sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

» » » 4 Jenis Penyakit pada Ikan

Alam Ikan ; Berikut adalah 4 jenis phylum penyebab penyakit ikan yang dapat menyebabkan kematian
ikan, berikut penjelasan singkat, penjelasan lebih lanjut dapat dilihat masing - masing , phylum.
A. PHYLUM SARCOMASTIGOPHORA Penyebab kematian massal pada ikan liar maupun ikan budidaya. 
Beberapa jenis parasit yang termasuk ke dalam phylum sarcomastogophora ordo dinoflagellida terlah menimbulkan masalah pada budidaya ikan, yaitu Amyloodinium ocellatum, Piscinoodinium, Crepidoodinium, Ichthyodinium dan Oodinioides. Umumnya parasit dinoflagellida ditemukan pada ekosistem akuatik dan banyak diantaranya merupakan endosymbiont pada pada invertebrata. Banyak dinoflagellata menghasilkan ichthyotoksin, yang dapat menyebabkan kematian massal pada ikan liar maupun ikan budidaya.

1. Amyloodinium ocellatum 
Parasit ini adalah golongan dinoflagellata yang paling umum dan paling penting sebagai parasit pada ikan. Dapat menyebabkan morbid atau mortality pada ikan air laut maupun ikan air payau yang dibudidayakan di seluruh dunia. Parasit ini telah dilaporkan menyebabkan kematian sekitar 70 – 80% stok juvenil ikan striped bass di Missisipi, USA, dalam waktu kurang dari satu minggu. Parasit ini juga dikenal sebagai momok pada ikan-ikan akuarium air laut. Parasit ini dapat menginfeksi ikan elasmobranch dan teleost. Saat ini telah dilaporkan lebih dari 100 spesies ikan telah terinfeksi. Ikan euryhaline seperti tilapia juga rentan terhadap parasit ini ketika dipelihara pada lingkungan payau. Parasit ini menyebabkan penyakit yang disebut Amyloodiniasis atau penyakit velvet. Agen penyebab penyakit adalah Amyloodinium ocellatum. Parasit ini melekat pada jaringan inang dengan menggunakan stalk atau peduncle yang pendek dan pada bagian ujungnya terdapat rhizoid dan stomopode mirip tentakel yang dapat bergerak. Tropon dewasa dapat mencapai ukuran diameter 120 um.

2. Piscinoodinium sp 
Parasit ini memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan Amyloodinium sp. Menimbulkan masalah pada ikan air tawar. Banyak ikan-ikan tropis sangat rentan terhadap parasit ini, dimana ikan anabantin, cyprinid dan cyprinodontid seringkali terinfeksi. Bentuk tropohont parasit ini mirip dengan trophont pada Amyloodinium, berwarna kuning kehijauan, pyriform dan berukuran 12 X 96 ┬Ám. Berbentuk bulat saat dewasa.  Siklus hidup parasit ini mirip dengan Amyloodinium, kecuali waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan siklus hidupnya lebih lama yaitu berkisar 10 – 14 hari pada kondisi optimal.

3. Ichthyobodoosis pada ikan air tawar 
Agen penyebab adalah ektoparasit Ichthyobodo necator (synonim Costia necatrix). Penyakit ini dulu dikenal dengan nama costiasis. Parasit ini menginfeksi sirip punggung dan ujung lamella sekunder insang.

4. Ichthyobodoosis pada ikan laut 
Ichthyobodo sp ditemukan pada smolt ikan salmon di laut dan pada ikan sebelah dari skotlandia, winter flounder dari Nefoundland dan Japanese flounder di Jepang. Ichthyobodo yang ditemukan pada ikan air tawar berukuran lebih besar dibanding dengan Ichthyobodo yang hidup di laut.

5. Cryptobiosis pada ikan air laut 
C. bullocki menyebabkan penyakit dan kematian pada ikan air laut. Parasit menyebar melalui lintah. Prosedur diagnosa untuk deteksi yang digunakan pada C. salmositica dapat digunakan untuk C. bullocki.

6. TRYPANOSOMOSIS 
Trypanosoma adalah haemoflagellata dan biasanya memiliki flagellum bebas pada ujung bagian anterior. Parasit ini selalu menyebar lewat perantaraan lintah. Parasit tidak bersifat inang spesifik.

B. Phylum Myxosoa Penyebab Penyakit Ikan Luka serius dan Kematian 
Klasifikasi berdasarkan struktur dari spora. Myxosporea dibagi dalam 2 ordo, Bivalvulida dan Multivalvulida. Ordo Bivalvulida memiliki spora dengan 2 shell valve dan satu sampai 4 polar kapsul, sedangkan multivalvulida memiliki spora dengan 3 sampai 7 shell valve dan satu sampai 7 polar kapsul. Bivalvulida dapat ditemukan pada bermacam organ seperti insang (Myxobolus, Sphaerospora, Thelohanellus, Henneguya), gall bladder (Sphaeromyxa, Chloromyxum), urinary bladder (Myxidium), cartilage kepala (Myxosoma), dan otot (Myxobolus, Henneguya, Unicapsula, Kudoa), pada kulit dan
jaringan subcutaneous (Myxobolus, Henneguya, Thelohanellus), pada cartilage (Myxobolus cerebralis), system syaraf pusat (Myxobolus), pada usus (Ceratomyxa, Kudoa), pada ginjal dan urinary tract (Myxidium, Sphaerospora), gall bladder dan hati (Myxidium), swimbladder (Sphaerospora, Myxobolus), gonad (Sphaerospora). Multivalvulida yang umum adalah Kudoa (4 polar kapsul) dan Hexacapsula (6 polar kapsul).

Pathogenisitas
 Tingkat kerusakan pada jaringan dan organ yang diakibatkan akibat infeksi oleh myxosporea tergantung pada banyak faktor termasuk jenis myxosporea dan siklus hidupnya, intensitas infeksi dan reaksi inang. Palsmodia histozoic tidak hanya menyebabkan atrophy pada jaringan terinfeksi tetapi juga perubahan pada jaringan sekelilingnya.

C. Phylum Microspora Penyakit Ikan Infeksi Organ Dalam
Microsporidia adalah parasit protozoa intracellular yang dicirikan oleh adanya produksi spora. Umumnya menginfeksi invertebrata, tetapi juga menginfeksi secara luas golongan teleost pada air tawar, estuari dan laut. Banyak jenis microsporidia menyebabkan penyakit pada ikan budidaya di laut (contoh Glugea stephani atau Pleistophora priacanthusis), dan air tawar (contoh Glugea plecoglossi, Microsporidium takedai atau Pleistophora anguillarum).


D. Phylum Ciliophora Penyakit Ikan dan Parasit Insang dan Kulit
Beberapa ciliata bersifat commensal pada insang dan kulit ikan dan lainnya hidup sebagai parasit opportunis. Mereka memiliki cilia berukuran pendek sebagai alat pergerakan. Parasit dapat melekat atau bergerak dan umumnya hidup sebagai ektoparasit. Ada dua jenis parasit yang telah menimbulkan masalah pada ikan yaitu Ichthyopthirius multifilis pada ikan air tawar dan Cryptocaryon iritans pada ikan air laut.

Cryptocaryon irritans (Cryptocaryonosis)
 Menyebabkan penyakit pada ikan-ikan air laut. Pertama kali ditemukan di Jepang dan saat ini penyakit dapat ditemukan di seluruh dunia.

Ektoparasit Ciliata
Protozoa ektoparasit merupakan parasit penting pada ikan budidaya dan ikan akuarium. Umumnya parasit ini berkembang bila kondisi inang menjadi stres. Pada ikan yang hidup di perairan alami mungkin terinfeksi dalam jumlah kecil oleh parasit ciliata. Ikan tersebut bila ditransfer pada tanki dan mengalami stress, parasit akan berkembang dengan sangat cepat. Dapat menginfeksi berbagai jenis ikan dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang berfluktuasi.

Brooklynella sp
 Brooklynella hostilis menyebabkan brooklynellosis, penyakit serius pada ikan air laut baik pada ikan yang dibudidayakan di laut maupun ikan laut akuarium. Parasit ini dapat menyebakan kematian massal dan epizootic. Memiliki penyebaran yang kosmopolit dan umumnya menyerang ikan-ikan tropis. Tidak sama halnya dengan Chilodonella sp., Brooklynella sp., belum pernah ditemukan pada ikan yang hidup di perairan bebas.

Trichodinid
 Parasit yang termasuk dalam kelompok parasit ini adalah ektoparasit yang paling umum ditemukan pada ikan air tawar dan ikan air laut, dan dapat menyebabkan kerusakan pada organ yang terinfeksi sehingga menyebabkan kematian.  Parasit berbentuk seperti flat disc atau bulat, dan saat berenang nampak seperti piring terbang. Pada bagian disk terdapat organel yang dsebut dentikel ring. Parasit yang masuk ke dalam kelompok ini adalah Trichodina, Trichodinella, dan Tripartiella. Trichodina ditemukan pada bagian insang dan permukaan tubuh, Trichodinella dan Tripartiella hanya ditemukan pada bagian insang, meskipun pada larva ikan yang baru menetas kedua parasit ini juga dapat ditemukan pada bagian kulit.

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaa

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply