sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

Cara Pembenihan Ikan Patin

Cara Pemijahan Ikan Patin (Pangasius  hypopthalmus)
Ikan patin (Pangasius  hypopthalmus) merupakan salah satu dari 14 spesies pangasiid yang sudah cukup lama di Indonesia. Pangasius hypopthalmus merupakan introduksi dari Thailand dan menjadi salah satu ikan populer yang dibudidayakan di Indonesia (Slembrouck, J. et all., 2003).

Budidaya ikan patin meliputi beberapa kegiatan. Secara garis besar kegiatan ini dibagi menjadi dua, yaitu : kegiatan pembenihan dan kegiatan pembesaran. Kegiatan pembenihan umumnya masih dilakukan di Balai benih ikan milik pemerintah dan jarang dilakukan oleh masyarakat.Kegiatan pembenihan merupakan upaya untuk menghasilkan benih pada ukuran tertentu, sedangkan kegiatan pembesaran merupakan kegiatan untuk menghasillkan ikan yang siap dikonsumsi. Media pembesaran ikan patin berbeda-beda sehingga kegiatan persiapan media pembesaran sangat tergantung pada jenis media yang hendak dimanfaatkan.

Parameter Ikan Patin

SuhupHOksigenUmur IndukanJumlah Telur
26-31 C6-8>4>3 Tahun300.000-1.600.000

Penanganan dan Pemilihan Indukan Ikan Patin

Pemilihan Ikan Patin Sebaiknya berumur 3 tahun untuk betina dan 2 tahun untuk jantan dengan berat 1,2-2 kg.  Pemilihan induk betina yag telah siap kawin (telurnya sudah matang) dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara visual (tanpa alat bantu) dan dengan alat bantu
Memilih induk dengan cara visual .
  • Induk ikan ditangkap pada bagian pangkal ekor kemudian diangkat dari dalam air.
  • Badan ikan dibalik, lalu perhatikan besar kecilnya perut. Perut yang buncit kearah dubur merupakan salah
  • satu ciri induk yang telah matang gonad.
  • Perhatikan pula warna kulit di sekitar genitalnya. Apabila warnanya kemerahan, berarti telur sudah     matang.
  • Yang terakhir, rabalah bagian perutnya. Apabila lembek, itu juga merupakan salah satu ciri telur sudah  matang gonad

Memilih induk menggunakan alat bantu
Alat bantu yang digunakan biasanya berupa selang kanulasi (kateter), cawan kaca bening, larutan transparan, kertas milimeter, blok, lampu senter dan lain-lain.
  • Induk ditangkap pada bagian pangkal ekor, kemudian diangkat dari dalam air.
  • Badan ikan dibalikkan, lalu masukkan selang kateter ke saluran telur dengan hati-hati sampai menyentuh telur.
  • Sedotlah selang tersebut untuk mendapatkan contoh telur. Contoh telur tersebut diukur diameternya, bila memungkan gunakan mikroskop. Jika tidak ada dapat menggunakan kertas milimeter. Induk yang dianjurkan dipilih adalah induk dengan diameter telurnya rata-rata 0,9 mm.
  • Cara lain adalah letakkan contoh telur tersebut di atas cawan kaca bening kemudian diberi larutan transparan. Setelah itu, letakkan cawa di atas lampu pijar atau senter 10 watt. Amati posisi inti telur. Induk yang dipilih bila telurnya sebagian besar (80%) mempunyai inti telur yang sudah berada atau mendekati dinding telur.
  • Adapun pemilihan induk jantan yang siap kawin lebih mudah dilakukan. Caranya dengan melakukan pengurutan dari arah perut kebagian anusnya secara perlahan. Apabila keluar cairan berwarna putih (sperma) berarti ikan tersebut telah siap dikawinkan.
Perbedaan Indukan Jantan dan Betina Ikan Patin 

Induk Betina :
  • Umur 3 tahun.
  • Ukuran 1,2 – 2 Kg.
  • Perut mmbesar kearah anus.
  • Perut terasa empuk han halus bila diraba.
  • Kloaka membengkak dan berwarna merah tua.
  • Kulit pada bagian perut lembek dan tipis.
  • Kalau disekitar kloaka ditekan, akan keluar beberapa butir telur yang bentuknya bundar dan besarnya  seragam.
Induk Jantan :
  • Umur 2 tahun.
  • Ukuran 1,5 – 2 Kg.
  • Kulit perut lembek dan tipis.
  • Bila diurut akan keluar cairan sperma berwarna putih.
  • Kelamin membengkak dan berwarna merah tua.
  1. 6 hari pertama pemeliharaan indukan dengan pemberian makanan protein tinggi
  2. hari ke 7 induk diambil dan dilakukan penyuntikan (suntikan ekstrak kelenjar hipofise)
  3. Dalam pemijahan ikan patin. ikan patin yang sudah disuntik dilepaskan di kolam pembenihan
  4. Setelah 8-12 jam dari penyuntikan kedua induk ditangkap dengan menggunakan kain hapa
  5. Siapkan baskom / Wadah yang bersih untuk tempat telur
  6. Pemijahan denga suntik ini masih harus dibantu lagi dengan penguruta (stripping), yaitu perut diurut pelan-pelan dari bagian depan (dada) ke arah belakang denga menggunakan jari tengah atau jempol.
  7. Perut Induk betina diurut pelan-pelan ke arah belakang dan telur yang keluar ditampung dalam piring beremail tersebut. 
  8. Kemudian telur dan sperma diaduk sampai rata dengan menggunakan bulu ayam selama sekitar 0,5 menit. 
  9. Selanjutnya, ke dalam campuran telur dan sperma tersebut dituangkan air bersih sedikit demi sedikit sambil terus diaduk selama sekitar 2 menit. 
  10. Kemudian air dibuang dan diganti dengan air yang baru dan dibilas. 
  11. Pembilasan dilakukan 2 samapi 3 kali hingga sisa sperma dan sebagian gelembung minyak pada telur berkurang.
Penetasan Telur Ikan Patin
  • Bak pemijahan dicuci bersih dan dikeringkan.
  • Hapa dipasang untuk menetaskan telur.
  • Kolam diisi dengan air bersih.
  • Untuk menghindari timbulnya jamur maka perlu ditambahkan larutan penghambat pertumbuhan jamur,  antara lain dengan emolin atau Blitz-ich dengan dosis 0,05 cc/l. Setelah itu, aerator ditempatkan pada bak penetasan agar keperluan oksigen larva dapat terpenuhi.
  • Pada daerah-daerah yang suhu airnya relatif rendah diperlukan heater (pemanas) untuk mencapai suhu optimal yang relatif stabil.
  • Dalam proses penetasan, telur disebarkan merata kedalam hapa yang telah disiapkan sebelumnya. Telur ini dijaga agar jangan sampai menumpuk karena akan mengakibatkan telur menjadi busuk.Untuk itu telur disebar dengan menggunakan bulu ayam. Di bak penetasan ini telur yang telah dibuahi akan berkembang sedikit demi sedikit menjadi larva.
Pemeliharaan Larva
  • Benih yang berumur 1 hari dipindahkan ke dalam aquarium berukuran 80 cm x 45 cm x 45 cm. 
  • Setiap aquarium diisi dengan air sumur bor yang telah diaerasi. 
  • Kepadatan penebaran ikan adalah 500 ekor per aquarium. 
  • Sampai benih berumur satu hari belum diberi makanan tambahan dari luar karena masih mempunyai cadangan makanan berupa yolk sack atau kuning telur. 
  • Pada hari kedua dan ketiga baru benih itu diberi makanan berupa emulsi kuning telur ayam yang direbus. 
  • Selanjutnya benih ikan diberi makanan moina (Moina cyprinacea) atau yang populer dikenal sebagai kutu air dan jentik-jenti nyamuk.
  • Larva dipelihara di aquarium hingga berumur 15 hari. Setelah berumur sekitar 17 – 18 hari, benih dijarangkan di kolam pendederan yang lebih luas dengan menjaga kondisi lingkungan, makanan yang cukup, serta kualitas airnya.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pemijahan Ikan Patin Methode dry stripping atau methode kering

Cara Pemijahan Ikan Patin <<< Klik sini
Di habitat aslinya ikan patin dapat memijah secara alami namun kondisi ini belum bisa terjadi pada ikan patin yang dibudidayakan. Kondisi yang demikian menjadi kendala tersendiri dalam pembudidayaan ikan patin. Salah satu upaya yang sering dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan melakukan pembuahan di luar. Berikut ini merupakan proses pembuahan di luar pada ikan patin dengan fokus pembahasan pada Teknik Stripping.

Stripping dilaksanakan setelah penyuntikan induk. Jumlah induk yang digunakan disesuaikan dengan keperluan target produksi namun sebaiknya dengan perbandingan 1:2 atau 1:3. Penyuntikan pertama dilakukan pada induk betina dengan memberikan HCG dosis 500 IU/Kg untuk mematangkan dan meratakan telur. Penyuntikan kedua dilakukan setelah 24 jam penyuntikan pertama berupa penyuntikan induk betina dengan ovaprim 0,6 ml/Kg dan induk jantan dengan ovaprim 0,3 ml/Kg yang dicampur aquabides. Kemudian lakukan pemerikasaan kondisi induk setelah 8-12 jam penyuntikan untuk mengetahui kematangan telur dan sperma induk. Jika perut ikan dipijit ke arah anus kemudian keluar telur atau sperma maka induk telah siap untuk distripping.

Alat dan bahan
  • Baskom, untuk menampung telur
  • Bulu ayam, untuk mengaduk pembuahan
  • Kain, untuk memegang ikan
  • Tissu, untuk mengeringkan bagian anus ikan
  • Botol minuman air mineral, untuk menampung sperma
  • Skop net, untuk menyaring
  • NaCl, untuk mengencerkan dan mengawetkan sperma selama 8-12jam
  • Air mineral dan air sumur
  • Tanah liat, untuk menghilangkan lendir
  • Corong penetasan
Langkah Kerja
  • Siapkan botol minuman air mineral yang telah diisi NaCl dengan perbandingan 1:4
  • Ambil induk jantan kemudian lakukan pijitan pada perut ke arah anus. Tampung sperma yang keluar kedalam botol air mineral
  • Siapkan baskom dan lakukan pijitan induk betina pada perut ke arah anus kemudian tampung telur yang keluar. Pada telur-telur tersebut kemudian dicampurkan sperma secukupnya

 Telur Hasil Stripping di Tampung Pada Baskom
 Pengadukan Telur dengan Sperma Menggunakan Bulu Ayam
 Pembasuhan dengan Air Mineral
  • Aduk secara perlahan dengan menggunakan bulu ayam selama 5-15 menit
  • Basuh dengan air mineral secukupnya kemudian aduk lagi selama 5-15 menit
  • Basuh dengan air sumur untuk membuang sperma yang lebih lalu endapkan selama 5 menit
 Pembasuhan dengan Air Sumur
 Sterilisasi Tanah Liat Dengan Air Panas
 Pengadukan Telur Dengan Larutan Tanah Liat
  • Telur yang telah dibuahi akan tenggelam ke dasar baskom
  • Buang air beserta sperma yang tidak digunakan untuk pembuahan
  • Sterilkan tanah liat dengan membasuhnya menggunakan air panas. Kemudian tanah liat tersebut dilarutkan dengan menggunakan air sumur yang dingin.
 Penyaringan Telur Menggunakan Skop Net
Telur Siap Ditetaskan Didalam Corong Penetasan
  • Saring larutan tersebut dengan skop net lalu masukkan kedalam baskom yang berisi telur yang telah dibuahi. Aduk secara merata selama 5-15 menit sampai telur-telur tersebut saling terpisah satu sama lain
  • Masukkan telur ke dalam skop net kemudian cuci sampai bersih dengan menggunakan air sumur
  • Telur-telur yang telah bersih tersebut telah siap untuk ditetaskan pada corong penetasan. Jumlah telur untuk tiap corong penetasan adalah 300 gram butir telur.
Explanation :
Alam Ikan : supm-bone.net/

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budidaya Lobster Air Tawar

Cara Pemijahan Budidaya Lobster Air Tawar

Lobster Air Tawar memiliki banyak jenis spesies, tetapi jenis yang banyak dikembangkan adalah dari jenis Cherax quadricarinatus atau lebih dikenal dengan sebutan redclaw atau crayfish yang habitat aslinya berasal dari Australia.

Lobster jenis ini dapat hidup diperairan darat dengan suhu air berkisar antara 20-31 derajat celcius, pH air 7 dan kesadahan air 10-20 derajat dH. Pada umur 6-7 bulan, lobster ini sudah mulai kawin dan bertelur. Jumlah telur yang dihasilkan dapat mencapai 600-1000 butir/ekor dalam sekali kawin dan dalam jangka 1 tahun, induk betina mampu bertelur hingga 5 kali.

Klasifikasi Lobster Air Tawar
  • Kingdom    : Animalia
  • Filum          : Arthropoda/Crustacea
  • Subfilum     : Crustaceae
  • Kelas         : Malacostraca
  • Ordo          : Decapoda
  • Subordo     : Pleocyemata
  • Infraordo    : Astacidea
  • Superfamili : Parastacoidea
  • Famili         : Parastacidae
  • Genus        : Cherax, Procambarus dan Astacopis
  • Spesies      : Cherax quadricarinatus.
Keunggulan Lobster Air Tawar
  • Lobster Air Tawar dapat dibudidayakan dibandingkan dengan Lobster Laut.
  • Pertumbuhan Lobster Air Tawar relatif lebih cepat.
  • Kandungan lemak Lobster Air Tawar sangat rendah (<2%). Selain itu, Lobster Air Tawar juga mengandung selenium yang merupakan antioksidan untuk menghindari penyakit jantung dan koroner ; sumber yodium, zink, asam lemak omega 3, magnesium, kalsium dan fosfor.
  • Tekstur daging yang halus dengan cita rasa yang menggugah selera.
Parameter Lobster Air Tawar

SuhupHOksigenJumlah TelurUmur IndukanBerat
25-29 C7-9>4200 - 300> 8 bulan> 50 gr
25-29 C7-9>4600 - 900> 16 bulan> 100 gr
Dengan nilai DH 50 ppm, Amoniak 0,05 ppm atau kurang, Nitrit 0,03 atau kurang dan Turbiditas (kekeruhan air) 30 – 70 cm
Waktu pengujian kualitas air
  • Temperatur                     3 kali seminggu
  • pH (derajat keasaman)     3 kali seminggu
  • DO (kadar oksigen terlarut)  3 kali sehari
  • DH (kesadahan air)             1 kali seminggu
  • Amoniak                              1 kali seminggu
  • Nitrit                                     1 kali seminggu
  • Turbiditas (kekeruhan air)     1 kali seminggu
Pemilihan Indukan Lobster Air Tawar
  • Indukan yang dipilih memiliki umur minimal 6 bulan dengan panjang 10 cm
  • Dengan Perbandingan Jantan dan betina 3:2
  • Lobster Betina Selektif dalam memilih pejantan sehingga jumlah jantan lebih banyak
  • Ciri-ciri induk betina yang baik adalah ukuran kepala yang lebih kecil daripada ukuran badannya. Sebaliknya pejantan lebih bagus yang kepalanya lebih besar daripada badannya.
Perbedaan Jantan Dan Betina Lobster Air Tawar
  • Lobster jantan  dapat  di  lihat jika pada capik sebelah  luarnya terdapat bercak  berwarna merah. Namun, tanda merah itu baru muncul ketika lobster berumur 3-4 bulan atau setelah lobster berukuran 3 inc (7 cm). 
  • Tanda merah ini juga  merupakan  tanda lobster jantan telah siap kawin (matang gonad). 
  • Sedangkan pada lobster betina di bagian yang sama tidak tampak tonjolan (penis). 
  • Ciri lobster betina adalah terdapat lubang pada pangkal kaki ketiga dari bawah (ekor). Lubang tersebut adalah kelamin lobster betina dan tempat mengeluarkan telurnya.
Pemijahan Lobster Air Tawar
Menggunakan Aquarium
  • Pembenihan bisa dilakukan di dalam akuarium (ukuran 100x50x25cm) Untuk 6 jantan 4 betina
  • Tinggi air 25 cm
Menggunakan Kolam
  • Kolam semen (ukuran 2x1m) Untuk 30 Jantan 20 betina
  • Tinggi air 50 cm
Proses Perkawinan
  • Dalam wadah perkawinan tersebut diberi tempat persembunyian berupa pipa paralon yang berdiameter 3 inci dengan panjang sesuai tubuhnya dan jumlah paralon sesuai jumlah betina
  • Selama 2-3 minggu akan terjadi proses perkawinan indukan. 
  • Setelah terlihat tanda-tanda bertelur, pindahkan induk betina tersebut ke akuarium lainnya. 
  • Saat sedang mengerami telur, induk betina sangat malas dan berdiam diri di lubang persembunyian. Induk betina mengerami telurnya dengan cara melipat kakinya ke arah dalam. 
  • Usahakan 1 akuarium (ukuran 100x50x25cm) berisi 1 induk betina dengan ukuran air 20-25cm.
Pemindahan Induk Lobster Gendong Telur
  • Ciri – ciri induk yang sedang gendong telur adalah banyak berdiam diri dan ekornya yang terlipat erat dan rapat karena melindungi telur. Induk yang sedang dalam kondisi seperti ini harus segera dipindahkan ke dalam wadah pemeliharaan khusus pengeraman. 
  • Pemindahan harus dilakukan dengan sangat hati – hati untuk menghindari rontoknya telur yang diakibatkan oleh berontaknya induk. 
  • Pengecekan terhadap ada atau tidaknya induk yang sedang gendong telur dilakukan 2 minggu setelah proses pemijahan terjadi.
Pemeliharaan Telur Lobster
  • Proses pengeraman telur lobster membutuhkan waktu 30-35 hari. 
  • Pada minggu pertama, telur berbentuk bulat dan masih berwarna kuning. 
  • Selanjutnya telur akan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan mulai tampak bagian-bagian tubuhnya seperti mata dan kaki. 
  • Setelah satu bulan, semua bagian tubuh sudah terbentuk sempurna atau menetas. 
  • Dalam waktu 3-4 hari, seluruh benih akan terlepas dari tubuh induknya. 
  • Setelah Selesai menetas, induk dipindahkan ke dalam kolam perawatan induk.Perawatan dilakukan selama minimum 2 minggu untuk memberi waktu pada induk melakukan molting sebelum dikawinkan kembali.Untuk menjaga kualitas benih yang dihasilkan, selama hidupnya induk betina hanya bisa dikawinkan 6 kali.
Pemeliharaan Larva Lobster
  • Benih yang baru menetas dipelihara dalam kolam penetasan selama 10 hari.
  • Pemberian pakan berupa cacing,sayuran (misalnya tauge dan wortel) dan pelet khusus lobster bisa dilakukan secara bergantian. 
  • cacing sutera atau beku, biasanya 1 liter cacing bisa dihabiskan dalam waktu 1 minggu untuk 1000 benih lobster.
  • Selanjutnya benih dipindahkan ke kolam pembesaran benih untuk dipelihara selama 2 bulan.
  • Setelah berumur 8-15 hari, benih sudah mulai berbentuk seperti lobster dewasa yang memiliki cangkang kepala dan cangkang tubuh.
  • Selama pemeliharan benih, kualitas dan pasokan oksigen dalam wadah harus selalu diperhatikan dengan baik.
  • Benih tidak boleh terkena langsung panas matahari karena benih sangat sensitif terhadap perubahan suhu.
  • Untuk menjaga kebersihan wadah pemeliharaan 2 minggu sekali harus dikuras dan dibersihkan total untuk mengantisipasi munculnya bibit penyakit. Saat pengurasan dan pembersihan benih dipindahkan ke wadah lain.
Tempat Persembunyian Lobster
  • Pada Umur kurang dari 2 bulan tempat tempat persembunyian untuk lobster dapat dibuat dari batako berlubang, paralon, dan kayu-kayu tua yang berlubang, Batako berlubang lebih cocok digunakan untuk lobster yang masih kecil.  
  • Setelah berumur 3-4 bulan, lobster tersebut tidak dapat lagi masuk ke dalam lubang batako karena ukuran tubuhnya telah membesar. Pada umur tersebut, tempat persembunyian yang cocok adalah pipa paralon. paralon berdiameter 4 inci dipotong dengan panjang 15-20 cm dan paralon berukuran 2 inci dipotong menjadi 10-15 cm. Sementara itu, paralon-paralon berukuran kecil dipotong dengan panjang sekitar 5 cm. Saat pembersihan kolam, tempat –tempat persembunyian lobster tersebut juga harus dibersihkan dengan cara disikat.
  • Saat molting, kondisi lobster sangat lemah, selama 2-3 hari lobster hanya berdiam diri di tempat persembunyian hingga kulit yang baru tumbuh mengeras.
Pencegahan Penyakit Benih
  • Penyakit yang biasa menyerang benih lobster adalah parasit yang hidup di kepala dan badan lobster. Parasit tersebut berwarna putih susu dan bias berkembang biak di dalam tubuh dan kepala lobster.
  • Ciri lobster yang terkena parasit adalah nafsu makannya berkurang dan tidak lincah sehingga bias mengakibatkan kematian.
  • Untuk mengatasi penyakit ini rendam benih lobster pada air garam dengan kadar garam 30 ppt. Rendam benih lobster dalam air tersebut selama 10-14 hari dan setiap 3-4 hari sekali ganti air dengan air garam baru.

Proses akhir dari setiap siklus produksi budidaya lobster air tawar adalah tahap pasca panen.
Sorting
  • Adalah kegiatan pemilahan yang dilakukan terhadap lobster air tawar berdasarkan kepada parameter tertentu, seperti : kelengkapan organ tubuh, kebersihan tubuh, kesehatan, jenis kelamindan yang terakhir adalah ukuran (panjang dan berat). Alat bantu kerja yang umum digunakan pada tahap ini adalah grading bar, penggaris dan timbangan.
Salt dipping
  • Adalah kegiatan pembersihan lobster air tawar dari berbagai macam bakteri eksternal yang menempel di tubuh luar lobster air tawar. Yang dilakukan adalah mencelupkan lobster air tawar ke dalam air (liter) garam tanpa yodium dengan dosis tertentu (ppm) dan dalam jangka waktu tertentu (detik). Alat bantu kerja yang umum digunakan pada tahap ini adalah ember, jaring ikan, sendok teh,penghitung waktu (jam atau stopwatch) dan timbangan.
Purging
  • Adalah kegiatan pembersihan lobster air tawar dari berbagai macam kotoran eksternal (lumpur) maupun internal. Dalam waktu bersamaan, lobster dipuasakan selama beberapa (1 – 2) hari. Tindakan ini harus dilakukan terutama apabila wadah pemeliharaan yang digunakan berupa kolam tanah.
Pada umumnya, lobster air tawar yang diperjualbelikan di Indonesia adalah lobster air tawar yang masih dalam keadaan hidup (minimal ketika lobster air tawar diterima oleh pihak pembeli).

Nah, salah satu resiko dari tidak dilakukannya ketiga proses tersebut diatas adalah angka kematian yang tinggi dimana peristiwa itu terjadi selama dalam masa pengiriman dari pihak penjual ke pihak pembeli.

Akibatnya, pihak pembeli tidak akan mau membayar lobster yang sudah mati dan dengan demikian pihak penjual akan mengalami kerugian material sekaligus menanggung resiko ditinggalkan oleh pihak pembeli.

Produk Jual dari Alam Ikan
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Dwarf Guramy / Gurami Kerdil

Cara Pemijahan Dwarf Guramy / Gurami Kerdil
Ikan Gurame Mini alias Gurami Kerdil (Dwarf Gourami, Colisa lalia) Ikan gurame mini alias gurami kerdil (Dwarf Gourami, Colisa lalia) adalah spesies ikan air tawar bersifat bentik pelagis. Merupakan ikan asli dari daerah Bangladesh, India dan Pakistan. Bahkan ditemukan juga di Myanmar dan Nepal. Ikan gurame mini alias gurami kerdil (Dwarf Gourami) telah banyak diintroduksi ke beberapa negara lainnya seperti Singapura, Kolombia dan Amerika Serikat, termasuk juga Indonesia.

Habitat asli ikan gurame mini adalah danau atau sungai berarus tenang dan anak-anak sungai. Habitat ikan gurame kerdil umumnya padat ditumbuhi oleh tanaman air dan pada habitat tersebut dapat ditemui berbagai jenis ikan gurame mini dari genus Colisa hidup bersama-sama. Ikan gurame mini seringkali dipelihara bersama-sama dengan ikan-ikan jenis tetra, guppy, atau ikan platy pedang (Xiphophorus helleri) dan merupakan jenis ikan yang mirip dengan ikan sepat mutiara.

Parameter Ikan Draft Guramy

SuhupHOksigenJumlah TelurUmur indukan
25-28 C6-7,5> 3100-1000> 8 bulan

Media Pemeliharaan Ikan Gurame Mini / Gurami Kerdil (Dwarf Gourami)
Ikan gurame mini seringkali dipelihara di akuarium berukuran kecil, tetapi ukuran minimum akuarium yang disarankan adalah 60 cm (24 inci). Tempatkan akuarium di tempat yang cukup tenang di rumah, karena ikan gurame kerdil ini terkadang menjadi sangat gelisah bila mendapatkan situasi banyak suara. Di dalam akuarium, ikan gurame mini mendiami daerah tengah dan atas dari akuarium.

Pemilihan Indukan Ikan Gurami Kerdil
  • Jantannya berwarna biru menarik dengan garis merah indigo pada daerah bawah atau perutnya. 
  • Kalau akan memijah, di bagian perutnya terdapat garis-garis merah diagonal. 
  • Sirip punggungnya merah dan Sirip lainnya orange dengan titik-titik biru. 
  • Sementara betina berwarna kuning cerah dan siripnya lebih membulat.
Pemijahan Ikan Dwarf Guramy
  • Untuk tempat memijah, akuarium perlu dilengkapi dengan tanaman air yang mengapung. 
  • Induk jantan dan betina dapat dicampurkan dan dapat berpijah secara masal dengan perbandingan 1 : 1. Telurnya bersifat mengapung sehingga jantan tidak sulit memasukkannya ke sarang.
  • Di sini ikan jantan akan membuat sarang busa atau sarang gelembung dari air ludahnya, sebagai tempat memijah dan menyimpan telur hingga menetas nanti. 
  • Percumbuan dan pemijahan akan berlangsung di sarang ini, dan sesudah telur dikeluarkan dan dibuahi, sepat betina akan diusir keluar oleh si jantan. Sebagaimana jenis-jenis sepat lainnya, jantan sepat mutiara akan menjagai telur-telur ini hingga menetas. 
  • Betina sebaiknya diambil setelah selesai memijah, sedangkan jantan diambil bila larvanya sudah bisa berenang.
Telur akan menetas dalam waktu satu hari dan berenang bebas pada umur seminggu. Larvanya dapat diberi pakan infusoria setelah berenang atau keluar dari sarang. Dua atau tiga hari kemudian, larva dapat diberi kutu air saring dan selanjutnya kutu air besar. Untuk ikan dewasa dapat diberi cacing sutera atau pelet.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Sepat Mutiara

Cara Pemijahan Budidaya Sepat Mutiara (Tichogaster leeri)
Sepat mutiara (Tichogaster leeri) dengan nama dagang Pearl Gouramy atau Mosaic Gouramy berasal dari Sumatera, Kalimantan, Malaysia, dan Thailand. Ikan yang bersifat omnivora ini hidup pada suhu optimal 26-28° C; pH 6,5-7,0; dan kekerasan 6-8° dH. Panjang tubuh ikan ini dapat mencapai 12 cm. Warnanya biru muda dengan violet terang. Seluruh tubuhnya dipenuhi totol-totol putih seperti mutiara dengan poly mosaik. Pada saat birahi, warna bagian perut jantan menjadi orange. 

Untuk memelihara sepasang sepat mutiara sebaiknya digunakan kolam atau akuarium berukuran sekurang-kurangnya 60 liter; lebih besar ukurannya akan lebih baik, karena ikan ini akan menunjukkan gejala stres apabila merasa terbatasi ruangannya. Dapat dicampur jenis-jenis ikan lainnya, namun sebaiknya jangan digabungkan dengan ikan-ikan yang bersifat agresif atau terlalu aktif. Juga perlu dijaga agar akuarium tidak terlalu penuh agar sepat mutiara tidak gelisah. Tandanya, sepat jantan dapat tiba-tiba saja menyerang atau menggertak ikan lain yang terasa mengganggunya.

Parameter Ikan Sepat Mutiara

SuhupHOksigenUmur Indukan Jumlah Telur
24-286-7>4>7 bulan150-200

Pemilihan Indukan Ikan Sepat
  • Jika sirip pungungnya membulat dan pendek sehinga tidak  mencapai dasar pangkal sirip ekor  bisa di pastikan bahwa ikan tersebut  betina. 
  • Namun jika sirip pungugnya  panjang sehinga mencapai dasar  pangkal sirip ekor dan di tambah  lagi dengan bentuk tubuhnya yang  lancip seperti sirip pungung ikan gurami maka bahwa ikan itu memiliki  kelamin jantan. 
  • Induk jantan mempunyai sirip punggung yang panjang dan lancip serta dilengkapi dengan hiasan warna merah pada leher dan perut.  Warna merah ini akan semakin menyala pada saat ikan ini birahi.  Sedangkan ikan betina mempunyai sirip bulat dan pendek.
Pemijahan
Cara pemijahan dan pemeliharaan ikan ini hampir sama dengan Dwarf Gouramy. Perbedaannya hanya pada kedua induknya yang sangat setia merawat telurnya. Oleh karena itu, pemisahan induk jantan dan betina dengan anaknya dapat dilakukan setelah larva bisa berenang atau sekitar umur satu minggu. Ukuran jual sekitar 4 cm atau sudah berumur 3,5 bulan.
  • Untuk tempat memijah, akuarium perlu dilengkapi dengan tanaman air yang mengapung. 
  • Di sini ikan jantan akan membuat sarang busa atau sarang gelembung dari air ludahnya, sebagai tempat memijah dan menyimpan telur hingga menetas nanti. 
  • Percumbuan dan pemijahan akan berlangsung di sarang ini, dan sesudah telur dikeluarkan dan dibuahi, sepat betina akan diusir keluar oleh si jantan. Sebagaimana jenis-jenis sepat lainnya, jantan sepat mutiara akan menjagai telur-telur ini hingga menetas. 
Telur ikan akan menetas setelah 24 jam kemudian. Beberapa hari berikutnya burayak (anak-anak ikan) mulai aktif berenang. Pada saat itu hendaknya ikan jantan dipisahkan dari anak-anaknya, agar burayak-burayak itu tidak dimakannya. Anak-anak ikan mula-mula dapat diberi pakan udang renik, cacing tubifex, dan minggu-minggu berikutnya dapat diberi pakan kering yang dihaluskan.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

Cara Pemijahan Budidaya Ikan Platy

Cara Pembenihan Budidaya Ikan Platy (Xiphophorus maculatus)
Ikan platy adalah ikan ovovivipar artinya ikan tersebut beranak dan bertelur atau sering umum disebut beranak saja yang dalam bahasa Inggris disebut dengan livebearer. Ikan jantan akan membuahi telur betina yang masih berada dalam tubuhnya. Ikan platy yang banyak dikenal dikalangan penghobi ikan hias antara lain : platy koral, sunset, mickey mouse, pedang, cendrawasih, variatus, dan hawaii.

Meskipun mempunyai varian yang banyak namun pada dasarnya mempunyai ciri yang sama. Ikan ini dapat mencapai ukuran tubuh sebesar 12 cm, atau bahkan lebih pada beberapa jenis tertentu. Ikan platy bersifat pendamai sehingga cocok jika dicampur dengan ikan hias lain. Keistimewaan ikan ini adalah dapat beranak 4-5 kali hanya dalam sekali pemijahan. Hal ini karena induk betina mempunyai kemampuan untuk menyimpan sperma jantan dalam jangka waktu tertentu. Suhu yang baik untuk pemeliharaan platy adalah 25-28 0C dengan pH 7.0-7.5 serta dH atau hardness sebesar 10-15.

Parameter Ikan Platy

SuhupHOksigenUmur Indukan Jumlah Telur
24-306-8>5>3 bulan5-50

Cara perkembangbiakkan ikan hias ada beberapa macam:

  • Ikan-ikan hias yang bertelur berserakan.
  • Ikan-ikan hias yang meletakkan telurnya pada suatu subtrat.
  • Ikan-ikan hias yang menetaskan telurnya dalam sarang busa.
  • Ikan-ikan yang mengeramkan telurnya di dalam mulut.


Perbedaan Jantan dan Betina
Induk Jantan (Male)
  • Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang.
  • Tubuhnya rampaing.
  • Warnanya lebih cerah.
  • Sirip punggung lebih panjang.
  • Kepalanya besar.
Induk Betina (Female)
  • Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
  • Tubuhnya gemuk
  • Warnanya kurang cerah.
  • Sirip punggung biasa.
  • Kepalanya agak runcing.

Syarat Pemeliharaan
  • Air yang diperlukan adalah air yang cukup mengandung Oksigen (O2) dan jernih.
  • Suhu air berkisar antara 24 ~ 28°C.
  • pH yang disukai agak sedikit alkalis, yaitu berkisar 7 ~ 8.
  • Makanan yang diberikan dapat berupa makanan alami (cuk, cacing, kutu air) dan makanan buatan, diberikan secukupnya.
Teknik Pemijahan
  • Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang-sepasang.
  • Jantan 1 betina 3 ini biasanya lebih baik dan cepat banyaklah memelihara betina. Jantan akan membuahi 1 betina dan jika selesai maka akan berpisah dan memilih betina lain
  • Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. 
  • Usahakan segera pisahkan induk yang hamil ditempat yang telah ditetapkan biasanya akan hamil dalam waktu 3 Minggu.
  • Pergantian air dilakukan setiap hari sebanyak 20-50% atau tergantung tingkat kekotoran air. Penyifonan sisa pakan dan kotoran juga dilakukan setiap hari.
Perawatan Benih
  • Sebaiknya anda simpan ditempat yang aman setelah ibunya melahirkan dalam waktu 3 jam anda harus pisahkan dan biarkan anaknya berenang-renang dan mulai mencari makan berupa lumut-lumut. Anda bisa berikan makanan berupa kutu air, jentik, dan Pelet ikan yang diracik halus dan berikan sedik jangan berlebihan.
  • Pergantian air. Air dalam bak atau aquarium jangan sampai kotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapat dibersihkan setiap 2 ~ 3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuang pada waktu penyiphonan sebanyak 10 ~20% dapat diganti dengan air yang baru.
Beberapa ikan hias yang beranak (live bearer), misalnya:

Ada juga beberapa jenis ikan hias yang dapat hidup tanpa pompa air

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat


Cara Pembenihan Budidaya Ikan Swordtail

Cara Pemijahan Budidaya Ikan Swordtail
Ikan Ekor pedang / Swordtail  (Xiphophorus helleri ) berasal dari Brazil, Amerika Selatan. Ikan ini cenderung bersifat karnivora. Swordtail biasanya berwarna merah. Akibat kawin silang dan mutasi, Swordtail yang ada sekarang sangat beragam dalam bentuk tubuh dan warna.

Swordtail jantan dapat dikenali dengan mudah lewat bentuk ekor pedang mereka, sirip punggung lebih panjang, dan sirip perut yang lancip. Sementara betina, bentuk ekor dan sirip perut membulat seperti kipas dan lebih gemuk. Swordtail termasuk ikan yang gampang beradaptasi dengan berbagai kondisi air. Swordtail dapat tumbuh hingga 5 inci (13 cm) dan mampu hidup antara 3-5 tahun. Tubuh ikan ini dapat mencapai paniang 8 cm. Warna tubuh putih bening keperakan dengan sirip-sirip agak transparan. Namun,

Parameter Ikan Ekor Pedang

SuhupHOksigenUmur Indukan Jumlah Telur
24-306,5-7,5>4>6 bulan5-50

Perbedaan Ikan Jantan dan Betina
    Induk Jantan
    • Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang.
    • Tubuhnya rampaing.
    • Warnanya lebih cerah.
    • Sirip punggung lebih panjang.
    • Kepalanya besar.
    Induk Betina
    • Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
    • Tubuhnya gemuk
    • Warnanya kurang cerah.
    • Sirip punggung biasa.
    • Kepalanya agak runcing.
    • Perbandingan pemijahan jantan dan betina 1:3
    Pemijahan 
    • Sediakan kolam / bak akuarium, ukuran bebas, tergantung dari jumlah ikan yang akan diternak.
    • Kedalaman air 40 - 50 cm aja, Sediakan jaring dengan ukuran lubang yang kira-kira anakan bisa masuk, tapi indukan tidak bisa menerobos.
    • Pilih Indukan yang baik / tidak cacat dan benar-benar siap kawin, dengan perbandingan pejantan 1 (satu) ekor, dan betina 5 (lima) ekor.
    • Sebelum Indukan dimasukan ke kolam, persiapkan dulu airnya, cari daun ketapang kering , cuci dan masukkan ke air kolam. Setelah 2-3 hari air akan berubah coklat, masukkan indukkan ke dalam jaring yang terendam air.
    • Tujuan penggunaan jaring ini adalah untuk menghindari termakan nya anakan oleh induknya. atau bisa menggunakan tanaman air untuk menyembunyikan anak yang lahir
    • Kasih makan indukan sehari 2 kali secukupnya.
    • Setelah terjadi perkawinan, akan terlihat perut betina membesar. Pada saat itu ambil pejantannya, karena pejantan lebih agresif dalam memangsa anakan nya.
    • Indukan betina yang sudah melahirkan anaknya segera di ambil. Persiapkan untuk perkawinan berikutnya. Indukan dapat memiliki anakan setiap 4 sampai 6 minggu
    Pakan Larva
    • Dua hari kemudian, larva sudah bisa berenang dan dapat diberi pakan infusoria selama 2-3 hari. Selanjutnya larva dapat diberi kutu air.
    • Ikan yang sudah bertelur dan pernah kawin dapat bertelur kembali walaupun tanpa jantan. Telur yang keluar tanpa jantan tersebut masih bisa menetas. Diduga hal ini disebabkan sperma jantan dapat tahan lama berada dalam saluran telur betina.
    • Pembesaran ikan ini dapat dilakukan dalam kolam maupun akuarium. Pakan untuk pembesaran berupa kutu air besar, cacing sutera, dan cacing darah. Ikan ini bisa dijual saat ukurannya sudah mencapai sekitar 2,5 cm atau sekitar berumur tiga bulan.

    Swordtail sangat produktif. Seekor betina dapat melahirkan antara 5-50 anak. Selang 28 hari kemudian mereka dapat melahirkan batch berikutnya. Sering mengganti air, penambahan 1 sendok makan garam per 3 liter air, dan sinar matahari yang cukup dipercaya dapat memperbanyak produksi anakan Swordtail.
    Setelah dilahirkan, anakan sebaiknya dipisah dengan ikan dewasa, karena sangat sering ditemukan kasus ikan dewasa memakan anak yang baru lahir. Dari sejak lahir, setiap anak Swordtail sepenuhnya mampu berenang dan makan. Anak ikan biasanya bersembunyi di sekitar tanaman air. Anak swordtail akan menjadi induk setelah berumur 5 bulan.

    Beberapa ikan hias yang beranak (live bearer), misalnya:
    1. Ikan Guppy (Poecilia reticulata Guppy)
    2. Ikan Molly (Poelicia latipinna Sailfin molly)
    3. Ikan Platy (Xiphophorus maculatus Platy)
    4. Ikan Sword tail (Xiphophorus helleri Sword tail)

    Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
    Semoga Bermanfaat

    Cara Pembenihan Budidaya Ikan Oscar

    Cara Pemijahan Budidaya Ikan Oscar (Astronatus Ocellatus)
    Ikan Oscar merupakan jenis ikan air tawar yang berasal dari sungai Amazone, Panama, Rio-Paraguay dan Tio-Negro Amerika Selatan, serta sudapat dikembang-biakan di Indonesia. Ikan Oscar mempunyai bentuk dan warna yang menarik. Warna badannya kehitam-hitaman dengan batikan berwarna kuning kemerah-merahan. Ada juga jenis albino yang warna dasar tubuhnya putih. jantannya dicirikan dari warna merah pada tutup insang dekat perut dan mempunyai tiga buah lingkaran hitam pada sirip punggung.

    Sementara pada betina, warna tersebut kabur dan tidak ada tanda lain. Oscar dapat mencapai ukuran 35 cm, akan tetapi rata-rata ikan ini berukuran maksimal 30 cm. Oscar termasuk ikan cerdas dan memiliki kepribadian. Mereka dapat belajar dengan cepat mengenai jadwal makannya. Hampir segala sesuatu yang berhubungan dengan makanannya dapat direkam dengan baik oleh ikan ini. Apabila dilatih, Oscar dapat menerima pakan langsung dari tangan pemiliknya. Mereka dapat melompat hingga ketinggian 15 cm agar dapat meraih pakan dari tangan si pemilik.

    Parameter Ikan Oscar

    SuhupH OksigenUmur IndukanJumlah Telur
    24-28 C6-7>4>1,5 Tahun1000-4000

    Pemilihan Induk
    • Induk yang baik untuk dipijahkan sudah berumur 1,5 tahun sampai 2 tahun dengan panjang badan 15 cm dan tinggi badan 10 cm serta berwarna cerah.
    • Seleksi induk dimulai saat ikan Oscar masih remaja (5 ~ 6 bulan), dengan cara mencampurkan 5 ekor jantan dan 5 ekor betina. Ikan Oscar remaja ini akan mencari pasangannya sendiri-sendiri. Setelah saling berpasangan maka kita pisahkan di bak tersendiri sampai menjadi induk.
    Perbedaan Induk Jantan dan Betina
    • Induk Jantan panjang badan relatif lebih panjang dari Induk Betina
    • Induk Jantan alat kelamin lebih menonjol - Induk Betina yang telah matang perutnya gendut
    • Induk Betina lubang kelamin lebih besar
    Cara Pemijahan
    • Bak perkawinan terbuat dari semen yang berukuran 1 1/2 x 1 x 0,5m 3 , diisi air yang telah diendapkan selama 12 ~ 24 jam setinggi 30 ~ 40 cm.
    • Jika bak perkawinannya luas, dapat disekat.
    • Sepasang induk Oscar yang telah matang telur dimasukkan ke dalam bak.
    • Pada setiap kolom diberi batu ceper yang berwarna gelap dan di atasnya ditutup sebagian besar agar suasana kolom menjadi teduh.
    • Oscar mengadakan pemijahan siang dan sore hari langsung dibuahi oleh pejantan.
    • Telur yang berada di atas batu ceper tersebut yang telah dibuahi diangakat dimasukkan ke dalam aquarium untuk ditetaskan. Aquarium berukuran 70 x 40 x 40 cm 3 diisi air setinggi 10 cm, untuk telur sepasang induk.
    • Ke dalam aquarium diberi udara (aerasi) dengan kekuatan lemah.
    • Selesai 3 hari biasanya telur-telur mulai menetas.
    • Air diberi campuran emalin atau methylene blue.
    Pemeliharaan Benih
    • Benih ikan ini sampai berumur 4 hari belum perlu diberi makan, karena masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sacknya (kuning telur).
    • Pada hari ke 5 benih diberi makanan Rotifera. Pemberian makanan ini tidak boleh terlambat karena ikan Oscar bersifat kanibal (memangsa sesamanya).
    • Pada hari ke 10 sudah bisa diberi kutu ari yang telah disaring.
    • Setelah berumur 2 minggu benih mulai diberi kutu air tanpa disaring dan mulai dicoba cacing rambut.
    • Benih sudah dapat dipindahkan ke bak/kolam yang lebih luas setelah berumur 25 hari.
    Pembesaran
    • Pembesaran ikan dilakukan setelah benih berumur 25 hari.
    • Bak yang digunakan berukuran 2 x 1 x 1 m 3 , dan diisi air setinggi 20 – 25 cm.
    • Untuk pertama kali pembesaran dapat ditebar kurang lebih 300 ekor ikan.
    • Untuk mengurangi teriknya matahari pada siang hari, di dalam bak diberi tanaman air seperti eceng gondok dan Hidrilla Verticilata. Untuk mencegah masuknya air hujan terlalu banyak, pada bagian atas bak ditutup sebagian dengan seng plastik.
    • Penjerangan dilakukan setelah benih berada di bak selama sebulan dengan jumlah menjadi 200 ekor
    • Makanan yang diberikan berupa cacng rambut.
    • Setelah ikan berumur 5 ~ 6 bulan, ikan sudah dapat diseleksi untuk dijadikan induk, makanan yang diberikan diganti dengan udang kali yang masih segar/hidup, bisa juga diberi udang rebon yang masih segar.
    Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
    Semoga Bermanfaat

    Cara Pemijahan Budidaya Ikan Botia Secara Buatan

    Cara Pembenihan Budidaya Ikan Botia (Botia macracanthus)
    Ikan Botia merupakan ikan hias asli Indonesia yang mempunyai nama daerah Ikan Bajubang, ikan ini hanya bisa dijumpai di dua tempat di Indonesia yakni Sungai Batanghari, Jambi dan Sungai Barito, Kalimantan. Botia, didalam buku Saanin (1984) disebutkan memiliki 2 macam spesies, yaitu Botia macaracanthus dan Botia hymenphysa. Di dalam buku lain yang di tulis oleh Kottelat dkk (1993), ikan botia memiliki tiga spesies, yaitu Botia macaracanthus,Botia hymenphysa dan botia reversa. Ketiga spesies ini dibedakan salah satunya perbedaan jumlah pita hitam yang melingkar di tubuhnya. Botia macaracanthus memiliki 3 pita hitam,Botia hymenphysa mempunyai 13 – 15 pita hitam dan botia reversa memiliki 12 pita hitam. Secara taksonomi ikan hias botia masuk dalam kategori famili cobitidae.

    Berikut klasifikasi ikan botia lengkapnya :
    * Kingdom : Animalia
    * Fillum : Chordate
    * Kelas : Osteichthyes
    * Subkelas : Actinopterygii
    * Ordo : Teleostei
    * Subordo : Cyprinoidea
    * Famili : Cobitidae
    * Genus : Botia
    * Spesies : Botia macaracanthus,Botia hymenphysa, Botia reversa

    Parameter Ikan Botia

    SuhupHoksigenJumlah Telur Umur Indukan
    24-305-7>3500-1000> 8 bulan

    Pemilihan Indukan Ikan Botia
    • Di alam ikan ini dapat mencapai ukuran 30 – 40 cm sedangkan di akuarium dapat mencapai panjang maksimal 11 – 14 cm. ikan botia betina dapat mencapai berat 80 gram setelah dewasa. Sementara jantannya dapat mencapai 40 gram. Umur ikan botia termasuk panjang. Usianya dapat mencapai umur 20 tahun.
    • Indukan yang di pilih berumur 8-10 bulan
    Karakteristik Perairan Ikan Botia
    • Karakteristik perairannya sesuai dengan habitat ikan botia yang menyukai perairan tenang, gelap dan suka bersembunyi tapi ia tidak menyukai adanya lumpur. Ikan botia yang suka hidup berkelompok
    Pemijahan Buatan Ikan Botia
    Rangsangan Pemijahan
    • Dilakukan dengan cara stimulasi yaitu dengan menyuntikan hormon gonadotropin. Biasanya hormaon yang sering digunakan untuk merangsang pemijahan adalah “Ovaprim”. 
    • Ovaprim merupakan hormaon GNRH dan domperidon. Dosis yang digunakan dalam penyuntikan yaitu 1 ml/kg berat induk. Penyuntikan biasanya dilakukan dua kali. 
    • Penyuntikan pertama dilakukan bertujuan untuk pematangan sel telur dengan dosis 0,4 ml/kg. 
    • Setelah 6 jam dilakukan penyuntikan kedua
    • Sedangkan penyuntikan kedua bertujuan untuk proses pemijahan dengan dosis 0,6 ml/kg.
    Stripping / Pengeluaran Telur Ikan Botia
    • Stripping adalah proses pengeluaran telur dan dan sperma dari induk betina maupun jantan dengan cara mengurut bagian genetal induk. 
    • Sebelum induk dilakukan stripping dilakukan pembiusan dengan menggunakan MS22 (phenoxy ethanol) dengan dosis 0,3 ml/L air. 
    • Setelah dilakukan stripping, telur dan sperma dimasukan pada wadah terpisah. Biasanya sperma diencerkan dengan larutan fisiologis (perbandingan 1:3).
    Pembuahan Ikan Botia
    • Pembuahan ika botia dilakukan secaran buatan yaitu dengan mencampur telur dan sperma. Setelah telur dan sperma tercampur, 
    • ditambahkan air untuk mengaktifkan sperma dan diaduk perlahan dengan bulu ayam. Selanjutya telur diletakan pada corong penetasan selama 15-26 jam pada suhu 26-27C.
    Pemanenan Larva Ikan Botia
    • Pemanenan larva dilakukan setelah telur menetas atau setelah 15-26 inkubasi. Larva yang baru menetas tidak langsung dipindahkan ke dalam akuarium sebab larva botia sangat sensitif terhadap perubahan kondisi lingkungan. 
    • Setelah 4 hari didalam corong penetasan dan larva sudah dapat makan artemia, larva botia baru bisa dipindahkan ke dalam bak pemeliharaan larva atau akuarium.
    Pemeliharaan Larva Ikan Botia
    • Pemeliharaa larva ikan botia dilakukan pada akuarium dengan padat tebar 5 ekor/liter. Pada larva berumur 4 hari, larva diberi makan dengan aetrmia sampai latva berumur 13 hari. Setelah itu larva diberi makan  cacing darah sampai panen.

    Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
    Semoga Bermanfaat

    Cara Pembenihan Budidaya Ikan Molly

    Cara Pemijahan Budidaya Ikan Molly
    Molly (Poecilia sphenops) berasal dari Meksiko, Florida, Virginia. Ikan ini bersifat omnivore. Ukuran tubuhnya relatif cukup besar, maksimal sekitar 12 cm. Hingga kini sudah banyak varietas yang beredar di pasaran dengan warna dan bentuk tubuh yang beragam akibat persilangan dan mutasi. Molly balon, misalnya, yang bertubuh seperti bola akan tampak sangat bagus seperti maskoki mini bila ukurannya sudah besar.

    Di habitat aslinya, molly menghendaki suhu perairan 25 - 28° C dengan pH 8 dan kekerasan sekitar 14-20° dH. Namun, karena sudah lama dipelihara di daerah dengan pH netral (sekitar 7) maka saat ini tampaknya pembudidayaan di daerah ber-pH netral pun sudah tidak ada masalah. Hanya saja jenis ikan ini kurang toleransinya terhadap perubahan atau goncangan suhu yang tinggi.

    Parameter Ikan Molly

    SuhupHOksigenJumlah TelurUmur Indukan
    25-28 C7-8,5>480-125>5 bulan

    Perbedaan Jantan dan Betina Ikan Molly
    Induk jantan:
    • Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang panjang.
    • Tubuhnya ramping
    • Warnanya lebih cerah.
    • Sirip punggung lebih panjang.
    • Kepalanya agak besar.
    Induk betina:
    • Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
    • Tubuhnya gemuk
    • Warnanay kurang cerah
    • Sirip punggung biasa
    • Kepalanya agak runcing
    Memijahkan Ikan molly hampir sama dengan Ikan guppy. Hanya saja hasilnya akan lebih bagus bila kondisi airnya agak keras. Untuk itu, penambahan garam dapur sekitar satu sendok makan per tiga liter air akan membantu memperbanyak produksi anakan molly. Selain itu, kecukupan sinar matahari merupakan syarat agar berhasil membudidayakan molly. Molly akan menjadi induk setelah berumur lima bulan. Ukuran jualnya sekitar 2,5-3,0 cm yang dapat dicapai dalam waktu 3-4 bulan.

    Teknik Pemijahan Ikan Molly
    • Persiapan wadah pemijahan berupa bak plastik atau akuarium 
    • penambahan garam dapur sekitar satu sendok makan per 8 liter air 
    • Tempatkan wadah pemijahan ditempat yang jauh dari keramaian
    • Penambahan Tanaman Air untuk peransang
    • Induk dimasukkan ke dalam tempat pemijahan dengan perbandingan (induk jantan 1/3 induk betina). 
    • Proses pemijahan ditandai dengan kejar–kejaran yang dilakukan induk jantan terhadap induk betina sambil menyerempetkan badannya. Ini berlangsung selama 4–7 hari. 
    • Setelah seminggu, benih tampak berkumpul diantara tanaman air atau berenang di pinggiran bak. 
    • Setelah itu dapat dipisahkan dari induknya dan dipindahkan ke kolam pendederan.
    Perawatan Benih Ikan Molly
    • Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 ~ 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.
    • Setelah mencapai ukuran medium (2 ~ 3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 ~ 7 cm) dapat diberi makanan cuk.
    • Disamping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll.
    • Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat meerusak kualitas air.
    • Pergantian air. Air dalam bak atau aquarium jangan sampai kotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapat dibersihkan setiap 2 ~ 3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuang pada waktu penyiphonan sebanyak 10 ~20% dapat diganti dengan air yang baru.
    Beberapa ikan hias yang beranak (live bearer), misalnya:
    4. Ikan Sword tail (Xiphophorus helleri Sword tail)

    Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
    Semoga Bermanfaat

    Cara Pembenihan Budidaya Ikan Tiger Barb

    Cara Pemijahan Budidaya Ikan Tiger Barb (Puntius tetrazona)
    Ikan Sumatera (Tiger Barb), sesui dengan namanya ikan ini memang berasal dari sumatra, ciri ikan ini tampak jelas, badannya memanjang, pipih ke samping. Pada tubuhnya yang berwarna kuning keperakan terdapat empat buah garis berwarna hitam secara vertikal . satu buah di bagian kepala melewati mata dan tutup insang, dua buah di bagian badan, dan satu buah lagi di pangkal ekor.

    Ikan Sumatera gerakannya lincah dan aktif berenang. Ikan ini tergolong pendamai tetapi bila sudah mencapai usia dewasa ikan ini agak sedikit usil dan suka menggejar ikan lain jadi jangan heran bila dipelihara bersama ikan lain dalam satu akuarium akan ada ikan yang ekor atau sisiknya pada rusak akibat keusilan ikan sumatera ini. Ikan ini cukup rakus, segala jenis pakan alami atau pakan buatan tak pernah ditolaknya.

    Parameter Ikan Sumatera Barb

    SuhupHOksigenJumlah TelurUmur Indukan
    23-28 Derajat6-7,5>3200-500> 3 bulan

    Persiapan saran pemijahan
    • Ikan dewasa  Panjangnya bisa mencapai 6 cm dapat dipijahkan secara massal atau berpasangan pada tempat yang tidak terlalu luas. Tempat pemijahan berupa bak semen atau akuarium dilengkapi dengan substrat atau tanaman air sebagai tempat menempelkan telur.
    • Toleransinya terhadap suhu , yaitu sekitar 20 – 60oC, pH netral sampai basa. Suhu optimal untuk pemijahannya 25oC dan kesadahan rendah, tinggi air dalam bak lebih kurang 30 cm, untuk mencegah jamur pada telur nanti sebaiknya air pada bak pemijahan diberikan obat anti jamur/methylene blue dengan konsentrasi rendah .
    Pemilihan induk
    • Umur calon induk sama dengan 3 bulan atau lebih, panjang . 
    • Induk betina bila telah matang kelamin perutnya membulat serta lembek jika diraba, warna tubuhnya biasa saja. 
    • Sebaliknya, ikan jantan lebih ramping dan warna tubuhnya mencolok. Ikan jantan yang telah matang kelamin sering berubah warna.
    Pemijahan induk
    • Substrat/Tanaman air hydrilla yang telah dicuci bersih dimasukan kedalam bak pemijahan. Induk hasil seleksi dilepaskan sore hari dengan perbandingan jantan dan betina 1 : 1.
    • Pemijahan mulai terjadi malam atau pagi hari sebelum jam 10. 
    • Substrat/Tanaman air sebagai tempat menempel telur harus dikontrol untuk mengetahui ikan sudah bertelur atau belum. 
    • Hal ini sangat penting karena telur sangat kecil dan berwarna bening ,selesai pemijahan induk segera ditangkap dan dipindahkan ke tempat lain, sedangkan telur yang menempel pada tanaman air tetap dibiarkan pada bak pemijahan sampai menetas. 
    • Telur akan menetas dalam waktu 2 hari. Paling lambat 3 hari .
    Pemeliharaan larva
    • Pada minggu pertama, larva diberi infusoria,rotifera atau kutu air saring karena masih lemah, belum aktif, dan alat pencernaannya belum terbentuk sempurna. 
    • Memasuki minggu ke tiga, benih sudah lebih kuat serta aktif makapakan sudah dapat ditambah dengan pakan buatan. Pakan tambahan berupa tepung pelet halus atau cacing sutera dapat diberikan sampai akhir pemeliharaan untuk mempercepat pertumbuhan ikan umur 2 bulan ikan sudah bisa dipanen dan dipasarkan.

    Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
    Semoga Bermanfaat

    Cara Budidaya Kepiting Lunak / Soka

    Cara Pembesaran Kepiting Lunak / Soka
    Kepiting bakau (Scylla serrata) mempunyai lima pasang kaki; sepasang kaki yang pertama dimodifikasi menjadi sepasang capit dan tidak digunakan untuk bergerak. Dalam budidaya kepiting bakau, diperlukan ketersediaan lahan bebas polusi, pengelolaan yang baik, serta benih yang unggul.

    Untuk lahan pemeliharaan, tambak tradisional yang biasanya digunakan untuk memelihara bandeng atau udang bisa dimanfaatkan. Ada beberapa macam kepiting bakau yang bisa kita ketahui: Scylla oceanica: kepiting jenis ini warnanya agak kehijauan serta memiliki garis coklat di hampir semua bagian tubuhnya, terkecuali di bagian perutnya, Scylla serrata: kepiting jenis ini memiliki ciri khas warna keabu-abuan hingga hijau kemerah-merahan, Scylla transquebarica: jenis yang terakhir ini warnanya kehijauan hingga kehitaman dan terdapat sedikit garis coklat pada bagian kaki renangnya. Dibandingkan dua jenis kepiting lainnya, Scylla serrata memiliki ukuran lebih kecil di usia yang sama. Namun dibandingkan yang lain, jenis ini lebih bersaing dan diminati pembeli.

    Parameter Kepiting

    SuhuSalinitaspHJumlah TelurUmur Indukan
    22-36 C15-33 ppt6-8100-1000> 1 tahun



    Sifat Kepiting Bakau (Scylla serrata)
    • Secara umum, kepiting bakau memiliki sifat dan kebiasaan sebagai berikut:
    • Saling menyerang dan kanibalisme. Pada kepiting, kedua sifat ini adalah ciri khas yang paling menonjol, sehingga hal ini pula yang menjadi tantangan dalam usaha pembudidayaan kepiting.
    • Kesukaannya berendam di dalam lumpur serta membuat lubang di pematang atau dinding tambak pemeliharaan.
    • Kepekaan pada tingkat pencemaran atau polutan.
    • Ganti kulit atau molting.    
    Siklus Hidup Kepiting Bakau (Scylla serrata)
    Siklus hidup Kepiting Bakau sejak telur mengalami fertilisasi dan lepas dari tubuh induk betina akan mengalami berbagai macam tahap, yaitu:
    • Sekali perkawinan bisa 3 kali memijah.
    • Pelepasan telur bisa terjadi setengah jam dan proses penetasan dapat berlangsung selama 3 hari.
    • Proses perkembangan telur hingga penuh berlangsung selama 30 hari.
    Ciri-ciri masing-masing siklus Kepiting Bakau (Scylla serrata) :
    Larva Zoea
    • Pada tahap Zoea, berlangsung proses pergantian kulit (molting) selama 3-4 hari. Pada stadium ini larva akan sangat peka terhadap perubahan lingkungan terutama kadar garam dan suhu air. 
    Fase Megalops
    • Pada fase ini larva masih mengalami proses molting namun relatif lebih lama yaiu sekitar 15 hari. Setiap molting tubuh kepiting akan mengalami pertambahan besar sekitar 1/3 kali ukuran semula.
    Kepiting muda
    • Pada fase ini tubuh krpiting masih dapat terus membesar. 
    Kepiting dewasa
    • Pada stadium ini selain masih mengalami perbesaran tubuh, karapaks juga bertambah lebar sekitar 5-10 mm. Kepiting dewasa berumur 15 bulan dapat memiliki lebar karapaks sebesar 17 cm dan berat 200 gr.
    Beberapa prinsip yang perlu diketahui dan dikerjakan yaitu antara lain:
    Biologi Kepiting Bakau
    • Reproduksi dilakukan di perairan laut, telur setelah dibuahi ditempelkan di bagian perut, di balik karapag yang berumbai-umbai, dierami selama 10-12 hari, larva kepiting bakau berkembang dari stadia zoea 1-5 selama 18-20 hari, megalopa selama 5-7 hari dan mencapi stadia crablet yang mengalami moulting pada setiap 4-7 hari hingga menjadi bibit berukuran rata-rata 30-50 g/ekor  (panjang 2-5 cm) yang dicapai selama 50-70 hari.
    • Kualitas air yang dibutuhkan untuk hidup dan dapat tumbuh secara baik yaitu: kadar garam 10-25 ppt, suhu 28-330C, pH 7,5-8,5 dan DO lebih dari 5 ppm.
    • Perilaku kepiting bakau bersifat kanibal, kepiting yang tidak sedang moulting sering dijumpai memakan kepiting yang sedang moulting.
    • Pakan untuk kepiting bakau yaitu dari berbagai jenis binatang seperti ikan rucah, amphibia, reptilia, jeroan dari limbah pemotongan ayam, juga suka diberi pakan udang yang berupa pelet kering, kelas grower. Pakan larva berupa phytoplankton (Chaetoceros sp, dan Tetraselmis sp) dan zooplankton (Brachionus sp dan Artemia sp)
    Cara Budidaya Kepiting Bakau
    Ada 4 cara dilakukan berdasarkan tujuan produksi yaitu:
    • Pembesaran dari bibit ukuran 30-50 g/ekor menjadi ukuran konsumsi 200-300 g/ekor
    • Penggemukan dari kepiting bakau dari ukuran 100-150 g/ekor menjadi ukuran konsumsi 200-300 g/ekor
    • Produksi kepiting bakau-soka, bercangkang lunak. Masa pemeliharaan biasanya 3-4 minggu.
    • Produksi kepiting bakau-bertelur, kepiting bakau betina ukuran 200 g/ekor  atau lebih yang penuh telur diperoleh dengan cara ablasi mata. Masa pemeliharaan 1 bulan dan 1-2 minggu setelah ablasi mata dilakukan.
    Teknik Budidaya Kepiting Bakau
    • Pembesaran dari bibit ukuran 30-50 g/ekor menjadi ukuran konsumsi 200-300 g/ekor. Dilakukan  dengan berbagai macam cara sesuai situasi dan potensi lokasi budidaya kepiting bakau. Prinsip yang harus dilakukan yaitu kepiting bakau tidak boleh lepas, maka perlu kurungan atau sekeliling tanggul tempat pemeliharaan pagar dari bambu yang cukup rapat. Dihindari dari kemungkinan besar terjadi kanibalisme. Disarankan memakai sistem baterei, dengan padat tebar 40 ekor/m2. Jika dilakukan sistem tambak disarankan padat tebar 2 ekor/m2. Lama pemeliharaan 3 bulan.
    • Penggemukan dari kepiting bakau dari ukuran 100-150 g/ekor menjadi ukuran konsumsi 200-300 g/ekor. Disarankan dipelihara dengan sistem baterei, padat tebar40 ekor/m2. Lama pemeliharaan 3-4 minggu.
    • Produksi kepiting bakau-soka, bercangkang lunak. Masa pemeliharaan biasanya 3-4 minggu. Kepiting bakau yang dipelihara berukuran 150-200 g/ekor dan lama pemeliharaan 2-3 minggu. Pergantian kulit ini secara alami dirangsang oleh alam yaitu saat air pasang tertinggi, kemelimpahan pakan. Disarankan memakai sistem baterei, dengan padat tebar 40 ekor/m2. Cara ini dilakukan untuk mencapai kelulus hidupan sampai 100%.
    • Produksi kepiting bakau-bertelur, kepiting bakau betina ukuran 200 g/ekor  atau lebih yang penuh telur diperoleh dengan cara ablasi mata. Masa pemeliharaan 1 bulan dan 1-2 minggu setelah ablasi mata dilakukan. Disarankan memakai sistem baterei, dengan padat tebar 40 ekor/m2. Jenis pakan harus kaya akan protein dengan jumlah yang cukup, dari bebrbagai jenis ikan rucah, cumi-cumi dan kerang.
    Pemberian Pakan
    • Kepiting bakau diberi pakan berbagai jenis pakan dari cumi-cumi, kerang, ikan rucah, amphibia, reptilia, jeroan ayam, atau pelet kering, pakan udang untuk kelas grower. Pakan diberikan 2 kali sehari, dosis 2-3 % dari biomas kepiting bakau.
    Penanggulangan Penyakit
    • Penyakit kepiting bakau dapat dicegah dengan cara menjaga agar kualitas air tetap pada kondisi baik, hindarkan  lingkungan menjadi kotor dan pemakaian antibiotik yang cenderung mengendap di dasar tambak.
    Cara Pemanenan
    • Pada sistem pemeliharaan di tambah dengan pagar bambu, pemanenan dilakukan dengan cara membuang air tambah sampai kedalaman 30 cm lalu kepiting ditangkap dengan alat tongkat bambu yang dibuat seperti ajir. 
    • Cara ini kurang dianjurkan karena sering menyebabkan capitnya lepas dan harga kepiting bakau akan anjlok. 
    • Cara yang dianjurkan yaitu membuang air tambak sampai habis, dan kepiting akan lebih mudah ditangkap dengan seser dari bahan bambu. Mengikat kaki kepinting bakau secara benar, hal ini dapat menghindarkan capit kepiting bakau lepas dan cara ini dilakukan untuk memudahkan mengangkutnya.
    Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
    Semoga Bermanfaat

    Cara Pemijahan Ikan Arwana

    Cara Pembenihan Ikan Arwana (Sclerophages formosus)
    Meski terdapat begitu banyak jenis ikan arwana di Asia, mereka adalah satu marga, yaitu Scleropages. Dengan demikian, ikkan-ikan tersebut mempunyai cara berkembang biak yang sama dan mudah disilangkan.

    Budidaya ini dimulai dari memelihara indukan dalam satu bak pemeliharaan yang sekaligus digunakan sebagai pemijahan. Akan sulit membudidayakan ikan ini dengan cara menjodohkan ikan jantan dan betina sebelum dipelihara bersama dalam bak pemeliharaan.
    Persiapan Induk Ikan Arwana (Sclerophages formosus)
    ParameterIkan Arwana (Sclerophages formosus)

    SuhupHOksigenUmur IndukanJumlah Telur
    27-29 C6.8-7.5>5> 4 Tahun20-100

    Bak Pemijahan Ikan Arwana (Sclerophages formosus)
    • Masukan sekitar 6 ikan arwana dalam kolam semen berukuran 5x5 meter dengan kedalaman 50 cm. Pasanglah jaring plastik mengelilingi kolam setidaknya setinggi 75 cm dari permukaan air untuk mencegah ikan melompat keluar.
    • Masukan beberapa akar kayu bakau untuk menciptakan kondisi alami di sudut kolam sebagai daerah memijah. Material batu dan pasir sebaiknya tidak digunakan karena akan menyebabkan luka pada ikan. Daerah memijah sebaiknya terlindungi dari cahaya langsung dan pastikan daerah tersebut bukan daerah yang ramai, berisik, atau tempat lalu lalang orang. Indukan dipelihara di kolam ini sampai ikan mencapai kematangan atau siuap kawin dan memijah.

    Kualitas Air Ikan Arwana (Sclerophages formosus)
    • Kondisi air harus dibuat semirip mungkin dengan lokasi ikan-ikan ini berasal. Biasanya pH berkisar antara 6.8 – 7.5 dan suhu 27-29 derajat celcius. Penggantian air harus dilakukan secara rutin setiap hari, yaitu sekitar 30-35% dari volume total. Ketinggian air dijaga sekitar 50-75 cm.
    Pakan Ikan Arwana (Sclerophages formosus)
    • Pakan yang diberikan merupakan gabungan diet berupa pellet 32% protein dan beragam pakan hidup berupa ikan mas dan udang atau potongan daging dan kepiting.
    • Pakan diberikan sekitar 2% dari berat tubuh ikan setiap hari dengan dibagi menjadi 2 kali pemberian pakan.
    Matang Kelamin Ikan Arwana (Sclerophages formosus)
    • Ikan matang kelamin sekitar 4 tahun dengan panjang tubuh sekitar 45-60 cm. Musim memijah biasanya berkisar di bulan juli dan desember. Saat di alam, ikan jantan akan memelihara telur di dalam rongga mulutnya selama 2 bulan sampai benih benar-benar bisa berenang bebas.
    • Di dalam ovarium ikan arwana betina mengandung 20-30 telur dengan diameter 0,8 – 1,9 cm. Pada jenis dan ukuran tertentu, ada betina arwana yang dapat menghasilkan hingga 60 telur.
    Membedakan Jantan dan Betina Ikan Arwana (Sclerophages formosus)
    • Perbedaan jenis kelamin ikan arwana hanya dapat diketahui saat ikan beranjak dewasa, sekitar usia 3-4 tahun. Perbedaan kelamin juga dapat diketahui dari ukuran tubuh dan ukuran rongga mulut. Ikan jantan biasanya lebih ramping dan lebar dari punggung ke perut. Mulut ikan jantan lebih besar dan warnanya lebih cerah dibandingkan ikan betina. Mulut ikan yang lebih besar dan rahang yang lebih lebar ke arah bawah digunakan untuk memelihara telur di rongga buccal milik ikan jantan. Ukuran kepala si jantan juga lebih besar. Dari segi perilaku, si jantan juga agresif dan selalu unggul saat berebut makanan.

    Proses Pemijahan Ikan Arwana (Sclerophages formosus)
    • Pemijahan akan dimulai sekitar seminggu sampai sampai sebulan sebelumnya. Saat malam hari, biasanya ikan akan berenang di sekitar permukaan sambil mendesak sehingga menciptakan cipratan air. Mereka saling melingkarkan tubuh, mulut ke ekor masing-masing jenis.
    • Jika sudah tiba waktunya, ikan betina akan mengeluarkan telur dan pada saat yang sama pejantan akan membuahi dengan mengeluarkan sp[ermanya, kemudian memasukan telur yang dibuahi tadi ke dalam mulutnya.
    • Telur berdiameter sekitar 8-10mm dan masih tampak seperti kuning telur satu minggu setelah pembuahan. Setelah menetas, anak-anak ikan ini masih berada di mulut arwana jantan selama 7-8 minggu sampai kuning telurnya benar-benar habis. Larva ini bebas dari induknya saat ukuran tubuhnya sekitar 45mm.
    Identifikasi Pejantan Ikan Arwana (Sclerophages formosus)
    • Ikan jantan sangat mudah diketahui saat memelihara anakan di mulutnya. Yaitu adanya perilaku tidak mau makan karena ada anak di mulutnya. Selain itu, terjadi perubaahan bentuk rahang menjadi sedemikian lebar dibanding saat belum terisi larva ikan.



    Panen Larva Arwana Ikan Arwana (Sclerophages formosus)
    • Waktu inkubasi atau waktu yang dimulai dari pembuahan sampai larva dilepaskan induknya adalah sekitar 8 minggu. Untuk memperpendek waktu larva di mulut induknya dapat dilakukan panen ikan secara paksa dengan membuka mulut ikan jantan. Hal ini dilakukan 30 hari setelah pembuahan.
    • Ikan jantan diambil dengan menggunakan jala halus, kemudian secara pelan-pelan rahang ikan dibuka dengan menekan secara pelan rahang bawah ke arah bawah.
    • Terdapat dua orang yang bertugas membuka mulut ikan jantan. Seorang memegang tubuh ikan, sementara orang kedua memegang rahang ikan dan membukanya. Saat memegang ikan, sebaiknya gunakan handuk basah supaya ikan jantan tidak terluka karena meronta saat dibuka mulutnya.
    • Jumlah larva yang dihasilkan ikan ini berkisar antara 20-60 ekor, tergantung pada jenis, genetis, dan ukuran ikan betina.
    Memelihara Benih Ikan Arwana (Sclerophages formosus)
    • Larva yang sudah dihasilkan ikan arwana selanjutnya diinkubasi di akuarium yang berukuran 90x45x45cm. Pertahankan suhu air dalam akuraium pada kisaran 27-29 derajat celcius dengan heater dan beri aerator.
    • Untuk mencegah bakteri dan jamur dapat ditambahkan 2 ppm acrivlafin cair. Dengan cara pemeliharaan in vitro ini, biasanya tingkat keberhasilan hidup anak arwana sekitar 90-100%.
    • Selama seminggu pertama, saat larva masih mempunyai cadangan makanan berupa kuning telur, mereka hanya tergolek di dasar aquarium. Saat kuning telurnya mulai mengecil, mereka akan berusaha berenang. 
    • Setelah 8 minggu. Ikan mulai berenang bebas karena kuning telurnya sudah habis. Pada saat itu, panjang tubuhnya sekitar 8,5 cm.



    Membesarkan Benih Ikan Arwana (Sclerophages formosus)
    • Pada saat memasuki minggu ke 7, ikan sudah dapat diberi pakan anakan ikan guppy atau cacing suter. Pakan hidup diberikan supaya tidak terjadi saling serang diantara calon karnivora tersebut.
    • Pada saat itu, sebaiknya air aquarium disifon setiap hari dan diganti dengan air yang berkualitas sama dengan di akuarium pemeliharaan benih.
    • Ikan yang sudah berukuran 10-12 cm dapat mulaiu diberi pakan udang atau potongan daging. Untuk menambah warnanya agar lebih cemerlang dan merangsang sel chromatopora maka dapat diberikan lampu sekitar 12 jam sehari.
    • Setelah 6-7 bulan, ikan akan mencapai ukuran sekitar 20-25 cm.
    Fase Kritis Ikan Arwana (Sclerophages formosus)
    Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
    Semoga Bermanfaat