sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

» » » Ikan Buntal Tetraodontidae (Puffer Fishes)

Arothron meleagris pertama kali ditemukan di Samudra Indo Pasifik & Timur Pasifik oleh Lacep├Ęde pada tahun 1798. Spesies cantik ini mempunyai banyak nama seperti Golden puffer (Ikan Buntal emas)/pufferfish, guineafowl/guinea – fowl pufferfish, guineafowl blaasop, spotted puffer, velcro fish, white-spotted balloon, white-spotted puffer, yellow puffer, dan sebagainya. Orang – orang Indonesia sering menyebut Arathron meleagris dengan sebutan ikan buntal.

Tetraodontidae adalah sebuah famili dari ikan muara dan laut yang berasal dari ordo Tetraodontiformes. Secara morfologi, ikan-ikan serupa yang termasuk dalam famili ini serupa dengan ikan landak yang memiliki tulang belakang luas yang besar (tidak seperti tulang belakang Tetraodontidae yang lebih tipis, tersembunyi, dan dapat terlihat ketika ikan ini menggembungkan diri). Nama ilmiah ini merujuk pada empat gigi besar yang terpasang pada rahang atas dan bawah yang digunakan untuk menghancurkan cangkang krustasea dan moluska, mangsa alami mereka.

Berikut Jenis - Jenis Ikan Tetraodontidae
Ikan jenis tetraodontidae termasuk jenis ikan yang tidak boleh diekspor dari luar negeri karena berbahaya bagi manusia. Menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.17/MEN/2009 tentang Larangan Pemasukan Beberapa Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia, dan dari Global Invasive Species Database,ISSG (The Invasive Species Specialist Group).

1. Colomesus psittacus

Nama Ilmiah : Colomesus psittacus
Nama Umum : banded puffer, banded pipefish, parrot pufferfish
Taksonomi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Osteichthyes
Ordo : Tetraodontiformes
Family : Tetraodontidae

Genus : Colomesus

Deskripsi Colomesus psittacus
Colomesus psitaccus merupakan jenis ikan yang termasuk ke dalam kelompok Tetraodontidae, memiliki bentuk tubuh memanjang dengan panjang tubuh maksimal sampai dengan 29 cm. Merupakan ikan demersal yang hidup soliter dan berenang lambat. Tubuh bagian punggung berwarna hijau gelap dengan enam garis hitam melintang, warna perut putih, sirip berwarna hijau tua atau coklat tua. Ikan ini memiliki racun yang membahayakan hidup hewan air laut. Mampu menggembungkan diri hingga mencapai panjang maksimum 90 cm.

Habitat/Ekologi Colomesus psittacus
Habitat/ekologi dari ikan Colomesus psittacus ini adalah perairan laut dan juga terdapat di perairan payau dan juga perairan tawar. Merupakan ikan tropis dan subtropis dengan suhu rata-rata 23 °C - 26 °C. Ikan yang belum ada di Indonesia ini bersifat karnivora dengan makanan utamanya yaitu mollusca. Cara makan yaitu dengan menghancurkan makanannya tersebut menggunakan giginya yang kuat.

Penyebaran Daerah Asli Colomesus psittacus

  • Pantai Paria (Atlantik) hingga Sungai Amazon di Brazil.
  • Penyebaran Daerah Asing : Brazil, French Guiana, Guyana, Trinidad, Venezuela, dan Suriname.

Dampak Colomesus psittacus
Memiliki racun yang membahayakan hewan air lainnya yaitu jenis zat tetrodotoxin yang merupakan racun dengan daya yang lebih kuat daripada sianida dan bisa menyebabkan kesulitan bernafas pada orang yang terkena zat tersebut.

2. Tetraodon duboisi

NamaIlmiah : Tetraodon duboisi
Nama Umum : ocellated puffer
Taksonomi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Ordo : Tetraodontiformes
Family : Tetraodontidae
Genus : Tetraodon

Deskripsi Umum Tetraodon duboisi
Ikan yang termasuk dalam family Tetraodontidae ini memiliki bentuk tubuh memanjang dengan warna kekuningan dan memiliki bintik warna hitam dan coklat.

Habitat/Ekologi Tetraodon duboisi
Hidup di perairan tawar beriklim tropis dan termasuk ikan demersal yang sulit tertangkap dengan menggunakan gillnet.

Penyebaran Daerah Asli Tetraodon duboisi
Republik Demokratik Kongo.
Penyebaran Daerah Asing
Benua Afrika (Leopoldville, Stanley Pool)

Dampak Tetraodon duboisi
Memiliki racun yang dapat membahayakan hewan air lain dan juga berbahaya pada manusia yang terkena zat racun tersebut.


3. Tetraodon lineatus

Nama Ilmiah : Tetraodon lineatus
Nama Umum : nile puffer, globe fish, fahaka puffer, coral butterfly,
lined puffer.
Taksonomi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Ordo : Tetraodontiformes
Family : Tetraodontidae
Genus : Tetraodon

Deskripsi Tetraodon lineatus
Tetraodon lineatus yang lebih dikenal dengan sebutan fahaka puffers adalah ikan yang memiliki bentuk tubuh bulat memanjang yang ditutupi dengan duri pendek dan memiliki warna abu-abu kecokelatan di bagian belakang yang secara bertahap warna tersebut menjadi lebih terang hingga pada bagian bawah berwana keputihan. Tetraodon lineatus memiliki garis-garis kuning yang mengalir di tubuhnya dan perut yang berwarna kuning. Fahaka puffers muda menunjukkan warna belang-belang tanpa warna yang kuat sedangkan yang lebih tua mengembangkan warna yang lebih kuat secara bertahap, dengan beberapa garis-garis kuning muncul pada bagian tubuhnya tersebut. Panjang tubuh maksimal mencapai 43 cm dengan ukuran jenis ikan jantan dan betina tidak berbeda.

Jenis ikan ini dapat mengubah warna tubuh tergantung dengan kondisi lingkungan. Jika ikan tersebut stres, warna tubuh cenderung terlihat lebih gelap dari biasanya. Ikan ini memiliki kemampuan untuk mengembangkan perutnya dengan udara atau air hingga ukurannya menjadi 2 atau 3 kali dari ukuran normal sehingga cukup besar untuk bisa menakut-nakuti predator.

Habitat/Ekologi Tetraodon lineatus
Habitat/ekologi ikan Tetraodon lineatus ini banyak ditemukan di perairan tawar sampai air payau. Ikan ini bersifat demersal dan hidup pada kisaran pH 7,0 dan pada iklim tropis dengan kisaran suhu 24°C - 26°C.

Penyebaran Daerah Asli Tetraodon lineatus
Ikan yang sengaja dijual sebagai hewan peliharaan aquarium ini hidup pada habitat aslinya di daerah Benin, Burkina Faso, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Mesir, Ethiopia, Gambia, Ghana, dan Guinea.

Penyebaran Daerah Asing  Tetraodon lineatus
Sedangkan untuk penyebaran daerah asing, ikan ini sudah tersebar di wilayah Afrika Timur yaitu sungai Nil bagian atas, dan Danau Turkana, di wilayah Afrika Utara, yaitu di bagian bawah dari sungai Nil. Selain itu juga ikan ini statusnya sudah ada di Indonesia.

Dampak Tetraodon lineatus
Memiliki racun yang dapat membahayakan hewan air lain dan juga berbahaya pada manusia yang terkena zat racun tersebut.

4. Tetraodon mbu

NamaIlmiah : Tetraodon mbu
Nama Umum : fresh water puffer fish, mbu puffer,giant puffer
Taksonomi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Ordo : Tetraodontiformes
Family : Tetraodontidae
Genus : Tetraodon

Deskripsi Tetraodon mbu
Spesies ikan ini hanya hidup di air tawar dan bersifat karnivora. Tubuh ikan berbentuk kerucut dan tidak memiliki sisik. Spesies ini sering disebut sebagai ikan buntal air tawar raksasa karena ukurannya yang sangat besar, tumbuh dengan panjang mencapai 67 cm (26 inci). Puffer raksasa memiliki kulit yang penuh dengan duri kecil, kecuali moncong dan bagian awal sirip ekor. Memiliki patters hijau dan kuning di bagian belakang, dan perut berwarna kuning atau putih. Bercak-bercak hitam pada bawah perut merupakan tanda bahwa ikan ini sakit atau stres. Ikan ini juga dapat berubah warna tergantung pada kondisi lingkungan untuk penyamaran. Mbu Puffer memiliki ekor bergaris yang biasanya dilipat, namun dibuka ketika dia berenang.

Habitat /Ekologi Tetraodon mbu
Habitat/ekologi ikan Tetraodon mbu ini yaitu menghuni sungai besar dan danau.

Penyebaran Daerah Asli Tetraodon mbu
Habitat asli dari ikan ini adalah wilayah perairan di Republik Afrika Tengah, Kongo, Republik Demokratik Kongo, Tanzania.

Dampak Tetraodon mbu
Memiliki racun yang dapat membahayakan hewan air lain dan juga berbahaya pada manusia yang terkena zat racun tersebut.

5. Tetraodon miurus
Nama Ilmiah : Tetraodon miurus
Nama Umum : stanleypool puffer
Taksonomi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Ordo : Tetraodontiformes
Family : Tetraodontidae
Genus : Tetraodon

Deskripsi Tetraodon miurus
Ikan ini dinamakan puffer fishkarena mereka memiliki perut elastis yang bisa mengembang dengan berisi air atau udara, biasanya merupakan respon terhadap beberapa jenis ancaman, meskipun dalam akuarium banyak spesimen tampak mengembang diri tanpa alasan yang jelas. Ikan menjadi 2 atau 3 kali ukuran normal, cukup besar untuk menakut-nakuti predator potensial, atau sulit untuk menelan.Puffers juga memiliki beberapa adaptasi menarik lainnya. Mereka adalah salah satu dari beberapa ikan yang benar-benar dapat berkedip atau menutup mata.. Mereka juga memiliki paruh seperti mulut, yang dibentuk oleh fusi dari 2 gigi dari rahang masing-masing (maka Tetraodon). Ini digunakan untuk menghancurkan invertebrata, makanan favorit ikan tersebut.

Habitat/Ekologi Tetraodon miurus
Ikan dengan nama latin Tetraodon miurus ini hidup di sungai besar atau pada daerah aliran sungai dan daerah dekat jeram pada wilayah beriklim tropis dengan suhu 24 oC – 28 oC.

Penyebaran Daerah Asli Tetraodon miurus
Hidup endemik di wilayah Republik Kongo, Republik Demokratik Kongo.

Dampak Tetraodon miurus
Banyak bagian tubuh puffers mengandung neurotoxin tetrodoxin yang mematikan. Ini adalah racun jenis yang sama dengan yang ditemukan dalam gurita cincin biru. Bila tertelan dalam jumlah yang cukup, dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian.

Adaptasi Ikan Buntal (Arothron meleagris)

Ikan buntal menggunakan racun tersebut. Racun tetrodotoxin yang 20 kali lipat lebih mematikan daripada sianida ini digunakannya untuk membantu proses perkembangbiakan dan menghindari pemangsa.

Melalui proses yang disebut adaptasi evolusi,ia menjadi kebal terhadap racun tetrodotoxin yang berasal dari sesuatu yang dimakannya, khususnya dari makhluk hidup laut yang terkontaminasi racun.

Ketika terancam, Arathron meleagris dapat mengembangkan/menggelembungkan tubuh mereka dengan menelan air untuk meningkatkan volume tubuh sebagai pencegah terhadap predator. Inilah asal muasal mengapa Arathron meleagris dijuluki juga dengan sebutan “the Puffer” atau “ikan balon”.

Habitat Ikan Buntal (Arothron meleagris)
  • Ditemukan di Teluk California ke Ekuador, termasuk pulau – pulau lepas pantai,
  • juga tersebar luas di daerah tropis Indo-Pasifik laut. 
  • Habitat asli spesies ini adalah di daerah sekitar terumbu karang dangkal dan berbatu.
Morfologi dan Anatomi Ikan Buntal (Arothron meleagris)
  • Spesies Arathron meleagris mempunyai dua fase perubahan penampilan dalam kehidupannya, yaitu fase hitam dan fase emas. Ketika fase hitam terjadi, kulit Arathron meleagris berwarna hitam dengan bintik – bintik berwarna putih di seluruh tubuhnya. Fase emas terjadi dengan  ditandai perubahan warna di tubuh spesies yang semula berwarna hitam berubah  menjadi warna keemasan dengan bintik – bintik putih kecil di seluruh tubuhnya. Ada juga fase kuning dengan bintik – bintik putih yang agak jarang,fase ini jarang terjadi ketika ikan berada di dalam akuarium.
  • Arothron  meleagris tidak mempunyai sirip perut, tetapi dia dapat bermanuver dengan menggunakan sirip dada, punggung, dan ekor. Spesies ini mempunyai bentuk mulut menyerupai paruh yang digunakan untuk mencabiki mangsanya. Gigi yang menyatu bersama menjadi satu kesatuan, menciptakan mulut yang kuat dan dapat meretakkan kulit  kerang siput, landak laut, dan kepiting yang merupakan makanan utama ikan buntal. Ikan buntal memiliki keunikan pada alat pencernaannya yaitu lambung yang mampu menggelembung, sehingga ikan ini dikenal sebagai blowfish.
  • Kantung lambung ikan buntal dapat membesar dengan cara memasukkan air/udara ke dalam lambung. Kemampuan menggelembung ini  disebabkan oleh bekerjanya otot esofagikokardia dan otot pada sfingter pilorik. Lambung ini dapat menjadi besar karena  kulit ikan buntal memiliki serabut kolagen tidak elastis  tersusun  berombak di bagian dermis yang dapat mengulur menjadi memanjang saat terjadinya penggelembungan. Ikan ini juga tidak memiliki tulang rusuk pleural, sirip pelvis dan tulang pelvis.
  • Pengosongan kantung lambung dapat berlangsung oleh kontraksi otot lambung yang dibantu oleh otot – otot abdominal tubuh ikan. Air atau udara yang mengisi lambung pada saat terjadi Pengosongan kantung di lambung dikeluarkan melalui celah insang yang berada di bagian anterior sirip dada. Modifikasi lambung ikan buntal digunakan sebagai alat  untuk mempertahankan dirinya dari predator. Spesies ini berkembang biak dengan cara ovipar atau bertelur.
  • Tubuh ikan buntal  dapat mengembang seperti balon dan mengeluarkan duri tajam, hal ini dilakukan agar melindungi diri dari mangsa yang akan mengganggunya. Selain itu, ikan buntal ini juga memiliki racun yang terkandung di dalam tubuhnya. Spesies ini umumnya dapat tumbuh hingga memiliki panjang 8-14 inci (20 - 35 cm), mencapai maksimum  20 inci (50 cm) dan penyebaran ikan  ini adalah di perairan tropis seluruh dunia. Ikan Buntal ini adalah predator malam hari, biasanya bersembunyi di celah-celah karang di siang hari dan baru akan beraksi mencari makan pada malam hari. Arathron meleagris termasuk hewan carnivora atau pemakan daging.

Racun Ikan Buntal (Arothron meleagris)

Bagian yang paling beracun dari fugu adalah hati, telur, dan saluran pencernaannya. Tetapi bila pada saat pengolahan terkontaminasi oleh bagian organ dalam yang pecah, daging menjadi sangat beracun dan mematikan.

Racun yang terkadung pada bagian dalam ikan  ini disebut Tetrodotoksin (TTX).Dosis mematikan racun ikan buntal bagi manusia diperkirakan 2 mg TTX. Racun ini sangat mematikan & akan bereaksi pada korbannya hanya dalam waktu kurang dari setengah jam. Oleh karena itu pada umumnya di restoran tertentu makanan ini akan dihidangkan oleh koki setengah jam setelah masak &  dicoba oleh Chef koki tersebut sebelum dihidangkan untuk menjamin keamanannya.

Racun TTX ini belum mempunyai antidote.Memasak tidak dapat merusak racun tersebut. Sebaiknya hindari pandangan masyarakat yang salah mengenai me- masak dapat membunuh racun tersebut.

Gejala keracunan TTX ini, akan diawali dengan rasa mual,muntah-muntah, mati rasa dalam rongga mulut, selanjutnya muncul gangguan fungsi saraf yang ditandai dengan rasa gatal di bibir, kaki dan tangan.Gejala selanjutnya ya- itu terjadinya  kelumpuhan & kematian akibat sulit bernafas & serangan jan- tung.Gejala tersebut timbul selama 10 menit pertama hingga 30 menit dan setelah itu akan menimbulkan kematian.

Oleh karena itu apabila mengalami gangguan diatas setelah mengkonsumsi ikan ini ada baiknya segera ke rumah sakit untuk “ dipompa ” perutnya untuk mencegah racun masuk lebih dalam ke dalam tubuh melalui pencernaan, ini harus dilakukan sebelum 30 menit setelah makanan masuk ke dalam tubuh.Setelah itu pun, harus tetap waspada karena terkadang  racun dapat bereaksi dalam 6 jam pertama setelah daging itu dipompa keluar.

Manfaat Ikan Buntal (Arothron meleagris)

Mengingat resiko yang tinggi apabila ikan buntal ini salah dalam pengolahannya, maka di Jepang hanya koki-koki yang memiliki sertifikat dari Departemen Kesehatan lah yang diizinkan untuk  mengolah ikan buntal ini untuk dikonsumsi umum. Sehingga di Jepang, menu masakan yang mengandung ikan buntal harganya cukup mahal.Di sebuah restoran di Osaka menjual menu ikan buntalnya dengan harga 10.500 yen atau sekitar Rp 840.000.

Selain di negara Jepang ada baiknya berhati-hati untuk memakannya, khususnya di Indonesia, sebab belum ada sertifikasi koki yang menjamin ikan ini dimasak oleh ahlinya. Di Singapore sendiri terjadi kasus keracunan ikan buntal oleh salah satu restoran Jepang yang hampir memakan korban jiwa seorang Chef yang sedang mencoba makanan tesebut. Bahkan di Thailand pada tahun 2004 - 2007, 115 korban dibawa ke rumah sakit karena mengkonsumsi daging ikan ini dan 15 orang meninggal, sekalipun sebenarnya ikan ini sudah dilarang masuk ke Thailand sejak 2002.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaa

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply