saja dgn membangun kolam terpisah
Kelebihan kolam Kolam Kotak:
  • Harganya lebih murah, baik dari terpal ataupun beton
  • Volume air efektif pun maksimal. kolam 3x3x1 akan didapat volume air 9 m kubik
  • Membangun banyak kolam kolam bisa dilakukan dgn cara dempet sehingga menghemat satu sisi dinding.
  • Kolam kotak dari beton pun bisa dibuat sudut melengkung dan dasar membentuk limas sehingga efektifitas manajemen airnya mendekati kolam bundar beton
  • Terpal kolam kotak mudah diperoleh di toko2 bangunan di kota sampai di desa
Kekurangan kolam Kolam Kotak:

Untuk aplikasi tebar padat tinggi yg membutuhkan tambahan aerasi dgn difusi oksigen yg merata, harus dibuat aerasi beberapa titik (ini sebetulnya bukan kekurangan yg signifikan)

Explanation :
Alam Ikan 1 : komunitas-lelesangkuriang.blogspot.com/

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Red Fin Shark

Cara Pemijahan Budidaya Ikan Red Fin Shark (Ephalzeorhynchus frenatus)
Red-finned Shark (Ephalzeorhynchus frenatus) merupakan ikan dasar yang berasal dari Sungai Mekong, Thailand. Ikan yang bersifat omnivora ini sangat cantik dengan warna tubuh cokelat hitam atau putih albino dan sirip-siripnya merah terang. Ukuran tubuh maksimalsekitar 12 cm.

Suhu pemeliharaan antara 26-28° C dengan pH 7 dan kekerasan 10° dH. Di alam aslinya, ikan dewasa senang, memakan lumut sehingga dinding akuarium biasanya bersih dari lumut. Sifatnya agak pemalu dan senang bersembunyi pada siang hari, sedangkan malam hari akan keluar mencari makanan.


Parameter Ikan Red Fin Shark

SuhupHoksigenUmur Indukan
26-286-7,5>3> 6 bulan

Perbedaan jantan dan Betina 
  • Induk jantan dan betina agak sulit dibedakan. Namun, bentuk tubuh yang agak gemuk dan sedikit panjang biasanya adalah betina, sedangkan jantan agak pendek dan langsing.
Pemijahan Buatan
  • Pemijahannya dilakukan dengan suntikan hormon gonadotropin buatan seperti Ovaprim pada induk yang sudah matang telur. Dosis hormon cukup 0,3 ml/kg, berat badan.
  • Suntikan hanya dilakukan sekali saja. Oleh karena ukuran ikan ini tidak besar maka penyuntikan dapat dilakukan hanya dengan memegang induknya menggunakan tangan kiri, sedangkan tangan kanan untuk menyuntik.
  • Pemijahan dapat dilakukan secara masal. Induk-induk yang sudah bertelur harus secepatnya diambil dan telurnya dibiarkan menetas sendiri tanpa induk. 
  • Ikan ini berenang di dasar sehingga telurnya akan berantakan bila terlalu lama bersama induknya. Oleh karena itu, penyuntikan akan lebih baik dilakukan siang hari agar ikan bisa bertelur malam hari. 
  • Ini disebabkan waktu terbaik mengangkat induknya adalah malam hari. Misalnya, penyuntikan yang dilakukan pukul 11.00 diperkirakan ikan akan bertelur pukul 20.00.
  • Telur akan mulai menetas dalam jangka waktu 24 jam dan larvanya mulai berenang 3-4 hari kemudian. 
Pakan Larva Ikan
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budiaya Ikan Mas Koki Mutara

Cara Pemijahan Budiaya Ikan Mas Koki Mutiara
Pada awalnya mas koki diberi nama ilmiah Cyprinus auratus, yang berarti ”ikan berwarna emas dengan tiga lapis ekor”. Tapi rupanya ilmu pengetahuan dalam taksonomi ikan berkembang pesat sehingga dihasilkan nama biologi baru untuk mas koki, yaitu Carrasius auratus. Namun begitu, lain lagi nama yang diberikan oleh kelompok ahli dari lembaga internasional yang mengatur tentang penamaan zoologi. Para ahli membedakan antara karper krusian (crucian carp) dengan mas koki turunannya. Nama baru Carrasius auratus digunakan untuk mas koki dan Carrasius carrasius untuk karper krusian.

Ikan koki mutiara merupakan jenis ikan mas yang mempunyai tubuh bulat dengan kepala kecil dan ekor lebar. Ikan ini berasal dari daratan cina, namun di Indonesia sudah lama dapat dibudidayakan. Pemasaran ikan ini selain di dalam negeri juga merupakan jenis ikan yang di eksport dan harganyapun cukup tinggi.

Parameter Ikan Mas Koki

SuhupHoksigenUmur Indukanjumlah telur
23-296-7,5>4> 8 bulan1000-3000


Pemilihan induk

  • Induk yang baik untuk dipijahkan sudah berumur+ 8 bulan, dengan ukuran minimum sebesar telur itik.
  • Pilih induk yang berkepala kecil dengan tubuh bulat, sisik utuh dan tersusun rapih. Jika ikan sedang bergerak, ekor dan sirip akan kelihatan tegak.
  • Untuk mendapatkan keturunan yang berwarna, maka calon induk yang akan dipijahkan berwarna polos. Gunakan induk jantan berwarna putih dan betina berwarna hitam atau hijau lumut atau sebaliknya.
Perbedaan jantan dan betina
  • Induk Jantan Pada sirip dada terdapat bintik-bintik bulat menonjol dan jika diraba terasa kasar. Induk Betina Pada sirip dada terdapat bintik-bintik dan terasa halus jika diraba.
  • Induk Jantan Induk yang telah matang jika diurut pelan kerarah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih Jika diurut, keluar cairan kuning bening. Induk Betina Pada induk yang telah matang, perut terasa lembek dan lubang genital kemerah-merahan.

Cara pemijahan

  • Bak/aquarium yang telah bersih diisi dengan air yang telah diendapkan + 24 jam, kemudian letakkan eceng gondok untuk melekatkan telurnya.
  • Pilihlah induk yang telah matang telur, masukkan kedalam bak pada sore hari. Bila pemilihan induk dilakukan dengan cermat, biasanya keesokan harinya telur sudah menempel pada akar eceng gondok.
  • Karena telur tidak perlu dierami, induk dapat segera dipindahkan ke kolam penampungan induk, untuk menunggu sampai saat pemijahan erikutnya. Jika perawatannya baik, maka 3 ~ 4 minggu kemudian induk sudah dapat dipijahkan kembali.

Pemeliharaan Benih

  • Setelah 2 ~ 3 hari telur akan menetas, sampai berumur 2 ~ 3 hari benih belum diberi makan, karena masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sac-nya (kuning telur).
  • Pada hari ke 3 ~ 4 benih sudah dapat diberi makanan kutu air yang telah disaring.
  • Setelah berumur + 15 hari benih mulai dicoba diberi cacing rambut disamping masih diberi kutu air, sampai benih keseluruhannya mampu memakan cacing rambut baru pemberian kutu air dihentikan.
  • Untuk telur yang ditetaskan di aquarium maka sebainya setelah benih berumur + 1 minggu dipindahkan ke bak/kolam yang lebih luas.
  • Ketinggian air dalam bak 10 ~ 15 cm dengan pergantian air 5 ~ 7 hari sekali. Setiap pergantian air gunakan air yang telah diendapkan lebih dahulu.
  • Untuk menghindari sinar matahari yang terlalu terik diperlukan beberapa tanaman pelindung berupa eceng gondok.

Pembesaran

  • Pembesaran ikan dilakukan setelah benih berumur lebih dari 1 bulan sampai induk.
  • Jenis koki mutiara ini memerlukan banyak sinar matahari, untuk itu tanaman eceng gondok dapat dikurangi atau dihilangi.
  • Untuk tahap pertama pembesaran dapat ditebar + 1.000 ekor ikan dalam bak berukuran 1,5 x 2 m. Kemudian penjarangan dapat dilakukan setiap 2 minggu dengan dibagi 2.
  • Pergantian air dapat dilakukan 3 ~ 5 hari sekali, juga dengan air yang telah diendapkan.
  • Makanan yang diberikan berupa cacing rambut. Makanan diberikan pada pagi hari secara adlibitum (secukupnya). Jika pada sore hari makanan masih tersisa, segera diangkat/dibersihkan.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Zebra Danio

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Zebra Danio (Brachidanio Rerio)
Zebra Danio (Brachidanio rerio) berasal dari Myanmar, India, dan Srilangka. Ukuran tubuh maksimal sekitar 5 cm. Ikan ini bersifat omnivora, tetapi senang pakan alami permukaan seperti kutu air karena hidupnya di kolam air. Ikan zebra lazimnya ditemukan tumbuh dan berkembang pada perairan yang mengalir. Oleh Karena itu kalau ia dipelihara dalam aquarium atau bak pemeliharaan air terlihat amat gesit dan lincah. Begitu lincahnya ada kesan si zebra ini amat liar padahal didalam aquarium ia hidup amat tentram dengan ikan jenis lain meski tidak seukuran dengan dia.

Parameter Ikan Zebra Danio

SuhupHOksigenJumlah TelurUmur Indukan
24-28 C6,5-7>4100-300>3 Bulan

Pemilihan Indukan Zebra Danio
Membedakan Jantan dan Betina
  • induk jantan memiliki bentuk badan lebih kuning, sirip panjang , harus memilih induk yang sehat dan bagus agar keturunannya pun bagus
  • sementara betina biasanya berwarna kusam dan badannya lebih besar dari pada jantan / tegap, jika matang gonad akan buncit.
Persiapan induk
  • Induk disesuaikan berdasarkan strain karena jika disilangkan hasilnya kurang memuaskan. pisahkan jantan dan betinadi bak tersendiri sebelum digabung di bak pemijahan.
  • Untuk pemijahan masal di kolam, sebelum dipijahkan sebaiknya jantan dan betina dipelihara terpisah. Nanti setelah induk betina tampak benar-benar sudah penuh telur (gendut) barulah dicampur dengan jantan.
Pemijahan Ikan Zebra  Danio
  • Perbandingan Jantan dan betina 2:1 
  • Isi wadah air minimal 10 cm dengan pemberian sekat atau tanaman air (hydrilla) yang yang rimbun agar telurnya tidak tampak. Tujuannya agar telur tidak dimakan 
  • Setelah telur keluar, segera pindahkan indukan ke wadah lain, 
  • Biarkan telur menetas, Telur tersebut akan menetas setelah 24 jam. Larvanya akan mulai berenang setelah dua hari menetas.
Pemeliharaan Larva
  • Penggantian air pada pemeliharaan larva dapat dilakukan setelah larva berenang atau setelah berumur sekitar tujuh hari. Penggantian air ini harus dikerjakan hati-hati dengan jumlah separonya atau sepertiganya saja. Bila diganti total, ikan akan cepat stres karena terjadi perubahan lingkungan yang tiba-tiba. Frekuensi penggantian air setiap tiga hari.
  • Pakan larva pertama dapat berupa artemia, rotifera, atau infusoria. Sementara kutu air dapat diberikan sesudah larva berumur 3-4 hari. Untuk ikan yang sudah besar atau dewasa, pakannya berupa cacing sutera atau cacing darah. Ukuran 2,2 cm sudah mulai dapat dijual setelah pemeliharaan sekitar 2,5 bulan.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Ikan Severum

Cara Pemijahan Ikan Severum  (Cichlasoma Severum)

Severum (Cichlasoma Severum) berasal dari Guyana, Rio Negro, Sungai Amazon. Ikan ini bersifat sedikit karnivora mengarah ke omnivora. Spesies ini cukup besar, dapat mencapai 15 cm. Tubuhnya berwarna kuning kehijauan dan sangat cerah. Ikan muda sangat cantik, mirip diskus, karena bentuk badan dan siripnya agak membulat. Sirip punggung dan sirip perut betina lebih panjang dan runcing dibanding jantan.

Ikan Severum merupakan ikan yang bersifat pendamai saat masih muda, saat ikan severum dewasa matang gonad memiliki sifat teritorialis / agresif menjelang kawin. Ikan severum dikhususkan untuk akuarium dengan kapasitas besar dengan jumlah kecil untuk menghindari sifat agresif dan teritorial, ikan tersebut tidak dapat dicampur dengan ikan hias lain. Cara pemijahannya ikan severum hampir sama dengan Ikan Oskar. Hanya saja ikan ini membutuhkan pakan hidup seperti anak ikan atau udang yang lebih banyak saat masih berupa calon induk. Bila kurang pakan maka induk akan mudah sakit dan kualitas telurnya akan jelek (tidak menetas).

Parameter Ikan Severum

SuhupHOksigenUmur Indukanjumlah Telur
22-27 C6-7> 3> 1 tahun>1000

Pemilihan Induk Ikan Severum
  • lnduk yang akan dipijahkan berumur antara 10-12 bulan dan ukuran tubuhnya 12-15 cm.
  • lnduk jantan bertubuh lebih besar dengan wama cerah clan berbintik-bintik lebih jelas.
  • lnduk betina bertubuh agak kecil, bulat dengan wama lebih pucatdan bintik-bintiknya kurang jelas.
  • Jika telah matang kelamin induk betina berwarna lebih cerah selama masa birahinya, sedangkan yang jantan berwarna lebih gelap dan bergaris-garis pada badannya lebih kelihatan.
Pemeliharaan Induk
  • 4 hari sebelum penetasan ikan diberi pakan dengan kadar protein tinggi
  • Berupa pakan alami antara lain: kutu air, cuk, cacing sutera dll.
  • Untuk menunjang keberhasilan telur menetas
  • Perbandingan jantan dan betina 1:1 untuk ukuran aquarium 70x30x30
Pemilihan Tempat
  • Pemijahan Severum bisa dilakukan didalam bak-bak semen atau akuarium, diisi air yang telah diendapkan selama 12 ~ 24 jam setinggi 30 ~ 40 cm.
  • Severum termasuk ikan yang meletakkan telurnya pada benda-benda yang terletak vertikal didalam air
  • Sehingga perlu dipasang  potongan pipa paralon didalam akuarium pemijahan Severum
  • Untuk menghindari telur dari serangan jamur, bisa ditreatment, caranya : teteskan Methylen blue 5% sebanyak 5 - 7 tetes kedalam akuarium yang berisi telur.
Pemijahan Ikan Severum
  • Sepasang induk Ikan Severum yang telah matang telur dimasukkan ke dalam bak.
  • Kolam Sudah diberi tempat pemijahan (paralon vertikal)
  • Setelah selesai memijah, induk jantannya dipindahkan saja ketempat lain. Sedangkan induk betina, dibiarkan saja tetap didalam akuarium supaya ia merawat telur dan anaknya bila telah menetas kelak.
  • Selama proses penetasan jumlah oksigen perlu ditingkatkan. Untuk itu, maka didalam akuarium penetasan perlu dipasang aerator
  •  Telur umumnya menetas setelah 2 - 3 hari. Setelah itu, larvanya sudah mulai bergerak-gerak.
  • Setelah menetas semua larva ikan bisa dipisahkan dengan indukan
Pemberian Pakan Larva
  • Umur seminggu, benih sudah bisa diberi makan artemia atau rotifera.
  •  Baru setelah berumur 2 minggu, anak-anak Severum diberi makan kutu air saring. Minggu berikutnya, bisa dicoba dengan cacing sutera ( tubifex ).
  • Pakan berupa udang kecil umum diberikan bila ukuran ikan sudah mencapai 3-4 cm. Pemberian udang agar warna merahnya cepat muncul. Ukuran mulai dijual sekitar 4 cm dengan lama pemeliharaan 3 bulan.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pemijahan Budidaya Ikan Mas

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Mas (Cyprinus carpio L)
Ikan mas (Cyprinus carpio L) dapat tumbuh cepat pada suhu lingkungan berkisar antara 20-28 °C dan akan mengalami penurunan pertumbuhan bila suhu lingkungan lebih rendah. Pertumbuhanakan menurun dengan cepat di bawah suhu 13°C dan akan berhenti makan apabila suhuberada di bawah 5 °C (Huet 1970 dalam Ariaty 1991). Ikan mas merupakan ikan air tawaryang memiliki sifat tenang, suka menempati perairan yang tidak terlalu bergolak dan senangbersembunyi di kedalaman. Ikan mas termasuk omnivora, biasanya memakan plankton.Larva ikan mas memakan invertebrata air seperti rotifer, copepoda dan kutu air.

Kebiasaanmakan ikan mas berubah-ubah dari hewan pemakan plankton menjadi pemakan dasar. Ikanmas yang sedang tumbuh memakan organisme bentik dan sedimen organik. Ikan mas jantanakan matang gonad pada umur dua tahun dan ikan mas betina pada umur tiga tahun. Ikan masakan memijah pada suhu lingkungan berkisar antara 18-20 °C ( Ikenoue 1982 dalam Ariaty1991).

Di Indonesia terdapat beberapa macam ikan mas. Masing-masing ikan mas mempunyai sifat dan karakter yang agak berbeda. Macam ikan mas tersebut adalah: Majalaya, Punten, Sinyonya, Mas Merah, Karper Kancra, Kancra Domas, Kumpay, Kaca.

Parameter Ikan Mas

SuhupHOksigenUmur IndukanJumlah Telur
20-28 C5,5-8,5>4>2 tahun80.000-110.000 / kg

Ciri-Ciri Indukan Ikan Mas
1.  Ikan Mas Betina
  • Tubuhnya gemuk,
  • Lubang genital terletak di belakang lubang anus,
  • Betina masak kelamin apabila perut telah membesar dan bila diraba terasa lunak
  • Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat-loncat.
  • Jika perut distriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.
2. Ikan Mas Jantan
  • Tubuhnya langsing,
  • Lubang genital terletak di depan lubang anus,
  • Jantan masak kelamin apabila perut diurut kearah lubang genital maka ikan akan mengeluarkan cairan kental berwarna putih susu.
Memilih Indukan Ikan Mas Matang Gonad
  • Betina: umur antara 1,5-2 tahun dengan berat berkisar 2 kg/ekor; Jantan: umur minimum 8 bulan dengan berat berkisar 0,5 kg/ekor.
  • Bentuk tubuh secar akeseluruhan mulai dari mulut sampai ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip tidak cacat.
  • Tutup insan normal tidak tebal dan bila dibuka tidak terdapat bercak putih; panjang kepala minimal 1/3 dari panjang badan; lensa mata tampak jernih.
  • Sisik tersusun rapih, cerah tidak kusam.
  • Pangkal ekor kuat dan normal dengan panjang pangkal ekor harus lebih panjang dibandingkan lebar/tebal ekor.
Sistem Pembenihan / Pemijahan Ikan Mas
Cara Sunda
  • Luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari;
  • Sediakan injuk untuk menepelkan telur;
  • Setelah proses pemijahan selesai, ijuk dipindah ke kolam penetasan.
Cara Cimindi
  • Luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • Sediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk dijepit bambu dan diletakkan dipojok kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • Tujuh hari setelah pemijahan ijuk ini dibuka kemudian sekitar 2-3 minggu setelah itu dapat dipanen benih-benih ikan.
Cara Rancapaku
  • Luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan, batas pematang antara terbuat dari batu;
  • Sediakan rumput kering untuk menepelkan telur, rumput disebar merata di seluruh permukaan air kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk tetap di kolam pemijahan.;
  • Setelah benih ikan kuat maka akan berpindah tempat melalui sela bebatuan, setelah 3 minggu maka benih dapat dipanen.
Cara Sumatera
  • Luas kolam pemijahan 5 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • Sediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • Setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.
Cara Dubish
  • luas kolam pemijahan 25-50 meter persegi, dibuat parit keliling dengan lebar 60 cm dalam 35 cm, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • Sebagai media penempel telur digunakan tanaman hidup seperti Cynodon dactylon setinggi 40 cm;
  • Setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • Setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.
Cara Hofer
  • Sama seperti cara dubish hanya tidak ada parit dan tanaman Cynodon dactylon dipasang di depan pintu pemasukan air.
  • Sistim Kawin Suntik
  • Pada sisitem kawin suntik, induk baik jantan maupun betina yang matang bertelur dirangsang untuk memijah setelah penyuntikan ekstrak kelenjar hyphofise ke dalam tubuh ikan. Kelenjar hyphofise diperoleh dari kepala ikan donor (berada dilekukan tulang tengkorak di bawah otak besar). Setelah suntikan dilakukan dua kali, dalam tempo 6 jam induk akan terangsang melakukan pemijahan. Sistim ini memerlukan biaya yang tinggi, sarana yang lengkap dan perawatan yang intensif.

Cara diatas terbilang sama-sama membutuhkan media penempatan telur agar ikan mas dapat memijah sedangkan.
Cara umum pemijahan ikan mas adalah sebagai berikut:

Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Pemijahan Ikan Mas
Berikut ini adalah hal-hal yang wajib diketahui dalam pembibitan ikan mas, poin-poin berikut berlaku untuk semua cara pemijahan.
  • Dasar kolam tidak berlumpur, tidak bercadas.
  • Air tidak terlalu keruh; kadar oksigen dalam air cukup; debit air cukup; dan suhu berkisar 25 derajat C.
  • Diperlukan bahan penempel telur seperti ijuk atau tanaman air.
  • Jumlah induk yang disebar tergantung dari luas kolam, sebagai patokan seekor induk berat 1 kg memerlukan kolam seluas 5 meter persegi.
  • Pemberian makanan dengan kandungan protein 25%. Untuk pellet diberikan secara teratur 2 kali sehari (pagi dan sore hari) dengan takaran 2-4% dari jumlah berat induk ikan.
1. Konstruksi kolam
  • kolam harus dibuat agar sirkulasi air dapat berjalan dengan lancar. Amara pintu air pemasukan dan pengeluaran terletak di sudut kolam berseberangan sehingga memungkinkan pergantian air pada seluruh bagian. 
  • Pintu pemasukan air harus selalu terletak di atas permukaan air tertinggi di kolam pemijahan itu sehingga pemasukan air mengocor. 
  • Hal ini bertujuan agar terjadi penambahan kandungan oksigen dalam air secara difusi. 
  • Sementara pintu pengeluaran air harus dibuat dengan sistem monik ataupun sifon yang memungkinkan air bagian bawah yang berkualitas kurang baik bersama kotoran-kotoran dapat terhanyut seluruhnya.
  • Fungsi kolam pemijahan ikan mas ini hanya sebagai tempat mempertemukan induk jantan betina sehingga dapat dibuat dengan ukuran yang kecil, misalnya 3 m x 10 m atau 6 m x 10 m. 
  • Kolam pemijahan ini harus dibuat pada tanah yang keras, tetapi bukan merupakan cadas hidup. Hal ini untuk menghindari pengikisan pematang oleh aliran air dan teraduknya Lumpur dasar bila kolam terisi air nantinya.
  • Dasar kolam yang terdiri dari tanah lunak yang cukup tebal akan menyebabkan pengeluaran air terganggu bila digali terlalu dalam karena dasar kolam lebih rendah dibandingkan pintu pengeluaran air.
  • Dasar kolam ini dapat dilapisi dengan kerikil yang agak tebal. 
  • Dengan kolam yang tidak berlumpur, diharapkan pengeringan kolam dapat berjalan dengan lancar sehingga kegiatan pemijahan ikan mas ini tidak terhambat. Manipulasi lingkungan seperti pengeringan biasanya dilakukan setiap akan melakukan pemijahan.
2. Persiapan kolam
  • Sebelum pemijahan, biasanya kolam dikeringkan dan dijemur selama 2-3 hari bila panasnya terik. Namun, bila matahari sering tertutup awan, lamanya penjemuran kolam ini harus ditambahkan hingga 5-7 hari
  • Penjemuran kolam untuk ikan mas mutlak dilakukan. Dengan cara ini, akan timbul bau ampo atau sangit sehingga begitu dialirkan air baru, ikan terangsang untuk memijah. 
Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pengeringan dan penjemuran kolam ini.
  1. Pertama dengan melakukan pembakaran merang padi atau daun pisang kering yang asapnya diusahakan masuk ke dasar kolam maupun pematang. 
  2. Semakin banyak daun pisang atau padi yang dibakar, akan semakin menjamin keberhasilan usaha penipuan terhadap ikan mas.
  3. Cara kedua dengan melapisi dasar kolam yang tidak kering ini dengan tanah yang berasal dari kolong rumah. 
  4. Cara ini tentunya dapat dilaksanakan pada daerah-daerah yang masyarakatnya mempunyai rumah panggung. 
  5. Tanah dari kolong rumah ini dipindahkan ke kolam pemijahan. 
  6. Dengan kedua cara tersebut dapatlah kiranya dijadikan jalan keluar bila akan memijahkan ikan pada saat matahari sukar terlihat
  • Setelah kolam dijemur, air dimasukkan ke dalam kolam dengan terlebih dahulu melewati saringan yang dipasang pada pintu pemasukan. 
  • Pintu pengeluaran (monik dan sifon) diatur sedemikian rupa sehingga tinggi air konstan, 75 cm di pintu pengeluaran air. 
  • Kemudian, kakaban dipasang di atas sebatang bambu yang utuh agar dapat terapung. Kakaban ini terbuat dari ijuk yang harus direntang sedemikian rupa sehingga lebarnya 40 cm. Panjang kakaban ini biasanya berkisar 1,5-2 m. 
  • Kakaban dijepit dan dipaku pada bilah bambu. Kakaban yang disusun di atas bambu utuh ini kemudian dijepit lagi dengan bambu belch agar tidak berantakan bila ikan mas memijah.
3. Pemijahan
  • Setelah kolam pemijahan siap, induk ikan yang sudah diseleksi dimasukkan ke dalam kolam pemijahan pada pukul 10.00. Beberapa petani memasukkan induk Setelah kolam dipasang kakaban. Namun, tidak jarang pemasangan kakaban ini dilakukan sesudah induk dimasukkan.
  • Induk jantan dapat siap setiap scat, sedangkan induk betina membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan sebelum siap dipakai lagi. Perbandingan antara induk jantan dan betina yang sering dilaksanakan biasanya perbandingan berat 1 : 1.
  • Sebagai standar, digunakan 5-8 kakaban yang masih bagus untuk setiap kg induk betina. Jumlah itu akan membengkak menjadi 10-15 kakaban bila kakabannya rusak. Oleh karena itu, untuk 5 kg induk betina yang dipijahkan, harus disediakan kakaban terpasang sebanyak 25-40 buah.
4. Penetasan Telur
  • Telur-telur kemudian ditetaskan dalam hapa, yaitu kantong berbentuk balok dengan ukuran 1 M X 1 M X 2 m yang terbuat dari kain trilin. Hapa ini direntangkan dalam kolam pemijahan atau kolam lain dengan patok bambu pada bagian tengah dan menempel pematang di bagian pinggirnya.
  • Banyaknya hapa disesuaikan dengan jumlah kakaban yang ada telurnya. Kakaban tersebut diatur di atas bambu batangan sepanjang 2 m. Di atas kakaban dipasang bambu belah yang berada di kiri-kanan bambu pertama yang dipasang di bawah kakaban. Kemudian, di atas bambu belah ini ditempatkan gedebok pisang untuk menenggelamkan kakaban lebih kurang 10 cm.
  • Pada saat penetasan telur, aliran air dijaga tetap stabil dan jangan sampai berhenti karena telur-telur tersebut membutuhkan air yang kaya oksigen dan stabil suhunya. Setelah 2 hari, telur akan mulai menetas. Penetasan biasanya tidak berlangsung sekaligus tetapi bertahap, sesuai dengan pengeluaran telurnya.
5. Pendederan
  • Setelah 5 hari atau paling lambat seminggu semenjak telur menetas, benih ikan ini harus dipindahkan ke kolam pendederan. 
  • Benih berumur 2 bulan kurang lebih berukuran 5-8 cm
  • Setelah 4-6 bulan, dari benih yang berukuran 5-8 cm akan dapat dipanen ikan mas yang berukuran 40-60, g/ekor. Ikan -ikan yang berukuran sebesar An biasanya cukup untuk dijadikan teman nasi yang nikmat, tanpa harus memotong-motongnya.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Jenis Ikan Mas Konsumsi dan Ikan Mas Hias

Jenis Ikan Mas Konsumsi
1. Ikan Mas Punten
  • Ras ini dikembangkan pertama kali pada tahun 1933 di Desa Punten, Malang, Jawa Timur. Tubuhnya relatif pendek, tetapi bagian punggungnya lebar dan tinggi. Karena itu, bentuk badan ikan mas punten terkesan membuntak atau bulat pendek (big belly). Perbandingan antara panjang total dan tinggi badan adalah 2,3-2,4:1. Warna sisik hijau gelap, mata agak menonjol, gerakan tubuhnya lambat, dan bersifat jinak.
2. Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya
  • Tidak diketahui pasti asal-usul nama ikan jenis ini. Beberapa orang menyebutkan, ikan mas ini mudah sekali bertelur sehingga disebut sinyonya. Bentuk tubuhnya memanjang (long bodied form) dan punggungnya lebih rendah dibandingkan dengan ikan mas punten. Perbandingan antara panjang dan tinggi badannya sekitar 3,66:1.
  • Sisiknya berwarna kuning muda seperti warna kulit jeruk sitrus. Mata ikan yang masih muda agak menonjol, kemudian berubah menjadi sipit ketika ikan sudah mulai tua. Sifat ikan mas sinyonya lebih jinak dibandingkan dengan ikan ras punten. Ikan mas sinyonya memiliki kebiasaan berkumpul di permukaan air.
  • Fekunditas atau jumlah telur ikan mas sinyonya 85.000—125.000 dan diameternya 0,3—1,5 mm. Induk ikan mas sinyonya jantan akan matang kelamin pertama pada umur 8 bulan, sedangkan yang betina pada umur 18 bulan. Ikan mas ini tahan terhadap parasit Myxosporea. Kisaran toleransi pH-nya 5,5—8,5.
3. Ikan Mas Taiwan
  • Ikan mas taiwan memiliki bentuk badan yang memanjang dan bentuk punggung seperti busur agak membulat. Sisiknya berwarna hijau kekuningan hingga kuning kemerahan di tepi sirip dubur dan di bawah sirip ekor. Ikan mas taiwan sangat responsif terhadap makanan sehingga akan saling berebut ketika diberi pakan. Diduga nenek moyang ikan mas ini berasal dari Taiwan, kemudian diintroduksi dan dikembangkan di Indonesia.
4. Ikan Mas Merah
  • Ciri khas dari ikan mas ini adalah sisiknya yang berwarna merah keemasan. Gerakannya aktif, tidak jinak, dan paling suka mengaduk-aduk dasar kolam. Bentuk badannya relatif memanjang. Dibandingkan dengan ras sinyonya, posisi punggungnya relatif lebih rendah dan tidak lancip. Matanya agak menonjol.
5. Ikan Mas Majalaya
  • Ikan mas hitam Sesuai dengan namanya, ikan mas ini berkembang pertama kali di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ukuran badannya relatif pendek dan punggungnya lebih membungkuk dan lancip dibandingkan dengan ras ikan mas lainnya. Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuhnya adalah 3,2:1.
  • Bentuk tubuhnya semakin lancip ke arah punggung dan bentuk moncongnya pipih. Sifat ikan mas ini relatif jinak dan biasa berenang di permukaan air. Sisiknya berwarna hijau keabuan dan bagian tepinya berwarna lebih gelap, kecuali di bagian bawah insang dan di bagian bawah sirip ekor berwarna kekuningan. Semakin ke arah punggung, warna sisik ikan ini semakin gelap.
  • Ikan mas majalaya memiliki keunggulan, di antaranya laju pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila, rasanya lezat dan gurih, dan tersebar luas di Indonesia. Fekunditas atau jumlah telur yang dihasilkan ikan mas majalaya tergolong tinggi, yakni 84.000—110.000 butir per kilogram induk.
6. Ikan Mas Yamato
  • Ikan mas ini kurang populer di kalangan petani ikan mas di Indonesia. Bentuk tubuhnya memanjang. Sisiknya berwarna hijau kecokelatan. Ikan mas ini banyak ditemukan dan dibudidayakan di Asia Timur, seperti Cina dan Jepang.
7. Ikan Mas Lokal
  • Ikan mas ini sebenarnya belum bisa digolongkan sebagai salah satu ras atau jenis ikan mas. Meskipun demikian, ikan ini justru paling banyak ditemukan di lapangan dan paling banyak dikenal oleh petani ikan dewasa ini.
  • Bentuk tubuh dan warnanya merupakan kombinasi dari beberapa jenis ikan mas yang sudah ada. Secara umum, bentuk tubuhnya memanjang dan matanya tidak sipit. Kemungkinan besar ikan ini muncul akibat perkawinan silang yang tidak terkontrol dengan jenis-jenis ikan mas lain yang ada di masyarakat.

Ikan Mas Hias
Jenis-jenis ikan mas yang digolongkan ke dalam kelompok ikan mas hias sebagai berikut.
1. Ikan Mas Kumpay
  • Ciri yang menonjol dari ikan mas kumpay adalah semua siripnya panjang dan berumbai sehingga tampak indah ketika sedang bergerak. Warna sisiknya sangat bervariasi, ada yang putih, kuning, merah, dan hijau gelap. Bentuk badannya memanjang seperti ikan mas sinyonya. Pertumbuhannya tergolong lambat. Kadang-kadang, ikan mas ini juga dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi.
2. Ikan Mas Kancra Domas
  • Bentuk tubuhnya memanjang. Gerakannya mirip ikan mas taiwan, yakni selalu aktif dan kurang jinak. Sisiknya berukuran kecil dan susunannya tidak beraturan. Warna sisiknya bervariasi, ada yang biru, cokelat, atau hijau. Sisik punggungnya berwarna gelap. Semakin ke arah perut, warnanya semakin terang keperakan atau keemasan.
3. Ikan Mas Kaca
  • Ciri khas ikan ini adalah sebagian tubuhnya tidak tertutup sisik. Bagian yang tidak tertutup sisik sepintas tampak bening, mirip kaca. Di sepanjang gurat sisi (linea lateralis) dan di sekitar pangkal siripnya terdapat sisik berwarna putih mengilap. Sisik tersebut berukuran besar dan tidak seragam.
4. Ikan Mas Fancy
  • Bentuk tubuh ikan mas ini memanjang. Sisiknya berwarna putih, kuning, dan merah. Pada tubuhnya terdapat totol-totol berwarna hitam. Karena warnanya yang bermacam-macam itulah ikan mas ini disebut fancy.
5. Ikan Mas Koi
  • Ikan mas koi atau yang lebih populer disebut koi (saja) ini berasal dari Jepang. Mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1980. Bentuk badannya bulat memanjang. Warna sisiknya beragam, ada putih, kuning, merah menyala, hitam, atau kombinasi dari warna-warna tersebut.
  • Hobiis ikan mas umumnya menyukai ikan koi jenis bastar karena warna dan pola totolnya yang indah dan menarik. Ikan koi disukai hobiis karena gerakannya lambat dan cukup jinak.
  • Ikan koi memiliki beragam nama yang disesuaikan dengan pola dan warna tubuhnya, misalnya platinum nishikigoi, shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku nishikigoi, dan taishusanshoku nishikigoi.

Referensi
Agus Rochdianto, 2005. Analisis Finansial Usaha Pembenihan Ikan Karper (Cyprinus carpio Linn) di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Skripsi S1 FE, Universitas Tabanan
Budi Daya Ikan Mas Secara Intensif. Khairuman, SP, Ir. Dodi Sudenda, MM, & Ir. Bambang Gunadi, M.Sc."AgroMedia Pustaka. Jakarta. 2008.".

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Budidaya Ikan Bawal (collossoma macropomum)

Cara Pembesaran  Budidaya Ikan Bawal (collossoma macropomum)
Ikan bawal air tawar adalah salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan jenis ini salah satu yang banyak dibudidayakan di Indonesia selain lele, nila, gurame, dan lain-lain. Selain relatif tidak terlalu sulit membudidayakannya, ikan bawal tawar termasuk ikan yang mudah beradaptasi.
Usaha pembesaran ikan bawal tawar dilakukan dengan tujuan utama untuk memperoleh ikan konsumsi dengan ukuran yang disukai oleh para penikmat ikan.

Budidaya pembesaran ikan bawal air tawar dapat dilakukan dengan sistem polikultur maupun monokultur.



A. Persyaratan Lokasi
Beberapa persyaratan lokasi budidaya yang harus dipenuhi sebelum digunakan untuk membudidayakan ikan bawal tawar adalah :
  • Tanah bertekstur liat lempung, tidak porous, subur serta mempunyai sudut kemiringan sebesar 3 – 5 %.
  • Lokasi pemeliharaan berada di pada ketinggian 50 – 400 m dpl.
  • Kualitas air harus baik, dalam artian bebas dari pencemaran bahan – bahan kimia, minyak maupun limbah pabrik. Memiliki kadar pH 7 – 8 dan bersuhu 26o – 28o C.
  • Dasar kolam berlumpur, tidak terlalu keruh.
  • Kedalaman kolam berkisar diantara 80 – 100 cm.
  • Sumber air mempunyai debit 3 liter / detik untuk sistem pemeliharaan tradisional serta 6 – 12 liter / detik untuk sistem pemeliharaan polikultur.
Parameter Ikan Bawal

SuhuOksigenpHjumlah telur
26-29> 45-7300.000-500.000

B. Teknik Budidaya
  • Persiapan Kolam 
  • Pengeringan tanah dasar kolam.
  • Pengapuran tanah dasar kolam dengan menggunakan kapur tohor atau dolomit, dengan dosis 25 kg / 100 m2.
  • Pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang dengan dosis 25 – 50 kg / 100 m2 dan TSP dengan dosis 3 kg / 100 m2.
  • Kolam diisi dengan air setinggi 3 cm lalu didiamkan selama 3 hari.
  • Proses penambahan air dilakukan sedikit demi sedkit hingga pada akhirnya ketinggian air kolam maksimal adalah 80 – 120 cm.
C. Pemilihan dan Penebaran Benih 
  • Penebaran benih dilakukan 7 – 10 hari setelah pemupukan.
  • Benih yang akan ditebar harus sudah melalui proses aklimatisasi. Caranya : Masukkan benih ikan yang masih berada di dalam kantong plastik ke dalam air kolam. Setelah dinding plastik berembun, buka kantong plastik benih ikan tersebut, lalu masukkan air kolam sedikit demi sedikit hingga benih terlihat sudah dapat beraktifitas normal. Benih ikan siap ditebar.
D. Pakan dan Cara Memberikan Pakan 

Sumber pakan yang dapat digunakan adalah dedaunan dan atau pelet ikan. Pakan dapat diberikan dengan dosis 3 – 5 % dari total berat ikan, dengan cara disebar merata.

E. Pemanenan 
Pemanenan dapat dilakukan setelah masa pemeliharaan sudah mencapai 4 – 6 bulan, dimana dalam usia tersebut, berat ikan bawal tawar sudah mencapai kurang lebih 500 gram / ekor. Alat yang biasa digunakan dalam operasional panen ini adalah jaring yang terbuat dari waring berdiameter lebar.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Corydoras

Cara Pemijahan Budidaya Ikan Corydoras (Corydoras Aenes)
Corydoras (Corydoras aenes) dengan nama dagang Bronze Catfish berasal dari Venezuela, Trinidad (Amerika Selatan). Ikan ini bersifat karnivora dan terkenal sebagai ikan "tukang bersih-bersih". Corydoras paling senang berada di tempat yang kurang bersih dan memiliki kebiasaan membersihkan dinding-dinding. Namun, kotoran yang sudah dibersihkan dibiarkan bertumpuk, tidak dimakan. Suhu untuk pemijahan ikan ini antara 26-28° C.

Di pasaran saat ini sudah berkembang banyak spesies yang harganya cukup mahal, di antaranya ialah Corydoras paleatus, Corydoras panda, maupun Corydoras sterbai. Jenis corydoras ini memerlukan suhu pemijahan yang relatif rendah dibanding corydoras aenes, yaitu antara 24-26° C.

Panjang tubuhnya dapat mencapai 7 cm. Tubuh tersebut diselimuti dua baris sisik dengan sisik yang lebih besar disebut Plate. Mulutnya dilengkapi sepasang sungut atau kumis yang berguna sebagai sensor atau radar untuk mencari makan di dalam gelap.

Agar corydoras ini tumbuh dengan baik, air untuk pemeliharaannya sebaiknya memiliki nilai pH 7-7,5 dengan kekerasan (hardness) 10° dH. Untuk membantu pertumbuhannya, sebaiknya ke dalam kolam pemeliharaan ditambahkan kapur.

Parameter Ikan Corydoras

SuhupHOksigenJumlah TelurUmur Indukan
24-28 C6,5-7,5>5200-400>8 Bulan

Pemilihan Indukan Ikan Corydoras
  • Antara jantan dan betina dapat dibedakan dari pina atau sirip dorsal yang lebih lancip pada betina, 
  • Sementara jantan lebih tumpul. Bila dilihat dari atas, tubuh betina tampak jauh lebih lebar dibanding jantan.
  • Agar berpijah dengan baik, sebaiknya induk jantan dan betina dipelihara terpisah dahulu sambil diberi pakan yang baik berupa cacing sutera dan cacing darah. 
  • Bila sudah tampak mengandung telur, induk betina dapat dicampur dengan jantan. Umumnya betina siap memijah sekitar umur lima bulan.
Pemijahan Ikan Corydoras
  • Pemijahan corydoras dapat berlangsung secara masal dengan perbandingan jantan betina 1 : 2-4. 
  • Dalam pemijahan ini biasanya induk betina akan membersihkan sarang sampai bersih dengan mulutnya. 
  • Sarang dapat berupa potongan paralon yang digantungkan atau keramik yang diberdirikan di tempat pemijahan.
  • Walaupun ikan ini tergolong ikan dasar, namun telurnya ditempatkan di tengah kolam air. Induk betina akan mengisap sperma jantan dengan mulutnya dan disimpannya di situ. Dengan kantong yang dibentuk oleh pasangan sirip perut yang dibengkokkan, induk betina akan membawa dan melekatkan telurnya ke tempat atau
  • sarang yang sudah dibersihkan sebelumnya oleh yang jantan dan akan dibuahi sperma dari mulutnya. Lekatan telur tersebut sangat kuat. Demikian seterusnya proses pemijahan tersebut berlangsung berulang-ulang hingga telur dalam perut induk betina habis.
  • Biasanya corycloras akan bertelur atau memijah pada pagi hari sekitar pukul 6.30-7.30. Bila sudah selesai memijah, telurnya dapat diambil bersama dengan sarangnya untuk ditetaskan dalam wadah tersendiri. 
  • Di dalam wadah penetasan, aerasi untuk suplai oksigen sangat diperlukan. Telur tersebut akan menetas dalam waktu tiga hari (72 jam) dan larvanya dapat berenang setelah berumur 5-6 hari.
Pemeliharaan Larva Ikan Corydoras
  • Pakan larva ikan dapat berupa kutu air yang diberikan selama beberapa hari (2-3 hari). 
  • Setelah itu, larva sudah bisa diberi pakan cacing sutera. Sementara penggantian air dilakukan setelah larva berumur seminggu. penggantian air ini dilakukan dengan cara menyifon setiap hari sebanyak separo atau sepertiga volume air. 
  • Bila memungkinkan, ke dalam wadah dipasangkan filter khusus larva untuk menjaga kualitas air tetap bagus
  • Setelah ikan berumur dua minggu, kegiatan penjarangan dan seleksi ukuran dapat dilakukan. Pakannya berupa cacing sutera.
  • Setelah dipelihara selama dua bulan biasanya ikan sudah mencapai ukuran 2-2,5 cm dan sudah siap dijual. Ini disebabkan ukuran terbesar untuk pasar ekspor adalah 2,5 cm. Ukuran yang lebih besar biasanya akan membawa risiko dalam pengangkutan. Ikan yang besar memiliki patil atau duri sangat keras di sirip kepala. Patil ini akan keluar kalau ikan mengalami stres sehingga dapat membocorkan kantong plastik saat pengangkutan.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Ikan Graskap / Grass Carp (Ctenopharyngodon idella)

Cara Pemijahan Ikan Graskap / Grass Carp (Ctenopharyngodon idella)
Grass Carp (Ctenopharyngodon idella) berasal dari China bagian timur dan USSR. Ikan ini didatangkan ke Indonesia (Sumatera) pada tahun 1915. Pada tahun 1949 didatangkan ke Jawa dengan tujuan untuk dibudidayakan.
Ikan Grass Carp atau ikan Koan atau ikan karper rumput merupakan herbivora yang hidup di air tawar. Ikan jenis ini memakan tumbuhan air seperti Hydrilla sp., Salvinia, rumput-rumputan dan tumbuhan air lainnya, sehingga ikan jenis ini dapat dipakai sebagai ikan pengendali gulma air baik di kolam maupun diperairan umum. Ikan grass carp bisa memakan tanaman dengan jumlah hingga tiga kali total berat badannya. Ketika dewasa, panjang tubuh grass carpbisa mencapai 1,2 meter dengan berat 20 kilogram (kg).
panen budidaya ikan grass carp / graskap
Di alam aslinya, karper hanya mau berpijah di sungai dengan aliran air yang sangat deras. Di Sungai Amur, induk betina karper 60 – 90 cm. bobot antara 5 – 16 kg, dengan umur sekitar 7 – 15 tahun, akan menghasilkan telur antara 200 – 1.600.000 butir. Di kawasan tropis seperti Indonesia, tiap kg. bobot induk betina, akan menghasilkan telur antara 2.000 – 37.000 butir. Hingga semakin besar bobot ikan, akan semakin tinggi pula jumlah telur yang dihasilkan. Dengan diketemukannya teknologi pemijahan buatan menggunakan hormon dari kelenjar hipofisa ikan donor, serta hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin).

Parameter Ikan Grass Carp

SuhupHOksigenJumlah TelurUmur Indukan
26-29 C6-8>22000-37.000 / kg> 3 tahun

Biologi
  • Secara sistematis ikan grass carp termasuk dalam kelas Osteichthyes, ordo Cyprinipormes, famili Cyprinidae.
  • Ciri-ciri fisik ikan ini adalah warna abu-abu gelap kekuningan dengan campuran perak kemilau, badan memanjang, kepala lebar dengan moncong bulat pendek, gigi paringeal dalam deretan ganda dengan bentuk seperti sisir. Ikan grass carp dapat mencapai ukuran panjang maksimal 120cm dan bobot tubuh 20 kg.
  • Induk ikan grass carp sudah dapat memijah pada umur 3 s/d 4 tahun dengan berat betina mencapai 3 kg dan jantan 2 kg. Pemijahan biasanya terjadi pada musim penghujan.
Pemeliharaan Induk
  • Induk-induk dipelihara di kolam dengan kepadatan 0,2 s/d 0,3 kg/m2. Selain diberi pakan tumbuhan air atau rumput-rumputan juga diberi pakan buatan berupa pellet sebanyak 1% dari berat total populasi dengan berat frekuensi pemberian sebanyak 2 kali per hari.
  • Induk ikan grass carp dapat dipijahkan setelah berumur 1 tahun dengan berat 2 – 2,5 kg.
  • Tanda-tanda Induk matang gonad :
  • Betina : Perut mulai bagian dada sampai ke arah pengeluaran menbesar, bila ditekan terasa lembek, lubang kelamin agak kemerahan dan agak menyembul keluar serta gerakan relatif lamban.
  • Jantan : Dibandingkan dengan betina bentuk badan relatif lebih langsing, sirip dada bagian atas kasar dan bila perut diurut kearah lubang kelamin akan keluar cairan berwarna putih (sperma).
Pemijahan
Cara pemijahan ikan grass garp dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
Induced breeding
  • Pemijahan secara ”Induced breeding” yaitu dengan menyuntikan hormon perangsang yang berasal dari kelenjar hipofisa ikan donor atau menggunakan hormon LHRH-a atau ovaprim™.
  • Induk betina disuntik 2 kali dengan selang waktu 4 s/d 6 jam, apabila menggunakan kelenjar hipofisa 2 dosis tetapi apabila menggunakan ovaprim dengan dosis 0,5 ml/kg. Penyuntikan pertama 1/3 bagian dan penyuntikan kedua 2/3 bagian.
  • Induk jantan disuntik cukup sekali, menggunakan kelenjar hipofisa 1 dosis, bila menggunakan ovaprim 0,15 ml/kg dan dilakukan bersamaan dengan penyuntikan kedua pada induk betina.
  • Kedua induk ikan setelah disuntik dimasukan ke dalam bak pemijahan yang dilengkapi dengan hapa, setelah 6 jam dari penyuntikan pertama induki betina diperiksa kesiapan ovulasinya setiap 1 jam sekali, dengan cara diurut secara perlahan.
  • Ikan yang akan memijah biasanya ditandai dengan saling kejar, perut besar dan lunak, keluar cairan kuning dari lubang kelamin.
  • Setelah tanda-tanda tersebut, induk jantan dan betina diangkat untuk dilakukan stripping (pengurutan) yaitu dengan mengurut bagian perut ke arah lubang kelamin. Telurnya ditampung dalam wadah/baki plastik dan pada saat bersamaan induk jantan di-stripping dan spermanya ditampung dalam wadah yang lain kemudian diencerkan dengan cairan fisiologis (NaCl 0,9 %) atau cairan Sodium Klorida.
  • Sperma yang telah diencerkan dituangkan kedalam wadah telur secara perlahan-lahan serta diaduk dengan menggunakan bulu ayam. Tambahkan air bersih dan diaduk secara merata sehingga pembuahan berlangsung dengan baik. Untuk mencuci telur dari darah dan kotoran serta sisa sperma, tambahkan lagi air bersih kemudian airnya dibuang, lakukan beberapa kali sampai bersih, setelah bersih telur dipindahkan kedalam wadah yang lebih besar dan berisi air serta diberi aerasi, biarkan selama kurang lebih 1 jam sampai mengembang secara maksimal.
Induced spawning
  • Pemijahan secara Induced spawning perlakuannya sama seperti pemijahan Induced breeding, hanya setelah induk jantan dan betina disuntik, dimasukan ke dalam bak pemijahan dan dibiarkan sampai terjadi pemijahan secara alami.
  • Setelah memijah maka induk jantan dan betina dikeluarkan dari bak pemijahan dan telur yang sudah dibuahi ditampung dalam wadah yang berisi air serta diaerasi dan dibiarkan sampai mengembang secara maksimal.
Penetasan Telur
  • Penetasan dilakukan di dalam hapa corong berdiameter 40 cm dan tinggi 40 cm dengan mengalirkan air dari bawah untuk memutar air yang berisi telur agar tidak menumpuk. Padat penebaran telur 10.000 butir/corong. Telur akan menetas dalam waktu 20-24 jam pada suhu 26 s/d 29°C.
  • Selain di dalam hapa corong penetasan dapat juga dilakukan di dalam akuarium (40 x 60 x 40) cm yang dilengkapi dengan aerasi. Padat tebar telur 5.000 butir/akuarium pada suhu 26 s/d 29°C, telur akan menetas dalam waktu 20-24 jam.
Pemeliharaan Larva
  • Setelah menetas larva di pelihara dalam corong yang sama , namun sebelumnya telur-telur yang tidak menetas di buang dahulu. Lama pemeliharaan dalam corong 4 hari. Apabila telur ditetaskan dalam akuarium , setelah menetas larva bisa dipelihara di akuarium yang sama namun sebelumnya telur yang tidak menetas dan ¾ bagian air di buang dahulu dan diisi air yang baru. Larva yang sudah berumur 4 hari bisa langsung di tebar di kolam pendederan, atau di beri pakan alami berupa nauplii Artemia, Brachionus atau Moina. Pemeliharaan larva dalam akuarium selama 10 hari, air harus di ganti setiap hari sebanyak 2/3 bagian.
Pendederan Pertama
  • Persiapan kolam pendederan dilakukan seminggu sebelum penebaran larva yang meliputi : pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kelamir. Kolam yang digunakan luasnya 500 s/d 1.000 m2.
  • Kolam kemudian dikapur dengan kapur tohor. Dosis pengapuran 50 s/d 100 gr/m2, caranya kapur tohor dilarutkan terlebih dahulu kemudian disebarkan secara merata keseluruh dasar kolam.
  • Pemupukan dengan menggunakan kotoran ayam. Dosis pemupukan 500 gr/m2, kemudian diisi air setinggi 40 cm.Setelah 4 hari benih grass carp sudah dapat ditebarkan, sebaik waktu penebaran pada pagi hari atau sore hari. Padat penebaran 100 s/d 200 ekor/m2.
  • Pemeliharaan di kolam pendederan pertama selama 21 hari. Pakan tambahan di berikan setiap hari berupa pellet halus sebanyak 75 gr/1.000 ekor larva dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali per hari.
Pendederan Kedua
  • Persiapan kolam pada pendederan kedua dilakukan sama seperti pendederan pertama. Padat penebaran larva 50 s/d 100 ekor/m2. Larva setiap hari diberi pakan tambahan berupa pellet sebanyak 10 % dari biomassa dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali per hari. Lama pemeliharaan pada pendederan kedua selama 28 hari.
Penyakit
  • Penyakit yang sering menyerang benih Grass Carp adalah parasit yaitu : Trichodina, Gyrodactylus, Glosatella, Scypidia, Chillodonella, yang biasanya menyerang bagian permukaan tubuh dan insang. Cara mengatasinya dengan pemberian formalin 25 ppm.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Lou Han

Cara Pemijahan Budidaya Ikan Lou Han (Cichlasoma spp)
Ikan lou han belakangan ini menjadi tren di dunia ikan hias bail di Indonesia maupun Malaysia. Ikan silklid silangan ini dianggap bias membawa hoki bagi pemiliknya . Ikan ini akan menampakan keindahannya ketika berukuran diatas 10 cm. Tampilan mutiara dan marking yang hitam akan semakin bagus setelah ikan dewasa.Ikan Louhan pertama kali muncul di Malaysia pada tahun 1997. Asal usul Louhan hingg saat ini masih kurang jelas.

 Nama louhan diambil dari kata “hua louhan” yang artinya dewi pelindung. Louhan banyak disukai masyarkat karena keunikannya. Keunikan louhan tampak pada warna sisik dan dahi atau jenongnya yang menonjol (nongnong). Bahkan terakdang pada sisik louhan terdapat tanda atau marking yang berbentuk motif atau huruf mandarin, latin, atau angka. Marking yang terdapat pada louhan memunculkan mitos bahwa lu han dapat mendatangkan hoki bagi pemiliknya. Mitos ini semakin menambah daya tarik louhan.

Parameter Ikan Lou Han

SuhuJumlah TelurpHOksigen Umur Indukan
28-35500-20006,5-7,5> 48-1 tahun

Persiapan Kolam dan Indukan Berkualitas
1. Siapkan Akuarium Yang Sesuai
  • Volume akuarium tergantung ukuran, ikan lou han kecil 5-7,5 cm bisa menggunakan akuarium 20x30 cm², sebesar akuarium ikan cupang. 
  • Ikan besar, 10-15 cm memerlukan akuarium lebih besar,40x60 cm². 
  • Lou Han berukuran di atas 25 cm gunakan akuarium 60x120 cm². 
  • Agar Lou Han berukuran 40 cm dpt bergerak bebas, akuariumnya 80x166-180 cm². 
2. Memilih Lou Han
  • Pilihlah Lou Han berukuran 10 cm, saat itu tanda kcantikan mulai tampak. 
  • Pada ukuran ini, corak hitam, gemerlap bakal bintik mutiara, dan warna sudah mulai tampak. Itulah tanda pertama yang harus diperiksa.
  • Grade A (harga maks. 750rb per ekor) Sepanjang gurat sisi dari pangkal ekor sampai tutup insang dipenuhi corak hitam. Biasanya ada lebih dari 6 corak.
  • Grade B (harga ±150rb per ekor) Ada 3 corak hitam.
  • Grade C (harga ±30rb per ekor) Corak hitam kuran dari 3 dan badan cenderung panjang.  
3. Tanda Keindahan
  • pertama, badan ikan tidak pucat
  • kedua, pilihlah ikan yang mengkilap bila terkena cahaya
  • ketiga, hindari ikan bersemburat kuning karena itu kelainan genetik 
4. Mengisi Air
  • Kualitas air yang dibutuhkan Lou Han umumnya bersifat rendah kesadahan atau soft. Kesadahan tinggi dapat diatasi dengan cara tradisional, caranya, rendam 3 lembar daun ketapang kering dlm 1 liter air, setelah 2-3 hari, masukkan air rendaman tersebut ke dalam akuarium.
  • LouHan hidup baik pada suhu cuku hangat, 28-30 derajat Celcius. Air dingin dapat menyebabkan nafsu makan ikan kurang & pertumbuhannya lambat.  
Persiapan Pemijahan Ikan Lou Han
  • Adapun peralatan yang perlu Andapersiapkan untuk proses pemijahan antara lain: bak penampungan air, aerator, filter, alat penampung air, lampu UV, dan ornamen seperti bebatuan alami.
  • Proses Perjodohan Ikan Lou Han
  • ikan louhan betina yang berukuran kurang lebih 10 cm dan seekor benih ikan louhan jantan yang berukuran lebih besar. 
  • Sebelum pemijahan, letakan sekat yang memisahkan kedua benih ikan louhan tersebut agar keduanya terbiasa dan saling mengenal. 
  • Jika benih ikan louhan betina sudah menunjukan tanda akan bertelur (gelisah) , lepaskan sekat pemisah akuarium/ kolam. 
  • Amati tingkah laku kedua benih ikan louhan tersebut selama beberapa hari. Tetap biarkan keduanya bersama-sama jika keduanya menjaga telur-telur sang indukan. Sebaliknya jika keduanya berkelahi sebaiknya segera pisahkan dan gantikan pasangan indukan agar proses pemijahan tetap berlangsung.
  • Persiapan tempat telur, bagian dasar akuarium disediakan wadah tempat bertelur seperti ceramic incubator atau piring media bisa untuk perangsang
  • Juga bisa juga tidak perlu disediakan wadah tempat bertelur seperti ceramic incubator atau piring media untuk melekatkan telur karena lou han betina tetap mau bertelur pada media datar seperti dasar akuarium
Perawatan Larva Lou Han
  • Setelah bertelur pisahkan indukan jantan, dan biarkan indukan betina.
  • Telur akan menetas 48-50 jam setelah dipisahkan dari induknya. 
  • Benih yang telah menetas akan berkumpul di dasar akuarium sekitar telur. Untuk mencegah benih tersedot ke dalamnya, sebaiknya filter dimatikan. Selama 2-3 hari burayak tidak perlu diberi pakan karena masih mempunyai cadangan makanan di dalam kantung telur (yolk sack).
  • Pada hari ke-4 setelah menetas, Benih sudah bisa diberi pakan berupa kutu air putih, Rotifera (Branchionus plicatilis) atau kutu air merah (Moina sp) yang telah disaring. 
  • Jika Benih sudah diberi pakan, filter penyaring bisa dihidupkan kembali untuk menjaga kebersihan air, tetapi pralon penyedotnya di pasang sampai ke dasar  dan harus di tutup dengan kain basa agar Benih tidak tersedot.
Penyortiran Ikan Lou Han
  • Setelah benih berumur 20 hari dilakukan peyortiran ukuran ikan. 
  • Umur 2 bulan ia akan mulai di sortir berdasarkan grade-nya. 
  • Grade A bila corak hitam ikan dari pangkal ekor sampai ke operkulum atau lebih dengan badan pendek, 
  • Grade B apabila corak smpai setengah badan, sedangkan 
  • Grade C apabila corak hanya di pangkal ekor. Corak setengah badan juga bias masuk kategori C jika berbadan panjang. 
  • Kegiatan peyortiran dilakukan setiap 2 minggu. Setelah lebih dari 20 hari benih diberi  pakan berupa kutu air (Daphnia, Moina), nauplii Artemia, dan cacing rambut sebanyak 3 kali sehari. Setelah 2 bulan benih mencapai ukuran 1 inchi atau sekitar 2,5 cm maka benih siap jual.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Budidaya Ikan Sidat

Ikan sidat termasuk dalam genus Anguilla, famili Anguillidae, seluruhnya berjumlah 19 spesies Di wilayah Pasifik Barat (sekitar perairan Indonesia) dikenal ada tujuh spesies ikan sidat yaitu : Anguilla celebensis dan Anguilla borneensis, yang merupakan jenis endemik di perairan sekitar pulau Kalimantan dan Sulawesi, Anguilla interioris dan Anguilla obscura yang berada di perairan sebelah utara Pulau Papua, Anguillabicolor pasifica yang dijumpai di perairan Indonesia bagian utara (Samudra Pasifik), Anguilla bicolor pasifica yang berada di sekitar Samudra Hindia (di sebelah barat Pulau Sumatra dan selatan Pulau Jawa), sedangkan Anguilla marmorata merupakan jenis yang memiliki sebaran sangat luas di seluruh perairan tropis.

Ikan Sidat bentuknya mirip belut hanya saja berukuran lebih besar dan memiliki semacam telinga atau sirip di bagian kepalanya, ditambah sirip tipis diatas punggungnya. Sidat termasuk kedalam jenis ikan yang hidup di air tawar dan air laut. Siklus hidupnya yang luar biasa dimulai ketika telur-telur sidat yang terbawa arus ke sungai menetas menjadi larva dan tumbuh menjadi sidat dewasa dan tetap hidup di sungai sampai mencapai usia matang untuk melakukan pemijahan. Saat inilah sidat dewasa akan kembali ke laut dan melakukan pemijahan, dan luar biasanya pemijahan tersebut dilakukan di kedalaman laut hingga mencapai lebih dari 6000 m. Setelah memijah dan bertelur, sidat akan mati. Telur-telur yang jumlahnya bisa mencapai jutaan dalam sekali proses pemijahan itu akan naik ke permukaan laut dan terbawa arus ke sungai lalu menetas disana dan berulanglah siklus hidup ikan sidat tersebut.

Parameter Ikan Sidat

SuhupHSalinitasJumlah TelurUmur Indukan
Perkawinan18 -20 C7-86-7> 4 tahun
Telur23-25 C7-86-73jt-5jt/ kg
Pembesaran25-29 C7-86-7

Perbedaan Jantan dan Betina Ikan Sidat
  • Ikan ini toleran terhadap salinitas, temperatur dan tekanan yang berbeda-beda.”Jenis kelamin bayinya atau dinamakan impun semua berjenis laki-laki. Jadi kita tidak bisa mengetahui kapan ikan sidat berubah berjenis betina,” 
  • Perbedaan fisik antara jantan dan betina dapat terlihat setelah ikan sidat sudah mencapai ukuran dewasa dimana pejantan mempunyai mata lebih lebar dari betina pada ukuran panjang, berat dan usia yang sama.
  • Setelah matang gonad Jantan berumur 3-4 tahun dan betina berumur 4-5 tahun
    Cara Pembesaran Budidaya Ikan Sidat di Kolam
      Secara Umum, pembudidayaan ikan sidat ada 3 tahapan, yaitu :
        1. Tahap Pendederan I,
        2. Tahap Pendederan II
        3. Tahap Pembesaran.
        Adanya tahap budidaya ini dimaksudkan untuk mempercepat laju pertumbuhan ikan sidat. Sampai saat ini belum ada rekayasa teknologi pembenihan ikan sidat. Sehingga stok benih ikan sidat  masih harus mengandalkan hasil tangkapan dari alam.  Benih Ikan sidat ini warnanya masih transparan sehingga disebut glass eel.  Bentuknya sudah panjang mirip ikan sidat tapi dalam ukuran mini.

        Tahap Pendederan I. 
        • Tahap pendederan merupakan tahap pengenalan dan sekaligus adaptasi awal benih ikan sidat dari alam supaya dapat dipelihara dalam ekosistem buatan dan pakan yang homogen atau pakan buatan. Pemeliharan pada tahap ini bertujuan untuk memelihara glass ell sampai menjadi benih ikan sidat berukuran elver. 
        • Setelah tahap pendederan I dilakukan maka elver sudah bisa masuk ke tahap pendederan selanjunya yaitu tahap pendederan II.
        • Glass ell yang dipelihara umumny dari jenis A. bicolor dan A. marmorata. Glass ell untuk jenis A. bicolor berasal dari pantai selatan Jawa sedangkan A. marmorata berasal dari Poso Sulawesi Tengah dan Tatelu. Berat glass ell yang ditebar berukuran 0,17 gr/ekor dengan kepadatan untuk setiap tempat pemeliharaan 6 ekor / liter air. 
        • Penebaran glass ell dilakukan sesegera mungkin setelah glass ell diterima di tempat pemeliharaan. Dirsarankan untuk melakukan transportasi pada malam hari untuk mengurangi stress oleh tingginya suhu lingkungan selama transportasi apabila dilakukan pada siang hari. Sebelum ditebar ke dalam tempat pemeliharaan glass ell harus diaklimatisasi terlebih dahulu.. Perlakuan tersebut bisa dilakukan dengan cara menempatkan plastik packing sehingga mengapung di atas air media pemeliharaan. 
        Tahap Pendederan II 
        • merupakan tahap persiapan untuk menghasilkan sidat ukuran fingerling (10 gr/ekor) dan selanjutnya siap di pelihara pada tahapan pembesaran.
        Tahap Pembesaran
        • Tahapan terakhir dari kegiatan budidaya ini adalah pembesaran. Tahapan pembesaran bertujuan untuk memperoleh ikan sidat ukuran konsumsi (> 200 gr/ekor).
        • Tempat pemeliharaan yang digunakan adalah bak beton dengan dimensi 2 x 5 x 1,8 m3 dengan air media yang digunakan hanya 5 m3. Bak pemeliharaan dilengkapi dengan sistem aerasi sedang, sistem air mengalir. Air media pemeliharaan berasal dari tandon air sumur artesis yang dialirkan memalui paralon ke dalam bak pemeliharaan. Volume pergantiian air sebanyak 300 % per hari. Pada bagian atas bak ditutupi oleh terpal untuk menjaga suhu air pada kisaran 29 - 31 derajat Celcius .
        • Waktu yang diperlukan di dalam budidaya ikan sidat tergantung ukuran benih yang ditabur. Untuk benih ukuran 200 gram untuk menghasilkan panen ukuran > 500 gram memerlukan waktu maksimal lima bulan.
        • Tingkat produktivitasnya juga cukup bagus. Untuk satu ton benih, diperkirakan bisa menghasilkan 5 ton ikan sidat. Sekarang, semakin banyak investor yang berkeinginan membudidayakan ikan sidat, sebab, budidaya ikan sidat dipastikan menguntungkan.
        Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
        Semoga Bermanfaat