sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

» » » » » Kandungan Gizi Kutu Air sebagai Pakan Alami

Kutu air merupakan jenis pakan ikan yang baik untuk larva ikan, dengan ukuran sesuai bukaan mulut ikan dan tentunya memiliki nilai protein yang cukup tinggi. Terdapat dua jenis kutu air yang dapat dijadikan sebagai pakan ikan antara lain: Daphnia dan Moina Sp.

Perbedaan Daphnia dan Moina Sp
Moina Sp
Jenis kutu air Moina Sp mempunyai bentuk tubuh agak bulat, bergaris tengah antara 0,9-1,8 mm dengan berwarna kemerahan. Perkembangbiakan moina dapat dilakuan melalui dua cara yaitu secara asexual atau parthenogenesis (melakukan penetasan telur tanpa dibuahi) dan secara sexual (Perkawinan/Pembuahan terlebih dahulu).
Daphnia
Jenis kutu air Daphnia mempunyai bentuk tubuh lonjong, pipih dan beruas-ruas yang tidak terlihat. pada kepala bagian bawah terdapat moncong yang bulat dan tubuh lima pasang alat tambahan. Alat tambahan pertama disebut Antennula sedangkan yang kedua disebut antenna yang mempunyai fungsi pokok sebagai alat gerak. Tiga lainnya merupakan alat tambahan pada bagian mulut. Perkembangbiakan daphnia yaitu secara asexual atau parthenogenesis dan secara sexual atau kawin. Perkembangbiakan secara parthenogenesis sering terjadi, dengan menghasilkan individe muda betina. Telur dierami dalam kantong pengeraman hingga menetas. Anak Daphnia dikeluarkan pada saat pergantian kulit.

JenisJumlah TelurUmur HidupPanen pertamaPanen kedua
Daphnia39 ekor34 hari5 hari0,5 hari
Moina Sp32 ekor13 hari4 hari1,25 hari

JenisSuhuPh O2ProteinLemak AbuKadar air
Daphnia22-30 c 6,5-8,5     > 4 PPM     Non Selektive Filter Feeder > 42%>89%
Moina Sp14-30 c 6,5-9     > 4 PPM                     >37,38%13,29%11%90,6%

Non Selektive Filter Feeder menjadikan nilai proteinnya dapat berubah-rubah  tergantung jenis cara budidaya daphnia sesuai media pembenihan. Seperti nilai gizi Daphnia dengan pakan sebagai berikut:

Komposisi ProksimatKotoran Ayam (1)Ragi (1 g/80.000 ekor)Kotoran Ayam (2)
 Protein  67,92 69,9053,00
 Lemak13,3320,1913,90
Kadar Air 89,5089,7089,48

Kandungan asam amino esensial tidak berubah jika media kulturnya berbeda. Dapnhnia sp. Yang dikultur dengan menggunakan kotoran ayam mengandung asam lemak esensial yang cukup baik, asam lemak linoleat 0,36 % dan asam lemak linolenat 1,31 %. Namun jika dikultur dengan ragi maka sama seperti rotifer kandungan asam lemak esensialnya rendah. Untuk memenuhi kebutuhan gizi larva maka kualitas gizi dapat diperoleh sesuai kebutuhan larva dengan metode pengkayaan.

Klasifikasi Daphnia sp  dan Moina
Menurut (Alam Ikan 1), klasifikasi Daphnia magna adalah sebagai berikut :
Filum           : Arthropoda
Subfilum     : Crustacea
Kelas           : Branchiopoda
Ordo           : Cladocera
Famili          : Daphnidae
Genus         : Daphnia
Spesies       : Daphnia sp.

Morfologi Daphnia sp.
Pembagian segmen tubuh Daphnia hampir tidak terlihat. Kepala menyatu, dengan bentuk membungkuk ke arah tubuh bagian bawah terlihat dengan jelas melalui lekukan yang jelas. Pada beberapa spesies sebagian besar anggota tubuh tertutup oleh carapace, dengan enam pasang kaki semu yang berada pada rongga perut. Bagian tubuh yang paling terlihat adalah mata, antenna dan sepasang seta. Pada beberapa jenis  Daphnia, bagian carapace nya tembus cahaya dan tampak dengan jelas melalui mikroskop bagian dalam tubuhnya.

Beberapa Daphnia memakan crustacean dan rotifer kecil, tapi sebagian besar adalah filter feeder, memakan algae uniselular dan berbagai macam detritus organik termasuk protista dan bakteri. Daphnia juga memakan beberapa jenis ragi, tetapi hanya di lingkungan terkontrol seperti laboratorium. Pertumbuhannya dapat dikontrol dengan mudah dengan pemberian ragi. Partikel makanan yang tersaring kemudian dibentuk menjadi bolus yang akan turun melalui rongga pencernaan sampai penuh dan melalui anus ditempatkan di bagian ujung rongga pencernaan. Sepasang kaki pertama dan kedua digunakan untuk membentuk arus kecil saat mengeluarkan partikel makanan yang tidak mampu terserap. Organ Daphnia untuk berenang didukung oleh antenna kedua yang ukurannya lebih besar. Gerakan antenna ini sangat berpengaruh untuk gerakan melawan arus (Alam Ikan 2).



Biologi Moina sp.

Moina sp adalah golongan udang renik Cladocera.Moina sp termasuk ke dalam filum Arthropoda, kelas Crustacea, subkelas Entamostraca, ordo Phylopoda, subordo Cladocera. Spesies dari genus moina terdiri dari Moina dubia, M. macropoda, M. weismani, M. reticulate (Alam Ikan 9).


Morfologi Moina sp
Adapun ciri khas Moina sp adalah bentuk tubuh yang pipih ke samping, dinding tubuh bagian punggung membentuk suatu lipatan sehingga menutupi bagian tubuh berserta anggota-anggota tubuh pada kedua sisinya.Bentuk tubuh ini tampak sepertisebuah cangkang kerang-kerangan.Cangkang di bagian belakang membentuk sebuah kantong yang berguna sebagai tempat penampungan dan perkembangan telur.Moina sp mempunyai ukuran bentuk tubuh 500-1.000 mikron (Alam Ikan 3) .

Moina sp merupakan organisme yang bersifat planktonik dan bergerak aktif dengan alat geraknya yaitu kaki renang (Alam Ikan 4). Selanjutnya di jelaskan bahwa bentuk tubuh moina membulat dengan garis tengah 0.9 – 1.8 mm dan berwarna kemerah-merahan, sedangkan bagian perut terdapat 10 silia dan di bagian punggungnya ditumbuhi rambut-rambut kasar.

(Alam Ikan 5). Moina sp mempunyai perbedaan dengan jenis kutu air lainnya, namun antara Moina sp dengan Daphnia sp mempunyai sedikit perbedaan pada ukurannya,Moina sp 500-1000 mikron sedangkan Daphnia sp 1000-5000 mikron dan bentuknya pada Moina sp mempunyai ekor yang lebih panjang. Selanjutnya (Alam Ikan 6) menjelaskan bahwa bentuk Moina sp pipih bening dan tembus pandang, sehingga terlihat bentuk anggota bagian dalam termasuk telurnya.

Ekologi Moina sp
Moina sp merupakan zooplankton air tawar yang dapat hidup di sungai, parit, rawa-rawa, dan air tergenang. Plankton ini tersebar luas yang di sebabkan oleh aliran air dan terbawa oleh binatang lainnya.Hal ini di mungkinkan karena telur Moina sp tersebut mampu bertahan pada kondisi perairan yang sangat buruk, bahkan perairan yang sedikit berair. Apabila kondisi perairan telah memenuhi persyaratan untuk kehidupannya, maka telur-telur tersebut akan menetas (Alam Ikan 7). Selanjutnya dijelaskan bahwa lingkungan yang mendukung pertumbuhan Moina sp adalah pada kisaran suhu 22 – 31 oC dan pH antara 6,6 – 7,4.

(Alam Ikan 8) mengatakan bahwa, perkembangan populasi Moina sp dapat terjadi pada kolam atau bak yang terbuat dari tanah, plastic, kaca, fiber glass, dan kombinasi bahan tersebut. Bahan-bahan logam seperti seng kurang baik bila di jadikan sebagai wadah kultur, karena akan mencemari air sebagai media hidupnya.

Selain media kultur, yang perlu di perhatikan adalah bibit yang akan di gunakan. Bibit Moinasp yang akan di budidayakan sebaiknya yang tidak terlalu tua atau terlalu muda. Menurut (Alam Ikan 3)  bahwa Moina yang baik di gunakan sebagai bibit berukuran lebih dari 500 mikron, sehat, tidak lemah, dan tidak sedang bertelur.

Reproduksi Moina sp
Moina sp berkembang biak secara partenogenetik (telur berkembang tanpa dibuahi). Pada umumnya perkembangbiakan yang demikian akan menghasilkan telur sebanyakn 10-20 butir, apabila lingkungan mendukung telur akan menetas menjadi hewan betina. Selain itu Moina sp dapat juga berkembang biak secara kawin. Dengan cara ini hewan betina akan menghasilkan telur sebanyak 1 – 2 butir. Perkembangan secara demikian terjadi apabila individu  jantan terdapat dalam jumlah yang banyak bila di banding dengan individu betina, atau juga bisa terjadi apabila kondisi perairan tidak mendukung hewan betina untuk menghasilkan dan menetaskan telurnya sendiri.

(Alam Ikan 3) menyatakan bahwa telur-telur yang di hasilkan oleh induk betina ditampung di dalam kantung telur yang terletak di atas punggung.Di dalam kantong telur, embrio berkembang terus sehingga ketika dikeluarkan sudah setengah dewasa. Selanjutnya dikatakan bahwaMoina sp akan menjadi dewasa dalam waktu 5 hari dari total umurnya yaitu  30 hari. Setiap dua hari sekali, Moina sp mampu menghasilkan anak sebanyak 33 ekor.Dengan demikian, keturunan yang di hasilkan selama hidupnya sebanyak 500 ekor.

Selanjutnya dikatakan bahwa di daerah beriklim dingin perkembang biakannya akan menghasilkan individu-individu jantan, sedangkan di daerah beriklim panas juga sering terjadi pergantian sistem perkembangbiakan dan dapat terjadi lebih dari satu kali perkembangbiakan secara kawin.

Explanation :
Alam Ikan 1 : Pennak (1989
Alam Ikan 2 : Waterman, 1960
Alam Ikan 3 : Mudjiman, 2008
Alam Ikan 4 : Priambodo, 2002
Alam Ikan 5 : Djarijah dalam Nurzaman, (2002
Alam Ikan 6 : Lingga dalam Nurzaman, (2002
Alam Ikan 7 : Mudjiman dalam Johan, (2002)
Alam Ikan 8 : Dahlan dalam Johan, (2002
Alam Ikan 9 : Sachlan, 1980

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

2 komentar: