sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

» » » » Cara Pembenihan Budiaya Ikan Mas Koki Mutara

Cara Pemijahan Budiaya Ikan Mas Koki Mutiara

Pada awalnya mas koki diberi nama ilmiah Cyprinus auratus, yang berarti ”ikan berwarna emas dengan tiga lapis ekor”. Tapi rupanya ilmu pengetahuan dalam taksonomi ikan berkembang pesat sehingga dihasilkan nama biologi baru untuk mas koki, yaitu Carrasius auratus. Namun begitu, lain lagi nama yang diberikan oleh kelompok ahli dari lembaga internasional yang mengatur tentang penamaan zoologi. Para ahli membedakan antara karper krusian (crucian carp) dengan mas koki turunannya. Nama baru Carrasius auratus digunakan untuk mas koki dan Carrasius carrasius untuk karper krusian.

Ikan koki mutiara merupakan jenis ikan mas yang mempunyai tubuh bulat dengan kepala kecil dan ekor lebar. Ikan ini berasal dari daratan cina, namun di Indonesia sudah lama dapat dibudidayakan. Pemasaran ikan ini selain di dalam negeri juga merupakan jenis ikan yang di eksport dan harganyapun cukup tinggi.

Parameter Ikan Mas Koki

SuhupHoksigenUmur Indukanjumlah telur
23-296-7,5>4> 8 bulan1000-3000


Pemilihan induk

  • Induk yang baik untuk dipijahkan sudah berumur+ 8 bulan, dengan ukuran minimum sebesar telur itik.
  • Pilih induk yang berkepala kecil dengan tubuh bulat, sisik utuh dan tersusun rapih. Jika ikan sedang bergerak, ekor dan sirip akan kelihatan tegak.
  • Untuk mendapatkan keturunan yang berwarna, maka calon induk yang akan dipijahkan berwarna polos. Gunakan induk jantan berwarna putih dan betina berwarna hitam atau hijau lumut atau sebaliknya.
Perbedaan jantan dan betina
  • Induk Jantan Pada sirip dada terdapat bintik-bintik bulat menonjol dan jika diraba terasa kasar. Induk Betina Pada sirip dada terdapat bintik-bintik dan terasa halus jika diraba.
  • Induk Jantan Induk yang telah matang jika diurut pelan kerarah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih Jika diurut, keluar cairan kuning bening. Induk Betina Pada induk yang telah matang, perut terasa lembek dan lubang genital kemerah-merahan.

Cara pemijahan

  • Bak/aquarium yang telah bersih diisi dengan air yang telah diendapkan + 24 jam, kemudian letakkan eceng gondok untuk melekatkan telurnya.
  • Pilihlah induk yang telah matang telur, masukkan kedalam bak pada sore hari. Bila pemilihan induk dilakukan dengan cermat, biasanya keesokan harinya telur sudah menempel pada akar eceng gondok.
  • Karena telur tidak perlu dierami, induk dapat segera dipindahkan ke kolam penampungan induk, untuk menunggu sampai saat pemijahan erikutnya. Jika perawatannya baik, maka 3 ~ 4 minggu kemudian induk sudah dapat dipijahkan kembali.

Pemeliharaan Benih

  • Setelah 2 ~ 3 hari telur akan menetas, sampai berumur 2 ~ 3 hari benih belum diberi makan, karena masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sac-nya (kuning telur).
  • Pada hari ke 3 ~ 4 benih sudah dapat diberi makanan kutu air yang telah disaring.
  • Setelah berumur + 15 hari benih mulai dicoba diberi cacing rambut disamping masih diberi kutu air, sampai benih keseluruhannya mampu memakan cacing rambut baru pemberian kutu air dihentikan.
  • Untuk telur yang ditetaskan di aquarium maka sebainya setelah benih berumur + 1 minggu dipindahkan ke bak/kolam yang lebih luas.
  • Ketinggian air dalam bak 10 ~ 15 cm dengan pergantian air 5 ~ 7 hari sekali. Setiap pergantian air gunakan air yang telah diendapkan lebih dahulu.
  • Untuk menghindari sinar matahari yang terlalu terik diperlukan beberapa tanaman pelindung berupa eceng gondok.

Pembesaran

  • Pembesaran ikan dilakukan setelah benih berumur lebih dari 1 bulan sampai induk.
  • Jenis koki mutiara ini memerlukan banyak sinar matahari, untuk itu tanaman eceng gondok dapat dikurangi atau dihilangi.
  • Untuk tahap pertama pembesaran dapat ditebar + 1.000 ekor ikan dalam bak berukuran 1,5 x 2 m. Kemudian penjarangan dapat dilakukan setiap 2 minggu dengan dibagi 2.
  • Pergantian air dapat dilakukan 3 ~ 5 hari sekali, juga dengan air yang telah diendapkan.
  • Makanan yang diberikan berupa cacing rambut. Makanan diberikan pada pagi hari secara adlibitum (secukupnya). Jika pada sore hari makanan masih tersisa, segera diangkat/dibersihkan.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply