sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

Aquascape

Produk

Pakan Ikan

Analisis

Budidaya

Ikan Hias

» » Pengukuran Kecepatan angin dan Alatnya

Pengertian Kecepatan Angin
Angin ada disekitar kita biasanya merupakan hembusan udara yang dapat dirasakan badan kita dan dapat menerbangkan debu, Angin memiliki suatu kecepatan Atau kecepetan angin. Kecepatan Angin dapat diukur dengan satuan kilomeer atau mil per kesatuan waktu. Kecepatan angin merupakan gejalan alam yang menyebabkan hembusan udara, untuk mengukur kecepatan angin dapat dilakukan dengan skala beaufort. Skala alat beaufort ini berada pada 0-12.

Pengertian angin adalah hembusan udara atau sebuah massa udara yang bergerak secara horizontal yang memiliki sebuah arah dan kecepatan tertentu dengan gerakan yang memiliki kecepatan vervariasi. Terjadinya gerakan massa udara yang memiliki kecepatan atau angin tersebut terjadi jika adanya pengaruh ketidakseimbangan pemasanasan sinar matahari pada suatu lokasi yang berbeda di bumi. pengukur kecepatan angin disebut skala beaufort dengan Arah angin diukur dengan alat yang disebut wind vane dan bias juga dengan slayer.


Arah angin diukur dengan alat yang disebut wind vane dan bias juga dengan slayer.  pengukur kecepatan angin disebut skala beaufort.
Gerakan angin pastinya memiliki arah, arah angin ini dipengaruhi gaya Coriolis (pengaruh perputaran bumi terhadap arah angin. Gaya coriolis merupakan gerakan arah angin yang menyebabkan berputar searah jarum jam. Gaya Coriolis tergantung pada kecepatan berputar bumi atas sumbunya lintang dimana angin yang bersangkutan bertiup dan kecepatan dari angin yang bersangkutan.

Kecepatan angin yang berada pada ketinggian 2 meter di atas tanah dengan gerakan horisontal merupakan angin permukaan yang pada dasarnya terjadi jika ada perbedaan tekanan udara dari tempat terjadinya angin sampai tujuan angin yang menjadi faktor pendorong gerakan kecepatan angin. 
Kecepatan angin yang berada pada ketinggian 2 meter di atas tanah dengan gerakan horisontal merupakan angin permukaan yang pada dasarnya terjadi jika ada perbedaan tekanan udara dari tempat terjadinya angin sampai tujuan angin yang menjadi faktor pendorong gerakan kecepatan angin.

Pada daerah tropis dan subtropis angin pada umumnya dapat bergerak dari arah tenggara bmi selatan dan dari arah timur laut ke belahan bumi utar atau Prevailing wind pada daerah tropis disebut trade wind.

Semakin iklimnya menjadi sedang, akan terjadi gerakan angin uang berhembuh dari arah barat laut pada belahan bumi selatan dan arah barat daya untuk belahan bumi utara. beriklim sedang disebut westerly wind

Pergerakan angin juga berbeda di daerah kutub yang umumnya angin akan bergerak dari daerah timur yakni searah dengan angin pada daerah tropis. daerah kutub disebut disebut polar wind

Pada dasaranya sebuah angin, kecepatannya dapat diukur dengan satuan KNOP (mm laut per jam) menggunakan alat anemometer. 
  1. Kisaran kecepatan angin (range of wind speed) yang dapat dideteksi. Beberapa anemometer mekanis hanya dapat bekerja jika kecepatan angin melampaui batas minimalnya (starting threshold wind speed).
  2. Kelinier tanggapan (linearity of response) pada kisaran kecepatan angin yang diukur.
  3. Kecepatan tanggapan (speed of respone). Kecepatan tanggapan ini biasanya diukur berdasarkan waktu yang dibutuhkan bagi anemometer untuk mulai melakukan pengukuran.
  4. Ukuran alat (size of the instrument). Ukuran ini penting diselaraskan dengan jenis angin yang akan diukur atau ruang tempat pengukuran. Misalnya untuk mengukur kecepatan angin dalam sistem tajuk tanaman dibutuhkan anemometer yang kecil.
  5. Kesesuaian alat dengan arah angin yang akan diukur kecepatannya.

Semoga Bermanfaat

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply