sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

» » » » » Cara Mengukur PH Perairan Kertas Lakmus

Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital.
Bagi anda penghobi ikan hias yang sering bermasalah menghadapi kematian ikan, coba deh di tes pH air nya mungkin belum cocok dengan kondisi optimal ikan itu hidup. Sebaiknya kita dalam memelihara ikan, siapkan kondisi air yang optimal agar sesuai dengan kondisi umum ikan hias hidup, misalnya dalam optimalisasi nilai pH air.

pH merupakan cara untuk mengukur kandungan asam, basa dan netral pada suatu cairan dan benda padat. Dengan pengukuran tersebut diharapkan akan diketahui kualitas nilai pH dari benda tersebut.

Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital. dengan memasukkan alat pH kedalam air atau pasir akan terlihat nilai yang cocok pada pH, amati secara hati-hati nilai yang tertera pada alat pH.




Menentukkan kondisi nilai pH dapat ditunjukkan dengan angka dan warna. Misal :
  • Warna merah berarti menandakan asam kuat 1-6
  • Warna hijau berarti menandakan basa kuat >7
  • Warna kuning berarti menandakan  tingkat pH netral 5,5 – 6,5, ini berati asam dan basa berada dalam keadaan seimbang.

Perlu diperhatikan bahwa kandungan air akan asam cenderung akan meningkat akibat penggunaan bahan kimia untuk menjernihkan air atau karena adanya pencemaran
Jadi mengatur pH sangatlah perlu agar tanaman tumbuh sesuai dengan yang kita harapkan.

Dengan pengukuran pH diharapkan kondisi perairan sesuai dengan keadaan organisme budidaya ikan, sehingga ikan dapat hidup sehat dan tidak mengalami stres. Penyimpangan terlalu jauh dengan sifat ikan yang dibudidayakan dapat menyebabkan kematian pada ikan budidaya.

Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital.

Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital.


Penanganan pH
Seperti disebutkan sebelumnya, pengananan atau pengubahan nilai pH akan lebih efektif apabila alkalinitas ditanganai terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa cara pangananan pH, yang kalau diperhatikan lebih jauh, cenderung mengarah pada penanganan kesadahan atau alkalinitas

Penurunan pH
Untuk menurunkan pH, pertama kali harus dilakukan pengukuran KH. Apabila nilai KH terlalu tinggi (12 atau lebih) maka KH tersebut perlu diturunkan terleibh dahulu, yang biasanya secara otomatis akan diikuti oleh menurunnya nilai pH. Apabila nilia pH terlalu tinggi (lebih dari 8) sedangkan KH tergolong bagus ( antara 6 -12)maka hal ini merupakan petunjuk terjadinya proses keseimbangan yang buruk. 

Penurunan pH dapat dilakukan dengan melalukan air melewati gambut (peat), biasanya yang digunakan adalah peat moss (gambut yang berasal dari moss). bisa juga dilakukan dengan mengganti sebagaian air dengan air yang berkesadahan rendah, air hujan atau air yang direbus, air bebas ion, atau air suling (air destilata). Selain itu bisa juga dapat dilakukan dengan menambahkan bogwood kedalam akuairum. Bogwood adalah semacam kayu yang dapat memliki kemampuan menjerap kesadahan. Sama fungsinya seperti daun ketapang, kayu pohon asam dan sejenisnya. 



Peningkatan pH 
Menaikkan pH dapat dilakukan dengan memberikan aerasi yang intensif, melewatkan air melewati pecahan koral, pecahan kulit kerang atau potongan batu kapur. Atau dengan menambahkan dekorasi berbahan dasar kapur seperti tufa, atau pasir koral. Atau dengan melakukan penggantian air.

Alkalinitas secara umum menunjukkan konsentrasi basa atau bahan yang mampu menetralisir kemasamaan dalam air. Secara khusus, alkalinitas sering disebut sebagai besaran yang menunjukkan kapasitas pem-bufffer-an dari ion bikarbonat, dan sampai tahap tertentu ion karbonat dan hidroksida dalam air. Ketiga ion tersebut di dalam air akan bereaksi dengan ion hidrogen sehingga menurunkan kemasaman dan menaikan pH. Alkalinitas biasanya dinyatakan dalam satuan ppm (mg/l) kalsium karbonat (CaCO3). Air dengan kandungan kalsium karbonat lebih dari 100 ppm disebut sebagai alkalin, sedangkan air dengan kandungan kurang dari 100 ppm disebut sebagai lunak atau tingkat alkalinitas sedang.
Pada umumnya lingkungan yang baik bagi kehidupan ikan adalah dengan nilai alkalinitas diatas 20 ppm.

Garam merupakan senyawa yang terbentuk dari reaksi asam dan basa.  Kalian tahu garam dapur bukan? Garam dapur (NaCl) merupakan salah satu contoh garam yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari.  Selain itu ada juga Baking Soda (NaHCO3) yang digunakan untuk menetralkan sengatan lebah yang bersifat asam, serta tawas dengan rumus senyawa Al2(SO4)3 yang digunakan untuk proses penjernihan air.
   
 Adapun ciri-ciri dari garam antara lain:
  • Dalam bentuk leburan (cairan) atau lelehan dapat menghantarkan listrik
  • Sifat larutannya dapat berupa asam, basa, atau netral tergantung jenis asam (kuat atau lemah) dan basa (kuat atau lemah) pembentuknya.
  • asam kuat dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat netral
  • asam kuat dan basa lemah akan terbentuk garam yang bersifat asam
  •  asam lemah dan basa kuat akan terbentuk garam yang bersifat basa
Contoh mengukur PH,
Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital.

Cara pengukuran pH ada beberapa macam antara lain menggunakan kertas pH (kertas lakmus) dan menggunakan alat elektronik misalnya pH meter digital.


Pilih jenis ikan, saya akan menggunakan ikan neon tetra
Kondisi optimal neon tetra adalah kadar air dalam kondisi asam antara 
5,5-6,5 

Dengan Suhu dibawah 28 derajat, 20-26
pada waktu pemijahan kondisi air ikan neon adalah
Air harus steril dingin dan bersifat asam (pH lebih kecil dari 6,4, jika tidak memenuhi syarat ikan tidak mau bertelur. 

Cara melakukan tes

  • Sediakan kertas lakmus
  • Ambil air,
  • Masukkan kertas lakmus tunggu sampai berubah warna
  • Cek angka atau warna kertas lakmus, 
  • Hitung nilai pH nya
  • Cocokan kondisi dengan kondisi ikan neon tetra. 
  • Jika sudah cocok ikan bisa di masukkan ke dalam air. 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply